Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Lyra bertemu Velly


__ADS_3

Lyra sejenak terpaku saat anak berusia 4 tahun yang tampak kesal padanya.Dia bingung kenapa anak sekecil ini sudah tau permasalahan orangtuanya.


"Tante...",seru anak kecil itu lagi.


Lyra tersenyum manis lalu sedikit berjongkok menyamakan tingginya dengan anak itu.Untung apotik belum ramai kalau tidak Lyra akan sangat malu saat ada anak kecil menegurnya.


"Hai...cantik namanya siapa?",sapa Lyra menjelaskan pipi chubby anak itu.


"Ish...gak usah pegang pegang Tante",kesal anak itu.


Lyra terkesiap mendengar ucapan anak itu yang sedikit kurang mengahargai orang yang lebih tua menurutnya.Apalagi anak ini masih bocah tidak mungkin dia sendiri yang berinisiatif ngomong seperti itu kalau tidak diajari lebih dahulu.Lyra memandang sekelilingnya nampak seorang wanita cantik berjalan kearahnya dengan tatapan dingin.


"Vanya...",panggil Wanita itu pada anak kecil yang ada diahadapan Lyra.


"Mommy..."


"Sayang tadi kan udah Mommy bilang jangan jauh jauh mainnya",ujar wanita itu pada anak kecil yang bernama Vanya itu.


"Maaf Mommy tadi Anya lihat Tante ini jadi Anya ninggalin Mommy",ujar Vanya polos membuat wanita itu menoleh pada Lyra.


"Maafkan anak saya Mbak...",ujar wanita itu pada Lyra.


"Oh...tidak apa apa Mbak",jawab Lyra cengo.


"Kenalin saya Velly Mommy nya Vanya",ujar wanita itu mengenalkan diri.


"Saya Lyra...",


"Mommy bukankah Tante ini yang udah ambil Daddy dari keluarga kita",ujar Vanya polos.


"Hus... sayang gak boleh ngomong kek gitu.Kamu salah orang nak",ujar Velly.


Lyra mendengar anak ini dari tadi menuduhnya mengambil Daddy nya memutuskan untuk menanyakan nama Daddy-nya.


"Sayang...nama Daddy Vanya siapa ya kalau Tante boleh tau",tanya Lyra lembut.


"Oh...kata Mommy nama Daddy Vanya itu Daddy Be-


"Maaf Lyra...anak saya kadang ngomong ngaur maklum Daddy-nya jarang pulang karena bekerja diluar kota",ujar Velly memotong pembicaraan putrinya yang terlalu bijak itu.


"Oh iya...tapi saya merasa risih dibilang mengambil Daddy-nya Mbak Velly",jawab Lyra yang masih bingung karena tiba tiba saja ia dituduh mengambil Daddy dari seorang anak kecil yang berarti dia secara tidak langsung di bilang pelakor.


"Sekali lagi saya minta maaf ya Lyra Vanya memang suka begitu kalau sudah kangen dengan Daddy-nya",ujar Velly yang berusaha tersenyum palsu padahal dirinya ingin sekali menampar dan menjambak Lyra.


"Mommy Vanya gak salah ora-


"Vanya...",Velly melotot tajam pada putrinya yang masih berkicau polos.Dia tidak mau membongkar yang sebenarnya sekarang bisa bisa Benny membawa jauh Vanya darinya.Yang berarti dia tidak bisa memiliki Benny seutuhnya.Vanya langsung bungkam melihat sang ibu sudah menatapnya tajam.


"Kalau begitu saya permisi dulu Lyra,ayo...Vanya kita pulang!",Velly menarik tangan putrinya segera karean dia tidak ingin berlama lama disana.


Lyra yang melihat kepergian ibu dan anak yang membuatnya bingung itu sampai tak terlihat lagi.Kepalanya makin pusing karena tiba tiba saja ada anak kecil menegurnya.


Lyra memutuskan untuk pulang setelah mendapatkan obat yang ia cari.Pikirannya masih memikirkan kejadian di apotik tadi.Entah kenapa anak kecil itu sudah tau masalah orang dewasa.Apalagi dengan menuduhnya mengambil Daddy-nya.Daddy siapa?atau jangan jangan...


