Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Menuju hari pernikahan


__ADS_3

Kayla saat ini tengah berada di tokonya untuk menyelesaikan kebaya pengantin yang akan dia kenakan dihari pernikahannya yang tinggal menghitung hari.Meski tangannya belum sembuh total tapi tetap ngotot untuk menjahitnya sendiri meski berakhir ditangan Susi sang karyawan untuk menyelesaikannya.


Tangannya masih sakit untuk digerakkan oleh karena itu Susi memaksanya untuk beristirahat dan melanjutkannya sampai selesai.


"Jangan dipaksa Mbak",ujar Susi menasehati Kayla yang tampak sedikit meringis.


"Ya Sus...kamu kan tau sendiri aku ingin dihari bahagiaku baju pengantinku aku yang jahit",desah Kayla yang duduk dihadapan Susi.


"Jangan membantah Mbak emang gak kasihan sama kami yang nanti diomeli Tuan Devan",jawab Susi memperingati Kayla.


"Huh...kalian segitu takutnya dengan Mr.ice itu?menyebalkan...",kesal Kayla yang menghentak hentakan kakinya ke lantai.


"Hehehe... daripada kami dimarahi lebih baik cari aman",kekeh Susi membuat Kayla semakin mengerucutkan bibirnya kedepan.


Kayla segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan Susi yang selalu melarangnya ini dan itu.Terdengar umpatan untuk Devan dari bibir mungilnya.


Semenjak kecelakaan itu Devan semakin posesif dengannya bahkan untuk tempat tinggal saja dia saat ini tinggal di apartemen milik Devan.Bukan apa apa Devan tidak mau kecolongan lagi tentang keselamatan Kayla selagi Feri belum bisa dijebloskan ke penjara karena ada satu bukti lagi yang lebih kuat yang saat ini tengah diselidiki Devan bersama orang oranganya untuk membuat Feri tidak bisa lolos lagi dari hukum.


Dan untuk masalah Aruna Kayla belum tau kalau sahabatnya itu telah di penjara.Meski Kayla berkali kali datang kerumah Om nya untuk mencari Kayla namun tak sekalipun ia bertemu dengan Om nya itu bahkan Aruna sekalipun menurut asisten rumah tangganya Feri sudah lebih dari dua Minggu tidak pulang kerumahnya.


Kayla sedang memilih Payet yang cocok untuk baju kebayanya dikagetnya dengan kedatangan Fani yang tiba tiba.


"Kay...kamu nikah gak pakai bridesamid gitu",ujar Fani yang tengah membujuk Kayla.


"Emang perlu ya Fan...aku kan rencananya mau akad aja dulu",jawab Kayla menatap sahabatnya itu yang tampak begitu mengggemaskan kalau ada maunya.


"Kita kita mau loh jadi bridesamidnya kamu nanti",bujuk Fani menampilkan pupil eyesnya.


"Ya...sudah kalian bikin gih!",jawab Kayla yang tak tega dengan sahabatnya itu.


"Asyik...",teriak Fani kegirangan lalu segera berlari memangil para karyawan lainnya dengan heboh ala Fani.Kayla hanya menggeleng kecil sambil tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


***


Tak terasa waktu terus berlalu tinggal menghitung jam Devan dan Kayla akan resmi menjadi suami isteri.Saat ini Kayla tengah berada di apartemen Devan.Ya semenjak kecelakaan itu Kayla tinggal di apartemen milik Devan dan tentunya ditemani oleh Fani sang sahabat.

__ADS_1


Saat ini apartemen milik Devan tengah ramai dikunjungi oleh sahabat serta karyawan dan tentunya ada Lyra juga yang ikut menemani Kayla sebelum besok resmi menjadi Nyonya Wijaya.


Kayla sungguh merasa sangat bahagia meski tidak memiliki siapa siapa tapi ia dikelilingi oleh orang orang yang menyayangi mereka.Jemari Kayla saat ini tengah dipasang henna.Sedangkan Fani dan para karyawan tengah melakukan pemasangan payet pada kebaya yang akan Kayla pakai esok pagi.


Kebaya yang dikerjakan dalam waktu dua minggu membuat para karyawan betul betul bekerja keras karena tak hanya kebaya Kayla yang mereka kerjakan tapi ada dua pelanggan yang harus mereka selasaikan untuk hari yang sama.


Untuk tangan Kayla sudah berangsur pulih walau tangannya masih terasa kaku.Tapi ia bersyukur kalau tangannya sudah tidak dipasang gip lagi.


Lyra yang saat ini tengah rebahan karena tak tau apa yang mau ia lakukan.Kayla sudah melarangnya untuk menginap disini karena ada suaminya yang harus ia temani apalagi mereka masih pengantin baru.


Lyra memasuki kamar sang Kakak di apartemen itu yang saat ini menjadi kamar Kayla.Karna Lyra diminta Kayla untuk mengambilkan jepitan rambutnya tersentak kaget melihat dinding kamar yang dipenuhi foto sang calon istri.


