
Bukkk!
Tiba tiba di tengah rasa tidak percaya yang di miliki Dimas, tiba tiba terdengar suara pintu terbuka dengan kasar dan terlihat ada 4 orang di sana dan juga terlihat jika di luar gubuk tersebut memang sedang badai.
"Astaga Dimas, jika tau akan ada badai nanti seharusnya kita tetap di gua itu aja. Tapi kita sekarang tidak tau ada di mana" Ujar orang yang membuka pintu dengan kasar.
"Sudahlah jangan seperti itu, kita kan sedang tersesat jadi kalian jangan bertengkar" Ujar salah satu orang lagi yang menutup pintu.
Kedua orang yang berdebat itu adalah teman Dimas yang bernama Kenla Salim dan Kenla Halim. Tentu saja mereka berdua itu adalah kembar, karena nama depan mereka sama, mereka sering di panggil dengan menggunakan nama belakang mereka agat mudah di bedakan. Salim memiliki sifat yang tidak berkepala dingin. Berbeda dengan Salim, Halim memiliki sifat yang lebih berkepala dingin.
Selain itu, tidak lupa satu teman perempuan Dimas yang bernama Sibka. Sekarang kini mereka terjebak di Gunung Singawari dan tak tau bagaimana cara keluar.
"Sekarang kita ada di mana? apakah kamu tau?" Tanya Salim sambil mendorong sedikit kembaran nya itu.
"Astaga sudah, sekarang kita berteduh dulu di sini. Berharap saja nanti kita bisa kembali ke kemah" Ujar Sibka.
Akhirnya karena beberapa alasan, kedua kembar tersebut pun kembali bertengkar. Dimas dan Sibka pun hanya bisa melihat pertengkaran mereka dan berharap jika badai bisa cepat reda.
Bukk!
Beberapa saat kemudian muncul suara pintu terbuka yang sangat keras dan karena suara pintu itu, mereka pun langsung di buat diam di tempat. Saat Dimas yang sedang berada di bayang bayang masa lalu itu berbalik melihat ke pintu, ternyata yang membuka pintu adalah Asih, dan terjadilah peluk memeluk antara Dimas dan Asih saat itu. Mata Dimas yang melihat kejadian di masa lalunya pun langsung mengeluarkan air mata.
"Aku dulu mengajak teman teman ku ke Gunung Singawari untuk berjalan jalan dan sesekali merasakan camping. Awalnya semua baik baik saja, sampai ketika aku mengajak mereka untuk melakukan uji nyali bersama sama mengelilingi Gunung, tapi tak di sangkah kami malah masuk ke Dunia Lain Gunung Singawari" Ujar Dimas sambil melihat semua rewind yang ia lihat.
__ADS_1
Tiba tiba saja semua yang di sekeliling Dimas berubah menjadi kabur dan seketika ia melihat kejadian yang membuat ia menjadi sendirian bersama Asih. Dimas pun kembali bergumam melihat bayang bayang dari masa lalunya.
"Beberapa bulan setelah kami di Dunia Lain, banyak pengalaman yang kami dapatkan dari beberapa hantu di sana, sampai hal hal yang harus kami hindari. Tapi suatu hari Halim dan Sibka di temukan mati. Saat kami melawan seekor hantu harimau, Sibka dan Halim mati dalam keadaan tercabik cabik. Setelah kejadian itu kami menguburnya di dekat gubuk dan karena kehilangan saudara kembar nya, Salim sering terlihat murung dan sering tidak ingin makan. 3 minggu setelah kematian Sibka dan Halim, aku menemukan Salim dalam keadaan tergantung. Wajahnya terlihat tersenyum dan sambil mengeluarkan air mata, dan itulah alasan mengapa aku sendirian bersama nenek di Gunung Singawari" Ujar Dimas sambil melihat semua kejadian itu di depan matanya.