"Gak mungkin...aku harus menyelidiki ini kalau dugaanku ini benar aku akan buat perhitungan dengan kamu Mas",geram Lyra yang menghubungkan kejadian tadi dengan masalahnya dengan sang suami.

__ADS_1


Lyra menelfon pihak apotik untuk mengirimkan rekaman cctv yang ada di apotik itu saat ia bertemu dengan anak kecil tadi.Tak butuh waktu lama rekaman cctv itu sudah masuk ke email-nya.Dia akan meminta temannya untuk menyelidiki tentang ibu dan anak itu.


Ting


Mas Benny


[Sayang...kamu dimana udah pulang dari apotik?]


Me


[Lagi diperjalanan pulang Mas?]


Mas Benny


[Kok lama sayang...kamu ke kantor ya.Mas kangen sama kamu]


Me


[Iya Mas...]


Lyra melempar ponselnya asal saat tak ada lagi balasan dari sang suami.Setelah kejadian itu hati Lyra sudah sedikit risih berdekatan dengan sang suami tapi ia punya misi untuk mencari tau yang sebenarnya.Dia tak ingin percaya begitu saja pada foto foto yang diberikan Nenek padanya.Dia ingin bukti dengan mata kepalanya sendiri.


Drt drt drt


["Hallo Pak Regan,ada apa?"]


[...]


["Oh...ya Kak Dev lagi ke Bali dengan Kakak ipar saya,makanya ponselnya tidak aktif"]


[...]


[...]


["Baiklah Pak...tuntut wanita itu seberat beratnya"]


[...]


["Terima kasih sekali lagi Pak Regan, assalamu'alaikum"]


[...]


"Huh...Mudah mudahan wanita ular itu mendekam lebih lama dipenjara",monolog Lyra seraya menghela nafas panjang.


Tak lama mobil yang dikendarai oleh Lyra memasuki pelataran parkir para petinggi kantor.Lyra melangkahkan kaki jenjangnya setelah keluar dari mobil menuju ruangannya lebih dahulu karena ada berkas yang harus ditandatangani oleh sang suami selaku perwakilan dari Kakaknya sebagai asisten pribadi yang merangkap sebagai wakil CEO.


Tok tok tok


Setelah terdengar perintah untuk masuk Lyra memasuki ruangan sang suami yang letaknya bersebelahan dengan ruangan sang Kakak.


"Kenapa harus ketuk pintu dulu sayang?",tanya Benny yang menatap sang istri lalu menepuk pahanya agar sang istri duduk dipangkuannya.Tanpa pikir dua kali Lyra duduk dipangkuan suaminya dan mengalungkan kedua tangannya dileher Benny.


"Takutnya kamu sibuk Mas",jawab Lyra.


"Buat kamu gak ada waktu sibuk sayang",jawab Benny mengecup pucuk kepala Lyra sayang.

__ADS_1


"Perut kamu masih sakit?",tanya Benny lagi mengusap lembut perut sang istri yang sakit karena kedatangan tamu bulanannya.


"Udah kurang Mas,tadi dijalan obatnya udah aku minum",jawab Lyra menyandarkan kepala didada bidang sang suami.


"Ya sudah kamu tidur sana di kamar!",ucap Benny mengusap lembut punggung Lyra.


"Gak...aku maunya kek gini,kamu keberatan Mas?",tanya Lyra manja.


"Gak...justru Mas senang ditemani kamu kerja",jawab Benny yang kembali fokus menandatangani berkas berkas laporan keuangan yang dibawa Lyra tadi.


"Mas pesanin makanan ya... tadi pagi istri Mas ini kan belum sarapan",ujar Benny mengambil ponselnya memesankan makanan untuk Lyra.


" Iya Mas",jawab Lyra memebenamkan wajahnya di dada bidang Benny untuk mencari kenyamanan agar segera bisa tidur karena dia sangat mengantuk.


