
Setelah pertarungan melawan Siluman Angin Gunung mereka mendapatkan sebuah tombak pusaka dari siluman tersebut, tombak itu bisa memanjang dan menusuk lawan dengan cepat seperti angin. Selain itu tombak tersebut juga bisa memendek dan mengecil sehingga bisa menyerang secara diam diam.
" Siluman rubah, Apakah tangan my baik baik saja? " Tanya sinta.
" Tenang saya akan baik baik saja selagi saya masih bisa beregenerasi " Ujar siluman rubah.
Di perjalanan mereka di hambat oleh jaring jaring lengket yang sangat besar.
" Semua berhati hati lah dengan jaring ini, ini sangat lengket. Jangan sampai ada yang menyentuhnya "
" Baik " Jawab mereka semua dengan kompak.
" Jika jaring ini lengket, maka akan membuat kita terjebak di sana selamanya. " Apa yang di rencanakan siluman rubah?
" Siluman rubah apakah kamu bisa membakar jaring ini saja..... Aahhhhhh " Sebelum siluman pohon menyelesaikan kata katanya, siluman rubah sudah mendorong nya menuju jaring dan mengenai wajahnya.
" Hahahahaha "
" APA YANG LUCU DARI INI SILUMAN RUBAHHH!!! " Ujar siluman pohon.
" Maaf saya tidak bisa menahannya "
" Siluman rubah, Apa yang kamu lakukan " Ujar Andre
" Tenang saja Andre, dia akan baik baik saja " Ujar siluman pohon dengan santai.
Kemudian Siluman pohon pun mengeluarkan dirinya dari jaring itu, tapi karena jaring itu sangat lengket membuat wajah siluman pohon tercabut.
AHHHHHHH WAJAHNYA wajahnya....
" Sinta Sinta bangun sinta, Astaga Sinta pingsan "
" Lho padahal kan yang copot itu kayu " Ujar Dimas.
" Oh iya benar juga, tapi bagaimana bisa? " Tanya andre.
__ADS_1
" Begini saya kan siluman pohon artinya saya gabungan dari manusia dan pohon dan saya terbuat dari kayu. Sehingga saya tidak akan merasakan sakit, kecuali di bakar saja. Tapi sepertinya Sinta keburu pingsan saat wajah saya terlepas, padahal itu hanya kelihatan seperti kayu yang terbelah, bisa di bilang wajahnya seperti topeng yang terbuat dari kayu jadi bisa di lepas "
" Jadi seperti itu, tapi siluman pohon lebih baik kamu jangan berbicara sebelum wajah mu kembali, karena itu sangat menakutkan " Ujar keiya.
" Sudah mari kita lanjutkan perjalanan kita, siluman rubah karena kamu yang membuat sinta pinsang, kamu yang akan megendongnya sampai ia siuman " Ujar Dimas.
" Kenapa harus aku ? iya deh akan aku lakukan "
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka dan siluman rubah dengan ekornya membuat bola api agar bisa membakar jaring itu, sementara itu siluman pohon sana sekali tidak berbicara agar tidak membuat yang lain tidak nyaman, sepertinya siluman rubah menyesal dengan kejahilan nya. Di depan mereka ada kuil ke dua, tapi berbeda dari sebelumnya kuil ini sangat di penuhi oleh laba laba yang banyak dan juga jaring yang besar dan sepertinya sinta bangun di waktu yang tidak tepat.
" Lho kok ada banyak laba laba, singkirkan kalian kan tau aku paling takut dengan laba laba "
" Sinta tolong turun dari bahu ku berat nih " Sepertinya siluman rubah sudah lelah karena terus megendong Sinta.
Kemudian sinta pun turun, dan mereka segera menuju kuil dan memutar rodanya. Setelah memutar rodanya penghalang itu tidak melemah sama sekali.
" Lho kok tidak terjadi apa apa? " Tanya Dimas.
Tiba tiba lantai di bawah mereka terbuka dan membuat mereka terjatuh.
Mereka pun jatuh ke sebuah gua yang sangat di penuhi oleh, Gerbong tambang dan beberapa beliung penambang.
