Dunia Lain

Dunia Lain
Kota Simangla - Episode 64


__ADS_3

Mendengar hal itu Andre pun hanya bisa terdiam. Begitu juga dengan Diana dan lainnya, perkataan Diana itu membuat semua orang terkejut dan juga tidaj ada yang bisa memberikan jawaban pasti jika mereka akan bisa keluar hidup hidup dari Kota Simangla.


"Apakah kamu bisa memberikan ku jawaban pasti jika kamu akan bisa kembali hidup hidup? Tidak kan? " Ujar Andre ke Diana.


"Sudahlah Andre... mari kita pergi... waktu kita tidak lama lagi" Ujar Dimas sambil memegang pundak Andre.


"Baik kak.." Jawab Andre.


Kemudian mereka semua pun langsung keluar rumah dan mulai bersiap siap untuk pergi ke Kota Simangla. Setelah semua nya keluar dari rumah, sebelum menutup pintu Dimas pun mengucapkan beberapa kata.


"Kalian tau? Andre tidak pernah setakut ini, keselamatan kalian mungkin adalah hal yang ia inginkan. Jadi apapun yang terjadi tetap lah hidup, dampingi lah Andre" Kemudian Dimas pun langsung menutup pintu tersebut dan mulai pergi menuju Andre.


"Apakah kamu yakin akan membiarkannya begitu saja?" Tanya Daihan ke Diana, begitu juga dengan Dimas. Ia juga menanyakan hal itu pada Andre.


"Tidak" Jawab Andre dan Diana.


"Daihan setelah Andre pergi, kita akan mengikuti nya dari belakang" Ujar Diana.


"Tapi bagaimana?" Tanya Daihan.


"Kita gunakan mobil milik Ira" Ujar Diana sambil menatap ke Ira


"Sungguh? Aku lagi? Baiklah tapi jika ada hal buruk yang terjadi aku serahkan pada mu" Ujar Ira sambil membuka ponselnya.


Sementara itu Andre dan lainnya menggunakan bus kosong yang awalnya di naiki oleh Diana dan Ira. Akhirnya mereka berempat pun segera pergi ke Kota Simangla dan begitu juga Dengan Diana dan lainnya yang sedang mengikuti mereka secara diam diam.

__ADS_1


"Mirai, kenapa kamu tidak bisa memberitahu ke kami apa yang terjadi secara keseluruhan?" Tanya Dimas.


"Karena kita sedang ada di bus, maka aku akan bisa menggunakan ilusi ku. Semua ilusi ini akan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya" Ujar Miari.


Mirai pun langsung menyakar tangannya sendiri dan membiarkan darahnya menguap menjadi kabut dan menciptakan ilusi. Tapi karena di bus itu memikiki celah udara, maka ada beberapa kabut yang keluar dari bus dan masuk ke dalam mobil milik Ira.


"Aroma ini... Semuanya tahan nafas kalian!" Teriak Daihan di dalam Mobil.


Karena sudah mengetahui bahwa Mirai bisa membuat ilusi, Daihan pun langsung mewaspadai aroma wangi yang muncul secara tiba tiba. Dan tebakan Daihan memang benar. Kini Mirai sedang membuat ilusi untuk Dimas dan Andre untuk menceritakan semua yang terjadi.


Di bus Andre melihat begitu bayak kejadian yang ia lewatkan. Tepatnya setelah pertemuan terakhirnya dengan mereka semua, Farwani langsung muncul dari kawah gunung, tapi kali ini dengan umurnya yang kembali menjadi lebih muda. Bukan hanya umurnya yang semakin muda, kekuatannya juga semakin meningkat sampai sampai membuat seluruh penghuni Gunung Singawari tidak bisa mengalahkannya.


Beberapa hari setelah Andre dan kedua orangtua dan Asih pergi, Farwani pun mulai merusak pintu gerbang dan mulai keluar dan membuat kepanikan di seluruh Kota Simangla. Dan dengan kekuatannya yang sudah meningkat, ia pun bisa membuat bagian luar kota seakan akan baik baik saja.


