Dunia Lain

Dunia Lain
Tempat yang mirip - Episode 42


__ADS_3

Malamnya hujan yang sangat deras turun, seakan menyanyikan lagu pengantar tidur ke Andre. Malam itu ia tidur dengan sangat nyenyak, keesokan harinya Andre bangun lebih awal dari pada biasanya karena mendengar suara dari arah halaman belakang rumahnya.


Brukkk!!


"Suara apa itu? kedengaran nya seperti benda yang jatuh" Gumam Andre sambil menggosok matanya.


"Aduhhh!! kenapa pakai jatuh segala, semoga penyiramnya tidak rusak. Jika rusak aku akan sangat kerepotan" Dari dapur Andre melihat ibunya yang sedang mengambil beberapa peralatan berkebun yang sepertinya baru saja terjatuh.


"Ibu? kenapa ibu bangun pagi pagi seperti ini? Bukankah ini masih terlalu pagi?" Tanya Andre sambil menunjuk ke arah jam di dapur yang menunjukan pukul 6 pagi.


"Andre? nak kenapa kamu bangun nya pagi sekali? semalam katanya ingin tidur lama" Ujar ibu Andre.


"Hoaaammm... Tadi saya mendengar sesuatu yang jatuh, jadi saya terbangun. Ngomong ngomong semua peralatan berkebun itu untuk apa?" Tanya Andre yang masih mengantuk.


"Ini untuk kebun kita, sudah ya kamu tidur dulu ya. Nanti jika sudah waktunya akan ibu bangunkan" Kemudian Ibu Andre langsung pergi ke halaman belakang sambil membawa beberapa alat berkebun.


"Tidak perlu bu, lebih baik saya membantu ibu saja" Ujar Andre.


Kemudian Ibu Andre teringat dengan kejadian di rumah mereka yang lama, saat itu Andre ingin membantu Kakaknya berkebun. Tapi sayangnya tanaman yang mereka tanam malah layu karena Andre menanam mereka berdekatan dan meletakan beberapa tanaman di tempat yang kurang cahaya matahari.


"Ehhh, kamu kembali ke kamarmu saja. Tenang di sini juga ada Ayah dan Nenek mu yang membantu Ibu, kamu kembali tidur saja ya" Ujar Ibu Andre sambil memasang raut wajah kurang yakin.


Kemudian Andre pun langsung kembali ke kamarnya, karena tidak meliki kesibukan yang lain Andre pun memutuskan untuk lanjut membaca buku yang di berikan oleh teman temannya.


"2 hari lagi aku akan ke kampus bersama kakak, semoga saja saya bisa membuat kesan pertama yang bagus" Ujar Andre sambil membaca buku tersebut.


Setelah beberapa menit Andre tiba tiba di panggil oleh Ibunya untuk membawa beberapa benih bunga yang ada di ruang tamu.


"Andre!!!! nak!!! tolong ambilkan dulu benih bunga yang ada di ruang tamu!!!" Teriak ibu Andre dari halaman belakang rumah.


"Baik bu!!!" Kemudian Andre pun segera turun ke bawah.


Ding dong...


"Ehh? siapa itu?" Ujar Andre, karena penasaran ia pun membuka pintu tersebut.

__ADS_1


"Hai, apakah Ibunya Dimas ada di rumah?" Saat Andre membuka pintu tersebut, ternyata yang mengetuk pintu adalah seorang perempuan yang membawa beberapa alat tulis.


"Akhirnya Ira kamu datang juga, bagaimana apakah benda yang aku pesan ada?" Tiba tiba dari belakang Dimas muncul sambil membawa beberapa uang.


"Iya, ini barangnya"


"Baiklah" Setelah menerima beberapa alat tulis tersebut, Dimas langsung memberikan uang tersebut ke perempuan tersebut.


"Perempuan itu siapa kak?" Tanya Andre.


"Itu ira, semalam kakak memintanya untuk membelikan beberapa alat tulis untuk kamu, ngomong ngomong kamu ingin berkeliling tempat ini tidak?" Ujar Dimas.


"Sungguh? baiklah, tapi kakak yang minta izin ya" Ujar Andre.


"Iya, Ibu!!! kami mau keluar berkeliling dulu ya!!!"


