
Jedeerrr!!
Tiba tiba sebelum mereka bisa menghancurkan altar itu, petir langsung menyambar dan membuat Andre dan teman temannya terlempar. Siluman Pohon pun langsung melemparkan Farwani ke dinding kawah dan segera berlari di ikuti Mino,Geisha dan Siluman lainnya menuju tempat Andre dan teman temannya berada.
"Kalian baik baik saja?" Tanya Siluman Pohon.
"Iya.. kami baik baik saja, hanya sedikit pusing" Ujar Keiya.
"Ahahhahahah! AHAHAHHAA! kalian sudah terlambat!" Ujar Farwani sambil menarik kembali tongkat miliknya.
Melihat Farwani yang sudah kembali mengambil tongkat nya, Siluman Rakun pun langsung segera melihat ke atas langit dan terlihat puncak gerhana sudah selesai dan kini karena kesalahan yang sama, mereka akhirnya mendapatkan masalah lagi. Selain itu, Daihan dan Ira pun juga segera pergi dari kawah itu sambil membawa Diana yang sudah terluka pergi menjauh. Berharap jika ada yang bisa menolong mereka untuk menyelamatkan nyawa Diana.
"Sial, kita terlambat.." Ujar Siluman Rakun waspada.
"Kalian mengatakan jika akan mengalahkan ku dalam sepuluh menit kan? kini sepuluh menit serangan kalian akan ku balas!" Ujar Farwani yang sudah mendapatkan kekuatan nya kembali.
Farwani pun langsung menyerang mereka tanpa ampun. Dan sekali lagi, Dimas pun melihat sebuah bayang bayang yang sama seperti sebelumnya. Tapi kali ini sedikit lebih berbeda dari pada sebelumnya, kini bayang bayang itu bergabung dengan dunia nyata. Karena hal itu, penglihatan Dimas kembali terganggu dan kini ia tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu.
"Apa apaan ini? kenapa aku melihat pertarungan kami dengan Farwani sebelumnya?" Ujar Dimas dalam hatinya.
Tapi setidaknya, ia bisa membedakan yang mana Farwani yang asli dan palsu. Karena hal itu, Dimas bisa menghindar dari serangan milik Farwani. Tapi meski begitu, ia kesusahan mencari pijakan, karena Dimas juga melihat bahwa kawah itu sudah berlubang lubang. Padahal aslinya tidak, sehingga ia tidak bisa bergerak bebas.
Kemudian kini Farwani lah yang akan melakukan rencananya. Saat Farwani menancapkan tongkat nya ke tanah, seketika Gunung Singawari bergetar dan menandakan bahwa akan meletus sebentar lagi. Sakin besarnya getaran itu, sampai bisa di rasakan oleh Ira dan lainnya yang sedang membawa Diana dan mencari pengobatan.
"Apa ini? kenaoa tanahnya bergetar?" Tanya Ira.
"Entahlah, tapi teruslah berjalan. Aku bisa merasakan suhu Diana mulai dingin" Ujar Daihan.
"Baik!" Jawab Ira.
Kembali ke Kawah Gunung Singawari, Andre terlihat kebangunan dan takut. Bukan hanya Andre Ira, Keiya, Dimas, Bagas dan Adith juga sama takut dan khawatirnya dengan Andre.
__ADS_1
"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Andre.
"Tidak ada.." Jawab Siluman Pohon.
"Apa!?" Tanya Andre heran.
"Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, Farwani kini sudah mengalahkan kita" Ujar Siluman Pohon.
"Apakah ada cara agar kita bisa mengalahkannya?" Tanya Keiya.
"Tidak" Ujar Siluman Rubah sambil mengeluarkan air mata.
Di saat ini mereka hanya bisa meratapi kembali nasib. Sementara itu Farwani sudah mulai menghancurkan pijakan tempat mereka berdiri saat ini.
"Betul, menyerahlah!!" Ujar Farwani yang cukup senang melihat semua keputusasaan yang mereka miliki.
"Apakah ini akhirnya?" Gumam Andre.
Tiba tiba pijakan mereka kini langsung retak dan mulai terjatuh ke bawah. Tapi entah mengapa bukannya jatuh ke dalam lahar panas, semua batu itu langsung melayang seakan akan menolak untuk menjatuhkan Andre dan semuanya. Yang jatuh hanyalah mayat mayat tak bernyawa yang di bunuh oleh Farwani.
