
Kemudian beberapa guru pun di minta keluar tanpa alasana yang jelas. Saat Andre menoleh ke arah jendela kelas, ia melihat ada beberapa mobil polisi dan beberapa ambulans yang datang.
Tolong untuk mahasiswa yang berasal dari club yang saya sebutkan, di harapkan melapor ke Gudang yang ada di lantai dua Kampus
Tak lama kemudian muncul pengumuman yang mengharuskan beberapa club untuk segera ke Gudang Lantai 2 Kampus. Sejenak keadaan kampus menjadi sangat sepi karena semua mahasiswa mencoba untuk diam dan berusaha mendengar pengumuman tersebut. Satu persatu beberapa nama club di sebutkan dan kemudian di akhir pengumuman nama club jurnalis pun di sebutkan.
Dan yang terakhir adalah club jurnalis.
"Club jurnalis? untuk apa kami harus ke sana? apakah ada hal penting yang terjadi?" Tanya Andre heran.
Sekali lagi mahasiswa yang berasal dari club yang saya sebutkan di harapkan segera melapor ke Ruang Penyimpanan Alat Kebersihan Kampus, terima kasih atas perhatiannya. Sekian terima kasih.
Ketika pengumuman itu selesai Andre dan beberapa mahasiswa lainnya pun segera melapor ke Gudang Lantai 2 Kampus, seketika Lorong Kampus pun di penuhi oleh mahasiswa yang nama club nya di panggil. Di tengah kerumunan itu Andre bertemu dengan Daihan dan Ira.
"Kak Ira, mengapa kita semua di panggil ke sini?" Tanya Andre heran.
"Shhhttt... diam dulu, kakak juga tidak tahu" Ujar Ira.
"Daihan apakah kamu tau mengapa kita semua di panggil ke sini?" Tanya Andre sambil memegang pundak Daihan.
"Entahlah, tapi lebih baik kita lihat dulu apa yang terjadi" Jawab Daihan.
Andre pun terus menunggu dan menunggu, tapi sayangnya tidak ada yang mereka lakukan selain berdiri di tengah kerumunan mahasiswa yang ramai sampai sudah mendekati waktu pulang. Karena sudah penasaran dan tidak bisa bersabar lagi, Andre pun langsung mencoba berjalan di tengah kerumunan itu dan mencoba pergi untuk melihat.
"Andre! jangan ke sana!! nanti kamu akan terkena masalah!!!" Melihat Andre yang mencoba mencari tahu Ira pun langsung mencoba menghentikan Andre.
Tapi sayangnya karena kerumunan yang berisik Andre malah tidak mendengar suara Ira dan terus berjalan, saat sedang berjalan Andre malah tidak sengaja menyenggol Diana. Diana pun terkejut dan heran mengapa Andre berjalan mendekati Gudang Kampus.
"Andre? kamu ingin ke mana?" Sama seperti sebelumnya Andre tidak dapat mendengar suara Diana karena keributan di tempat itu.
Kemudian saat Andre ingin membuka pintu Gudang Kampus, tiba tiba ada salah satu guru yang membuka pintu tersebut duluan.
"Apakah ada yang berasal dari club jurnalis?" Tanya guru tersebut.
"Andre! tunggu kamu jangan masuk dulu!" Kemudian Diana yang sedang berjalan menuju Andre secara tidak sengaja mengatakan hal itu dan berpas pasan dengan guru tersebut saat membuka pintu.
__ADS_1
"Kebetulan ada Diana, Diana tolong panggilkan seluruh anggota club jurnalis" Ujar guru tersebut.
Kemudian Andre dan seluruh anggota club jurnalis pun masuk ke dalam gudang, kemudian mereka di minta untuk memakai sarung tangan dan masker. Andre pun heran mengapa mereka di minta melakukan hal itu.
"Kira kira kenapa kita di minta memakai masker dan sarung tangan ya?" Ujar Ira penasaran.
"Sudah ikuti saja" Ujar Diana.
Saat mereka memasuki bagian dalam Gudang, mereka sedikit kesusahan karena banyak barang barang yang menghalangi jalan mereka. Tapi untungnya mereka berhasil masuk ke dalam, tapi kemudian mereka pun melihat mayat dari mahasiswa yang sudah menghilang dalam keadaan tertusuk dan ada beberapa bagian tubuh mereka yang terpisah pisah serta dengan beberapa anggota tubuh yang sudah membusuk dan berlumuran darah.
