Dunia Lain

Dunia Lain
Tempat pengungsian - Episode 65


__ADS_3

"Kurniawan? bagaimana kamu bisa di sini? Mirai mengatakan jika kamu di kurung di tambang tua" Tanya Andre sambil terheran heran.


"Tidak banyak waktu sekarang ikut aku ke Pengungsian" Ujar Kurniawan sambil pergi menjauh.


Andre dan Dimas pun hanya bisa menuruti hal itu dan ikut pergi, di sekitar mereka hanya ada pohon pohon dan pohon. Tak ada satu pun hewan buas atau pun burung yang terlihat di tempat tersebut.


"Apakah Sinta dan lainnya baik baik saja?" Tanya Andre heran.


"Aku tidak bisa menjawab itu, aki tidak tahu keadaan mereka semua, tapi yang pasti aku tahu di mana mereka berada sebenarnya. Farwani sudah menguasai hampir seluruh Kota Simangla, hanya tempat ini lah yang aman untuk di jadikan Area Pengungsian " Ujar Kurniawan sambil berjalan di tengah angin kencang tersebut.


"Bukankah seharusnya Kurniawan juga mendapatkan kutukan yang sama seperti yang lainnya? mengapa kutukan itu tidak bekerja meski dia mengucapkan nama Farwani?" Gumam Dimas dalam hatinya.


"Sekarang bagaimana cara kami untuk mengalahkan Farwani? dia sudah terlalu kuat, ku rasa kali ini kami harus memastikan kematiannya. Jika saja kami meluangkan wakti untuk memeriksa... pasti hal ini tidak akan terjadi" Ujar Andre dalam hatinya.


"Baiklah kita sudah sampai" Tiba tiba mereka di kejutkan dengan sebuah tempat yang sangat mengagumkan. Ternyata di dekat Kota Simangla ada sebuah desa ghaib yang sangat memanjakan mata.


"Tempat apa ini?" Tanya Andre terheran heran.


"Ini adalah desa tempat siluman berbentuk tumbuhan tinggal, di sini lah satu satunya tempat yang aman agar kita tidak bisa di serang oleh Farwani" Kesal Kurniawan sambil berjalan menuju ke sebuah bangunan yang tampak seperti sebuah candi.


"Bangunan apa ini?" Tanya Dimas heran.


Adith pun tidak menjawab pertanyaan tersebut dan hanya lanjut berjalan, bukan hanya Adith saja yang tampak serius seperti itu. Hampir seluruh hantu dan siluman yang ada di saja juga sangat waspada akan sesuatu.


"Kalian berdua masuk lah ke dalam sana, aku akan pergi mencari orang orang yang masih tersesat di hutan" Ujar Adith.

__ADS_1


Andre pun heran, saat mereka memasuki hutan tidak ada orang yang terlihat. Yang mereka lihat hanyalah pohon dan beberapa batu besar, tapi Andre sama sekali tidak lah mengerti apa yang di maksud Adith sebenarnya. Saat mereka masuk ke dalam sana, mereka melihat ada beberapa orang yang merupakan rakyat Kota Simangla dan rata rata adalah teman teman mereka di sekolah dulu.


"Andre? Dimas?" Tiba tiba mereka di sambut dengan suara Sinta yang terheran heran.


Kemudian semua orang yang ada di sana pun langsung berkumpul mengerumuni kedua kakak beradik tersebut, di saat itu pula tangan Andre di tarik oleh seseorang. Ternyata itu adalah Penunggu Sungai yang sedang mengungsi di tempat itu juga.


"Semuanya harap diam! kita hanya memiliki mereka berduabsebagai penolong kita, jadi jangan bertanya hal yang membuat mereka pusing" Ujar Penunggu Sungai ke beberapa orang di sana.


"Andre, apakah Siluman Pohon dan Siluman Rubah baik baik saja? dimana mereka berdua?" Tanya Sinta khawatir.


"Entahlah, terakhir kali Mirai. Maksud ku Siluman Rubah meminta kita untuk masuk ke dalam hutan, di dalam hutan kami awalnya tersesat. Tapi untungnya ada Kurniawan yang membantu kami untuk sampai ke sini" Jawab Andre.


