
Andre dan Daihan pun segera meletakan tas mereka di kelasnya masing masing dan kemudian mereka berdua pergi untuk melihat apa yang Dimas lakukan. Di dekat pos satpam Dimas kelihatannya sedang memohon kepada satpam untuk mengizinkan mereka melihat rekaman kamera keamanan di hari tragedi itu terjadi.
"Kak Dimas kelihatannya terus memohon, ku rasa itu tidak akan berhasil. Aku dengar satpam nya sangat taat pada peraturan yang ada di kampus ini" Ujar Daihan sambil memasang raut wajah kurang yakin.
"Sudah lah setidaknya kakak sudah ingin membantu kita, memangnya kamu mau berbicara dengan satpam itu?" Ujar Andre.
"Aku? tidak mungkin, 5 minggu lalu aku ada di kampus ini saat malam. Saat menyadari di mana aku berada, ia langsung melempar senter milik nya dan senternya mengenai kepala ku. Lemparannya keras sekali sampai membuat ku terjatuh di tangga saat melarikan diri" Ujar Daihan.
"Memangnya apa yang kamu lakukan di Kampus saat malam hari?" Tanya Andre.
"Sebenarnya aku terkunci di toilet, mungkin gagang pintu toiletnya macet. Jadi aku susah keluar, hehhehe" Ujar Daihan malu.
"Ehhh hahahaa" Andre tertawa kesal karena ia berpikir jika ada hal menarik yang terjadi di Kampus nya di malam hari, tapi nada tawanya Daihan sudah tau jika itu adalah tawa palsu.
"Semuanya! kita di izinkan, ayo cepat!" Tiba tiba pembicaraan mereka terpotong dengan Dimas yang berteriak dan meminta mereka untuk segera ke pos satpam.
"Cepat sekali!!" Ujar Andre dan Daihan kompak.
"Sudah cepat masuk saja! sebelum ada yang melihat!" Ujar Dimas.
Saat masuk ke dalam ruangan pengintai di pos satpam, Andre segera meminta satpam kampus untuk segera memutar rekaman beberapa hari yang lalu.
"Pak apakah kamu bisa memutar rekaman saat terjadi kehebohan di TK depan Kampus?" Tanya Andre.
"Baik, tapi ingat jangan beritahu siapa pun jika aku mengizinkan mereka kalian untuk melihat rekaman kamera pengawas ya" Ujar Satpam tersebut.
"Baik" Ujar Andre.
Satpam itu pun segera memutar rekaman itu, tapi mereka melupakan sesuatu, mereka lupa waktu kejadian itu terjadi. Akhirnya sambil menunggu mereka berusaha mengingat kapan kejadian itu terjadi.
"Semuanya apakah kalian ingat kapan kejadian itu? Sebentar lagi kita akan mulai belajar" Ujar Dimas.
__ADS_1
"Apakah kita boleh memutar rekaman ini saat pulang?" Tanya Daihan.
"Maaf tapi saat pulang saya tidak bisa membiarkan kalian untuk melihat rekaman ini terlalu lagi, karena kamera keamanan yang ada di sini akan hidup 15 menit lagi, jika aku ketahuan mengizinkan kalian. Aku akan di marahi" Ujar satpam itu.
"Apakah kami tidak boleh melihatnya besok?" tanya Andre.
"Tidak, besok semua rekaman yang ada di sini akan di hapus. Selama sebulan sekali rekaman kamera keamanan akan di hapus agar bisa merekam yang baru" Ujar satpam itu.
"Semua diam dulu lihat!" Tak lama kemudian Dimas meminta mereka semua untuk diam.
"Ada apa kak?" Tanya Andre.
Saat menoleh ke arah layar monitor kamera keamanan. Andre melihat kakaknya masuk dalam rekaman, Dimas kelihatan sedang akan membeli minuman seperti yang pernah ia katakan sebelumnya.
"Seharusnya sebentar lagi kita bisa melihat siapa pelakunya" Ujar Dimas.
Bzzzzttttztztztztzt!!!
"Ku rasa ada masalah dalam rekamannya, aku akan mencoba memundurkan rekaman nya" Ujar satpam tersebut.
