Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
sepupu sekaligus sahabat


__ADS_3

Tok tok tok


Kaca mobil Devan diketuk dari luar oleh seseorang membuat Kayla tekejut dan menoleh kearah jendela disamping kemudi.


Kayla membelalakkan matanya saat melihat seorang gadis yang ia kenali tengah mengedor keca mobil.


"Oh shitt...",umpat Devan menggeram kesal karena ada yang mengganggunya.Devan menurunkan kaca jendelanya dengan raut wajah kesal karena sang adik selalu saja mengusiknya saat berduaan dengan Kayla.


"Kak kalau mau pacaran tau tempat dong,nanti kalau ditilang gimana?",ejek Lyra bersidekap di dada.


"Apa pekerjaanmu sekarang merangkap sebagai penguntit,hum?",sinis Devan menatap tajam adiknya.


"Huh...kau ini Kak aku hanya mengingatkanmu andai tadi polisi yang mengetuk jendela kaca mobilmu ini gimana untung aku melihat mobilmu",jawab Lyra enteng.


Devan benar benar jengah dengan tingkah sang adik."Ben...ajari calon istrimu ini agar tingkah mencampuri urusanku!",teriak Devan pada Benny yang berada didalam mobilnya menunggu Lyra yang mengerjai Kakanya.Benny mana sanggup menolak keinginan Lyra membayangkan tanpa mau mengangkat telfon ya saja sudah membuat Benny bergidik.Bagaimana hari harinya tanpa mendengar suara Lyra.


"Dia itu adikmu Dev...",teriak Benny dari seberang membuat Devan berdecak kesal.Lyra hanya menyengir kuda saat melihat tatapan intimidasi dari Kakaknya.


"Kembali ke mobilmu!",perintah Devan dingin pada Lyra dan kembali melakukan mobilnya tanpa menghiraukan Lyra yang mengerucut kesal.


Kayla hanya diam dan tak bersuara sama sekali selama dalam perjalanan.Dia benar benar cemas dan takut kalau Lyra tidak menyukainya karena selalu mengganggu saat ia bersama Devan.


"Adikku memang seperti itu selalu usil",ujar Devan menjelaskan pada Kayla karena ia bisa membaca raut kegelisahan pada Kayla.


Kayla tersenyum tipis dan menggangguk kecil seolah mengerti dengan penjelasan Devan.


"Dia gadis yang sangat manja dan usil mungkin karena aku dan Nenek selalu membiarkan dia bertingkah sesuka hatinya selama itu dalam batas normal",ujar Devan lagi.


"Hmmm aku tau dia gadis yang baik,mungkin aku yang terlalu parno dengan kecemasanku",jawab Kayla


Tak terasa mereka sudah sampai di Rumah Jahit Kayla.Kayla pamit turun kepada Devan namun tiba tiba saja dia Devan menarik pergelangan tangan Kayla membuat Kayla menatapnya dengan bingung.


"Apa kamu tidak berniat menjadikan Rumah Jahitmu ini sebuah butik?",tanya Devan.


"Oh...aku belum bisa mendesain sendiri produk yang akan aku pasarkan",jawab Kayla dengan tersenyum tipis.


"Coba kerja sama dengan orang yang bisa mendesain,aku yakin kamu pasti bisa aku akan coba membantu",usul Devan meyakinkan Kayla.


"Hmmm akan aku pikirkan",jawab Kayla penuh semangat.Karena memiliki butik dan produk sendiri adalah impiannya dari dulu,tapi usahanya saat ini masih baru jadi dia tidak ingin terburu-buru buru apalagi bekerja sama dengan orang lain.Kayla orangnya tidak mudah percaya begitu saja kalau menyangkut pekerjaan.


"Hmmm...baik kalau ada apa apa kabarin aku ya!",ucap Devan mengelus rambut Kayla lembut.

__ADS_1


Kayla mengangguk dan tersenyum memberi jawaban kepada Devan."Kalau begitu aku masuk dulu ya",ucap Kayla.


"Ya... semangat ya sayang kerjanya",timpal Devan menggemari Kayla.


"Y-ya..",jawab Kayla tersipu malu dan segera keluar dari mobil Devan dan melambaikan tangannya saat memasuki tempat jahitnya.


Devan segera melakukan kembali mobilnya setelah ia tak melihat Kayla lagi menuju kantornya.Hari ini mungkin akan melelahkan bagi Devan karena pekerjaan yang sangat padat.


***


Kayla melangkahkan kakinya menuju ruangannya dengan senyum yang mengembang,namun tiba tiba saja Fani menghampirinya dengan seorang gadis berpakaian lusuh dan rambut yang diikat asal sepertinya ia baru saja dari perjalanan jauh karena ia masih menggenggam tas ransel ditangannya.Kayla memicingkan matanya saat melihat gadis dihadapannya berusaha mengingatnya.


"Key...maaf katanya mbak ini teman lama kamu",ujar Fani menunjuk gadis itu dengan dagunya.


Kayla menatap seksama gadis dihadapannya berusaha mengingat apakah ia pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya."Kamu Aruna?",tebak Kayla tidak yakin.


Gadis itu menggangguk kecil dengan mata berkaca kaca."Iya La ini aku Runa",jawab gadis itu dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Ya ampun Run...kamu kenapa bisa keyakinan gini?",tanya Kayla menelisik penampilan Aruna.


"Ceritanya panjang La yang jelas aku butuh pekerjaan saat ini untuk bisa bertahan hidup",jawab Aruna mengusap air matanya kasar.


