Dunia Lain

Dunia Lain
Kecurigaan Andre dan lainnya - Episode 51


__ADS_3

"Kak Diana! tunggu!"


"Ehhh, Andre? kenapa lari lari seperti itu? nanti jika ketahuan guru bisa di hukum lho" Ujar Diana, sambil berjalan perlahan menuju Andre.


"Ini kaak... laporan ku hari ini..." Ujar Andre kelelahan sambil memberikan laporan hasil wawancara nya mengenai kejadian di TK tadi.


Diana pun langsung membuka catatan hasil laporan milik Andre, Diana pun langsung terkejut ketika membaca semua laporan itu. Bukan hanya Diana, Ira pun juga sama terkejutnya.


"Andre, apakah kamu sudah memastikan jika laporan ini sungguhan? mungkin ini tidak bisa kita masukan ke dalam koran kampus, tapi mungkin kita bisa memasukan nya di forum club jurnalis. Apakah kamu mau?" Tanya Daina.


"Emm.... saya setuju saja, tapi apakah kalian mendapatkan informasi mengenai Ruki?" Tanya Andre.


"Kami mungkin mendapatkan informasi mengenai beberapa kejadian yang mungkin berkaitan dengan itu, tapi untuk memastikan apakah kalian ingin ikut aku menemui satpam kampus ini?" Tanya Diana.


"Apakah satpam itu tau mengenai kejadian yang mengerikan itu?" Tanya Ira heran.


"Mungkin saja tidak, tapi seingat ku satpam itu bertugas di hari kejadian itu" Ujar Diana dengan nada kurang yakin.


Akhirnya ke Pos Satpam Kampus menemui satpam tersebut, tapi anehnya pos tersebut kosong. Diana pun heran, karena biasanya satpam itu akan tetap berada di pos sampai sore. Akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk pergi mencari ke seluruh Kampus, ternyata tak di sangka sangka mereka menemukan satpam itu berada di Taman Kampus sedang berbicara dengan Bu Mira.


"Semua tunggu!" Dimas pun segera meminta semuanya untuk berhenti.


"Ada apa kak?" Tanya Andre heran.


"Shhhhh... diam, coba kalian dengar pembicaraan mereka" Ujar Dimas sambil menurunkan nada suaranya agar tidak kedengaran Bu Mira dan Satpam tersebut.


"Baik bu! jika bisa setiap mahasiswa yang terlibat akan saya hukum!" Tiba tiba mereka pun terkejut ketika mendengar percakapan antara Bu Mira dengan Satpam tersebut. Karena hal itu benih kecurigaan pun mulai tumbuh di pikiran mereka.


"Apakah maksud dari mahasiswa yang terlibat itu kita?" Ujar Daihan ketakutan.


"Bisa jadi, saat ingin ke perpustakaan wajah Bu Mira langsung menjadi pucat ketika mendengar bahwa aku akan mencari tahu informasi mengenai Ruki" Ujar Diana.

__ADS_1


"Apa hubungan antara Ruki dengan kita semua?" Ujar Ira heran.


"Setauku saat itu agat tidak membuat kelebihan semua koran kampus di berhentikan dan juga di larang, dan untuk koran yang sudah di sebarkan akan di sita saat itu juga. Jadi dugaan ku sepertinya benar, mungkin Ruki adalah murid yang menjadi korban. Tapi bisa jadi jika Ruki ini tidak ada hubungannya dengan kejadian itu" Ujar Diana yang kemudian mengambil HP nya dan kemudian mereka semua pembicara Bu Mira dengan Satpam Kampus.


"Tunggu, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Daihan heran.


"Nanti akan saya ceritakan, yang penting kita jangan sampai ketahuan menguping pembicara mereka berdua" Ujar Ira serius.


"Jika bisa semua mahasiswa itu akan di keluarkan dari kampus ini"


"Baiklah, bu akan saya laksanakan" ujar Satpam tersebut dan kemudian Satpam itu pun segera kembali ke Pos Satpam.


