
"HAHAHAHHAHA!" Kemudian tiba tiba Leak tersebut pun langsung menghilang di ikuti oleh asap hitam yang tiba tiba muncul mengelilingi nya.
"Ayo bermain dengan ku..." Leak itu terus saja mengajak mereka bermain, tapi maksud sebenarnya adalah untuk membunuh mereka semua.
Suara dari Leak itu terus saja muncul dan seakan akan mengelilingi mereka, Mereka semua pun langsung di buat bingung mengenai harus menyerang ke arah mana. Di detail sisi hanya ada suara tawa nya yang sangat melengking dan tak ada habis habisnya.
Wusshh... Wusshh... Wusshh...
"Awas!"
Tiba tiba dari arah samping muncul beberapa bola api yang langsung mengarah ke arah mereka, untungnya Keiya sempat menyadari hal itu dan memperingatkan mereka semua. Semua orang pun langsung melompat turun ke bawah, dan di bantu benang yang terbuat dari rambut milik Rina yang ia dapatkan sebelumnya di sekolah saat kejadian pembantaian yang di lakukan Guru misterius yang sampai sekarang masih belum di ketahui namanya. Keiya pun langsung membuat tempat agar mereka bisa mendarat.
Wusshh... Wusshh... Wusshh... Wusshh...
Kemudian muncul lagi beberapa bola api, lama kelamaan jumlahnya mulai banyak dan sulit di hindari. Beruntung mereka semua bisa menghindari semua bola api tersebut, tapi karena hal itu mereka semakin kewalahan menghadapi Leak tersebut. Lama kelamaan jumlah bola api tersebut mulai bertambah dan semakin bertambah sehingga membuat Sinta kesal.
"Cukup!" Sinta pun langsung mengkipaskan semua bola api tersebut dan membuat arah bola itu berputar balik, berharap jika bola api tersebut bisa mengenai Leak tersebut.
Tapi bukannya mengenai Leak tersebut, semua bola api tersebut malah mengenai beberapa rumah desa dan juga mengenai beberapa pohon yang sudah mulai hancur karena ledakan Nitrogliserin yang di lakukan Siluman Rakun.
"Kalian bodoh! lihat apa yang kalian lakukan! Dengan ini aku akan lebih mudah mengalahkan kalian Hahahhahaa..."
"Penunggu Sungai, apakah kamu bisa memadamkan semua api ini?" Tanya Dimas.
"Tidak, apinya terlalu banyak. Apalagi di sini tidak memiliki sumber air yang dekat" Jawab Penunggu Sungai.
__ADS_1
Karena Angin kencang yang terus saja berembus, api yang mulai melahap kayu pohon pun mulai membesar dan lebih cepat menyebar dari pada biasanya.
Arrggghhh!! Cukup!
Tiba tiba di tengah kebakaran itu muncul suara seseorang yang marah dan meminta mereka untuk berhenti. Andre dan lainnya pun langsung berhenti menyerang leak tersebut, kemudian tiba tiba tanah yang berada di sana mulai bergetar kencang sampai sampai membuat banyak rumah yang terbuat dari jerami dan kayu mulai runtuh.
"Apa yang terjadi di atas?" Tanya Daihan yang bersembunyi di bawah bangunan tempat mereka menyelamatkan penduduk tadi.
"Entahlah, tapi sepertinya pertarungan hebat sedang terjadi" Ujar Bagas khawatir.
Tiba tiba dari pohon terbesar yang terletak tepat di belakang mereka tiba tiba batang kayunya mulai membentuk sebuah wajah dan di bagian mata muncul sebuah permata yang bersinar terang.
"Leak... berhentilah, kamu hanya akan membuat diri mu terbunuh... lihat lah sekeliling mu, semua yang kamu lakukan hanya membuat kehancuran. Dan kehancuran itu suatu hari akan datang pada diri mu " Ujar pohon tersebut.
"Siapa dia?" Tanya Andre heran.
Sreekk.. sreek... sreek...
