Dunia Lain

Dunia Lain
Pembalasan - Episode 84


__ADS_3

Kemudian dari atas kawah mereka bisa melihat seseorang yang berpakaian serba merah dan memiliki rambut hitam yang cantik pun datang dari sebuah jalan yang ada di samping kawah dan mulai mendekati altar batu yang ada di sana. Meski wujudnya lebih muda, Andre dan lainnya tetap tau jika itu adalah Farwani atau si gadis merah yang menjadi akar permasalahan mereka saat ini.


"Itu dia.. Farwani.." Ujar Andre dalam hatinya.


Ternyata Farwani tidak sendirian datang ke sana. Ia datang bersama Sangkarawang dan beberapa hantu Pocong yang sudah tentu akan menemani nya di mana pun. Farwani pun langsung meletakkan tongkat miliknya ke sebuah lubang yang terletak di altar dan seketika awan di sekitar mulai berkumpul ke Gunung Singawari dan hanya menyisakan bulan yang sudah berada di atas kawah. Angin pun juga semakin kencang dan menandakan sesuatu yang buruk akan datang.


"Kalian bertiga tetaplah di sini, kami akan mengurus nenek ini dan ingat. Jangan keluar atau terlibat dalam pertarungan" Ujar Andre sambil menatap Ira, Daihan dan Diana.


"Tapi..."


"Shttt... sudah, kalian bertiga sudah terlalu banyak ikut campur dalam ini. Aku hanya tidak ingin teman ku yang memang tidak seharusnya terlibat malah kehilangan nyawa" Ujar Andre sambil menjelaskan secara perlahan kepada ketiga teman sekampusnya.


Semua yang ada di sana pun tidak bisa berkata banyak dan memberikan komentar karena ucapan Andre menang tidak salah. Tidak seharusnya mereka bertiga juga terlibat dan juga waktu mereka tinggal sedikit jadi tidak terlalu banyak waktu yang mereka miliki.


Akhirnya tanpa banyak bicara dan basa basi lagi, mereka pun langsung menggunakan senjata jarak jauh yang di miliki oleh Sinta, Siluman Rubah, Siluman Rakun, dan Keiya. Sisanya hanya melompat dan langsung berlari menyerang Farwani dari jarak dekat. Tapi meski sudah menyerang secara bersama sama, tidak ada satu pun serangan milik mereka yang mengenai Farwani.


"Akhirnya kalian datang juga, kalian akan menjadi orang pertama yang melihat awal dari kehancuran yang akan ku buat" Ujar Farwani sambil menghindar dari semua serangan yang masih berdatangan.


"Tidak ada satu pun serangan mereka yang mengenai perempuan itu" Ujar Daihan yang melihat pertarungan tersebut.


"Sial jika terus seperti ini, maka sama saja ini dengan saat kami melawan Siluman Angin Gunung. Sangat mustahil" Ujar Bagas dalam hatinya.


Sangkarawang pun tak tinggal diam. Dia langsung menggunakan lidahnya untuk menusuk Andre kembali, Andre yang melihat itu pun kembali tidak bisa menghindar seperti sebelumnya.


Criiinggg!!


"Kamu jangan sakiti dia..."

__ADS_1


Saat Andre membuka matanya, ia melihat Diana yang sedang menahan lidah dari Sangkarawang dan di sana juga ada Daihan dan Ira yang sedang melawan beberapa pocong yang mengganggu.


"Kalian kenapa keluar! sudah ku bilang jangan ikut campur!" Ujar Andre memarahi mereka bertiga.


"Kamu juga sama, kenapa masih tidak mempercayai kami?!" Tanya Diana.


Andre pun tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tapi keputusan nya juga tetap sudah bulat. Ia tidak akan membiarkan Diana, Ira dan Daihan ikut campur dalam masalah ini terlalu jauh.


"Kalian cepat kembali!" Ujar Andre sambil mengurus Sangkarawang.


"Tidak!" Diana pun tetap menolak untuk menjadi penonton dan lebih memilih ikut campur.


Selagi Andre dan Diana sedang berbicara, teman teman mereka yang lain sedang melawan Farwani dan tetap tidak ada satu pun serangan yang bisa mengenai Farwani.


