
Karena marah kedua mata nya di tusuk, makhluk itu langsung menyerang mereka dengan beberapa penggaris seperti tadi.
" Serangan yang sama? dia kira itu akan mempan? " ujar Adith dalam hatinya.
" Adith!!!! Lihat baik baik penggarisnya!!!! "
" Tunggu penggaris nya ..... " Saat di lihat dengan jelas penggaris itu memiliki sebuah mata dan mata itu terus memperhatikan mereka.
" SEMUANYA!!! MENGHINDAR DARI PENGGARIS ITU!!! PENGGARIS ITU AKAN TERUS MENGIKUTI KITA!!!! " Teriak sinta dari belakang yang masih terus melindungi teman temannya yang masih pingsan dengan mengipas setiap penggaris yang terbang.
Ternyata meski sudah memiliki senjata, mereka masih saja kewalahan karena setiap penggaris itu bisa menghindari serangan dan menyerang mereka di arah mana pun. Ditambah dengan jumlah penggaris yang semakin banyak membuat mereka terpojok dengan sangat cepat.
" Pasti... pasti ada.... dia pasti memiliki celah.... " Ujar Andre dalam hatinya sambil memerhatikan setiap serangan yang di berikan makhluk tersebut.
Setiap serangan... Setiap gerakan makhluk itu di perhatikan oleh Andre secara detail, tapi sayangnya hasilnya nihil. Tapi secara tiba tiba Andre menyadari sesuatu, ternyata setiap penggaris itu memiliki mata dan selalu mengincar mereka. Sebelumnya penggaris itu hanya bisa menyerang di 1 arah karena tidak memiliki mata.
" Itu dia... Keiya!!!! gunakan pusaka mu!!! SERANG BAGIAN MATANYA!!!! "
" Baik!!! "
Keiya pun mengoleskan serangan nya ke mata penggaris tersebut dan ternyata saat mata penggaris tersebut di tusuk penggaris itu langsung jatuh dan tidak melayang lagi di udara.
" Baiklah sekarang seharusnya akan lebih mudah " Ujar Andre dalam hatinya
Kemudian Adith langsung mendekati makhluk itu secara perlahan lahan bersama keiya. Karena merasa terancam makhluk itu langsung berteriak keras karena takut matanya akan di tusuk kembali.
" KALIAN MUNDURR!!!! JANGAN MENDEKATI KU!!!!!! "
Karena gelombang suara itu membuat Andre dan lainnya terpaksa mundur agar tidak kehilangan kesadaran.
" Sial!! jika begini terus kita tidak bisa mendekati makhluk itu!!! "Ujar Adith.
" 1x2\=2....2x2\=4....4x2\=8.....8x2\=16....16x2\=32.... "
Tiba tiba makhluk itu langsung membuat dirinya berlipat ganda dan terus berlipat ganda.
__ADS_1
" Tunggu... dia berlipat ganda? itu artinya... SEMUANYA LINDUNGI YANG LAIN CEPATT!!!! "
" ARHHHHHHGGGGGGG!!!!!!! "
Ternyata setelah berlipat ganda makhluk itu langsung mengeluarkan penggaris yang banyak dari mulut nya, di tambah lagi penggaris itu memiliki mata sehingga mereka harus menusuk semua mata menggaris itu dan tetap melindungi teman temannya.
" SINTA TERUS KIPASI SETIAP PENGGARIS!!! KEIYA!!! KAMU HARUS MENUSUK SEMUA MATANYA!!! KITA HARUS MELINDUNGI MEREKA!!! BIAR AKU DAN ADITH SAJA YANG MENGURUS MAKHLUK ITU!!! " Teriak Andre sambil terus menusuk setiap makhluk yang ada.
Ternyata meski memiliki kekuatan dan bentuk yang sama, tapi hanya ada 1 makhluk yang asli. Sehingga setiap makhluk yang di tusuk Andre dan Adith selalu pecah seperti kaca yang pecah dan menghilang begitu saja.
" Andre!! kita tidak bisa menghancurkan mereka terus!!!! mereka terus berlipat ganda!!! "
Tiba tiba entah dari mana muncul sebuah pengumuman l di ruang olahraga. Dan suara yang mereka dengar adalah suara dari guru misterius yang mengajari mereka tadi pagi.
" Pengumuman.... Ujian akan berakhir 15 menit lagi..... di harapkan setiap pengawas menyelesaikan tugas mereka masing masing "
" Tugas? Tugas apa yang di maksud? " Ujar Andre dalam hatinya.
