Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Rahasia perempuan


__ADS_3

Deg


Devan menelan salivanya saat melihat tatapan tajam sang istri yang belum pernah dia lihat."Mampus aku...gara gara tu cewek alamat tidur diluar malam ini",batin Devan segera menghampiri sang istri yang sudah berlalu ke ruang kerjanya.


Saat memasuki ruangan sang istri Devan disambut dengan tatapan yang tak biasa sang istri.Devan sedikit takut bukan karena ia salah tapi karena hormon kehamilan sang istri.Tak mudah menjelaskan semuanya pada Kayla yang sedang memiliki hormon yang naik turun.


"Sayang...Mas-


"Bisa tolong jelaskan apa hubungan kamu dengannya sebenarnya sebelum kita bertemu",ucap Kayla dengan tatapan datarnya.


Gluk


Devan kesusahan menelan salivanya saat tatapan sang istri yang tak bersahabat.


"Mas kan sudah jelasin sama kamu kalau Mas dan dia hanya teman dan gak lebih",jawab Devan jujur.


"Tapi tadi dia bilang kamu dan dia punya hubungan dan karena aku-


"Sssttt...semua itu tidak benar sayang.Dia hanya ingin mempengaruhi kamu agar kita berselisih paham",ujar Devan yang menekuk lututnya dihadapan sang istri.


Kayla menggangguk kecil dan tersenyum tipis.Sebenarnya dia percaya dengan sang suami tapi dia ingin tahu saja seberapa dekat suaminya dengan wanita bernama Wina itu.


"Mas begitu menyayangi kamu sayang...hati ini milik kamu seutuhnya dan akan selalu seperti itu sampai maut memisahkan kita",ucap Devan membawa telapak


tangan Kayla ke dada sebelah kirinya dan menatap sang istri penuh cinta.


"Ya Mas...aku percaya.Maaf tadi aku-


"Sayang...kamu tau kunci keharmonisan berumah tangga?", tanya Devan dan diangguki oleh Kayla.


"Kucing keharmonisan rumah tangga itu ada tiga.Yang pertama saling terbuka,kedua komunikasi dan yang ketiga saling percaya",ucap Devan lalu mengecup perut buncit sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Oh ya istri Mas tidak lupa minum vitamin dan susu hamilnya kan?",tanya Devan mengusap perut sang istri menyalurkan kasih sayangnya pada calon anaknya.


"Gak dong suamiku sayang",jawab Kayla gemas lalu mengecup kening Devan lembut.


"Mas senang kamu manggil Mas dengan sebutan sayang istriku",ucap Devan meremas jemari sang istri lembut.


"Hehehe",Kayla terkekeh geli mendengar ucapan sang suami.


"Sehat sehat ya anak Daddy",bisik Devan didepan perut sang istri seketika membuat Kayla tersenyum bahagia.


"Iya dong Daddy kamu aku selalu makan makanan sehat buatan Daddy tiap hari",jawab Kayla menirukan suara anak kecil.


Mereka tertawa bersama menikmati kebahagiaan yang selalu mereka ciptakan meski dengan hal hal kecil.

__ADS_1


Fani yang tadinya ingin masuk ke ruangan Kayla terhenti di depan pintu yang tak tertutup rapat saat melihat kemesraan pasangan suami istri yang sebentar lagi akan jadi orang tua.


Dia juga ingin kelak memiliki suami seperti Devan yang begitu perhatian pada sang istri dan selalu memprioritaskan istri.


"Duh...kok jadi pengen cepat nikah ya", gumam Fani.


"Emang kamu udah siap jadi Nyonya Fero Alexander?",bisik Fero tiba tiba membuat Fani berjingkat kaget.


"Mas...ih kamu bikin aku jantungan tau gak",kesal Fani mencubit lengan Fero.


"Belum jadi istri sudah kdrt ya kamu",ujar Fero mengusap lengannya bekas cubitan Fani.


"Siapa juga yang mau jadi kamu?",sungut Fani berlalu meninggalkan Fero yang tersenyum smirk.


"Gadis yang unik",gumam Fero lalu berjalan mengikuti Fani.


***


"Mas...jangan ganggu aku dulu ini baju urgent banget mau diambil besok",ucap Kayla saat Devan memeluknya dari belakang.


