Dunia Lain

Dunia Lain
Mencari jalan keluar - Episode 80


__ADS_3

"Ternyata tempat ini tidak berubah sejak kita ke sini..." Gumam Andre dalam hatinya.


"Kalian ingin membawa kami ke mana?" Tanya Dimas heran.


"Ke tempat di mana kalian akan melakukan hal yang sudah pernah kalian lakukan sebelumnya" Ujar Geisha.


"Apa!? jangan memberi kami teka teki, cepat katakan kita akan ke mana?" Ujar Raihan heran.


"Kalian tenang saja, lagi pula kalian akan tau jawabannya nanti" Ujar Mino sambil berjalan santai.


Entah apa maksud Geisha dan Mino sebenarnya, meski sudah di tengah kengerian dan bahaya yang akan mulai di sebabkan oleh Farwani. Geisha dan Mino tetap tenang dan tidak memiliki rasa khawatir sama sekali. Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan? tapi yang pasti mereka tidak mungkin mengkhianati mereka semua. Tidak mungkin kan?


Tiba tiba Mino dan Geisha langsung berhenti dan diam di tempat. Andre dan lainnya pun juga ikut berhenti, setelah beberapa saat mereka pun langsung merasa heran mengapa mereka tidak lanjut berjalan.


"Kenapa kita berhenti?" Tanya Andre.


"Kita sudah sampai" Jawab Geisha sambil berbalik ke belakang dan di ikuti oleh Mino juga.


"Apa!?" Ujar Bagas teheran heran.


"Iya, sebentar lagi kalian akan melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan sebelumnya. Teruslah berjalan dan selamatkan kami semua" Ujar Geisha.


Tiba tiba muncul sebuah rak buku yang langsung memisahkan antara Andre dan lainnya dengan Mino dan Geisha. Mereka pun langsung panik karena terkejut, Siluman Rakun pun langsung menenangkan mereka semua dan meminta mereka untuk tenang.


"Kalian semua bisa diam?! dia mengatakan jika kita harus terus berjalan, jadi kita lanjutkan saja perjalanan kita" Ujar Siluman Rakun.


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Tapi meski sudah berjalan cukup lama, jalan keluar tak kunjung mereka temukan, bahkan mereka juga sudah tidak tahu di mana mereka sekarang.


"Sekarang kita ada di mana?" Tanya Diana.


"Entahlah, semua rak dan buku di sini terlihat sama" Ujar Ira.


"Aku rasa kita tersesat" Ujar Siluman Rakun.

__ADS_1


"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Ita panik.


"Sudah, lebih baik kita menandai tempat yang kita lalui dengan benang milikku saja. Mungkin itu bisa membantu kita" Ujar Keiya yang kemudian langsung mengikatkan benang miliknya ke salah satu buku yang ada di sana.


Akhirnya setelah Keiya melakukan hal itu, mereka pun langsung berjalan kembali. Kemudian di tengah jalan, Dimas mengalami hal yang sama lagi. Yaitu ia melihat ada bayang bayang kejadian saat mereka bertemu Siluman Laba Laba untuk pertama kalinya.


"Kenapa aku terus melihat itu semua? apakah aku sudah mulai gila?" Gumam Dimas dalam hatinya.


Tapi kali ini ia memutuskan untuk tidak mempedulikan hal tersebut. Tapi sayangnya, hal itu membuat dirinya sering menabrak rak yang ada di sana. Karena hal itu, ia pun juga mulai kesal pada bayang bayang tersebut. Ia pun juga kesal karena bayang bayang itu, Andre mengira jika ia sedang tidak baik baik saja.


"Kakak, apakah kamu baik baik saja? kenapa kamu terus menabrak seperti itu?" Tanya Andre.


"Tidak apa apa Andre, aku baik baik saja" Jawab Dimas.


Dan tak lama kemudian bayang bayang yang awalnya mengambarkan mereka yang sedang berjalan pun langsung berubah menjadi bayang bayang saat Siluman Laba Laba sedang bertarung melawan Penunggu Sungai. Kini Dimas tidak bisa melihat semua rak buku yang ada, dan tentu saja ia akan terus menabrak. Mengetahui bahwa ia akan terus menabrak sesuatu, ia pun tidak ingin berjalan atau pun bergerak dari tempat itu. Siluman Rakun yang melihat Dimas tidak ingin berjalan pun langsung heran dan berpikir jika ada yang salah.


