Dunia Lain

Dunia Lain
Apa yang terjadi dengan Ira? - Episode 60


__ADS_3

Karena letak gudang berada di lantai 2 maka mereka harus ke lantai ke 3 terlebih dahulu agar bisa ke Atap Kampus, di tambah lagi karena Daihan dan Diana ada bersama mereka berdua. Andre dan Dimas pun harus berjalan perlahan lahan dan tetap waspada untuk berjaga jaga.


"Mengapa di sini sangat hening?" Tanya Andre.


"Entahlah, firasat ku sangat buruk mengenai keheningan ini. Semua tetap waspadalah, kita tidak akan tau apa yang akan datang" Ujar Andre sambil mulai mempelankan langkahnya.


Pakk!!! pak!!! pakk!!! pak!!! pakkk!!!!


Tiba tiba saja keheningan itu pun langsung di hancurkan oleh suara semua jendela yang ada di kampus yang kemudian di pukul secara terus menerus. Kemudian di saat yang bersamaan juga muncul bekas darah yang membentuk darah di jendela dan di dalam setiap kelas muncul beberapa bayangan orang yang meminta tolong.


Tolonggg.... tolongg.... tolongg... jangan tinggalkan kami.... tolong kami.... bebaskan... bebaskan kami....


"Sial apa yang telah terjadi? suara tolong itu berasal dari lantai 3 " Dimas pun langsung segera berlari ke tangga yang menuju ke lantai 3 kampus.


Kemudian langkah Dimas langsung berhenti ketika melihat ada beberapa Mahasiswa lain yang selamat dan sedang bersembunyi di ruang perpustakaan dan sedang ketakutan melihat kaca jendela yang sudah berlumuran banyak darah.


"Kakak! tunggu!" Melihat Dimas yang langsung lari secara tiba tiba, Andre dan lainnya pun langsung pergi untuk mengejar Dimas ke lantai ke 3.


Saat berada di lantai ke 3 mereka pun langsung bertemu dengan Dimas dan tak lama kemudian keadaan kembali menjadi sepi, tapi tidak dengan angin yang sejak tadi masih berhembus. Kemudian dari arah depan lorong muncul seorang perempuan yang kemudian berjalan ke arah Dimas berada saat ini.


"Kakak.... apakah semuanya baik baik saja?" Tanya Andre.


"Tidak apa, aku tadi hanya sedikit panik, sudah mari kita ke Atap Kampus" Ujar Dimas.


Kemudian Andre pun hanya ikut dengan apa yang di katakan Dimas. Saat menuju lantai ke 3 mereka sama sekali tidak mendapatkan sedikit pun halangan atau pun rintangan. Dan akhirnya sampai juga mereka ke sebuah pintu yang di luarnya merupakan Atap Kampus.

__ADS_1


"Kakak bagaimana cara kita membuka pintu ini?" Tanya Andre heran.


Pranggkkk!!!


Kemudian Dimas pun langsung membelah pintu itu menjadi 2 bagian menggunakan sabitnya. Kemudian mereka pun langsung keluar dan di depan mereka sudah ada seseorang yang memakai pakaian Mahasiswa kampus yang sudah banyak berumuran darah dan sedang berdiri di tepi.


"Kalian sudah datang? baguslah jika begitu, pertama tama apakah kalian membawa barang yang aku minta?" Tanya perempuan itu sambil menatap Gerbang Kampus yang sudah tertutup.


"Barang? barang apa? siapa diri mu?" Tanya Daihan.


"Kamu tidak perlu mengetahui itu..." Kemudian perempuan itu pun langsung menoleh kan wajahnya ke belakang dan menghadap ke arah mereka sambil memasang senyum yang cukup menakutkan.


"I - Ira? tapi mengapa? mengapa kamu melakukan semua ini?" Tanya Diana heran.


"Shhhhttt.... diam saja, apakah kalian membawa barang nya? jika tidak aku akan menjadikan kalian sebagai gantinya" Ujar Ira sambil memegang rambutnya.