"Apakah kalian masih tidak ingin menyerah? sudah terlihat jelas jika kalian sudah akan tamat" Ujar Farwani.


"Ayolah, kalian bahkan tidak bisa melukai ku. Masih berharap bisa mengalahkan ku?" Farwani pun semakin di buat geli dengan kata kata Siluman Rubah.


Ternyata Farwani tidak jauh dari pada Siluman Angin Gunung. Mereka berdua sama sama sombong ketika akan mencapai keberhasilan, tapi melihat sifat Farwani yang santai, sepertinya masih ada rencana yang ia sembunyikan.


"Baiklah..., sekarang coba hindari ini!" Bagas pun kembali bergerak cepat dan melesat kesana kemari untuk mencari titik buta Farwani.


Bukannya semakin Waspada, Farwani malah santai dan tetap fokus menghindar dari serangan yang sedang di tujukan padanya. Bagas yang melihat itu pun mengambil kesempatan dan mulai mengarahkan kedua pedangnya ke arah Farwani.


"Bagus kurasa ini titik butanya" Ujar Bagas yang menyadari jika Farwani tidak memperhatikannya.


Tapi meski sudah memiliki keunggulan dalam kecepatan, Farwani malah bisa menghindari serangan Bagas dan juga serangan yang lainnya. Bagas pun semakin di makan emosi dan kesal ketika Farwani mengolok ngoloknya.

__ADS_1


"Kamu kira dengan kecepatan itu bisa mengalahkan ku? ingat kamu dulu bisa sampai ku tipu dan ku jadikan tahanan" Ujar Farwani.


Bagas pun semakin di buat kesal dan langsung menyerang Farwani dari segala arah. Melihat Bagas yang sudah terlanjur kesal, Siluman Rakun pun berusaha meminta Bagas untuk tenang dan kembali menyerang tanpa terbawa oleh emosi.


"Bagas! kamu jangan terbawa emosi! dia hanya memanfaatkan mu agar bisa membuat kamu kelelahan dan membuat kita semua semakin lemat!" Ujar Siluman Rakun sambil terus melancarkan serangan tanpa henti.


Tapi sayangnya, Bagas tidak mendengarkan suara Siluman Rakun karena semua serangan itu membuat keributan sehingga suara Siluman Rakun tidak terdengar sama sekali.


"Dia tidak mendengarkan ku... jika seperti ini aku harus segera memberitahu nya sebelum nenek tua itu mulai menyerang" Khawatir Siluman Rakun.


Sementara itu, Andre pun masih tetap gigih untuk membujuk Diana agar mengajak Ira dan Daihan untuk sembunyi dan membiarkan mereka semua untuk melawan Farwani sendiri. Tapi sepertinya Andre tidak memperkirakan jika bertambahnya jumlah orang, maka mereka akan lebih di utungkan dalam pertarungan.


"Apakah kalian tidak paham?! cepat kembali! jika kalian ikut campur, maka kami tidak bisa menjamin keselamatan kalian!" Ujar Andre.


"Dahian! Ira! kalian urus pocong raksasa ini!" Ujar Diana.


"Baik!" Jawab Iya dan Daihan kompak.


Kemudian Diana pun berhenti menyerang Sangkarawang dan menyerahkan Sangkarawang ke Daihan dan Ira sementara ia berbicara sebentar dengan Andre.


"Andre, ini bukan hanya tentang kamu. Aku tau jika kamu tidak ingin kehilangan lagi, tapi jika kamu terus meminta kami berhenti, jadi apa arti dari pertarungan kita melawan banyak makhluk halus lainnya? apakah iti tidak berarti bagi mu?" Tanya Diana.


"Awww... ternyata ada yang sedang berbicara" Ujar Farwani yang sudah memperhatikan Andre dan Diana sejak tadi.


Kemudian Farwani pun mulai menyerang Andre dengan beberapa batu yang ia kendalikan. Andre dan Diana pun langsung menghindar dan sepertinya kini mereka harus menghentikan pembicaraan mereka dan kembali bertarung untuk sementara.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2