Saat mereka memutuskan untuk memundurkan rekaman nya, hal yang sama pun terulang kembali. Yang mereka dapatkan hanyalah layar yang meluncurkan gambar seperti TV rusak, meski sudah di coba berkali kali, tetap saja hasilnya nihil.
"Baiklah kalian sudah melihat rekaman kamera keamanan, sekarang apakah kalian bisa keluar dari sini? 5 menit lagi kamera ini akan menyala. Jadi aku harap kalian sudah mendapatkan apa yang kalian inginkan" Ujar satpam tersebut.
Kemudian mereka pun akhirnya keluar dari pos satpam tersebut, ternyata keadaan di luar pos sudah sangat ramai. Untungnya tidak ada yang melihat mereka keluar dari pos satuan, mereka pun akhirnya memutuskan untukkembali duduk di bangku Taman Kampus dan memikirkan cara untuk mengetahui siapa pelaku dari kejadian tersebut.
"Jika dengan melihat rekaman kamera keamanan tidak membantu, sekarang apa yang harus kita lakukan? tidak mungkin kita akan membiarkan orang tersebut terus membuat anak anak di TK itu ketakutan" Ujar Andre kesal.
"Sudah lah Andre, mungkin minggu depan ini sudah selesai. Tahun lalu bahkan ada orang yang terus melempar batu sampai merusak kamera keamanan di sini, minggu depan nya orang itu sudah tidak melakukan hal itu lagi. Jadi kamu tenang saja" Ujar Dimas.
"Halo semuanya? kenapa kalian berkumpul di sini?" Tiba tiba Saja Diana datang dan membuat mereka kaget.
__ADS_1
"Kak Diana? Kakak membuat ku terkejut saja, kakak menguping pembicaraan kami ya?" Tanya Daihan.
"Tidak, aku baru saja di sini" Ujar Diana.
"Ngomong ngomong kenapa Kak Diana ada di sini?" Tanya Andre.
"Aku hanya kebetulan lewat di sini, apakah kalian sudah tau kejadian aneh di Pos Satpam?" Tanya Diana serius.
"Tau apa?" Tanya Daihan.
"Katanya Rekaman Kamera Keamanan saat kejadian kucing itu rusak, tapi anehnya rusaknya hanya di saat beberapa detik sebelum kejadian. Apakah kalian tidak merasa curiga? di tambah lagi belakangan ini ada rumor jika yang melakukan hal itu adalah makhluk halus" Ujar Diana.
"Makhluk halus? apa maksudmu kak? tidak mungkin yang melakukan hal ini adalah hantu, ngomong ngomong kakak tau dari mana jika rekaman kamera keamanan di Pos Satpam rusak?" Tanya Daihan.
"Ehhh aku di beritahu Ira, Ira kan ketua club jurnalis. Jadi dia di perbolehkan melihat rekaman kamera keamanan itu beberapa hari yang lalu" Ujar Diana.
"Jika seperti itu, untuk apa kami repot repot mencari tau?" Kesal Daihan dalam hatinya.
"Kak Diana, apakah kamu tau orang yang bernama Ruki?" Tanya Andre.
"Ruki? Entahlah, ku rasa tidak ada. Tapi aku pernah melihat hal yang berkaitan dengan nama itu, tapi apa dan dimana?" Ujar Diana bingung.
"Jika Kak Diana tidak ingat tidak perlu di paksakan, aku juga hanya bertanya" Ujar Andre.
"Tidak apa apa, mungkin aku pernah mendengar nama itu di salah satu koran kampus. Mungkin aku akan mencoba mencari tahu" Ujar Diana.
"Koran kampus? bagaimana mungkin hal seperti itu ada si koran kampus?" Ujar Daihan heran.
"Entahlah tapi aku akan mencoba memastikan, mungkin aku akan meminta Ira untuk membantu ku mencari tahu" Ujar Diana.
Kemudian Diana pun langsung meninggalkan Andre, Daihan dan Dimas di sana. Tak lama kemudian bel kampus pun berbunyi dan artinya mereka harus segera pergi masuk ke kelas mereka dan menghentikan mencari tau siapa pelaku dari kejadian tersebut.
__ADS_1
To be contiune >>>