"Kabut ini.... memiliki arona yang sama, kurasa akan ini merupakan kabut yang sama seperti yang lalu" Ujar Andre dalam hatinya.


"Ada apa? apakah kalian tidak memiliki barang Itu? jika tidak aku akan menggunakan si rambut panjang itu saja" Ujar Ira sambil menunjuk Diana yang sedang berdiri dan tidak tercaya dengan apa yang ia lihat.


Melihat Diana yang sedang berada dalam bahaya, Dimas pun langsung berjalan dan mulai menutupi Diana dengan sambit nya dan sambil berkata....


"Jika kamu ingin melukainya, maka lewati aku terlebih dahulu" Ujar Dimas.


"Sungguh? ini akan menjadi permainan yang menarik, biarkan aku mendengar suara kesakitan dari diri kalian atau biarkan aku mendapatkan perempuan itu dan akan aku biarkan kalian pergi dari sini dan menyelamatkan diri" Ujar Ira sambil menatap mereka semua seperti mangsa yang tidak tahu apa apa.

__ADS_1


"Jangan bercanda!!" Kemudian karena sudah terlanjur kesal, Dimas pun langsung memberikan serangan ke Ira.


"Kamu ingin melukai ku? jika kamu bersih keras maka teman teman kalian akan di telan oleh ku" Ujar Ira sambil memasang wajah licik.


Mendengar hal itu Dimas pun langsung menghentikan seranganya dan mulai mundur beberapa langkah dari Ira. Sementara itu di Gudang Kampus, keadaan di sana tidak cukup bagus dan kelihatannya sangat berbahaya.


"Semuanya berhati hatilah! jangan sampai kalian mengenai benda ini! cepat berkumpul di tengah! kita akan aman jika berada di sini" Ujar Bu Mira.


Dari Dinding Gudang muncul beberapa daging makhluk hidup yang berusaha menyerang mereka semua. Untungnya karena garam yang Andre taburi tadi, daging yang menyentuh garan akan meluap dan tidak bisa tumbuh lagi dan agar tidak mengenai atau menyentuh benda itu, Mahasiswa yang selamat pun segera berkumpul ke tempat yang sudah di taburi banyak garan atau bisa di bilang jika itu adalah tempat Bu Mira saat ini.


"Aku tidak tahu apa yang dia maksud. Tapi mungkin akan lebih baik jika aku tidak mengusiknya" Ujar Andre waspada.


"Baiklah jika begitu, karena kalian tidak membawa benda itu.... maka sebagai gantinya aku akan menggunakan kalian saja" Ujar Ira.


Kemudian Ira yang awalnya berada di ujung tepi Atap Kampus pun langsung mulai mendekati mereka semua sambil memasang wajah senyum yang seakan akan mereka semuanya hanyalah benda yang sangat ia perlukan.


"Andre!! jangan ragu ragu lawan dia! jika tidak akan lebih banyak korban dari kejadian ini!" Ujar Dimas yanh sudah memberikan beberapa serangan dari sabitnya.


Mendengar jika akan banyak orang yang menjadi korban jika dia tidak melakukan apa pun, Andre pun langsung memberikan banyak serangan yang ia bisa secara serius.


"Ohhhh... jadi kalian ingin melukai aku dan anak ini? jika begitu silakan saja, aku tidak akan marah" Ujar Ira sambil berdiri dan memperhatikan mereka bertempat.


"Apa maksudnya? apakah Ira akan melukai dirinya? tidak mungkin... jika iya mengapa dan untuk apa ia melakukan hal ini?" Tanya Andre heran dalam hatinya.


"Kenapa berhenti? ini baru permulaan nya saja, ayo lanjutkan. Maka aku tidak perlu membunuh anak ini lagi" Ujar Ira sambil melebarkan tangannya seakan akan meminta semua orang untuk membunuhnya.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2