"Kenapa Dimas? apakah ada yang salah?" Tanya Siluman Rakun.


"Baiklah, ayo cepat kita sudah tidak memiliki banyak waktu lagi" Ujar Siluman Rakun.


"B-baiklah" Jawab Dimas.


Kemudian Dimas pun langsung memegang tangan Andre agar ia tidak menabrak dan beralasan jika ia hanya ingin bergandengan tangan, Andre pun tidak mempedulikan hak tersebut dan kembali berjalan. Di mata Dimas semua bayang bayang tersebut masih belum hilang dan terus saja ada.


Sampai ketika Dimas menyadari jika ada sebuah jalan besar di dalam bayang bayang yang ia lihat. Yang bisa jadi akan membawa mereka ke jalan keluar dan bisa memghemat waktu juga.


"Semuanya, sepertinya aku mengetahui di mana jalan keluar nya. Tapi aku tidak terlalu yakin" Ujar Dimas.


"Memangnya jalan keluar itu ada di mana?" Tanya Diana.


"Aku tidak bisa memberitahu kalian, tapi aku tau jika kita masih jauh dari jalan keluar" Ujar Dimas.


"Apa maksud perkataan mu?" Tanya Bagas heran.

__ADS_1


"B-baiklah, ini mungkin cukup aneh tapi aku memang tau di mana itu sekarang" Ujar Dimas.


"Baiklah, kurasa kita sudah tidak memiliki cara lain lagi selain mempercayai Dimas" Ujar Siluman Rakun.


Kemudian mereka semua pun berjalan sesuai dengan arahan Dimas dan mungkin memerlukan waktu yang lama. Karena Dimas hanya bisa menyebutkan apakah masih jauh atau sudah dekat. Itu mungkin membuat mereka cukup kebingungan, untung ada Diana yang memiliki pemikiran besar sehingga ia bisa memahami setiap kata yang di katakan oleh Dimas. Tapi saat mereka sudah sangat dekat atau dalam arti lain sudah tepat di depan jalan keluar menurut Dimas, Andre dan lainnya malah di buat bingung.


"Apa maksud mu jika kita sudah berada tepat di depan jalan keluar?" Tanya Bagas terheran heran.


"Iya sungguh di depan kita memang sudah ada jalan keluarnya" Ujar Dimas.


"Tidak, di depan kita jelas jelas sudah ada rak buku besar dan ini juga sudah jelas buntu" Protes Bagas.


"Dimas tidak salah, coba kalian tempelkan telinga kalian ke rak ini. Seharusnya jika memang ini jalan keluar, maka sudah pasti akan ada suara dari dalam rak ini" Ujar Diana.


Kemudian mereka pun langsung menempelkan telinga mereka ke rak tersebut. Dan memang benar saja, mereka mendengar suara seperti ada yang berbicara dan ada suara suara lainnya. Maka sudah tidak salah lagi itu memang jalan keluarnya.


"Iya... memang ada suara, tapi sekarang bagaimana kita bisa keluar?" Tanya Bagas heran.


"Mungkin ada semacam cara lain, apakah kita bisa menghancurkan raknya saja?" Tanya Diana.


"Lebih baik jangan, kita tidak ingin mengambil resiko kan?" Ujar Siluman Rakun.


"Jadi harus bagaimana lagi..." Belum selesai Sinta berbicara, tiba tiba saja mereka merasa jika lantai di sana bergerak.


"Ada apa itu tadi?" Tanya Diana terheran heran.


"Labirinnya berpindah posisi hadap...." Ujar Dimas dengan wajah terkejut dan dengan nada pelan.


"Apa!?" Ujar Sinta heran.


Memang di mata Andre dan lainnya tidak ada perubahan pada labirin itu. Tapi karena Dimas bisa melihat bayang bayang dari pertarungan antara Siluman Laba Laba dan Penunggu Sungai, ia bisa melihat bahwa pandangannya terasa berputar ke arah kanan dan berhenti di tempat yang di depannya bukan jalan keluar. Saat Dimas menghadap ke belakang, ia bisa melihat kembali jalan keluar yang ia maksud. Tapi sepertinya karena perputaran labirin itu membuat mereka semakin menjauh dari jalan keluar.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2