Kemudian Ternyata dari belakang ada beberapa penggaris yang terbang menuju Andre. Untungnya Andre langsung menyadarinya dan segera menghindar, ternyata hal yang di lakukan Andre itu percuma saja. Penggaris itu ternyata memiliki mata dan sebanyak adapun Andre menghindar penggaris itu akan tetap saja selalu mengikutinya.
Tanpa sengaja saat bergumam Andre tidak menyadari bahwa ada 1 penggaris yang akan segera mengenai matanya dan...
Criiiingggggg.......
Tiba tiba muncul sebuah cahaya terang dari pedang yang di berikan siluman pohon ke Andre. Cahaya itu sama dengan saat Andre hampir saja di lahap oleh sangkarawang di gunung singawari.
" Cahaya itu kan.... " Belum selesai Adith berbicara tiba tiba dengan cepat Andre langsung menebas semua duplikat makhluk tersebut.
Dan terjadi lah pertarungan sengit Antara Andre dengan makhluk tersebut.
" KAMU TIDAK AKAN AKU MAAFKAN!!!!! "
Makhluk itu semakin marah karena Andre sudah menebas semua duplikat nya dan membuatnya terpojok. Kemudian makhluk itu membuat nya bertambah besar sehingga penggaris tangis keluarkan pun semakin besar dan susah di tangkis.
" ARRRRGGGGHHHHHHH!!!!!! SUDAH CUKUP!!!!!! 1+1\=2... 2+2\=4...... 4+4\=8....8+8\=16... 16+16\=32.... "
__ADS_1
Semakin banyak ia mengeluarkan bilangan hasil pertambahan, semakin besar pula ukurannya dan di saat itu pula ruang olahraga mulai membelah dan menyisahkan jurang tanpa dasar. Melihat hal itu Adith dan lainnya memutuskan untuk menjaga teman teman mereka dan membiarkan Andre bertarung sendirian.
" ARGGHHHHHH!!!!!!! "
Saat makhluk itu berteriak muncul banyak penggaris bermata yang berukuran besar dan langsung menuju arah mereka semua tampa pengecualian.
" Andre!!! lawan saja makhluk itu!!!! biar kami semua yang menjaga yang lain!! " Teriak Adith.
Secara tiba tiba Andre langsung melompat dari 1 lantai ke lantai lainnya dan langsung mengincar mata makhluk tersebut, tapi sayangnya saat sudah mendekati mata makhluk itu.... Andre langsung di pukul oleh sebuah penggaris besar tadi dan terhempas langsung ke arah teman temannya.
" KALI INI AKU AKAN MEMBUAT KALIAN SEMUA MENYESAL!!!! "
" Pengumuman.... waktu ujian sudah berakhir.... Myclops kamu sudah gagal... "
" BELUM!!!! WAKTUNYA TIDAK BOLEH HABIS!!!! BERIKAN!!!! BERUKAN AKU SATU KESEMPATAN LAGI!!!!! "
Saat akan menyerang Andre dan teman temannya, tiba tiba muncul sebuah pengumuman yang sama tapi... isi dari pengumuman itu membuat makhluk itu sangat ketakutan.
" INI SEMUA KARENA KALIAN!!!!! ARRRRGGGHHH!!!!! "
Plllaaaaannkkkkk.......
Terdengar suara kaca pecah dan ternyata yang pecah bukan sebuah kaca melainkan makhluk itu dan serpihan kaca itu pun hilang secara misterius dan ruang olahraga kembali menyatu seakan akan tidak terjadi apa apa di sana.
" Sudah selesai? itu artinya.... "
" Aduhhh.... kepala ku... " Ternyata Andre hanya tidak sadar diri selama beberapa waktu saja dan bukan hanya Andre. Teman teman mereka yang lain langsung sadar.
" Aduhhh... Telingaku serasa ingin copot... Makhluk itu sudah hilang? " Tanya Kurniawan.
" Ehhh Kurniawan kamu sudah sadar? Entahlah aku juga batu bangun " Ujar Adith sambil mengaruk kepalanya. Akhirnya mereka pun harus berbohong mengenai pertarungan mereka tadi.
" Benda apa itu? " Tanya Kurniawan sambil menunjuk senjata milik Andre dan kawan kawannya.
" Ehhh.... Kurniawan lebih baik kita memeriksa teman teman kita yang lain, takutnya ada yang terluka " Ujar Andre sambil segera menyimpan sebayanya dan mengubahnya menjadi gelang dam teman temannya juga mengambil kesempatan itu dan segera menyimpan senjata mereka dan mengubahnya menjadi benda yang biasa mereka gunakan.
__ADS_1
To Be Contiune >>>