Terdengar suara ranting dan dahan pohon yang bergesekan karena di hembus angin membuat suasana menjadi sedikit menakutkan, kemudian beberapa bunga pun tumbuh di sekitar mereka. Bunga itu pun mulai mekar dan mengeluarkan serbuk sari.
"Aku tidak akan membiarkan kalian lolos! jika tidak Farwani akan menghancurkan ku!"
"Tunggu apakah dia mengatakan jika Farwani akan menghancurkan nya?" Tanya Andre heran.
Setelah Leak itu memberitahu jika Farwani akan menghancurkan nya, maka secara tanpa sengaja ia telah mengaktifkan kutukan tang di berikan Farwani padanya. Tapi sayangnya Leak tersebut belum menyadari hal tersebut dan tidak mempedulikan nya sampai akhirnya ia merasakan sakit yang cukup luar biasa.
__ADS_1
"Sudah ku bilang, jika kamu membuat kehancuran, maka kehancuran akan mendatangi mu "
"Argghhhh!!! ahhh! ahhhh!!" Leak tersebut pun masih belum ingin menunjukan wujudnya meski sudah kesakitan.
"Apa yang terjadi padanya? kenapa dia terus berteriak seperti itu?" Tanya Dimas heran.
"Tidak akan ku maafkan! Arrghh!!!" Tiba tiba api yang berada si sekitar mereka semakin membesar dan mulai melahap lahap desa tersebut.
Karena api yang terus saja membesar, Pohon tersebut pun juga ikut terluka. Meski api yang melahap tubuhnya masih berada di bagian bagian kecil, tapi jika di biarkan secara terus menerus maka lama kelamaan ia akan habis di lahap oleh api.
"Bagimana cara kita mengalahkan nya sekarang?" Tanya Andre heran.
"Tidak ada cara lain selain kita segera mencari tubuhnya, tapi ada satu cara lagi yaitu dengan menahannya sampai pagi hari tiba. Tapi itu akan cukup sulit karena di sini selalu gelap dan kita akan kesusahan menentukan waktu" Ujar Penunggu Sungai.
"Baiklah jika seperti itu, kita lebih baik menahannya. Jika kita mencari tubuhnya bisa jadi itu berada sangat jauh dari kita atau bahkan akan lebih merepotkan jika tubuhnya berada di tempat yang sulit kita akses " Jawab Andre.
"KALIAN AKAN MENERIMA AKIBATNYA KARENA TELAH MEMBUAT KU SEPERTI INI!!!" Tiba tiba dari arah depan mereka muncul sang Leak dengan organ tubuh yang sudah mulai membengkak dan membesar, dan juga mulai muncul banyak gumpalan daging yang bermunculan dari wajahnya yang mengerikan. Serta ukuran yang mengerikan membuat penampilan nya semakin menjijikkan . Seluruh wajahnya lama kelamaan terus saja mengembang seakan akan akan meledak jika di tusuk.
"Leak tidak akan ku biarkan kamu menghancurkan tempat ini, kamu sudah pernah melihat semua kejahatan milik Farwani. Mengapa kamu masih saja ingin menuruti permintaan nya? sekarang lihat lah diri mu di kolam. Betapa mengerikan nya keadaan mu saat ini "
Leak itu sama sekali tidak mempedulikan perkataan pohon tersebut dan terus saja mengerang mereka semua, sampai akhirnya tiba tiba salah satu gumpalan daging yang ada di wajahnya meledak dan membuat banyak darah keluar dari sana.
"AKKKKHHHHH!!!" Leak tersebut pun langsung berteriak kesakitan.
Tapi sayangnya darah yang keluar dari gumpalan daging sebelumnya membuat Andre dan lainnya tiba tiba merasa tidak memiliki stamina yang cukup, karena hal itu mereka semua pun tidak bisa melakukan apapun sampai akhirnya pohon besar itu pun harus melawan Leak tersebut sendirian.
__ADS_1
To be contiune >>>