"Aku tidak akan membiarkan ini berlalu begitu saja" Ujar Mino yang sedang menahan semua batu.
"Semua pengorbanan itu tidak boleh di sia siakan" Ujar Geisha.
Kini yang membuat semua batu itu melayang adalah Mino dan Geisha. Tapi sayangnya, kekuatan mereka tidak lah cukup. Sehingga ada beberapa batu yang sedikit terjatuh dan kemudian kembali melayang.
"Kaliannn!!!" Farwani pun langsung mengarahkan serangan nya ke arah Mino dan Geisha.
Beruntung serangan itu di hentikan oleh batu yang langsung di arahkan ke mereka. Tapi pertarungan ini tidak akan bisa di menangkan jika Andre dan lainnya tidak bergerak, memang ini susah untuk mereka. Tapi Mino merasa yakin jika mereka bisa mengalahkan Farwani.
"Kita tidak bisa diam saja! jika kita biarkan, Mino dan Geisha bisa mati!" Ujar Bagas sambil berteriak di belakang Siluman Rakun.
__ADS_1
"Tidak ada cara lain selain menghancurkan tongkat itu, tapi ku rasa Farwani masih bisa menghindari serangan kita. Jadi tidak mungkin kita bisa menghancurkan tongkat itu dari jarak jauh" Ujar Siluman Rakun.
"Kalo begitu, kita serang saja langsung!" Ujar Bagas.
"Jangan, jika kita lakukan itu bisa bisa nyawa taruhannya!" Ujar Siluman Rakun.
"Kalian banyak sekali bicara" Ujar Farwani.
Kemudian dengan cepat Farwani langsung berpindah dan langsung berada di belakang Siluman Rakun. Tentu saja dia akan membunuh orang yang mengkhianati nya dulu.
"Akhhh!!!" Sama seperti Diana sebelumnya, kini giliran Siluman Rakun yang menerima tusukan dari Farwani.
"Kuatkan diri kalian! kalian pasti bisa melawan nenek itu!" Ujar Geisha.
"Benar.. perjuangan semua orang akan sia sia jika kita menyerah. Siluman Rubah, Siluman Pohon. Tolong berikan arahan pada kami!" Ujar Andre sambil mulai menyiapkan pedang miliknya.
Bukan hanya Andre. Dimas, Keiya, Sinta, Bagas dan Adith juga kembali percaya diri dan mulai bersiap menyerang. Siluman Rubah dan Siluman Pohon pun juga langsung saling bertatap muka dan mereka tau jika mereka memikirkan hal yang sama.
"Semuanya berpencar!" Ujar Siluman Rubah.
"Kalian berencana mengerang ku dari segala arah? hem... bodor sekali" Ujar Farwani.
"Bukan itu rencana kami" Ujar Siluman Pohon.
"Kalian berdua gerakkan semua batu ke arah yang tidak menentu!" Ujar Siluman Rubah.
Seketika Mino dan Geisha pun langsung menggerakkan semua batu yang ada, memang itu memakan begitu banyak tenaga. Tapi mereka masih bisa melakukan itu.
"Nenek itu tidak bisa menerima begitu banyak perubahan di sekitarnya. Jika semua batu di gerakkan, maka posisi Andre dan lainnya akan berubah dan membuat dia tidak terbiasa. Sama seperti saat kami hampir mengalahkan nya tadi, setelah menerima banyak tendangan dari Siluman Rakun, dia kelihatan tidak menyerang atau bisa menghindar sedikit pun. Bahkan saat di serang dari depan oleh Andre, ia tetap tidak bisa menghindar. Tapi sayangnya cara ini cukup susah karena jika batunya terus bergerak, kami akan kesulitan menyerang nenek itu" Gumam Siluman Pohon dalam hati.
Sementara itu kembali ke Dimas, penglihatan nya mulai membaik. Bayang bayang tersebut kini sudah hilang. Tapi tiba tiba di kepala nya ia mendapatkan bayangan jika Andre akan melompat ke lahar gunung. Gambaran itu terlihat sama dengan yang ada di mimpinya sehingga membuatnya sedikit takut.
__ADS_1
"Apa itu tadi? kenapa aku terus mendapatkan bayang bayang yang aneh? apa aku sudah gila? tapi kenapa aku juga melihat Andre melompat ke kawah gunung? jangan jangan... tidak, jangan berpikir yang aneh aneh Dimas. Teruslah bertarung sampai akhir" Gumam Dimas dalam hatinya.
To be contiune >>>