Melihat Satpam itu mendekat Andre dan lainnya pun segera bersikap senormal mungkin agar tidak di curigai, Daihan yang sudah ketakutan pun tiba tiba tiba terkejut ketika Satpam itu memegang pundaknya.


"Ahhhhh!! tolong maafkan aku!!"


"Apa maksudmu? ngomong ngomong kenapa kalian masih ada di sini?" Tanya Satpam itu heran.


"Ehh tidak ada pak, ini kami juga akan pulang" Ujar Andre gugup.


"Iya pak, hehe" Lanjut Dimas yang kemudian melepaskan mulut Daihan.


Dengan terpaksa mereka pun tidak jadi bertanya ke Satpam Kampus karena takut akan di hukum, selain itu mereka juga takut akan di keluarkan jika sudah mengetahui banyak hal mengenai Ruki.


"Apa yang kalian berdua lakukan? bukankah tujuan kiya adalah bertanya ke Satpam itu?" Ujar Daihan heran.


"Apakah kamu tidak berpikir jika kita akam ketahuan jika mengatakan hal itu?" Ujar Dimas kesal.


"Tapi jika kita belum mencari tahu, bisa jadi kita akan kehilangan narasumber kita satu satunya" Ujar Daihan kesal.


"Tidak juga, Bu Mira dan beberapa guru lainnya juga mengetahui kejadian itu. Tapi yang paling dekat dengan tempat kejadiannya hanyalah Satpam itu" Lanjut Diana.

__ADS_1


"Tapi apakah kita bisa mempercayai Bu Mira" Ujar Andre ragu.


"Sudah lah semuanya, jadi seperti ini saja. Karena rumah aku dan Ira berdekatan kami bisa lebih mudah mencari tahu. Dan kalian para laki laki tolong selidiki Bu Mira dan Satpam itu, dan ingat jangan beritahu siapa pun mengenai hal ini" Ujar Diana, tapi tiba tiba dari samping Diana. Miari datang dan sekali lagi mengejutkan mereka semua.


"Sesuatu apa?" Tanya Mirai.


"Miari? sejak kapan kamu ada di sini?" Ujar Andre heran.


"Aku baru saja di sini, kalian menunggu bus juga?" Tanya Miari penasaran.


"Iya, sebentar lagi bus yang akan aku dan kakak ku naiki akan datang" Ujar Andre.


Belum lama setelah Andre mengatakan hal itu, bus yang akan di naiki Andre dan Dimas pun akhirnya datang, mereka pun segera naik ke dalam bus dan meninggalkan Diana dan lainnya di halte tersebut.


Di tengah perjalanan, Andre melihat ada anak TK yang berdiri sendirian di trotoar. Tapi yang membuat ia heran adakah anak itu menutup kedua matanya dengan menggunakan tangannya.


"Anak itu... kenapa dia menutup wajahnya?" Gumam Andre.


"Sudah lah Andre, kamu ingat kan kata guru itu. kita tidak boleh bertanya ke anak anak TK itu mengenai Ruki, lagi pula kita juga tidak ingin ada banyak korban selanjutnya kan?" Ujar Dimas sambil membuka HP nya.


Andre pun terpaksa membiarkan anak TK itu sendirian, meski Andre tidak tega membiarkan anak TK yang ketakutan itu berada di pinggir jalan terus.Tak lama kemudian mereka pun akhirnya sampai di Komplek Perumahan Wasti, tanpa basa basi mereka pun langsung pulang ke rumah mereka. Dan tanpa di sadari hari pun juga mulai sore. Sementara itu di tempat lain...


"Jadi... bagaimana Miari? apakah kamu berhasil membuat Andre mengingat itu "


"Tidak, tapi kenapa kita tidak mengatakan itu secara langsung? "


"Jangan, akan lebih baik kita menunggu dia paham. Jika dia masih melupakan kita... maka tamat sudah riwayat semua yang ada di sana, ingat mirai kamu harus membuat ia mengingat hal itu tanpa memberitahukan dia. Jika tidak kamu pasti tau apa yang akan terjadi pada mu "


"Tentu saja, kamu pikir aku tidak ingin hidup? sudah ya, biarkan aku melakukan tugas ini saja "


To Be Contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2