Dunia Lain

Dunia Lain
Perlawanan dan pengkhianatan - Episode 36


__ADS_3

Plok! plok! plok!


Saat akan mulai bertarung muncul suara tepuk tangan yang pelan dari arah belakang mereka.


" Andre... Kali ini biarkan kami para guru yang mengurus pohon ini "


Tiba tiba dari belakang muncul bu rosa dan beberapa guru lainnya, bukan hanya itu dari belakang ada beberapa murid yang sebelumnya menghilang.


" Bu rosa?..... "


" Heiii!!!!! Andre!!!! kamu jangan lupakan aku!!! " Dari belakang muncul bagas yang sudah membawa beberapa tongkat besi.


" Bagas?...tapi bagaimana bisa? bukankah gerbang sekolah ini tidak bisa di buka? "


...------Keadaan di luar sekolah sebelumnya ------...


Beberapa hari sebelum ujian Bu Rosa memanggil Bagas ke ruang guru.


" Nak, nanti kamu jangan ikut ujian dulu ya " Ujar Bu Rosa pada Bagas.


" Lho? kenapa bu? apakah ada masalah dengan nilai ku? "


" Bukan, intinya nanti kamu jangan ujian dulu "


" Baik bu "


Setelah Bagas membuat alasan ke Andre dan lainnya, ia mulai menunggu di rumahnya dan meski ia tidak mengikuti ujian. Ia akan tetap mendapatkan ujian ulang. Di malam hari kedua ujian....


" Berita terkini. Murid murid dari Sekolah kota Simangla ll di duga menghilang di hari pertama mereka ujian, kasus ini sudah terjadi sebelumnya di sekolah yang lain. Demikian sekian sekilas info "


Tok Tok Tok.....


" Siapa yang mengetuk pintu malam malam seperti ini? " Tanya Bagas.


Creekkkkkk.....


" Nak, kita harus ke sekolah sekarang!!!! " Ternyata yang mengetuk pintu adalah Bu Rosa.


" Bu Rosa? kenapa? "


" Sudah ikut saja!! "

__ADS_1


Kemudian Bagas pun langsung di bawa ke sekolah di saat itu juga, sesampainya di sekolah ternyata di sana sudah ada beberapa guru seperti bu sika dan di sana juga ada pak kepala sekolah, bukan hanya itu saja. Di sana juga ada beberapa murid yang juga di minta untuk tidak ujian terlebih dahulu.


" Baik pak, semuanya sudah berkumpul " Ujar Bu Rosa.


" Baik bu terimakasih "


" Perhatian anak anak bapak, mungkin kalian semua bertanya tanya mengapa bapak mengumpulkan semua orang ke sini. Mungkin ini cukup aneh, tapu kali ini kita akan menyelamatkan saudara kita dari teror sekolah ini. Jadi di harapkan sekali agar anak anak bapak siap dan ingin bertarung "


Kemudian semua murid di berikan 1 tongkat besi dan 1 buah senter. Kemudian pak kepala langsung melepaskan sebuah kertas dari pintu gerbang dan semua murid pun langsung masuk ke dalamnya.


...------Keadaan di sekolah saat ini ------...


" Nanti saja kita bahasnya, intinya kita kali ini harus mengurus pohon itu terlebih dahulu " Ujar bagas.


Kemudian semua murid dan guru di sana langsung menyerbu pohon itu, karena ada banyak orang di sana Andre tidak bisa menggunakan pusakanya dan harus terpaksa menggunakan tongkat besi.


" ANDRE!!!! KAMU TIDAK PERLU MENYEMBUNYIKANNYA LAGI!!! BU ROSA SUDAH MENGETAHUI SEMUANYA!!!! " Kemudian Bagas langsung berteriak dan memberitahu Andre bahwa ia tidak perlu menyembunyikan sejatanya lagi.


" Baiklah!!!! "


Andre pun langsung menyerang pohon itu dengan ganas, sayangnya sama seperti sebelumnya setiap serangan yang di berikan pohon itu sama sekali tidak bereaksi, kecuali saat kepompong milik Andre meledak.


Andre pun langsung berhenti bertarung dan membuat pedangnya menancap di dekat pohon itu, karena bersentuhan dengan tanah, pedang itu embuat sekitar pohon besar itu tumbuh tanaman parasit seperti benalu dan tali putri. Hal itu membuat pohon itu mulai melemah kembali dan tidak bisa memberikan serangan apapun.