Agar tidak ada yang bisa melaporkan hal ini ke Andre atau pun orang yang berasal dari luar, Farwani pun langsung memberikan kutukan ke setiap lidah penghuni yang ada si Kota Simangla dan juga semua penghuni yang ada di Gunung Singawari.


Setelah melihat beberapa kilas balik yang ada, Andre pun langsung paham dengan apa yang terjadi sebenarnya. Ternyata banyak hal yang terjadi, Andre pun langsung merasa bahwa semua itu karena kekalahan dia yang ikut pindah ke Komplek Perumahan Wasti.


"Jadi seperti itu ceritanya, jadi apakah Adith dan semua penghuni Kota Simangla selamat?" Tanya Andre.


"Mereka semua tidak di penjara di tambang tua" Ujar Mirai.


"Bukan maksud ku, apakah mereka semua masih hidup?" Tanya Andre kembali


Tanpa perlu mengangkat tangan kirinya, Mirai sudah bisa membuat Andre paham dengan perkataannya. Kini sekarang Andre harus menghadapi semua nya, dari arah depan mereka sudah mulai bisa melihat bahwa angin tersebut semakin kencang. Tanda bahwa mereka sudah mulai dekat dengan tujuan mereka Kota Simangla.

__ADS_1


"Anginnya semakin kencang, kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi" Ujar Ira yang sedang menyetir.


"Ira tetap jalan, kita hampir di tinggal oleh Andre dan lainnya" Ujar Diana.


Ngoakkk!!! ngoakkkk!! ngoakk!!!


Tiba tiba sayangnya dari arah depan muncul seekor burung gagak yang menabrak kaca depan mobil sehingga membuat Ira panik sampai sampai membuat mobil tersebut lepas kendali dan tidak bisa di hentikan.


"Ahhhhh! semuanya bertahan lah!" Ujar Ira sambil berusaha mengambil kembali alih kemudi mobil.


Kelihatannya kalian sedang kesusahan... apakah ada yang bisa ku bantu?


Tiba tiba dari arah jendela di samping Daihan muncul suara perempuan dari arah luat mobil. Anehnya orang tersebut sama sekali tidak terhempas saat mobil Ira hilang kendali, Siapakah itu?


"Siluman Pohon hentikan bus nya, jika kita terus melanjutkan maka kita akan ketahuan" Ujar Mirai.


Siluman Pohon pun langsung menghentikan bus tersebut dan mulai membuat sebuah penghalang angin agar Andre dan Dimas tidak kesusahan keluar bus, kebetulan di samping mereka merupakan jalur hutan sehingga mereka bisa masuk ke dalam hutan untuk selamat dari tiupan angin.


"Andre dan Dimas kalian cepat masuk ke dalam hutan dan temuilah Silumah Rakun dan Penunggu Sungai, kami akan menyusul" Ujar Mirai sambil membukakan pintu untuk mereka berdua.


Kemudian mereka berdua pun langsung pergi masuk ke dalam hutan. Karena sedang panik mereka pun langsung memilih jalan asal karena saat itu Andre merasa jika ada yang mendatangi mereka, ternyata hasilnya malah lebih buruk dari pada keadaan awalnya, mereka kali ini tersesat dan tidak tahu jalan.


"Bagaimana ini kak? kita sudah tersesat, mungkin akan lebih baik jika kita tetap di sini saja. Jika tidak kita akan lebih tersesat lagi" Ujar Andre sambil berjalan di tengah hutan tersebut bersama Dimas.


Andre? ternyata Siluman Rubah dan Siluman Pohon berhasil membawa kalian kemari

__ADS_1


"Tunggu jika tidak salah ini suaranya... tidak mungkin!" Andre pun langsung terkejut ketika mendengar hal itu.


To be contiune >>>


__ADS_2