Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kembali bekerja


__ADS_3

"Ra...Mas sangat cinta sama kamu Ra,beri Mas kesempatan sekali lagi",mohon Benny.


"Keputusan aku sudah bulat Mas,maaf",Lyra segera berlalu meninggalkan Benny dan Devan yang tersenyum miris.


Benny beralih menatap Devan dengan tatapan yang mengintimidasi.


"Jangan bilang Lo hasut Lyra buat minta cerai dari gue Dev",ketus Benny menatap tajam Devan.


"Gue gak sepicik Lo Ben...itu urusan rumah tangga kalian bukan urusan gue dan untuk masalah cerai mungkin itu sudah keinginan adik gue",ucap Devan datar


"Oke...kalau gitu gue terima kalau adik Lo gugat cerai gue...yang ada keluarga kalian juga yang malu karena Lyra harus jadi janda diusia pernikahan yang masih seumur jagung",ejek Benny.


"Terserah Lo Ben...buat apa malu...malah gue kasihan sama Lo karena gue tau sedalam apa rasa cinta Lo sama adik gue",ucap Devan menyunggingkan senyumannya.


"Dev...gue emang cinta banget sama adik Lo cuma karena kesalahan gue yang tak pernah gue harapankan adik Lo gugat gue",ujar Benny menatap nanar pada Devan.


"Lo tau gak rasanya dibohongi dan dikhianati walau tanpa disengaja.Dan gue udah berulang kali ngomong sama Lo jauhi alkohol tapi apa Lo dengar gue?.Andai Lo gak mabuk gak bakalan kayak gini Ben.Gue masih anggap Lo sahabat walau udah nyakitin hati adik gue.Benar kata Kayla kalau apa yang terjadi pada Lyra adalah takdir",ujar Devan.


Benny menatap tak percaya pada Devan meski ia tidak sengaja menyakiti adiknya namun persahabatan mereka tetap terjalin.


"Gue ngomong ke elo sebagai sahabat saat ini terima saja keputusan Lyra dan menikahlah dengan ibu dari anak Lo meski Lo belum cinta paling tidak anak Lo punya keluarga utuh",ucap Devan menatap Benny dengan mata berkaca-kaca.Meski rumah tangga adiknya hancur paling tidak mereka belum punya anak jadi tidak ada alasan mereka untuk tetap bertahan.


"Dev...selama ini gue benar benar dalam ketakutan.Takut menyakiti adik Lo makanya gue sembunyikan semua tentang aib gue.Bahkan dari awal gue udah niat buat mutusin Lyra tapi Lo tau Lyra baru saja saat itu mau nerima gue seutuhnya.Gue takut matahin hatinya Dev...maafin gue gak bisa jaga amanah Lo buat tidak menyakiti hati adik Lo",lirih Benny dengan kepala menunduk.Dia sadar tak ada gunanya ia mempertahankan rumah tangganya yang ada Lyra akan semakin terluka oleh dirinya.


"Gue maafin Lo tapi berjanjilah pada diri Lo sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama",ucap Devan.


"Thanks Lo masih nerima gue sebagai sahabat Lo,gue gak punya siapa siapa lagi selain Lo dan Fero",gumam Benny dengan mata yang sudah memerah menahan tangisannya.


"Sama sama... hufff... sebaiknya kita turum buat sarapan",ucap Devan beranjak dari duduknya merangkul Benny yang masih terdiam.


Mereka menuju ruang makan untuk sarapan yang sudah ditunggu oleh yang lainnya.Devan mengernyit saat melihat istri,adik dan Neneknya masih asyik berbincang bukannya sarapan.


"Sayang kok belum sarapan?Mas kan sudah bilang untuk sarapan duluan",ucap Devan menghampiri sang istri yang sedang tertawa lepas bersama adik dan Neneknya.


"Kita sengaja nunggu kamu Mas",jawab Kayla menghentikan tawanya.


Devan langsung menduduki kursi disebelah sang istri sementara itu Benny tampak canggung untuk ikut sarapan bersama dengan keluarga Devan.


Lyra hanya diam dan mengacuhkan sang suami yang sebentar lagi akan menjadi mantan.


"Ayo...Ben sarapan bersama",ajak Nenek yang melihat Benny nampak canggung dan ragu untuk bergabung.


"Iya Nek...",jawab Benny yang duduk sedikit berjauhan dengan sang istri.

__ADS_1


Jadilah mereka sarapan pagi itu dengan Devan yang tampak mesra dengan sang istri dan Lyra dan Benny yang tampak canggung dan saling diam tampak melirik sedikitpun.


Nenek yang melihat hanya geleng-geleng kepala.


"Erik belum turun Bi?",tanya Devan pada salah satu maid.


"Tuan Erik sarapan dikamar Tuan katanya ada meeting online pagi ini",jawab maid tersebut dengan tersenyum tipis.


