
Angin yang di sebabkan oleh Siluman Angin Gunung membuat banyak makhluk tidak tahu kemunculannya menjadi menyadarinya dan segera berlindung dari amukan Siluman Angin Gunung.
"Kalian bertiga cepat evakuasi orang yang ada di luar penampungan cepat. Aku rasa akan ada bencana yang akan datang" Ujar Adith sambil menunjuk ke Daihan, Ira, Diana.
"B-baik!" Jawab Raihan yang terkejut pada Adith yang tiba tiba saja panik.
Di tempat mereka berada juga mulai terjadi angin kencang yang mungkin saja di sebabkan oleh Siluman Angin Gunung yang sedang mengamuk karena telah di tipu oleh Keiya. Alasan Keiya melakukan hal itu karena ia tahu bahwa Siluman Angin Gunung itu memang kuat, tapi Siluman Angin Gunung juga sombong, angkuh, dan cukup mudah percaya pada sesuatu. Kembali ke tempat Andre dab kawan kawannya bersembunyi, terlihat mereka yang kelelahhan dan juga ketakutan.
"Keiya kenapa kamu melakukan itu? kamu hanya membuatnya semakin marah" Ujar Siluman Rakun yang sedang sedikit terluka di bagian wajahnya.
"Sudahlah, setidaknya kita semua bisa selamat. Tapi dari informasi bahwa dia baru di bangkitkan kembali, mungkin Nenek tua itu bukan hanya membangkitkan nya tapi menambah kekuatan nya. Lihat saja kemampuan regenerasi yang ia miliki" Ujar Keiya kewalahan.
"Apakah kalian tidak bisa diam? kita sedang dalam bahaya, jadi jangan membuat keributan" Ujar Dimas sambil sedikit menurunkan nada suaranya.
"Di....mana!!! kalian!!! kali ini tidak aku maafkan!!" Tiba tiba dari arah kejauhan, mereka bisa mendengar suara Siluman Angin Gunung yang terlihat serak tapi cukup membuat mereka ketakutan.
Braakk!!
Tiba tiba terdengar suara pohon yang kelihatannya mengenai sesuatu dan tumbang secara tiba tiba, untung saja pohon yang tumbang itu tidak mengenai mereka dan hanya mengenai sebuah batu yang besar.
"Untung saja pohon itu tidak mengenai kami, tapi apa yang harus kami lakukan sekarang? jika kami kabur maka pasti akan ketahuan" Ujar Dimas dalam hatinya pusing memikirkan jalan keluar yang akan membawa mereka menjauh dari amukan Siluman Angin Gunung.
"Kalian semua cepat pergi dari sini, aku akan mengalihkan perhatiannya. Jika kalian semua mati, maka habis sudah harapan kita semua untuk bebas" Ujar Siluman Rakun sambil mengambil beberapa kerikil untuk di ubah menjadi benda benda yang mungkin saja berguna dengan kekuatan yang di milikinya.
"Apa yang kanu bicarakan? apakah kamu ingin mengorbankan diri mu? jika kamu mati, maka kami tidak akan bisa tahu apa yang harus kami lakukan setelah kematian mu" Ujar Dimas menurunkan suaranya.
__ADS_1
"Kalian berdua bisa diam? kita akan ketahuan nanti" Keiya pun langsung meminta mereka diam agar tidak ketahuan.
"Ketemu!!! kali ini tidak akan aku biarkan kabur!!! hahahaha" Karena pembicaraan mereka yang sedikit bersuara, Siluman Angin Gunung pun langsung menemukan mereka dan langsung memfokuskan serangannya ke tempat mereka berada.
"Semuanya lari!" Ujar Siluman Rakun yang langsung menghindar dari serangan Siluman Angin Gunung.
Duaarr!!
Karena serangan yang di buat Siluman Angin Gunung, banyak pohon yang langsung rubuh dan ada juga yang rusak terkena serangan angin milik Siluman Angin Gunung. Alhasil karena serangan itu terciptalahsebuah tempat luas yang akan cocok menjadi tempat mereka untuk bertarung saat ini.
"Apakah kalian baik baik saja?" Tanya Siluman Rakun kembali.
"Kami tidak apa apa, tapi sekarang yang penting kita harus segera mengalahkan Siluman Angin Gunung" Jawab Andre sambil mencoba berdiri kembali.
"Ada apa dengan dia? sepertinya ini efek samping dari kebangkitan nya" Ujar Andre dalam hatinya.