"Baiklah, ternyata yang membawa kalian ke sini adalah Kurniawan..."


"Apa maksud mu?" Tanya Dimas heran.


"Kurniawan... dia sudah pergi... saat kami sedang menyelamatkan diri, dia tanpa sengaja tertimpa leruntuhan dari gedung yang ada. Karena kaki nya sudah terluka dia terus saja memaksa kami pergi tanpa dirinya, bahkan di saat terakhirnya dia tidak ingin membebani kita" Ujar Sinta sambil mengeluarkan air mata.


"Kurniawan sudah pergi? tolong katakan jika ini hanya lah lelucon, siapa pun tolong jawab!"


Semua orang di sana pun hanya bisa terdiam dengan wajah sedih, Andre yang melihat hal itu pun langsung terduduk dan bersedih atas kematian temannya sendiri. Meski Andre dan Kurniawan tidak memiliki waktu bersama yang banyak, tapi Andre sudah menganggap nya sebagai sahabatnya seperti Adith dan lainnya.


"Hei semuanya lihat siapa yang aku temukan!" Tiba tiba dari arah belakang Andre atau lebih tepatnya di pintu bangunan tersebut, muncul Siluman Rakun yang membawa 3 buah karung yang menggeliak bagaikan cacing.


"Lepaskan kami!" Dari karung tersebut terdengar suara orang yang memberontak.

__ADS_1


"Suara ini... jangan bilang jika..."


Andre pun langsung membuka setiap karung itu dan betapa terkejutnya Andre ketika melihat siapakah sebenarnya yang berada di balik karung itu adalah Daihan, Diana dan Ira. Melihat mereka bertiga yang ada di tempat itu, Andre pun langsung sangat marah.


"Kalian bertiga kenapa bisa ada di sini? bukankah aku sudah meminta kalian bertiga tetap di rumah ku sampai aku kembali?" Tanya Andre kesal.


"Jadi kami harus tetap diam di rumah sementara kamu menantang maut di sini? hah!" Diana pun juga membalas Andre.


Daihan dan Ira yang melihat pertengkaran antara Diana dan Andre pun hanya bisa diam do tempat. Begitu pula dengan yang lainnya Di satu sisi ada Andre yang tidak ingin Daihan, Ira dan Diana terluka. Tapi di sisi lain juga ada Diana yang tidak ingin temannya berusaha keras tapi dia hanya menunggu hasil.


"Kalian berdua! apakah kalian bisa tidak bertengkar untuk saat ini saja? aku tau kalian memiliki pendapat yang berbeda! tapi bisakah kalian tidak bertengkar untuk beberapa saat saja?" Ujar Daihan yang sudah muak dengan pertengkaran mereka berdua.


Diana dan Andre pun diam untuk sejenak dan memikirkan niat baik mereka satu sama lain, tapi sayangnya kesunyian itu tidaklah bertahan lama. Tak lama kemudian mereka mendengar suara terompet kayu yang di tiup oleh salah satu penghuni desa itu yaitu Anak Rote.


"Suara apa itu?" Tanya Andre heran.


"Itu suara terompet tanda bahaya... semuanya! cepat kumpulkan semuanya dan masukan mereka ke dalam bangunan ini sampai aku minta keluar!" Ujar Penunggu Sungai.


Karena penasaran Andre dan Dimas pun mengakuti Siluman Rakun dan Penunggu Sungai ke pintu masuk yang awalnya mereka lewati saat ingin masuk ke dalam desa. Dan betapa terkejutnya mereka karena di luar gerbang ada banyak makhluk menakutkan yang mencoba menghancurkan penghalang di desa itu.


"Andre, Dimas apakah kalian masih bisa bertarung? jika iya incar kaki mereka, itu adalah titik lemah mereka. Jangan serang kepala mereka apa lagi memotong nya, itu hanya akan membuat mereka bertambah" Ujar Penunggu Sungai.


Kali ini Andre dan Dimas pun harus bertarung melawan makhluk aneh yang mereka sendiri pun tidak tahu apakah makhluk itu memilik serangan yang berbahya atau tidak, keraguan Andre untuk bertarung sayangnya masih ada. Mungkin itu akan berpengaruh pada serangannya.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2