Dunia Lain

Dunia Lain
LAPANGAN


__ADS_3

"aaaaaaaa!!!" teriak ayuu sambil memegangi jantungnya dan nafas yang tak beraturan


gebbb


tangan itu kembali mencengkram kaki ayu kini terasa lebih kuat..


"ayuu!!" tegas suara itu


brakkk


pintu uks terbuka dengan keras


"heh, kenapa" nampak disana muncul toni yang memang tak sengaja lewat depan uks dan mendengar suara teriakan itu


mata toni langsung tertuju pada rani yang masi tergeletak di bawah


dengan melewati ayu, toni langsung duduk dan melihat rani


"ran, ada apa" tanya toni


ayu langsung berbalik dan melihat rani, di lihatnya rani hanya menatap kosong tangannya memegangi kaki ayu


"huhhhh, tak kira setan" laga batin ayu


rani tampak sangat lemas hingga suaranyapun begitu lirih


"minum dulu ran" perintah toni pada rani, dia membawakan air minum yang di berikan oleh pak guru


air minum itu memang di khususkan untuk rani


dengan gemetaran ayu membantu rani duduk agar bisa minum dengan nyaman


"duduk dulu ya ran" ucapnya


glek glek glek


setengah botol air minum di minum rani, toni tampak penasaran saat air minum yang di berikan jaka rani tampak sangat tidak suka, kenapa berbeda dengan air ini. air yang sama sama sudah di do'a kan hanya beda orang yang mendo'akan

__ADS_1


"makasi" ucap lirih rani


"kok badan aku sakit semua ya yu, tanganku sakit baget" ucap rani kembali sambil memegangi lengan tangannya dan melihat tangannya sudah sedikit bengkak


"kamu ngga inget tadi kamu ngapain ran?" tanya toni


rani tampak kebingungan dengan apa yang di tanyakan toni padanya, lantas ia mengingat apa yang bisa dia ingat tetapi benar-benar membuatnya bingung


"aku tadi di pensi, terus sholatttt" ucap rani mengambang


"teruss?" tanya toni


sontak rani tersadar bahwa ia merasakan ada yang janggal saat di masjid lalu ia menceritakannya pada ayu dan toni


"tadi aku lihat kaya hitam tinggi besar di sudut masjid" ucap rani


"kalian juga lihat ngga?" sambungnya


"ohhhh, iyaa tau" ucap toni dan di sertai anggukan ayuu


"humm" jawab ayu singkat


"kamu istirahat aja ran di sini, aku temani" imbuhnya


"aku pengen keluar ke lapangan" ucap rani


tanpa basa basi toni langsung mengiyakan keinginan rani, ia lupa akan pesan pak guru yang meminta rani agar tetap di dalam uks sampai subuh


mereka bertiga bergegas meninggalkan uks menuju lapangan


...----------------...


lapangan


sesampainya lapangan sudah ada beberapa anak yang duduk duduk di sana, ada pula yang menyiapkan keberangkatan jelajah dan beberapa anak yang akan berangkat jelajah


mata mereka semua tertuju pada toni,ayu dan rani

__ADS_1


rani terus menundukan matanya, ada sesuatu yang tak biasa yang ia rasakan


suara riuh yang ia dengar


suara gelak tawa seorang perempuan yang amat mengagetkannya


"hihihihi"


seketika rani melihat ke arah depan ia melihat banyak sekali sosok yang aneh di depannya


matanya terbelalak lebar tak percaya dengan yang di lihatnya mulutnya terkunci tetapi tetap jalan menuju kelapangan


"khemm" suara nyaring terdengar, ranipun langsung mencari sumber suara itu


dilihatnya sesosok makhluk tinggi besar hitam dengan mata merah menatapnya dengan tajam, terdapat taring panjang yang menjulur hingga bawah. matanya terus menatap ke arah rani


Di samping makhluk itu ada sebuah pohon besar dan ada yang bergelayut dengan rambut hitam terurai sedang menatap tajam rani


disana rani tampak lemas dan langsung terduduk di atas mimbar lapangan


dia menunduk dan memejamkan matanya, berharapnya apa yang di lihat segera menghilang


saat ia buka mata kembali sesosok rambut panjang yang bergelayut di pohon mendekat kearahnya


ranipun kembali menutup matanya dan menunduk dan membaca do'a apapun yang bisa dia ucapkan saat itu


ngenggg


suara riuh tak terdengar lagi di telinga rani, dengan keberaniannya rani perlahan membuka matanya kembali


saat itu juga sesosok rambut panjang tadi sudah tepat di depan wajahnya, dan mebuka seluruh rambut yang menutupi wajah sosok ituu sehingga dengan jelas rani melihat wajahnya..


wajahnya penuh dengan lendir di sertai darah, mulutnya terbuka lebar dan matanya tampak begitu dalam hingga bola mata tak lagi terlihat dan beberapa luka di wajahnya..


rani mematung seketika,


sosok itu dan aura hitam sekelilingnya seakan mulai memasuki tubuh rani ..

__ADS_1


__ADS_2