"Sial, jika aku keluar maka sama saja dengan bunuh diri. Kurasa akan lebih baik jika aku tetap di timpah pohon pohon ini" Keiya yang merasa bahwa ia sedang menjadi sasaran Siluman Angin Gunung pun tetap membiarkan nya tertimpa beberapa pohon dan berharap bisa bertahan sampai Siluman Angin Gunung sudah di kalahkan.
"Jika aku tidak bisa menghabisi nya duluan.. maka ku bunuh saja yang lainnya!!" Siluman Angin Gunung pun langsung semakin mengganas dan mulai menyerang mereka semua secara membabi buta dan tidak pandang bulu.
Andre, Sinta, dan Siluman Rakun pun langsung memberikan serangan terbaik mereka dan terus berusaha agar bisa mengalahkan Siluman Angin Gunung secepat mungkin. Tapi sayangnya, karena senjata sabit milik Adith sudah di kembalikan, maka Dimas pun tidak bisa membantu sama sekali dalam pertarungan tersebut. Tapi meski sudah menjalankan serangan terbaik mereka, tapi hal itu tidak bisa memberikan efek besar sama sekali. Memang serangan mereka bertiga mengenai Siluman Angin Gunung, tapi sepertinya karena kekuatan regenerasi nya yang kuat, maka akan percuma jika mereka terus menyerang.
"Chk! jika seperti ini maka sampai gerhana bulan pun tidak akan selesai" Ujar Siluman Rakun kesal.
Karena sudah kelelahan, maka Siluman Rakun pun berusaha mencari cara agar bisa mengalahkan Siluman Angin Gunung. Tapi setiap ide yang ia miliki sama sekali tidak bekerja sama sekali. Dari berusaha meledakan Siluman Angin Gunung atau bahkan sampai memberikan serangan bertubi tubi. Bukannya membuatnya melemah, hal itu malah membuat nya semakin mengamuk dan semakin di luar kendali.
__ADS_1
"Percuma saja! semua serangan yang kita berikan hanya membuatnya semakin mengamuk! jika kita teruskan maka bisa saja kita dalam masalah besar dan di jadikan sasaran berikutnya!" Ujar Andre ke mereka semua.
"Andai saja Siluman Rubah ada di sini... maka pasti kita tidak akan kesalahan melawan Siluman ini sendiri" Ujar Siluman Rakun dalam hatinya.
"Mau sampai kalian memenggal ku berkali kali pun, aku tidak akan bisa di kalahkan. Sekarang cepat katakan di mana anak itu!! jika masih tidak mau maka aku akan menghancurkan kalian di sini saat ini juga!!" Ujar Siluman Angin Gunung mengancam mereka semua.
"Tidak akan kami beritahu, meski kamu akan membakar kami, kami tidak akan memberitahu pada mu!" Ujar Sinta.
"Membakar? itu dia membakar" Kemudian secara tiba tiba muncul sebuah ide brilian yang tiba tiba saja muncul di kepala Siluman Angin Gunung.
Kemudian Siluman Rakun pun langsung mengambil banyak daun dan langsung melemparkan nya pada Siluman Angin Gunung. Karena daun daun iti sangat ringan dan tidak berbahaya, maka Siluman Angin Gunung tidak menghindari hal tersebut.
"Kamu kira semua daun ini bisa mengalahkan ku?" Sombong Siluman Angin Gunung sambil terus menerima lemparan daun dari siluman Rakun.
"Berubah!" Kemudian saat ia melempar setumpuk daun lainnya, Siluman Rakun pun langsung mengubah semua daun itu menjadi sebuah minyak dan langsung membasahi Siluman Angin Gunung.
"Kamu kira minyak juga bisa mengalahkan ku? Heeiii! di mana letak akal mu!! hahahaha" Siluman Angin Gunung pun langsung tertawa melihat serangan Sikuman Rakun.
"Bukan itu.." Kemudian Siluman Rakun pun langsung melemparkan sebuah daun ke arah Siluman Angin Gunung dan...
"Berubah!" Saat daun itu menyentuh Siluman Angin Gunung, daun itu langsung terbakar dan terkena minyak yang ada di seluruh tubuh Siluman Angin Gunung.
"Ahhhh!!!!" Siluman Angin Gunung pun langsung terbakar dan langsung terjatuh ke tanah dan tidak bergerak lagi. Apakah semuanya sudah selesai?
To be contiune >>>
__ADS_1