"Oh...ya ampun aku lupa kalau semalam Erik mengatakan kalau ia ada meeting",ucap Devan menepuk pelan keningnya membuat Kayla terkekeh kecil.


Benny menatap Lyra ragu ragu."Ra...bisa bicara berdua setelah ini, penting",tanya Benny ragu ragu.


Lyra menghela napas lalu mengangguk pelan membuat Benny tersenyum lega.


Selesai sarapan semua anggota keluarga melakukan aktivitas masing-masing.Devan yang hari ini mulai masuk kerja sedang mengganti pakaiannya dibantu sang istri.


Dan Kayla hari ini berencana pergi ke toko karena sudah lama tidak mengunjungi toko milikinya.


"Sayang aku antar ya",ucap Devan saat Kayla memasangkan dasinya.


"Apa kamu gak telat Mas ngantar aku dulu,biar aku naik taxi online aja Mas",jawab Kayla.


"No...no...aku yang antar kamu itu istri aku sekarang",tegas Devan mengedipkan matanya pada Kayla.


Mereka akhirnya berangkat setelah pamit kepada Nenek dan yang lain.Kayla tersenyum tipis akhirnya dia bisa juga ke toko setelah membujuk Devan.


"Sayang nanti di toko kamu gak boleh ikut menjahit,ok!",ucap Devan menatap Kayla sekilas lalu kembali fokus kepada jalanan.Memang Devan sengaja tidak memakai sopir karena sang sopir telah ditugaskan nantinya untuk mengantar Kayla jika ia tak bisa mengantar.


"Iya suamiku sayang...bawel banget deh kamu Mas",gemas Kayla mencubit pelan pipi Devan.


"Aku gak mau kamu terlalu capek sayang karena aku yakin disini udah tumbuh Devan junior",ucap Devan mengusap perut rata Kayla.


"Kita baru nikah tiga minggu Mas gak mungkin secepat itu",bantah Kayla.


"Bisa saja sayang kita kan berhubungan setelah kamu selesai haid,dan itu waktu subur bagi wanita untuk hamil",ucap Devan.


"Kok kamu tau Mas?",tanya Kayla.


"Ya tau lah sayang sebelum kita nikah Mas udah merencanakan agar kita segera dapat momongan jadi Mas cari cari di internet",ucap Devan tersenyum tak bersalah.


"Kalau belum berhasil gimana Mas",ujar Kayla lirih takut mengecewakan sang suami karena Devan begitu sangat berharap.


"Ya...kita coba lagi sayang,tapi Mas yakin kalau saat ini kamu udah hamil.Udah gak usah dipikirkan sayang sedikasih nya saja",ujar Devan yang sudah melihat sang istri cemas.

__ADS_1


Tak lama mobil mereka sudah sampai di toko milik Kayla.Kayla turun setelah pamit pada Devan.


"Hati hati ya Mas",ucap Kayla saat turun membawa paper bag berisikan oleh oleh untuk karyawannya sewaktu dia berulan madu kemarin.


"Iya sayang...nanti Mas jemput ya",ujar Devan.


"Iya Mas",...


Setalah memastikan Kayla masuk ke toko Devan kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.


"Selamat pagi semuanya",sapa Kayla membuat para karyawan berhamburan memeluknya.Mereka secara bergantian memberi ucapan selamat pada Kayla.


Kayla memberikan paper bag yang ia bawa pada karyawannya."Dibagi bagi ya",ucap Kayla.


"Makasih mbak Kayla",ucap mereka serempak lalu kembali melaksanakan tugas masing-masing.


"Sama sama",jawab Kayla tersenyum lebar.


"Key...aku kangen",Fani yang baru datang langsung memeluk Kayla.


"Aku juga kangen sama kamu Fan",jawab Kayla saat melerai pelukannya.


"Gimana toko selama aku tinggal",tanya Kayla saat menggandeng Fani menuju ruangannya.


"Aman...selama ada aku pasti lancar",jawab Fani pongahnya.


"Hehehe...aku percaya sama kamu",kekeh Kayla meletakkan tasnya diatas meja kerjanya.


"Ini untukmu... semoga suka",Kayla menyodorkan paper bag pada Fani.


"Wah...makasih Key.Aku pasti suka kok",ucap Fani tersenyum lebar menampakkan barisan giginya.


"Oh ya Key aku hampir lupa...Mas Fero sahabat suamimu mau investasi ke toko kita,dia ingin bertemu langsung sama kamu katanya buat kerja samanya",ujar Fani.


"Ooo...udah ada yang panggil "Mas" nih",goda Kayla membuat Fani tersenyum malu.


" Apaan sih kamu Key",Fani mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Cerita dong sama aku Fan",Kayla kembali menggoda Fani.


Saat Kayla sedang menggoda Fani tiba tiba saja seseorang masuk keruangan Kayla membuat keduanya kaget...


...****************...

__ADS_1


Siapa ya yang datang sampai mereka kaget gitu 🤔🤔🤔


__ADS_2