" Kita ada di mana? " Tanya Andre.
" Sepertinya kita ada di sebuah tambang " Ujar Sinta.
Halo semuanya, maaf dengan terowongan tadi. Selamat datang di labirin tambang ku, jika kalian ingin melemahkan penggalang nya pergi lah ke tengah labirin tambang ini. Tapi berhati hati lah karena saya telah meletakan temanku di sini jadi jangan membuat suara atau dia akan menemukan kalian...
" Teman? Artinya kita tidak sendiri di sini "
" lebih baik kita cepat waktu kita hanya tersisa 1 hari 16 jam lagi sebelum gerhana matahari "
Mereka pun memutuskan untuk segera pergi dari situ secepatnya sebelum gerhana matahari terjadi, Di tengah jalan mereka mendengar ada suara langkah kaki yang sanagt besar. Ternyata ada siluman laba laba, tapi anehnya matanya di tutup dengan menggunakan kain.
" Makhluk apa ..... " Kemudian Dimas menutup mulut siluman rubah dan di saat itu pula makhluk itu menoleh ke arah mereka dan berjalan menuju arah mereka untungnya di belakang mereka ada jalan sehingga mereka bisa melarikan diri secara diam diam.
__ADS_1
" Siluman rubah kamu jangan berbicara, kamu lupa kata orang itu juka kita tidak boleh mengeluarkan suara jika bertemu dengan nya "
" Tapi kenapa orang itu membantu kita dengan memberikan informasi itu? " Tanya Siluman pohon.
" Benar juga tapi yang paling penting kita harus keluar dari labirin ini dan segera memutar rodanya " Ujar Dimas.
Kemudian mereka pun terus berjalan tapi hasilnya nihil mereka tidak bisa menemukan jalan Keluar, di tambah mereka selalu di ikuti oleh monster laba laba itu.
" Harus sampai kapan kita berputar putar terus? kita hanya membuang buang waktu di sini " Ujar sinta.
" Tenang kita sudah benar " Ujar siluman pohon.
" Bagaimana kamu bisa tau? " Tanya Adith.
" Begini selama ini saya terus menanamkan akar saya di labirin ini, dan dari perkiraan ku kita hanya perlu terus berjalan lurus saja agar bisa ke jalan keluar "
Kemudian mereka semua pun mengikuti jalan siluman pohon, dan di perjalanan ada hal yang aneh karena sudah mulai banyak jaring laba laba di sekitar mereka, dan monster laba laba itu juga semakin sering terlihat. Selain itu di sana semakin lama semakin gelap karena penerangan di sana sudah semakin berkurang.
" Siluman rubah apakah kamu bisa membakar semua jaring ini saja? " Tanya Sinta.
" Kamu gila? itu akan membuat udara di sini semakin menipis " Ujar siluman rubah.
" Siluman pohon apakah kita sudah dekat? Kita sudah 2 jam di labirin ini, di tambah kita hanya memiliki waktu 1 hari 14 Jam lagi sebelum Gerhana terjadi " Ujar Andre.
" Bersabarlah kita akan sampai " Uajr siluman pohon.
Kemudian mereka akhirnya sampai di sebuah ruangan mirip perpustakaan, tapi di sana ada banyak buku dan rak rak buku itu terlihat seperti dinding di sana.
Hebat kalian bisa melewati labirin tambang yang aku buat, sekarang carilah aku di ruang baca perpustakaan bawah tanah milikku ini dan mari kita membicarakan mengenai sesuatu di sana. Oh iya saya lupa, ingat temanku akan masuk ke sini 5 menit lagi jadi jangan berisik atau dia akan menangkap kalian.
" Sial kini kita harus mencarinya, semuanya jangan sampai terpisah saya yakin ruang baca nya ada di ujung jalan ini "Ujar Siluman pohon.
" Lebih baik kita secepatnya pergi dari sini dan secepatnya memutar rodanya sebelum gerhana terjadi " Ujar Asih.
To Be Contiune>>>
__ADS_1