Sampai ketika semua yang ada di sekitarnya menjadi terbakar dan secara tiba tiba bayang bayang yang ia lihat berubah menjadi kawah Gunung Singawari. Dan di saat itu pula ia melihat Andre sedang berdiri di ujung kawah dan sedang dalam posisi sekaan akan ingin melompat.
"A-andre.. apakah kamu bisa maju sebentar?" Tanya Dimas sedikit khawatir saat itu.
"Ohh? baiklah" Andre pun langsung berbalik dan langsung menghadap ke kawah dan langsung berjalan maju san menjatuhkan dirinya.
"Andre!!" Dimas pun langsung berlari ke ujung kawah.
Tiba tiba saja ada yang memanggil nama Andre dan saat Dimas berbalik, ia langsung melihat dirinya yang sedang kelihatan sedikit khawatir dan memintanya untuk maju ke depan sedikit.
"Ohh? baiklah" Secara tiba tiba mulut nya berbicara sendiri dan meski sudah mencoba melawan, tubuhnya langsung menghadap ke arah kawah.
"Ada apa ini? aku tidak bisa mengendalikan tubuh ku..." Hujan Dimas dalam hatinya.
Dan sama seperti Andre sebelumnya, Dimas pun langsung menjatuhkan diri ke Kawah Gunung. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan itu, tapi apa daya. Kini ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya meski sudah melawan berkali kali. Di saat itu pula ia terjatuh tanpa henti dan sampai sampai ia mendengar banyak suara seperti suara Andre dan lainnya dan juga beberapa suara lainnya.
"Apakah aku sudah tidaj waras?... mengapa aku melihat semua itu?" Ujar Dimas yang langsung menutup matanya dan sampai akhirnya ia mendengar suara samar samar dari Andre.
"Kakak!... kakak!... bagun!..."
__ADS_1
Kemudian saat Dimas membuka matanya, ia melihat ada banyak orang yang mengelilingi nya dan juga Siluman Pohon dan Siluman Rubah atau Mirai juga ada di sana dan melihat Dimas dengan penuh kebingungan.
"Kenapa kalian memandang ku seperti itu?" Tanya Dimas heran.
"Kamu tidak tau? kamu tadi mengigau dan mengatakan hal hal aneh seperti Sibka dan lain lain, selain itu kamu juga menceritakan sesuatu. Tapi suara mu tidak jelas dan lebih kedengaran seperti berkumur dari pada berbicara" Ujar Diana.
"Sungguh? untung lah jika itu semua tidak nyata" Dimas pun langsung menghembuskan nafas lega setelah mengetahui jika itu semua hanya mimpi saja.
Tapi meski sudah mengetahui jika semua yang ia lihat hanyalah mimpi, ia masih heran siapa 2 sosok putih yang ia lihat saat hampir tertidur dan apa maksud dari ia dan Andre yang menjatuhkan diri ke dalam Kawah Gunung Singawari.
"Ada apa Dimas? apakah ada yang salah?" Tanya Ira khawatir.
"Ehh tidak apa apa, aku hanya sedikit pusing" Jawab Dimas berbohong.
"Baiklah, bagus jika seperti itu" Jawan Ira.
"Jadi kita sekarang ada di mana?" Tanya Dimas.
"Di kawah Gunung Singawari" Jawab Siluman Rubah.
"Apa!?" Dimas pun langsung berdiri dan terlihat ada sebuah altar dan patung manusia setengah ular di mana mana.
Dimas pun semakin khawatir karena takut jika mimpinya itu akan menjadi kenyataan. Yang ia inginkan hanya Andre dan lainnya tetap hidup dan mereka bisa mengalahkan Farwani secepatnya. Kini waktu mereka hanya tersisa 20 jam dari waktu sebelumnya. Dimas tau jika mimpi itu hanyalah rekayasa dari pikiran kita, tapi karena melihat Andre yang jatuh ke kawah, kekhawatiran Dimas semakin menjadi jadi dan membuatnya khawatir.
__ADS_1
To be contiune >>>