
Rio seketika merinding usai mendengarkan perkataan Alex. ia sangat yakin bahwa dirinya tidak mungkin lupa atau salah ingat. Rio mencoba untuk memastikan kembali dan benar saja ia melihat beberapa bungkus super mie yang ia letakan di samping panci.
Rio bertambah yakin bahwa ia sama sekali tidak salah ingat atau sedang berhayal, namun nampak Alex dan lainya seakan baik-baik saja dan tidak terlihat sedang mengerjainya.
"apakah mereka sedang bercanda?" tanya Rio dalam hati.
usai membahas hal tersebut mereka kemudian memutuskan untuk makan. selesai makan mereka duduk di luar tenda sembari bersenda gura di temani kopi dan sebatang rokok.
disitu Rio kembali membahas kejanggalan yang ia rasakan tadi sore.
"kok gw bisa lupa ya, kalau gw yang ngambil air" ucap Rio memulai pembicaraan.
wajah Alex seketika pucat, si sontak menepuk pundak Toni sembari membisikan beberapa kata.
"jangan sampai Rio tau" bisik Alex ke telinga Toni.
"oy.. malah bisik-bisik, lu pada tau gak?" tanya Rio kembali.
"mungkin lu kecapean, btw mending kita tidur aja besok kita jalan lagi jam 4 subuh biar dapat sunrise di puncak" sergah Bandu dengan wajah tenang.
__ADS_1
Rio akhirnya mengangguk setuju, namun jauh di dalam hatinya ia masih begitu penasaran pada kejadian tadi sore. Rio merasa bahwa Alex dan lainya tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
setelah rokok di tangan mereka habis, akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.
jam kini menunjukan pukul 1, tiba-tiba.
"gawat..!! itu siapa sih..!!" terdengar Rio yang tengah mengigau sembari meronta-ronta.
Alex dan Bandu mendadak terbangun akibat teriakan Rio, mereka mencoba membangunkan Rio, tubuh Rio di goyang-goyangkan namun tetap saja Rio tak kunjung sadar.
wajah Rio di penuhi oleh keringat dingin, dari wajah Rio, Alex dan Bandu dapat mengetahui bahwa Rio tengah bermimpi buruk.
"ban, lu coba bawa bawang merah kemari" suruh Alex sembari menekan lengan Rio.
suara teriakan Rio semakin besar, sementar Alex tetap menekan tangan Rio sembari membaca doa-doa di ikuti oleh Bandu.
tidak lama kemudian akhirnya Rio tidak lagi berteriak.
"Lex, si Rio kenapa sih?" tanya Bandu khawatir.
__ADS_1
"mungkin sekarang dia lagi di bawa sama penghuni sini" jelas Alex dengan wajah murung.
"hah..?! trus gimana dong?"
"tinggal tunggu saja semoga dengan sedikit bantuan dari kita, dia bisa kembali" ujar Alex.
**
beberapa saat sebelum Rio pergi menyusuli Bandu di sungai.
"ok hati-hati ya" jawab Alex seraya menatap Rio yang mengarah ke sungai.
"eh.. band kok lu sendiri aja? mana Rio?" tanya Alex dengan nada heran.
"justru gw yang mau nanya kok lu berdua bisa di sini? bukanya lu bilang mau foto-foto ya di sungai? jadi gw pikir si Rio yang ada di tenda. eh btw lu lewat jalan mana cepat amat?" tanya Bandu sontak membuat Alex dan Toni menelan ludah.
"eh ban, gw Ama Toni dari tadi di sini aja. yang nyusul kebawah itu Rio" jelas Alex hampir membaut Bandu menjatuhkan gen air yang ia pegang.
"ada yang gak beres ini, gw musti nyusul Rio" ujar Toni berniat menyusul Rio ke sungai.
__ADS_1
"ton duduk lah, lihat siapa yang datang" ucap Alex bersaman dengan munculnya Rio.
namun yang membuat ketiganya heran bukan soal Rio, melainkan sosok laki-laki yang berdiri di belakang Rio.