Buk!!! Buk!!! Buk!!!!


Kemudian beberapa kepompong mulai berjatuhan, agar tidak ada yang terluka karena jatuh. Beberapa murid berhenti bertarung dan mulai menangkap teman teman mereka yang jatuh.


" CUKUP!!!! HENTIKAN!!!!!! HENTIKAN HENTIKAN HENTIKAN HENTIKAN!!!!!! "


Tiba tiba Pohon itu langsung berteriak dan mulai menampakkan wajahnya. Tak lama kemudian tanah di taman sekolah langsung bergetar dan mulai muncul retakan dari sekitar pohon itu.


" SEMUANYA!!!! PERGI DARI SINI!!!! POHON ITU AKAN MEMGHANCURKAN TAMAN!!! " Ujar pak kepala.


Semua murid dan guru di sana langsung pergi dan membawa beberapa kepompong yang sudah terjatuh, meski masih ada beberapa kepompong yang tersisa. Mereka terpaksa pergi dari sana agar tidak mati tertimpa pohon tersebut.


" Apakah ada yang terluka? " Tanya Bu Rosa.


" Tidak bu, semuanya aman tidak ada yang terluka " Ujar bagas.


Setelah kejadian itu Andre menyadari sesuatu bahwa Mino dan Geisha tidak terlihat lagi sejak kepala sekolah dan semua guru dan murid datang.

__ADS_1


" Andre!!!! cepat ke sini!!! " Tiba tiba Bagas memanggil Andre dan memintanya untuk segera ke tempat nya berada.


" Ada apa? "


Ternyata beberapa temannya sudah bisa keluar dari kepompong itu, tapi sayangnya ada beberapa teman teman mereka yang lain yang sudah menghilang dan ada juga menjadi kayu. Sehingga yang selamat hanya Keiya, Sinta, Adith, dan Kurniawan.


" Oh iya bagas jadi bagaimana kalian bisa masuk ke dalam sekolah? " Tanya Andre.


" Ohhh kurasa pak kepala memasang kertas pengurung di gerbang sekolah saat kalian masuk hehehe, munking itu alasan pintunya tidak bisa di buka " Ujar Bagas sambil mengaruk kepalanya.


Tak lama kemudian Adith dan lainnya mulai terbangun, karena semuanya sudah aman dan selamat, mereka pun memutuskan untuk segera peergi dari sana karena takut akan ada bahaya yang lain.


" Semuanya di harapkan untuk segera berdiri, kita akan keluar dari sekolah " Ujar Bu Rosa.


Kemudian semua murid dan guru pun langsung pergi menuju gerbang sekolah, tapi....


" Kenapa gerbangnya tidak bisa di buka? " Ujar pak kepala.


" Tentu saja kalian tidak bisa membukanya, gerbang itu sudah di kuasai oleh perempuan itu "


" Mi... mino? Bukannya kamu sudah.... "


" Iya Yasfi aku memang sudah mati, tapi aku tidak akan tenang sebelum perempuan itu belum menghentikan teror nya di sekolah ini "


" Dia Benar!!! gerbang ini tidak akan terbuka sebelum ku minta!!! " Tiba tiba dari tiang bendera sekolah muncul guru misterius yang awalnya mengajari mereka.


" Kamu.... " Tiba tiba raut wajah pak yasfi langsung berubah pucat saat melihat wajah guru tersebut.


" Betapa tidak sopannya aku, Selamat malam semuanya!!!! Apakah kalian siap untuk bermain? Mino apa yang harus aku lakukan pada mereka? "


" .... "


" Mino? apa yang kamu maksud? "


" Tangkap dan jangan lukai mereka.... " Ujar Mino dengan wajah yang kelihatan sudah merencanakan semuanya.


" Apa? "


" Baiklah " Wanita tersebut langsung mulai memunculkan benda seperti tentakel dari tanah dan mulai menangkap semua murid yang ada.


Entah apa yang di rencanakan wanita aneh itu dan apa yang akan di lakukan wanita itu ke teman temannya. Tapi andre dan lainnya yakin bahwa mino sudah tidak berada di pihak mereka lagi dan mereka harus mencari jalan keluar sendiri

__ADS_1


To Be Contiune >>>


__ADS_2