Lyra melihat foto foto Kayla mulai dari foto Kayla masih berseragam abu abu sampai foto Kayla yang terbaru.Ternyata ini alasan sang Kakak tak pernah mengizinkannya datang kesini.Lyra menggeleng geleng melihat kelakuan Kakaknya.


Awalnya Kayla juga sama kagetnya dengan Lyra saat pertama kali memasuki kamar Devan.Namun setelah dia menyadari foto foto itu ternyata Devan tidak berbohong kalau ia sudah mencintai Kayla sejak lama.


Lyra segera keluar dari kamar Devan dan kembali menutup pintu setelah mendapat apa yang dia cari lalu memberikannya pada Kayla.


"Mbak... ternyata Kakakku benar benar bucin ya lihatlah dinding kamarnya dipenuhi oleh foto fotomu Mbak",bisik Lyra mendudukkan dirinya disebelah Kayla.


"Hihihi...apa kamu gak marah Mbak pas tahu?",tanya Lyra yang terkikik geli.


Kayla hanya tersenyum tipis dan menggeleng pelan untuk apa dia marah justru ia sangat bahagia karena Devan begitu memujanya.


"Apa masih lama Mbak",tanya Lyra pada pegawai salon yang sedang memasang henna pada Kayla.


"Hampir selesai Nona",jawab pegawai itu tersenyum ramah dan diangguki Lyra.


"Kak Fani apa kebaya sudah selesai ini sudah hampir tengah malam loh Kak",tanya Lyra menghampiri Fani dan karyawan Kayla yang bekerjasama mempayet kebaya.


"Tinggal sedikit lagi Ra",jawab Fani yang fokus pada payetannya.


"Wah...ini simple dan elegan Kak",ujar Lyra dengan mata berbinar melihat hasil jadi kebaya yang akan dikenakan oleh Kayla esok pagi.


"Ya...sesuai permintaan pengantinnya",jawab Fani tersenyum pada Lyra disela sela kesibukannya.

__ADS_1


Sementara itu sang calon pengantin pria yang saat ini berada dirumah utama keluarga Wijaya sedang berpesta lajang bersama para sahabatnya.


Ruang utama rumah itu sudah disulap seindah mungkin untuk proses ijab kabul esok hari.Acara pernikahan memang dilaksanakan dirumah Devan dan nanti pengantin wanita akan arak dari apartemen Devan karena jarak rumah dan apartemen hanya 15 menit dari rumah.


Nenek yang saat ini menatap haru tempat yang akan jadi saksi yang cucu kebanggannya akan mengucapkan janji suci pernikahan dengan gadis yang dia cintai.Baru kemarin rasanya ia menggendong cucu pertamanya itu.Sumber kebahagian yang hadir melengkapi keluarga kecil anaknya.Kini akan menjadi seorang suami dan jika Allah mengizinkan sembilan bulan kedepan akan lahir generasi ketiga dari keluarga Wijaya.


Devan yang melihat sang Nenek tampak melamun berjalan mengahampirinya dan memeluknya dari belakang."Ada apa,hum?",bisik Devan.


Nenek tersenyum penuh haru mengelus rahang sang cucu."Baru kemarin rasanya Nenek memomongmu dan besok cucu Nenek ini akan jadi suami orang",ujar Nenek dengan tatapan penuh suka cita.


Devan tersenyum mendengar ucapan Nenek lalu mencium lembut kening wanita yang sudah membesarkannya itu.


"Bukankah inilah permintaanmu setiap saat,Nek? dan aku sudah mewujudkannya",jawab Devan.


Lalu Nenek dan cucu itu saling berpelukan meluapkan kebahagiaan yang mereka rasakan.Andai disini ada Lyra pasti wanita itu akan ikut juga berpelukan.


***


Pagi ini kediaman Wijaya tampak ramai karena para kerabat dan para tamu termasuk kolega bisnis Wijaya mulai berdatangan menyaksikan sang pewaris akan mengucapkan ijab kabul.Nenek dibantu oleh Benny dan Fero berdiri didepan pintu menyambut para undangan.Walau tidak banyak hadir hanya kolega dan kerabat dekat saja karena hari ini hanya akan diadakan akad nikah saja sedangkan resepsinya dikemudian hari.



Begilah kira kira dekorasi untuk akad nikahnya ya😁.


Sedangkan Devan dikamarnya tampak gugup sedari tadi mondar mandir sambil melafazkan kalimat ijab kabul yang sengaja ia hafal.Dia takut akan salah menjawab atau tiba tiba lidahnya kelu menjawab ijab yang diucapkan oleh penghulu.


Diluar mulai heboh karena pengantin wanita sudah sampai dan langsung dibawah kedalam ruang khusus karena selama akad nikah berlangsung pengantin wanita disembunyikan terlebih dahulu.


Devan yang ingin melangkah keluar kamar langsung ditahan oleh Fino.Karena belum saatnya mereka saling bertemu.


Devan terlihat sangat kesal dengan kelakuan asisten almh. Mamanya itu.


"Sabar Bos nanti juga ketemu",bisik Fino menggoda Devan yang memberengut kesal.


"Kau...",geram Devan tertahan lalu menghembuskan nafas kasar.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2