Dunia Lain

Dunia Lain
Siluman Laba Laba dan Penunggu Sungai - Episode 14


__ADS_3

Kemudian mereka pun memutuskan untuk mencari, ruang baca di perpustakaan yang sangat besar itu. Tidak lama kemudian rak rak itu bergerak dan membuat sebuah jalan baru.


" Rak bukunya bergerak? "ujar Sinta.


" Lebih baik kita secepatnya menemukan tempat itu sebelum raknya bergerak lagi " Ujar Siluman pohon.


" Siluman pohon apakah kamu bisa meletakan akarmu lagi? " Tanya Asih.


" Tidak bisa di sini tidak terdapat tanah dan lantai ini juga sangat keras, sampai akar ku tidak bisa menebusnya "


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan di perpustakaan itu dan benar saja rak buku di sana bergerak lagi dan membuat mereka semakin tersesat di sana. Kemudian mereka pun berdiskusi.


" Percuma jika kita terus berjalan seperti ini, menurut ku kita harus menghancurkan rak buku nya saja "Ujar Dimas.


" Lebih baik jangan hal itu bisa membuat keributan dan mengakibatkan kita bisa tertangkap monster laba laba itu lagi "Ujar Siluman pohon.


" Heii!!!!! semuanya lihat apa yang aku temukan!!! " Kemudian Keiya berteriak memanggil mereka.


" Apa ini? Kelihatan seperti sebuah peta, menurut ku ini peta perpustakaan ini " Ujar Andre.


" Lihat di setiap sudut labirin ada tanda yang sama menurut ku kita harus ke sana " Ujar Siluman pohon sambil menunjuk peta itu.


" Lihat ini, ternyata ruang bacanya ada di ujung perpustakaan ini " Ujar Sinta.


Dug Dugg Dugggg.....


" Semuanya diam... " Ujar Adih, ternyata di depan mereka ada monyet laba laba yang berjalan melewati mereka begitu saja.


" Lebih baik kita kesan sebelum, monster itu menangkap kita " Ujar Andre.


Akhirnya mereka pergi ke menuju perpustakaan dan berharap agar perpustakaan itu tidak berubah lagi, tapi kemudian perpustakaan itu berubah lagi jalannya sehingga mereka harus berhati hati dan jangan sampai terpisah atau takutnya hal buruk akan terjadi.


" Ngomong ngomong apakah kalian sadar jika ada beberapa ruangan yang tidak memiliki lampu? " Ujar Keiya.


" Apa? aku tidak menyadari nya munking itu karena tempat ini tidak ada yang mendatanginya " Ujar Dimas.


" Tapi aneh juga kenapa dia tidak ingin bertarung dengan kita? " Tanya Dimas.


" Pada umumnya siluman laba laba tidak suka bertarung, mereka lebih suka membuat lawan nya tersesat di sebuah tempat dan kemudian diam diam meracuni mereka dengan benang racun " Ujar siluman pohon.

__ADS_1


" Siluman laba laba itu biasanya tinggal di mana? " Tanya Sinta.


" Mungkin di sebuah gua "


" Ok munking aku sedang berlalusinasi dengan seekor laba laba setengah manusia yang sedang merayap di atas kita sejak tadi "


" Laba laba? " Kemudian siluman pohon menoleh ke atas dan...


" Siluman rubah kamu tau apa yang harus kamu lakukan " Ujar Penunggu sungai yang dari tadi diam dan memperhatikan sekitar mereka.


" Baik " Siluman rubah itu pun mencoba membakar Siluman laba laba itu tapi ternyata makhluk itu lebih gesit dari pada yang mereka duga.


" Sial dia terlalu cepat " Ujar Siluman rubah.


" HAHAHAHHAA, Ayo tangkap laba laba ini jika kalian bisa " Kemudian siluman laba laba itu pun melemparkan jaring nya dan membuat mereka semua melekat di sana.


" Sial jaring ini lengket sekali " Ujar Andre.


" Sepertinya kalian terperangkap di jaring ku... " Tiba tiba ada panah yang hampir mengenai Siluman laba laba itu.


" Kamu lupa jika aku ini berwujud air? " Ujar penunggu sungai.


