
Tapi sayangnya kedua makhluk aneh tersebut langsung masuk ke dalam gudang dan mulai mencari mereka, Andre yang bersembunyi di tumpukan kayu dan tong yang tak terpakai pun mengintip sedikit dan melihat apakah kedua makhluk itu telah pergi atau belum.
Saat Andre sedikit melihat tiba tiba makhluk merayap tersebut langsung bergerak menuju tempat Andre dan Daihan bersembunyi. Andre yang sedang terpojok pun tidak bisa melakukan apapun karena jika ia langsung maka teman temannya akan menjadi korban dari pertarungan tersebut.
"Ku mohon jangan ke sini, ku mohon jangan ke sini" Ujar Andre dalam hatinya sambil menutup mulut nya.
Bang!!!
Tiba tiba dari salah satu ruangan kelas tiba tiba terdengar suara meja guru yang terjatuh atau terlempar, mendengar suara bising tersebut kedua makhluk tersebut pun segera pergi dari Gudang dan mencari asal suara tersebut.
"Akhirnya... mereka pergi juga..." Ujar Daihan pelan pelan dan berbisik.
Kemudian Andre pun segera membuka beberapa lemari yang berisikan Mahasiswa yang berhasil selamat dan bertahan. Saat di cek ternyata ada sekitar 25 Mahasiswa yang selamat termasuk Andre dan Daihan.
"Makhluk apa itu?" Tanya Daihan heran.
"Shhhttt!!! nanti akan saya jelaskan, tapi sekarang apakah ada yang memiliki garam?" Tanya Andre ke semua Mahasiswa yang ada di sana.
"Garam? aku ada, tapi hanya satu kantong. Aku membawanya karena ibu kantin semalam meminjam nya dan hari ini dia kembalikan" Ujar salah satu Mahasiswa perempuan yang ada di sana.
"Tidak apa, itu sudah lebih dari cukup" Kemudian Andre pun langsung menaburkan seluruh garam itu ke seluruh area gudang.
"Andre, kenapa kamu menaburkan garam di seluruh Gudang?" Tanya Daihan heran.
"Untuk berjaga jaga jika makhluk aneh itu datang ke sini lagi, setauku makhluk gaib membenci garam" Ujar Andre sambil menaburkan garam tersebut.
__ADS_1
"Apakah makhluk makhluk aneh itu makhluk gaib?" Tanya Daihan.
"Itu yang aku tidak ketahui, tapi tidak ada salahnya berjaga jaga" Andre pun segera membungkus beberapa garam yang tersisa dan menaruhnya di saku celana miliknya.
"Andre kamu ingin ke mana? di luar berbahaya" Ujar Daihan ketakutan.
"Aku akan mencari beberapa Mahasiswa lainnya yang selamat, selain itu aku juga akan mencari kakak ku Dimas. Kalian semua tetap di sini, aku tidak ingin ada yang terluka atau mati" Ujar Andre sambil memegang gagang pintu Gudang.
Daiham pun hanya terdiam melihat Andre yang keluar dari Gudang. Kembali lagi ke Andre, ia saat ini sedang menelusuri beberapa ruang kelas. Tapi di tengah ketegangan itu Andre merasa heran mengapa tidak ada makhluk aneh yang berkeliaran. Sambil meningkatkan kewaspadaan nya Andre pun mulai mengendap ngendap ketika melihat ada cahaya di toilet Kampus.
"Baiklah Andre... Jangan ragu, bisa jadi itu adalah kakak. Tapi bisa saja itu makhluk aneh lainnya, kami hanya punya 2 pilihan... Bila atau tinggalkan" Ujar Andre sambil gemetar ketakutan.
Andre pun hanya bisa mematung sambil memegang gagang pintu toilet tersebut, tangannya cukup gemetaran. Menyadari tangannya yang gemetar, Andre pun langsung mencoba menenangkan dirinya.
"Baiklah Andre tenang jangan takut... tenang kamu pasti bisa melakukannya"
"Dimas!! tenang!! " Di saat yang bersamaan pula muncul suara Diana yang langsung memegang tangan Dimas dan meminta Dimas segera berhenti mengarahkan sabit nya ke Andre.
