
Sementara itu Diana masih terus mencari informasi mengenai Ruki di perpustakaan bersama Ira. Keadaan perpustakaan saat itu sudah di penuhi oleh journal kampus dan banyak koran kampus lama yang berserakan, Ira pun terheran heran mengapa Diana sangat bersih keras mencari tahu.
"Diana kenapa kamu sangat begitu bersih keras mencari tau, apakah ada hubungannya dengan diri mu? atau orang yang ada di dekat mu?" Setelah mendengar kata kata dari Ira Diana pun langsung menutup journal kampus yang sedang ia baca dan mulai memasang wajah serius.
"Ira kamu murid pindahan tahun lalu kan?" Tanya Diana serius.
"Memangnya kenapa?" Tanya Ira heran.
"Sudah jawab saja pertanyaan ku ini" Ujar Diana Serius.
Ira pun langsung menjawab pertanyaan Diana, di saat yang sama pula ia merasa jika Diana ketika sedang serius sangat menakutkan di banding saat tidak serius. Saat sedang santai Diana biasanya akan ramah seperti biasanya, tapi jika sedang serius tidak ada yang berani untuk mengusik atau pun mengganggu konsentrasi Diana.
"I-iya, memangnya kenapa?" Ira pun mulai penasaran dengan apa yang sebenarnya di ketahui Diana.
"Saat saya ingin ke sini, di tengah perjalanan aku bertemu dengan Bu Mira. Saat Bu Mira bertanya aku ingin ke mana, aku pun mengatakan jika aku ingin ke perpustakaan untuk mencari tau siapa itu Ruki. Di saat aku mengatakan jika aku ingin mencari tau siapa Ruki, Wajah Bu Mira langsung menjadi pucat dan kelihatan sangat ketakutan" Kemudian Diana pun segera mengambil sebuah koran yang kelihatan sudah usang.
"Lalu apa hubungannya dengan aku yang masuk ke sini tahun lalu?" Tanya Ira.
"Setahun sebelum kamu datang itu adalah tahun yang cukup tidak terlupakan di kampus ini, di tahun itu ada mahasiswa yang mengikuti pentas seni. Entah karena memiliki saingan atau apa, murid itu di temukan tewas tertusuk lampu taman kampus yang memiliki ujung atas yang runcing. Dan jika di ingat kembali Bu Mira juga masuk di tahun itu, mungkin itu yang membuat Bu Mira menjadi pucat ketika mendengar nama Ruki" Ujar Diana sambil membuka sebuah koran kampus yang mengulas hal itu.
"Apakah kamu tau siapa mahasiswa yang terbunuh itu?" Tanya Ira serius.
"Tidak, saat itu aku juga baru masuk jadi aku kurang tau nama nama mahasiswa saat itu. Tapi melihat Bu Mira yang menjadi pucat ketika mendengar nama Ruki, bisa saja nama mahasiswi yang terbunuh itu bernama Ruki" Ujar Diana sambil membuka sebuah buku journal kampus.
__ADS_1
"Jadi apa hubungannya dengan kejadian ini?" Tanya Ira heran.
"Seminggu setelah kejadian itu, semua murid dari club tari tradisional langsung terkena demam berdarah tanpa alasan yang jelas. Dari situlah bisa ku katakan jika arwah dari Ruki sama sekali belum tenang saat itu, dan sampai saat ini juga masih belum tenang"
"Tunggu dulu, jadi maksudmu yang telah menusuk setiap hewan dan serangga di pagar besi di TK depan Kampus adalah Ruki?" Ujar Ira heran.
"Memang ini terlihat tidak ada hubungannya sama sekali, tapi aku bisa mengatakan jika kejadian itu ada hubungannya dengan kejadian saat ini, entah mengapa firasat ku mengatakan jika akan ada hal buruk yang terjadi" Ujar Diana khawatir.