"Sayang kamu kan punya karyawan buat ngerjain ini,buat apa kamu menggaji mereka kalau kamu juga ikutan kerja",sungut Devan.


"Mas...semuanya juga sibuk.Ini juga masang payet doang,bentar lagi siap kok",ujar Kayla yang fokus mempayet bagian leher gaun.


"Ide yang bagus Mas,sekalian buat Fani juga ya.Kayaknya dia bakalan lembur deh",jawab Kayla.


"Baiklah sayangku",ujar Devan.


Sementara itu diruangan Fani terlihat kesal karena Fero terus mengganggunya.Padahal dia punya pekerjaan yang juga urgent.


"Mas...sebaiknya kamu duduk manis aja disofa itu dari pada menggangguku bekerja",kesal Fani karena Fero terus saja mengekor di belakangnya.


"Fan...udah besok aja diselesaikan.Temani aku makan,ok",bujuk Fero.


"No...Mas.Ini baju harus aku cek terlebih dahulu sebelum di pajang untuk besok",ketus Fani.


"Ayo lah Fan...mending kamu kerja sama Mas aja gak ribet kok kerjanya cukup menemani Mas kerja",ucap Fero.


"Bukan tipe ku makan gaji buta",ketus Fani.


"Fan...gaunnya udah selesai nih...besok kamu langsung pajang ya",ucap Kayla tiba tiba memasuki ruangan Fani.


Fani tersentak kaget karena posisinya saat ini berada tepat di depan Fero.Jika dilihat dari belakang mereka akan seperti sedang berciuman karena Fero berdiri membelakangi Kayla.


"Ups...sorry.Aku datang disaat tak tepat",ucap Kayla yang langsung putar balik.

__ADS_1


"Key...ini gak seperti yang kamu lihat",cegah Fani buru buru menahan tangan Kayla.


"Kalian...ada hubungan apa?",tanya Kayla memicingkan matanya menatap Fani.


"Aku dan-


"Kita sepasang kekasih?",jawab Fero tiba tiba membuat Fani melotot tak percaya.


"Really?",tanya Kayla dengan wajah sumringah.


"Gak Key...jangan dengarkan ucapannya",bantah Fani.


"Sayang kenapa lama sekali?",tanya Devan memasuki ruangan Fani menyusul sang istri tak kunjung kembali ke ruangannya.


"Oh...ini Mas... sepertinya kita akan mendapatkan undangan pernikahan sebentar lagi",ucap Kayla menggoda Fani.


"Fer...Lo sejak kapan disini?",tanya Devan dengan tatapan bingung.


"Sobatmu lagi pdkt dengan asistenku Mas",jawab Kayla.


"Oh... baguslah.Semoga berhasil karena diantara kita bertiga cuma Lo yang belum juga menikah",jawab Devan menepuk pelan pundak Fero.


"Pastinya Bro...",jawab Fero.


Sedangkan Fani tampak bersungut-sungut karena Fero sudah mengklaim mereka sepasang kekasih.


"Udah jangan cemberut gitu Fan.Terima aja Mas Fero,dia pria cukup tampan dan mapan",bisik Kayla.


"Key...kamu tau aku kan?aku gak semudah itu jatuh cinta sama orang",jawab Fani.


"Coba Lo renungi kurang apa coba Mas Fero,selama ini kalian cukup dekat dan Mas Fero selalu ada nemani Lo kalau lembur",ucap Kayla setengah berbisik.


"Kalian lagi ngomongin apa,hum? kenapa bisik bisik gitu",tanya Devan dengan tatapan penuh curiga.


"Rahasia perempuan", jawab Kayla dan Fani serentak.


"Jadi sekarang kamu mau rahasia rahasiaan dengan Mas sayang",ucap Devan.


"Ini masalah aku sama Fani jadi Mas gak boleh tau nanti Fani bisa marah sama aku",jawab Kayla.


"Maaf Mbak Kayla itu makanannya sudah datang",ujar Lina mengahampiri Kayla diruang Fani.


"Terima kasih ya Lin...ayo kita makan bersama kebetulan Mas Devan pesan banyak",ujar Kayla menarik Fani keluar ruangan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2