"Ya sudah keruangan aku dulu yuk",ajak Kayla menggenggam tangan Aruna dan dibalas anggukan oleh Aruna.


"Tadi aku udah kenalan sama dia kok Key",jawab Fani tersenyum tipis.


"Oh ya sudah kalau gitu aku keruangan ku dulu ya",ucap Kayla dan menarik Aruna keruangannya.


Kayla mendudukkan Aruna disofa dan mengambilkan air putih lalu duduk dihadapan sepupu sekaligus sahabatnya itu.Aruna menatap iba melihat kondisi sepupunya itu,dulu Aruna hidup berkecukupan dan apapun yang ia minta pasti terkabul berbeda dengannya yang hidup sederhana.


"Apa yang terjadi Run?kenapa kamu sampai kek gini?",tanya Kayla pelan dan mengusap lengan Aruna lembut.


Aruna menangis sesenggukan dan menenggelamkan wajahnya dikedua telapak tangannya.Kayla segera membawa sepupunya itu kedalam pelukannya dan mengusap punggung Aruna.Cukup Iama ia membiarkan sepupunya itu menangis,setelah merasa isakan Aruna tidak terdengar lagi Kayla melerai pelukannya dan menatap mata Runa yang penuh luka.


"Kalau kamu belum bisa cerita sekarang gak apa apa kok yang penting sekarang hati kamu udah tenang",ucap Kayla lembut mengusap air mata di pipi Aruna.


"La...aku diusir dari rumah oleh Mama",jawab Aruna terbata bata.


"Diusir? ko bisa Run setahuku Tante Ayu sangat menyayangimu",ujar Kayla.


"Itu dulu La sebelum Mama dan Papa cerai lalu Mama nikah lagi sama berondong dan Mama mulai berubah sama aku La,malah sering nampar aku kalau Mama ada masalah sama suami berondongnya itu bahkan Mama lebih percaya dia dibandingkan aku anak kandungnya",ucap Aruna terisak lirih.

__ADS_1


Kayla membiarkan Aruna menceritakan masalahnya dulu tampak niat menimpali.


"Dan puncaknya saat itu aku sendirian di rumah...",Aruna mejeda ucapannya karena ia menangis tersengal dan mengusap air matanya.


"Kalau kamu belum bisa buat cerita semuanya sebaiknya dilanjutkan lain waktu jika kamu sudah siap",ujar Kayla iba lalu mengusap punggung Aruna mencoba memberi ketenangan.


"Gak La...masalah ini gak sanggup aku pendam sendiri", lalu Aruna kembali melanjutkan ceritanya.


"Malam itu aku sendirian dirumahnya dan diluar hujan deras Mama terjebak hujan di kantor karena mobilnya dipakai suaminya itu.Saat aku ke dapur mengambil air minum tiba tiba saja ada yang memeluk aku dari belakang dan ternyata itu suami Mama aku La,dia berusaha melecehkan aku.Aku udah berteriak tapi tidak ada yang mendengar karena hujan diluar sangat deras.Aku sudah berusaha menolak bahkan aku memukulnya tapi aku kalah tenaga dari dia.Dan saat bersamaan Mama aku datang yang memergoki kelakuan suaminya.Dan Mama marah besar saat suaminya itu menuduh aku menggodanya La,tanpa mendengarkan penjelasan ku Mama menampar aku dan mengatakan aku pelakor La",isak Aruna lalu memeluk Kayla erat.


Kayla membalas pelukan sepupunya itu dan mengusap punggungnya lembut."Dia gak ngapa ngapain kamu kan Run?",tanya Kayla pelan.


Aruna melerai pelukannya dan mengusap sisa air matanya dengan sedikit terisak.


"Gak La...untung Mama cepat datang tapi kondisi aku saat itu udah kacau La",jawab Aruna lirih.


"Syukurlah kalau begitu...kamu tenaga aja ada aku disini,kamu bisa kerja disini bantu aku ",ujar Kayla.


"Makasih ya La kalau gak ada kamu aku gak tau lagi mau kemana",ujar Aruna yang mulai tenang.


"Iya sama sama",jawab Kayla memberikan senyuman terbaiknya.


"Kay..kamu bisa merancang?", tanya Aruna melihat sebuah gaun yang terletak disudut ruangan Kayla.


"Gak Run itu rancangan orang yang kebetulan aku dipercaya buat menjahitnya",jawab Kayla menatap gaun milik Lyra yang sudah hampir jadi.


"Jadi tempatmu ini hanya sekedar menjahit?",tanya Aruna menatap Kayla dan diangguki oleh Kayla.


"Gimana kalau aku yang merancang kamu yang jahit kita jadikan tempatmu ini senmbuab butik,kebetulan aku lulusan desainer La"usul Aruna.


"Kamu beneran mau Run?",tanya Kayla antusias.


"Iya La...",jawab Aruna tersenyum lebar dan mengangguk cepat.


"Baiklah kita kan mulai hari ini",ujar Kayla semangat.


"Ok",jawab Aruna tak kalah semangat.Semua bebannya hilang begitu saja saat ia sudah menceritakan semuanya pada sepupu sekaligus sahabatnya itu.


Drt drt drt


Devan is Calling...

__ADS_1


Aruna menatap layar ponsel Kayla yang berkedip kedip dan melihat foto dilayar ponsel Kayla membuatnya syok.


...****************...


__ADS_2