" Baiklah aku setuju, kamu jangan mengingkari janji mu ya "


Seketika rak rak buku itu masuk ke dalam tanah dan hanya menyisakan 2 rak yang menutup jalan masuk dan keluar, Dan monster laba laba itu juga tiba tiba menghilang.


" Ok mari kita mulai " Siluman laba laba itu pun akhirnya mengeluarkan pusakanya yang berupa sebuah panah seperti pusaka milik penunggu sungai, tapi panah penunggu sungai sangat cepat meledaknya dengarkan panah siluman laba laba mengandung racun.


Akhirnya pertarungan pun di mulai, tapi berbeda dengan pertarungan sebelumnya yang sangat berbahaya justru di pertarungan kali ini mereka seperti hanya memamah satu sama lain dan menghindar dari panah lawan, memang sungguh pertarungan yang sangat membosankan. Tapi saat siluman laba laba ingin memanah panahnya tiba tiba terkena serangan siluman laba laba dan terpental sangat jauh, Namun melihat celah tersebut Siluman laba laba langsung memanah penunggu sungai dan panah beracun itu mengenai tepat di area punggung nya.


" PENUNGGU SUNGAI!!!! " Teriak siluman pohon.


" Ok baiklah pertarungan selesai, ambil ini " Tiba tiba Siluman laba laba itu memberikan sebuah Botol kecil yang berisi sebuah cairan hijau dan penunggu sungai dengan begitu saja langsung meminumnya.


" Penunggu sungai, kenapa kamu meminumnya. Kita belum tau apakah itu racun atau bukan " ujar Andre.


" Tenang saja ini adalah penawar racun " Semua orang langsung terkejut dengan apa yang di katakan penunggu sungai.


" Penunggu sungai apakah kamu sudah memanahnya? "

__ADS_1


" Tentu saja, lihat saja di sana " Kemudian penunggu sungai menunjuk ke seekor kupu kupu yang telah terpanah sebanyak 3 kali.


" Kenapa kamu memanahnya 3 kali? bukankah aku hanya meminta 1 kali saja "


" Maaf hanya berjaga jaga, saya takut dia belum sepenuhnya mati "


Salin adiknya mereka berbicara mereka menjadi lupa dengan Andre dan lainnya yang masih terperangkap di jaring laba laba.


" Ehhh permisi apakah ada yang bisa membebaskan kami? " Ujar siluman rubah yang sudah kesal dan tidak tahan pada ekornya yang terus melekat pada jaring tersebut.


" Ehhh penunggu sungai, bilakah kamu menyiram mereka dengan air setelah aku memutuskan jaring nya? "


" Anggap saja itu sudah selesai "


" Air? Ehhhh tunggu tunggu tunggu..... "


Splassss....


Kemudian Siluman laba laba itu memutuskan karungnya sendiri dan meminta penunggu sungai menyiram mereka dengan air agar jaring itu tidak lengket lag, tapi itu membuat siluman rubah menjadi kedinginan.


" Hachii.. Bukankah aku sudah meminta kalian untuk tunggu sebentar " Kemudian siluman rubah membuat api dengan membakar jaring jaring yang tersisa dan menghangatkan tubuhnya.


" Tunggu bukankah siluman laba laba itu adalah penjaga di sini? " Ujar dimas.


" Iya betul sekali saya adalah penjaga di sini, tapi saya dan penunggu sungai memiliki kesamaan yaitu tidak suka dengan Sri warni" ujar siluman laba laba.


" Jadi kupu kupu itu apa?" Tanya adith


" Kupu kupu itu adalah mata mata milik farwani, tapi untungnya sebelum serangga itu di kirimkan aku sempat menghubungi penunggu sungai melalui surat yang aku lapis dengan jaring laba laba yang tidak bisa rusak jika terkena air "


" Baiklah silakan putar rodanya dan aku akan ikut dengan kalian "


" Tunggu apa? Semudah itu? " Ujar Siluman rubah.


" Sudah bukankah itu bagus " Ujar siluman Pohon.


dan akhirnya perjalanan mereka ke kuil penghalang yang terakhir akan tiba, di tambah dengan siluman laba laba yang bersama mereka, hal itu akan membuat mereka semua bisa mendapatkan banyak informasi.


To Be Contiune>>>

__ADS_1


__ADS_2