
Wujud semua makhluk itu kelihatan seperti mayat hidup, dari cara mereka berjalan dan tidak bisa merasakan rasa sakit. Jangankan membunuh mereka, setiap serangan yang mereka berikan hanya membuat mereka membelah diri. Satu satunya cara hanya dengan melumpuhkan kaki mereka sehingga mereka tidak bisa berjalan.
"Sudah lama kita tidak melakukan ini bersama" Ujar Penunggu Sungai.
"Tunggu di mana Sinta dan lainnya?" Tanya Dimas.
"Mereka sedang mengevakuasi semua orang yang ada di sini" Jawab Andre.
"Oh iya? kami tidak mungkin akan meninggalkan kaliam di sini, lagi pula ini adalah hari pertama mu di sini" Ujar Keiya sambil menunjukan senjatanya yang berupa jarum dengan ukuran besar.
"Tunggu jika kalian di sini siapa yang mengevakuasi?" Tanya Penunggu Sungai.
"Ketiga teman baru Andre yang melakukan itu, tenang saja Siluman Rakun dan Bagas juga membantu mereka" Jawab Adith.
"Mereka bertiga?" Tanya Andre heran dalam hatinya.
"Baiklah semuanya berisiap lah, sebentar lagi penghalang ini akan hancur" Ujar Penunggu Sungai sambil memunculkan senjatanya yang berupa panah.
Pranggkk!!!
Tiba tiba penghalang tersebut pun langsung hancur dan memunculkan suara seperti kaca yang pecah, suara itu sangat keras. Dan tiba tiba semua makhluk itu pun langsung masuk dengan cepat seperti air yang keluar dari botol yang bocor.
"Sial mereka sangat ganas" Ujar Adith dalam hatinya.
Meski tidak bersenjata semua makhluk itu tetap saja kuat, tidak ada habisnya. Tapi untungnya di dekat bangunan yang di gunakan untuk melindungi semua orang, tidak ada makhluk yang bisa mendekat karena di sekitar sana sudah di lindungi oleh semak berduri yang akan tumbuh jika penghalang tersebut hancur.
"Kalian ingat jangan memotong mereka, jika bisa lukai saja atau tidak potong kaki mereka. Jika kita memotong kaki mereka itu akan memperlambat regenerasi dan pembelahan mereka" Ujar Penunggu Sungai sambil memanah semua makhluk itu ke pohon.
"Aku akan menyerahkan mereka semua, tidak akan ada yang bisa lari dari diri ku " Dari ujung muncul suara yang sangat kecil sedang membicarakan mereka. Siapakah itu?
"Hahahahahah, waktunya bermain!" Tiba tiba dari atas muncul Siluman Rakun sambil membawa beberapa batu. Siluman Rakun pun langsung menjatuhkan nya di atas semua makhluk tersebut tampa basa basi, sayangnya bukan hanya mereka saja yang terkena batu itu, tapi Andre dan lainnya juga terkena batu tersebut.
"Siluman Rakun hati hati dengan batu itu!" Kesal Sinta.
"Maaf!" Teriak Siluman Rakun sambil melompat dari satu dahan ke dahan lainnya.
__ADS_1
"Semuanya cepat naik ke atas!" Ujar Siluman Rakun.
"Baik!" Ujar, Andre sambil memanjang tangga salah satu rumah yang ada di atas pohon.
Setelah semua sudah memanjat ke atas, Siluman Rakun pun langsung melompat dari satu dahan ke dahan lainnya dan pergi ke arah mereka berada. Karena tidak ada yang bertarung, semua makhluk itu pun langsung berjalan ke arah mereka dan berusaha memanjat ke atas. Semua pun langsung panik karena semua makhluk itu mulai memanjat.
"Siluman Rakun jika kamu punya alasan memanggil kami lebih baik kamu punya alasan yang bagus atau aku akan mendorong mu ke bawah" Ujar Penunggu Sungai sambil memanah satu persatu makhluk itu.
"Tentu saja, kamu ingat kan apa kesaktian ku?" Tanya Siluman Rakun.
"Tentu saja berubah dan merubah wujud" Ujar Penunggu Sungai.
"Yap, tapi apa lagi?" Tanya Siluman Rakun.
"Mengubah isi materi benda itu" Jawab Penunggu Sungai.
