
Saat mereka ingin memasuki kuil mereka menemukan banyak patung yang sudah hancur di depan pintu kuil tersebut, keadaan patung patung itu seakan akan seperti sedang melawan sesuatu dan melindungi seseorang.
" Eureun anjeunna, supados gelap henteu nyandak.
Andre yakin kana kakuatan anjeun, anjeun henteu nyalira. "
" Semuanya tunggu dulu!! " Tiba tiba Andre merasa ada yang berbicara dengan nya dari belakang.
" Ada apa? Ada yang salah? " Ujar Adith
" Tidak hanya saja saya merasa ada yang berbicara dengan ku "
" Sudah lupakan saja munking itu hanya halusinasi mu saja atau munking itu hanya suara angin " Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan dan masuk ke pintu kuil itu.
Tapi saat sampai di sana ternyata pintu itu sangat berat sehingga susah di buka.
" Mustahil kita menggerakkan pintu ini, singa apakah kamu bisa menggunakan kipas itu lagi? " Ujar dimas.
" Baik, tapi saya tidak tau apakah ini akan berhasil. Mungkin akan ku coba " Sinta pun mulai menyiapkan pusaka yang di berikan Asih kepada nya.
Wussssshhhhhhhh Wusssshhhhh Wussshhhh
" Percuma saja, pintu ini terlalu berat. Tidak bisa di gerakan " Ujar sinta.
" Biar aku saja " Ujar Adith.
Kemudian Adith menggunakan pusaka nya yang berupa sebuah Sabit yang sangat tajam dan bisa mengeluarkan energi bila di ayunkan.
Sriiiinggggggg
Seketika saat Adith mengayunkan sabit itu, sebagian pintu itu sedikit hancur meski begitu mereka sudah bisa menyelinap masuk ke sana meski agak sempit, kemudian saat masuk ke dalam mereka melihat ada banyak tulang manusia yang di biarkan begitu saja dan ada tiba tiba obor yang menerangi jalan mereka seketika padam.
AAAAAHHHHHH!!!!
" Sinta jangan berisik, nanti kita ketahuan " Ujar Bagas yang sedang menutup mulut Sinta.
__ADS_1
" Tapi di sini sangat gelap, kamu tau kan aku juga takut gelap " Gerutu Sinta.
Kemudian di tengah kegelapan itu seketika mereka merasa bahwa mereka dari tadi di ikuti oleh sesuatu dan saat mereka menoleh ke belakang ternyata ada monster laba laba dari labirin tambang yang mereka temui tadi. Monster itu kini mulai mendekati mereka, meski moster itu tidak bisa melihat tapi pendengaran nya sangat tajam, di tambah dengan lantai berbatu di sana membuat setiap langkah mereka menjadi terdengar sehingga mereka harus mengendap ngendap.
" Sial sepertinya kita terjebak " Ujar dimas dalam hati.
Agar tidak membuat suara Andre menggunkan bahasa isyarat yang sering mereka gunakan saat sedang bermain petak umpet dengan teman temannya kepada kakaknya.
" Kakak kita harus bersembunyi sebelum dia menangkap kita. munking di dalam lubang itu adalah tempat yang aman "
" Baik, akan saya beritahu mereka "
Kemudian Dimas menepuk pundak Sinta, Keiya, Aduh dan Bagas secara perlahan dan meminta mereka masuk ke dalam lubang itu. Tapi sayangnya Monster itu menghalangi jalan mereka sehingga Bagas memutuskan untuk mengambil sebuah kerikil dan melemparkannya ke arah yang berlawanan dari lubang itu dan benar saja monster itu langsung merespon dan segera pergi menuju arah suara kerikil itu.
" Bagus bagas kamu sudah mengalihkan perhatiannya " Ujar Adith menggunakan bahasa isyarat.
" Sama sama tapi sekarang kita harus bagaimana, kita tidak munking akan bersembunyi di sini terus. Waktu kita tinggal satu hari lagi sebelum gerhana matahari terjadi "
" Bagas kan kamu sudah lama di sini, apakah kamu tidak mengingat tempat ini? " Tanya Andre yang sedang memainkan tangannya agar membentuk kata kata.