"Ngomong ngomong, di katakan di sini inisial nama dari murid itu berawal dari huruf H, apakah kamu yakin jika murid yang terbunuh itu bernama Ruki?" Tanya Ira curiga.
Ngoak!!! ngoak!!! ngoak!!
Belum sempat menjawab, tiba tiba dari arah salah satu rak buku yang ada di perpustakaan, terdengar suara burung gagak yang tiba tiba langsung terbang menuju Ira. Karena panik Ira pun segera menunjuk dan segera bersembunyi di bawah kolom meja untuk berlindung.
Dengan sigap Diana pun langsung membawa sebuah kantong plastik yang biasa di gunakan untuk menampung beberapa koran kampus lama dan kemudian ia membungkus burung gagak itu ke dalam kantong plastik.
"Ira!! cepat buka jendelanya, aku akan melepaskan burung ini ke luar" Ujar Diana yang sudah siap siap membuka kantong plastik tersebut.
"B-baik" Ira pun langsung keluar dari tempat persembunyian nya dan segera membuka salah satu jendela di perpustakaan dan kemudian Diana dengan segera membuka kantong plastik itu dan membiarkan burung itu terbang keluar.
"Burung gagak? bagaimana burung gagak bisa masuk ke sini?" Tanya Diana heran.
"Sudah lupakan saja. Cepat tutup jendelanya nanti burung gagak itu akan masuk lagi, nanti jika masuk lagi aku tidak akan membantu mu untuk menangkapnya lagi ya. Lagi pula burung gagak nya juga mengincar aku tadi" Meski Diana telah melepaskan burung gagak tersebut, Ira tetap saja takut jika burung itu akan masuk kembali .
__ADS_1
Diana pun langsung menutup semua jendela yang ada, tapi saat mencoba mencari jendela yang terbuka. Ternyata semua jendela di sana telah tertutup, Diana pun heran bagaimana cara burung gagak itu masuk.
"Aneh sekali, semua jendela di sini telah di tutup. Bagaimana burung gagak itu bisa masuk?" Tanya Diana heran.
Diana pun segera kembali ke tempat duduknya, tapi keanehan pun terjadi kembali. Koran kampus yang mengulas tentang murid yang mati tertusuk lampu Taman Kampus itu pun menghilang tanpa jejak.
"Ira, apakah kamu mengambil koran yang aku tujukan tadi?" Tanya Diana bingung.
"Ehhh kurasa tidak, bukannya tadi kamu meletakkannya di meja?" Ujar Ira yang sedang meletakkan kembali beberapa buku journal kampus.
"Ira jangan bercanda, jika koran itu hilang kita akan kehilangan informasi satu satunya mengenai kejadian misterius yang menimpa TK itu" Ujar Diana kesal.
"Sudahlah Diana, kita telah menemukan banyak informasi mengenai kejadian itu, tapi jika murid yang meninggal berinisial H. Jadi tidak mungkin Ruki adakah korban dari kejadian itu" Ujar Ira.
"Benar juga, tapi mungkin setidaknya kita telah mendapatkan informasi. Meski tidak berguna, tapi mungkin suatu hari itu akan membantu kita mencari tahu" Ujar Diana sambil tersenyum.
Kemudian Diana pun meminta Ira untuk bersedia membantunya membereskan perpustakaan, Setiap koran dan Journal kampus pun mereka bereskan, lama kelamaan perpustakaan yang awalnya berantakan pun mulai tersusun rapi.
"Baiklah, Ira kamu sudah menyusun journal kampus kan?" Tanya Diana untuk memastikan.
"Iya, sudah kok" jawab Ira santai.
Saat ingin menutup pintu perpustakaan, tiba tiba Andre bersama Dimas dan Daihan langsung datang dengan terburu buru. Ternyata bukan hanya itu, Andre juga membawa beberapa foto yang ia dapatkan di ulasan berita pertamanya.
__ADS_1
To be contiune >>>