"Andre? kamu selamat?" Dimas pun langsung menjatuhkan sabitnya dan segera memeluk Andre dengan penuh ketakutan yang bercampur kebahagiaan.
"Kakak sudah... sesak..." Mendengar hal itu Dimas pun langsung melepaskan pelukannya dan segera mengambil senjatanya kembali.
****Ngaaakkkkkk****!!!!!
"Sial dia akan datang lagi, Antre cepat masuk mari kita bicarakan di dalam" Tiba tiba saja mereka mendengar suara teriakan yang sangat keras sampai sampai membuat getaran di sana, mendengar suara teriakan itu Dimas pun langsung menarik tangan Andre dan menariknya masuk ke dalam.
__ADS_1
Di dalam toilet ternyata ada sekitar 15 orang termasuk Dimas dan Diana. Dan ternyata ada beberapa guru juga yang berhasil selamat dari kejadian tersebut, kemudian Dimas pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat Andre berada di Toilet Kampus.
"Jadi setelah lampu berkedip dan mati semua makhluk itu langsung muncul?" Tanya Andre heran.
"Iya.... semua Mahasiswa berusaha lari, tapi hanya ini yang tersisa" Ujar Dimas.
"Tidak, di Gudang Kampus masih ada sekitar 25 orang yang masih hidup" Ujar Andre.
Kemudian Andre dan Dimas pun mulai berunding untuk membahas mengenai tempat yang aman untuk di tempati para guru dan murid untuk sementara. Kemudian mereka semua pun setuju jika semua orang akan berlindung di Gudang Kampus sampai masalah selesai. Selain dekat dengan tempat mereka saat ini, di Gudang Kampus juga merupakan tempat yang sulit di sadari dan tidak terlalu mencolok juga.
"Baiklah sekarang sudah di putuskan, kita akan membawa kalian semua ke Gudang. Ingat jangan sampai ada yang berpisah" Ujar Andre.
Semua orang pun hanya mengangguk dan hanya mengikuti saja. Saat Andre akan membuka pintu, tiba tiba dari arah toilet muncul suara gemuruh yang membuat toilet tersebut mulai bergoyang. Dan dari lubang toilet tiba tiba muncul makhluk merayap yang pernah mengejar Andre sebelumnya dan selain itu juga makhluk itu pun juga yang mengejar Dimas.
Ngaaakkkkkk!!!!!
"Semuanya lari ke Gudang! cepat!" Kemudian Dimas pun langsung membuka pintu dan langsung membiarkan para Guru dan Mahasiswa lainnya untuk pergi keluar terlebih dahulu dan membiarkan ia dan Andre berada di belakang.
"Bagaimana dia bisa muncul di toilet? kurasa tubuhnya sangat lentur, tapi sayangnya dia kurang cepat" Ujar Andre dalam hatinya sambil berlari.
"Kita tidak bisa membiarkan dia tahu lokasi tempat kita mengamankan mereka, jika kita terus lari menuju Gudang maka bukan hanya 1 tapi akan ada banyak orang yang mati" Ujar Dimas sambil memperhatikan makhluk tersebut.
"Jika begitu..... semuanya!! kalian cepat ke Gudang!! kami akan mengulur waktu sebentar!!" Kemudian keputusan Andre pun sudah bulat.
Andre dan Dimas pun berencana untuk mengulur waktu sejenak dan membiarkan semua Mahasiswa dan guru ke Gudang duluan. Melihat makhluk itu mendekati mereka, Andre pun mulai gemetaran sekaligus takut. Tapi di saat itu pula dia bersih keras meyakinkan dirinya agar jangan takut dan bertahan sampai semua Mahasiswa dan guru sampai di Gudang.
__ADS_1
"Baiklah Andre, kamu sudah siap? ingat kamu jangan sampai mendengar suara teriakannya, jika kamu mendengarnya maka tamat sudah" Ujar Dimas serius.
To be contiune >>>