"Ira!! apakah kamu baik baik saja?" Karena tidak tahan melihat pemandangan itu Ira pun langsung pingsan ditempat, selain itu ada beberapa anggota club yang menjauh dan keluar dati ruangan tersebut. Selain itu ada pula beberapa anggota yang hanya menutup mata mereka.
"Apakah perempuan itu baik saja? siapa pun apakah ada yang bisa membawa perempuan itu ke Ruang Perawatan?" Tanya guru tersebut.
"Biar saya dan Andre saja pak, kami bisa membawa kak Ira ke Ruang Perawatan" Ujar Daihan.
Kemudian Daihan pun membawa Ira ke Ruang Perawatan bersama Andre dan meninggalkan Diana dan anggota club lainnya di Gudang Kampus.
Saat sudah meletakan Ira ke tempat tidur, tiba tiba Daihan pun mengeluarkan sebuah pertanyaan yang sangat cukup membuat Andre terkejut.
"Oh iya Andre, saya lihat ketika kamu melihat semua mayat itu kamu hanya memasang wajah datar. Apakah kamu tidak merasa takut atau sebagainya?" Tanya Daihan.
"Ku rasa aneh saja ketika seseorang melihat sebuah mayat yang sudah mulai membusuk dan di lumuri banyak darah tapi tidak memiliki ekspresi apa pun" Ujar Daihan.
"Ku rasa itu tidak mungkin untuk di bahas, sekarang bagian terpenting siapa yang telah melakukan hal itu" Ujar Andre sambil mengubah tokpik pembicaraan mereka.
"Kamu jawab pertanyaan ku dulu, kemudian kita akan membahas itu" Ujar Daihan tegas.
"Oh iya apakah kamu sudah mengerjakan tugas dari Pak Purna?"
"Andre, jangan mengubah pembicaraan ini"
"Bagaimana jika setelah pulang kita membeli beberapa hadiah untuk Ira? kasihan dia lemas seperti itu"
"Andre, jangan mengubah topik!"
__ADS_1
"Apakah kamu..."
"Andre"
"Tunggu aku belum selesai"
"Andre!"
"Diahan tolong berhenti dulu"
"Andre!!"
"BAIK!!! AKAN AKU JELASKAN!!"
Kemudian saat melihat wajah Andre yang berteriak, Diahan melihat ada beberapa air mata dari wajahnya. Karena merasa tidak tega melihat Andre yang sudah mengeluarkan air mata, Daihan pun tidak jadi bertanya.
"Maaf jika aku memaksa mu, jika kamu tidak ingin.. kamu tidak perlu membicarakannya" Ujar Daihan.
"Seperti biasa.. dia memang suka berbohong, baiklah mungkin aku tidak perlu mencari tau alasan dia berteriak. Mungkin untuk hari ini aku tidak akan melaksanakan perintah dari si payah itu, lagi pula ini hanya sehari"
Dari luar ruang perawatan Mirai sedang menguping pembicaraan Andre dan Daihan yang sedang berbicara, Miari pun langsung pergi ketika keadaan di dalam sudah begitu sepi. Suasana pun mulai menjadi agak canggung dan tidak nyaman sejak Andre berteriak ke Daihan.
"Maaf" Kemudian suasana sepi itu pun di patahkan oleh suara maaf dari Andre.
"Untuk apa?" Tanya Daiham bingung.
"Maaf karena aku telah berteriak keras pada mu" Ujar Andre sambil menatap Daihan sambil tersenyum tulus.
"Tidak apa apa, lagi pula aku yang salah. Aku terlalu memaksa mu" Ujar Daihan.
Kemudian mereka pun tertawa bersama, secara tak di sangka waktu pulang pun sudah tiba, Kemudian Diana pun masuk ke dalam Ruang Perawatan.
"Kak Diana? bagaimana kak? apa alasan kita di minta ke sana?" Tanya Daihan bingung.
"Nanti besok akan saya ceritakan, kalian berdua pulang saja dulu. Biar aku yang menemani Ira" Ujar Diana.
__ADS_1
"Baik kak, terima kasih" Jawab keduanya kompak. Mereka berdua pun segera keluar dari ruangan itu dan pulang bersama sama.
To be Contiune >>>