Kemudian mereka melihat ada sebuah gong yang lumayan besar, mereka pun ingat bahwa moster itu sensitif dengan suara sehingga mereka memutuskan akan membuat telinga moster itu kesakitan akibat suara yang keras yang di timbulkan oleh gong tersebut. Tapi sayangnya Gong itu kelihatan tua sehingga munking akan hancur jika dua atau tiga kali pukul.
Kemudian tiba tiba mereka mendengar suara dari luar lubang itu.
" Kamu dari mana saja!!! Cepat kita tidak boleh ketinggalan gerhana besok atau kita akan menunggu lama lagi "
Ternyata itu hanya farwani yang sedang memarahi monster tersebut. Dan kemudian mereka pun memutuskan untuk mengikuti monster itu dan berharap akan menemukan siluman rubah, penunggu sungai, siluman pohon dan asih. Di tengah jalan mereka melihat monster itu seakan akan seperti mengetahui keberadaan mereka karena mereka sejak tadi sering melihat moster itu berhenti dan menoleh ke belakang.
" Kakak sepertinya kita harus lebih waspada dengan monster ini, sepertinya dia sudah mulai curiga " Ujar Andre menggunakan bahasa isyarat.
" Baik aku akan memberitahu pada yang lain "
Tiba tiba saja benar seperti apa yang Andre duga ternyata monster itu sudah mulai mengetahui keberadaan mereka dan tiba tiba menoleh dan berlari menuju arah mereka. Untung mereka sempat menghindar.
" Hampir saja, itu tadi nyaris membuat kita ketahuan " Ujar Andre dalam hati.
__ADS_1
Kemudian mereka semua memutuskan untuk agak menjauh dari jalan di belakang monster itu dan kembali mengendap ngendap, tapi sayangnya tiba tiba keringat Bagas berjatuhan sehingga membuat moster itu menyadari dimana mereka.
RRRRROOOOOAAAAARRRRRRR!!!!!
" Semuanya menghindar!!! " Teriak Keiya.
Kemudian Keiya mengeluarkan pusakanya yang berupa sebuah pedang yang menyerupai sebuah jarum dan bisa mengeluarkan benang yang tajam juga.
Srrrrriiiiiiittttt
Terdengar suara benang di utaskan membuat monster itu lari menuju keiya dan untungnya tubuh monster itu menjadi terpotong potong. Sayangnya Tiba tiba muncul sebuah asap hitam yang menandakan monster itu sedang beregenerasi, tidak seperti hantu dan siluman lainnya, monster ini dapat beregenrasi dengan cepat sehingga mereka harus cepat melarikan dari dari sana.
" SEMUANYA CEPAT DIA AKAN BEREGENERASI, KITA TIDAK PUNYA BANYAK WAKTU " Ujar kriya yang berteriak.
Karena sudah ketahuan mereka harus tetap senyap karena monster itu terus mencari mereka.
" Jadi mereka sudah datang ya? Asih apakah ini orang orang yang kamu maksud? Bagaimana bisa mereka akan mengalahkan saya, saat gerhana terjadi maka saya bisa melakukan itu "
" S-saat gerhana terjadi, ma-maka 5 dosa akan di pertaruhkan, itu yang tertulis di ramalan tapi masih ada kelanjutannya "
" Apa!! bagaimana bisa?? "
" D-di saat itu pula 6 takdir akan berubah dan iblis akan di musnahkan, kamu tidak akan bisa melawan ramalan leluhur kita. Menyerahlah dan kamu akan di maafkan "
" Menyerah? Hmppp tidak akan, saya sudah menunggu lama untuk ini. Lihat saja saya akan membuktikan itu "
Karena mereka sudah bisa menjauh, mereka tidak perlu menggunakan bahasa isyarat lagi dan itu juga merupakan kesempatan mereka membuat rencana.
" Keiya apakah kamu bisa membuat benang itu mergikat sesuatu? " Tanya Andre.
" Tentu saja bisa, memang nya ada apa? "
" Tenang saja saya memiliki ide dan kamu serta Sinta akan sangat membantu "
To Be Contiune>>>
__ADS_1