***


Kayla menatap sang suami yang tertidur pulas setelah aktivitas ranjang mereka beberapa jam yang lalu.Kini mereka sudah pindah ke Hotel di dekat pantai Jimbaran setelah menempuh perjalanan dari Sanur.


Kayla tak henti hentinya bersyukur atas semua yang ia rasakan saat ini.Laki laki yang telah menghalalkannya beberapa waktu yang lalu sangat menyayanginya bahkan memanjakannya layaknya seorang ratu.


Dulu dia sering dihina karena faktor kehidupannya yang pas pasan tapi kini semua berbalik dulu yang menghinanya kembali menghormatinya.Uang dan kedudukan ternyata benar benar bisa merubah seseorang.


Kayla pelan pelan melepaskan dekapan erat sang suami karena ingin membasuh badannya yang lengket karena keringat.


"Mau kemana,hum?",Devan mengeratkan pelukannya pada pinggang polos sang istri.


"Ke kamar mandi Mas,mau mandi badan aku udah lengket banget",jawab Kayla.


"Nanti aja setelah satu ronde lagi",ujar Devan yang sudah berada diatas sang istri dan mengungkungnya.


"Ish...dasar mesum apa kamu belum puas Mas aku udah capek banget ini",rengek Kayla manja.


"Untuk yang satu ini Mas gak akan pernah puas sayang,bagaimana satu ronde lagi setelah itu kita turun cari makanan karena disini seafood nya enak enak loh",bujuk Devan bernegosiasi dengan sang istri untuk memuluskan niatnya.


Kayla mengangguk kecil karena percuma menolak kalau pada akhirnya suaminya yang menang.Lagian menolak suami adalah dosa besar. Jadilah siang itu mereka kembali melakukan aktivitas penuh peluh namun menyenangkan apalagi yang melakukan pasangan halal jadi kesenangan didapat pahala pun mengalir.


Setelah olahraga yang menyenangkan itu mereka turun kebawah untuk mencari makanan karena cacing cacing diperut mereka sudah meminta jatah makanan mereka.


Jangan ditanya ekspresi Kayla saat ini dia sedikit merajuk karena suaminya membohonginya karena tak hanya satu ronde tapi dikamar mandi Devan kembali menggempurnya habis habisan.


"Maaf kan Mas sayang jangan ngambek gitu dong.Mas senagaja supaya cepat jadi",ujar Devan mengusap lembut perut rata sang istri saat mereka didalam lift.Untung hanya mereka berdua didalam lift kalau tidak Kayla akan makin malu dengan kata kata absurd sang suami barusan.


"Ih...sebal selalu saja ngomongnya kayak gitu kalau kamu udah kebablasan Mas",kesal Kayla memukul dada bidang Devan.


"Tapi kamu suka kan bahkan kamu tadi bilang kek gini Mas ayo-


"Stop...udah malu Mas sama pembaca",rajuk Kayla.


"Biar pembaca tau kalau istri Mas ini L*ar juga kalau diatas ranjang",bisik Devan sensual menggoda sang istri.


"Mas...",teriak Kayla dengan muka yang sudah merah padam menahan malu karena digoda oleh Devan.


"Iya iya..Mas minta maaf,sekarang kita ke kafe dekat pantai ya disana seafood nya pada enak enak.Silahkan nanti kamu makan sepuasnya sampai kenyang",bujuk Devan saat mereka keluar dari lift dengan bergandengan tangan khas pengantin baru.


Jadilah siang itu mereka makan sepuasnya mengisi tenaga mereka yang terkuras habis.Kayla sangat kalap makan seafood yang dipesankan oleh Devan.Bahkan Devan sampai menegur sang istri terlalu banyak makan makanan laut takutnya nantinya menjadi tidak baik.Bukankah sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

__ADS_1


Setelah itu mereka mengelilingi wisata disekitaran pantai Jimbaran seperti Pura Ulun Ulun dan Sidewalk Jimbara Mall dan banyak lainnya dan sore harinya mereka melakukan Dinner romantis disebuah kafe berlantarkan sunset yang indah.


__ADS_2