"Iya!!! Hati hati ya!! ingat!! pulang sebelum makan siang!!!" Teriak Ibu Andre dari halaman belakang rumah.


"Baik bu!!!"


"Sekarang kita ingin ke mana?" Tanya Andre.


"Mungkin kita ke sana dulu, mungkin di sana ada hal menarik" Ujar Dimas sambil menunjuk ke sebuah Taman.


Mereka pun langsung ke Taman tersebut, di Taman itu ternyata ada sebuah pohon yang subur dan di sekitar pohon tersebut jugabada beberapa batu besar yang kelihatannya dijadikan sebagai tempat duduk, meski sedikit aneh tapi di mata Andre tempat itu kelihatannya familiar.


"Kakak apakah kita pernah ke sini sebelumnya?" Tanya Andre.


"Tidak, kita kan baru pindah ke sini" Ujar Dimas.


"Aneh, ingatan ku tidak mungkin salah. Tempat ini kelihatan sama dengan sesuatu saat aku di Kota Simangla, tapi di mana?" Ujar Andre dalam hatinya.


"Ada apa Andre apakah semuanya baik baik saja?" Tanya Dimas.


"Tidak apa apa, mungkin itu hanya perasaan aku saja" Ujar Andre. Kemudian mereka langsung mengelilingi Taman tersebut.

__ADS_1


Di Taman tersebut mereka berkeliling cukup lama karena Andre terus di ajak bermain bersama beberapa anak kecil di sana. Karena tidak tega menolak permintaan anak anak tersebut Andre pun memutuskan untuk bermain bersama mereka sampai akhirnya matahari mulai tepat berada di atas mereka.


"Andre!!! sudah cukup!! mari pulang jika tidak kita akan di marahi ibu!!" Teriak Dimas ke Andre.


"Baik!!! baiklah semuanya kakak pergi dulu ya, nanti kita main lagi" Ujar Andre.


Setelah berpamitan Andre pun langsung pulang bersama kakaknya. Di perjalanan mereka membicarakan banyak hal, apalagi Dimas yang terus menceritakan mengenai tempat ia kuliah.


"Jadi Andre, kata kamu ingin mengelilingi tempat ini. Jadi kenapa kamu bermain dengan anak anak itu?"


"Mau bagaimana lagi, saya tidak akan bisa menolak permintaan anak kecil seperti mereka" Ujar Andre sambil menggosok kepalanya.


Dimas hanya bisa menghela nafas ketika melihat Adiknya seperti itu. Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di Rumah dan tepat waktu di jam makan siang.


"Ibu, kami pulang" Ujar Dimas yang membuka pintu rumah.


"Ya sudah nanti kalian makan setelah itu mandi ya, terutama kamu ya Andre" Ujar Ibu Andre.


Akhirnya Andre pun langsung mandi dan Setelah itu makan bersama kakaknya, Setelah makan Andre dan Dinas mulai membereskan kamarnya yang masih berantakan karena saat mereka pergi. Mereka lupa membereskan kamar mereka.


"Kakak di mana alat tulis yang kamu beli untuk ku? Aku ingin segera mempersiapkan tas ku" Ujar Andre.


"Alat tulis? Ku rasa ada di bawah, coba kamu cek di meja dekat ruang tamu" Ujar Dimas.


Setelah menyusun tas miliknya. Andre pun lanjut bercakap dengan temannya yang ada di kota Semangka di chat dan pada malamnya ia membaca buku pemberian teman temannya yang sama seperti biasanya.


"Ternyata buku ini cukup tebal, sepertinya aku akan kesulitan menyelesaikannya" Ujar Andre.


"Andre kamu jangan lupa tidur ya" Ujar Dimas. Yang tiba tiba membuka pintu balkon.


"Baik kak" Ujar Andre. Kemudian Andre lanjut membaca buku tersebut sambil di temani sebuah minuman hangat yang di buat ibunya.


Saat sedang serius membaca, dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan Andre sambil duduk di sebuah atap rumah. Siapakah orang itu?


"Andre... sepertinya kamu masih belum bisa paham dengan pesan ku, baiklah mungkin akan ku serahkan ke Mirai saja"

__ADS_1


To Be Contiune>>>


__ADS_2