Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Dokter Wina


__ADS_3

Kayla,Devan dan Benny terlihat gelisah didepan ruang rawat Lyra.Sudah setengah jam dari tim dokter masuk sampai sekarang pintu ruangan itu belum kunjung juga terbuka.


Kayla dari tadi masih duduk diam dikursi roda dengan memeluk Devan.Wanita hamil muda itu terlihat sangat khawatir dengan keadaan adik iparnya.


Devan yang menyadari sang istri segera menepuk pundaknya pelan menyadarkan istrinya dari lamunannya.Ia takut sang istri kembali drop seperti tadi.


"Sayang....hey kamu mikirin apa sih?ingat kata dokter kamu gak boleh banyak pikiran.Ingat ada debay disini!",bisik Devan mengusap perut sang istri.


"Mas...aku takut Ly-


"Sssttt...kita berdoa saja kalau Lyra baik baik saja didalam sana",bantah Devan yang tau apa yang ditakutkan sang istri.


Tak lama pintu ruangan Lyra terbuka tampak seorang dokter keluar dari ruangan itu dengan tersenyum tipis.


"Dengan keluarga pasien?",tanya dokter tersebut.


"Saya suaminya Dok",ujar Benny spontan mendekati dokter itu.


"Eits...mantan kalau Lo lupa Ben",bantah Devan yang sudah berdiri dihadapan dokter.


"Mas...bukan saatnya berdebat", sanggah Kayla menepuk pelan lengan Devan.


"Bagaimana dengan keadaan adik kami Dok?",tanya Kayla ramah.


"Begini Alhamdulillah pasien sudah sadarkan diri tapi tolong jangan diajak banyak bicara lebih dahulu",ucap sang dokter.


"Alhamdulillah",ucap mereka serempak.


"Kalau begitu saya permisi dulu",ucap sang dokter diiringi oleh dokter lain dan juga dua orang suster.


Mereka langsung masuk dan menatap Lyra yang terbaring lemah diatas ranjang berumah sakit dengan selang infus menancap dinadi tangannya.Semua peralatan medis yang tadinya dipasang ditubuh Lyra telah dicabut oleh tim dokter.


Kayla sangat bersyukur kalau adik iparnya itu sudah melewati masa kritisnya.Kini kedua wanita itu tampak berbincang ringan sedangkan Devan dan Benny duduk disofa mendengarkan pembicaraan kedua wanita itu.


Sedang asyik berbincang tiba tiba saja Kayla merasa perutnya diaduk aduk.Rasa mual membuatnya membekap mulutnya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Kayla berusaha berdiri dari kursi rodanya dengan tergesa-gesa ia berlari kecil ke kamar mandi didalam ruangan itu.Devan yang melihat sang istri berlari segera menyusul ke dalam kamar mandi sedangkan Lyra dan Benny yang mengerti kalau Kayla sedang hamil muda hanya tersenyum simpul.


Hoek


Kayla memuntahkan isi perutnya di westafel,Devan yang baru datang langsung memijat punggung sang istri untuk mengurangi rasa mual.


"Masih mual?",tanya Devan lembut dan khawatir melihat wajah pucat sang istri.


"Iya...


Hoek


Kayla kembali memuntahkan isi perutnya tapi kali ini hanya cairan kuning yang keluar membuat tubuhnya benar benar lemas.


"Sayang...kita ke dokter ya?",ujar Devan saat Kayla sedang berkumur kumur mencuci mulutnya.


"Iya...Mas"


"Masih mual?",tanya Devan mengusap bahu sang istri dan merangkulnya.


Tanpa aba aba Kayla merasa tubuhnya melayang.Ya Devan membopong tubuh sang istri menuju kursi rodanya.Kayla hanya pasrah tanpa bisa protes karena tubuhnya sangat lemah.


"Mbak baik baik aja kan?",Lyra yang sedang duduk bersandar di ranjang tempat tidur tampak khawatir melihat wajah pucat Kayla.


Kayla hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Lyra dia sungguh tak mampu untuk bersuara.


"Ben...titip Lyra ya!gue mau periksa keadaan Kayla dulu ke dokter kandungan",Devan mendorong kursi roda Kayla keluar dari ruang rawat Lyra setelah Benny mengangguk kecil.


Kayla hanya diam saat Devan mendorong kursi rodanya melewati lorong rumah sakit menuju ruang dokter kandungan.Rasa mual dan muntah tadi membuatnya begitu lemas.


Devan yang memahami keadaan Kayla juga diam tak bersuara.


Setelah sampai di depan ruang dokter kandungan Devan langsung mendaftarkan Kayla.Beruntung dokter kandungan itu teman Devan jadi tak perlu ikut mengantri.


"Selamat siang Dev...dan Nyonya Wijaya",sapa Dokter bernama Wina itu ramah.

__ADS_1


"Siang Dok", jawab Kayla yang tak enak hati karena suaminya kembali mode datar dan dingin.


"Ada yang bisa dibantu?",tanya dokter Wina dengan senyum sedikit dipaksakan.


"Begini dok saya sedang hamil dan baru saja muntah muntah hingga saat ini saya merasa lemas sekali dok,saya sekalian periksa dan minta diresepkan obat pereda rasa mual karena cek up kemarin saya belum merasakan mual",ucap Kayla menjelaskan


apa yang dia rasakan.


"Oh ya... selamat kalau begitu Nyonya atas kehamilannya mari saya periksa",ucap Dokter Wina.


"Kayla...panggil saja saya Kayla dok",jawab Kayla yang sedikit risih dipanggil Nyonya.


"Baiklah Kayla...mari saya periksa tidak usah USG ya karena kemarin sudah diUSG jadi nanti USGnya diusia kandungan 16minggu.


Kayla hanya menurut saat diperiksa oleh dokter Wina sedangkan Devan hanya diam tak bersuara dari tadi.


Melihat reaksi Devan dokter Wina pikir mereka menikah karena dijodohkan. Dia sedikit tersenyum tipis karena merasa kasihan pada Kayla yang hanya dicuekin saat sedang hamil.


Saat Kayla selesai diperiksa Devan langsung menghampiri sang istri dan membantunya turun dari tempat tidur rumah sakit dengan menggendong tubuh Kayla ala bridal style.


Kayla sangat malu dengan apa yang dilakukan Devan tapi mengingat tubuhnya masih lemah dia tidak bisa protes.


Dokter Wina yang melihatnya melotot seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Devan.Setaunya Devan merupakan pria yang dingin,datar dan tak tersentuh.


"Mas...malu sama dokter",bisik Kayla saat Devan mendudukkan Kayla kembali pada kursi rodanya.


"Kenapa malu sayang,hum?kamu istri Mas jadi buat apa malu lagian dokter nya juga maklum",jawab Devan tanpa berdosa.Tanpa mereka sadari dokter Wina terlihat sedikit kesal dengan kemesraan mereka.


Dokter Wina memberikan resep obat yang akan diminum oleh Kayla.


Setelah selesai Kayla dan Devan keluar dari ruangan dokter Kayla dengan Devan yamg mendorong kursi roda Kayla.


Setelah mereka hilang dibalik pintu dokter Wina tampak nanar keduanya meski mereka tidak terlihat lagi.


"Aku berharap bisa meluluhkan hati kamu Dev...tapi nyatanya wanita itu yang sudah berhasil mendapatkannya",gumam Dokter Wina.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2