"Iya, kamu benar. Jadi apakah kamu paham dengan apa yang ku maksud?" Taya Siluman Rakun.
"SUDAH CEPAT SAJA KAMU LAKUKAN" Teriak Penunggu Sungai yang sudah melihatnya beberapa dari makhluk itu sudah hampir berhasil memanjat ke atas.
Clek...
Tiba tiba setelah Siluman Rakun menjentikkan jarinya, tiba tiba semua batu yang Siluman Rakun jatuhkan tadi mulai memunculkan beberapa asap dan tidak terjadi apa apa.
"Siluman Rakun apa ini! tidak terjadi apa apa!" Kesal Adith sambil menjatuhkan semua makhluk yang berhasil memanjat ke atas.
"Tidak perlu khawatir, kini batu ini akan meledak. Penunggu Sungai apakah kamu bisa memanahkan salah satu batu yang ada di bawah?" Tanya Siluman Rakun.
"Bagaimana bisa? mereka terlalu banyak" Ujar Penunggu Sungai.
"Baiklah jika begitu biar aku yang melakukan nya" Jawab Siluman Rakun.
Kemudian Siluman rakun pun membawa salah satu batu yang ada di dekatnya dan melemparkan batu tersebut ke salah satu kepala makhluk yang sedang mengerumuni mereka sampai sampai membuat batu itu pecah.
Clak..
__ADS_1
BOOM!!
Tiba tiba batu tersebut pun langsung meledak dan karena ledakan itu, batu yang lain pun juga ikut meledak. Karena ledakan yang besar yang di akibatkan batu batu yang ada, sampai sampai membuat semua makhluk itu tidak sempat beregenerasi dan akhirnya hangus seketika.
"Batu mengubah batu itu menjadi apa? Sampai sampai membuat nya bisa meledak?" Tanya Andre heran.
"Nitrogliserin, aku mengubah isi batu itu menjadi Nitrogliserin" Jawab Siluman Rakun Singkat.
...⚠️PERINGATAN!!⚠️...
**Nitrogliserin merupakan salah satu bahan pembuat dinamit, zat ini juga tidak stabil dan mudah meledak. Harap jangan tiru di rumah atau di rumah tetangga**.
"Hihihihhahahahaha, kalian.... kalian hebat! hebat! "
Tiba tiba di tengah kemenangan yang sementara itu, muncul suara tawa seseorang dan suara tawa seperti nenek nenek. Mendengar suara itu mereka semua pun langsung memasang wajah yang bercampur antara heran dan waspada.
"Siapa kamu! tunjukkan diri mu!" Teriak Andre sambil melihat sekitar.
"Hahahaahah.... siapa aku? Seharusnya aku yang menanyakan itu ke kalian semua. Siapa kalian? "
"Tunjukan diri mu!" Ujar Andre menantang pemilik dari suara tersebut.
"Hahahhaa.... HAHAHAHAHAHA! KALIAN SUNGGUH PEMBERANI!"
Tiba tiba pemilik suara tersebut pun akhirnya memunculkan dirinya dan menampakkan wujudnya yang berada dalam keadaan terbang. Pemilik dari suara itu tidak memiliki tubuh melainkan organ dalam nya yang keluar, matanya yang melotot, taringnya yang panjang, rambut acak acak dan lidahnya yang panjang menambah kesan horor dari wujud nya. Tidak lain itu adalah seekor Leak suruhan Farwani.
"Kenapa hah! Kalian terkejut dengan wujud ku? Hahahahahahha!" Tawanya sangat melengking dan sangat keras seperti mbak kunti.
"Aku tidak peduli bagaimana wujud mu... tapi aku akan mengalahkan mu sekarang! Bukankah begitu Andre? Andre?" Saat menoleh ke samping, ia hanya melihat Andre dengan wajah nya yang serius. Tapi anehnya tangan Andre mengeluarkan keringat dan tangannya juga bergetar ketakutan.
"Ada apa dengan Andre? Apakah dia baik baik saja? kenapa dia ketakutan seperti itu? " Tanya Adith heran dalan hatinya.
"Ayo lah Andre! tenangkan diri mu! jangan... jangan sampai ada nyawa yang menghilang lagi" Kesal Andre dalam hatinya pada dirinya sendiri.
To be contiune >>>
__ADS_1