Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Terciduk


__ADS_3

Devan beranjak dari duduknya dengan sedikit kesal karena ada yang mengganggu keberadaannya dengan sang istri.Kayla hanya tersenyum kecil melihat tingkah sang suami yang ditekuk.


Ceklek


Kepala maid yang berada dibalik pintu menundukkan sedikit kepalanya saat Tuan mudanya membukakan pintu kamar.Ada rasa tak enak hati mengganggu kebersamaan Tuannya dan sang Nyonya.


"Maaf Tuan mengganggu waktunya sebentar,dibawah Tuan Erik baru saja sampai",ucap Kepala maid dengan sedikit tegang melihat aura dingin dari sang Tuan.


"Ck...cepat sekali dia datang",gumam Devan.


"Sebentar lagi saya turun Bi,oh ya tolong sampaikan pada Erik untuk menunggu saya di ruang kerja",sambung Devan lagi kalau menutup pintu kamarnya kembali dan menemui sang istri yang masih duduk dibalkon kamar.


"Siapa Mas?",tanya Kayla.


"Itu Bibi bilang Erik sudah sampai",jawab Devan santai.


"Ha?Erik pulang Mas?",tanya Kayla yang sedikit terkejut karena tiba tiba saja Erik kembali.


"Iya sayang... mungkin akan tinggal disini dengan waktu yang lama",jawab Devan.


"Maksudnya Mas",ujar Kayla sedikit mengernyitkan keningnya.


"Nanti kamu juga tau sayang.Mas turun dulunya mau nemui Erik kamu istirahat aja dulu",ucap Devan beranjak duduk lalu mengecup kening sang istri.


Sepeninggal Devan Kayla menelfon Fani karena ia bingung harus ngapain matanya juga tidak mengantuk untuk tidur.


Sementara itu Devan menemui Erik diruang kerjanya.Bukan apa Devan menyuruh pemuda itu kembali kalau bukan karena sang istri mungkin Devan tidak akan memulangkan Erik kembali.


"Cepat sekali kamu sampai Rik",tanya Devan yang baru masuk dan langsung duduk di kursi kebesarannya.


"Kebetulan aku juga sedang di kota ini Kak untuk meeting dengan salah satu klien",jawab Erik terset lebar.


"Bagaimana kabarmu selama di sana?maaf Kakak akhir akhir ini jarang menghubungimu karena sibuk Kakak iparmu sedang hamil muda dan sebentar lagi kamu akan jadi paman",ujar Devan.


"Wah selamat Kak semoga lancar sampai lahiran",balas Erik dengan tulus.

__ADS_1


"Oh ya Rik langsung ke intinya saja,Kakak sengaja minta kamu peluang untuk memimpin rumah sakit kita yang tersebar di kota ini karena Kakak sudah kewalahan mengurusnya",ujar Devan menatap sang adik yang sedikit terkejut.


"Tapi Kak...perusahaan di Kalimantan bagaimana?",tanya Erik.Bukan apa apa dia sudah nyaman dengan pekerjaannya yang sekarang meski bersignya karena dia adalah seorang Dokter ahli bedah.Namun karena saat itu perusahaaan di Kalimantan tidak ada yang dipercaya untuk memimpin jadi dia diminta Devan untuk memimpin.


"Kakak akan kirim Fino ke sana menggantikan posisimu",jawab Devan.Ya Devan sudah beberapa bulan ini memindahkan Fino ke perusahaannya karena dia sudah merencanakan ini sebelum.Karena Devan tau menjadi seorang Dokter adalah impian Erik dari kecil.


"Bisa beri aku alasan yang kuat kenapa Kakak tiba tiba berubah pikiran seperti ini",tanya Erik dengan tatapan menyelidik.Dia tau tak mungkin Kakaknya memindahkannya tanpa ada sesuatu yang telah terjadi.Bukan dia tidak senang dengan keputusan Devan bahkan ia sangat senang karena akan selalu bertemu dengan orang yang ia cintai setiap hari.Tak mengapa tak bisa memiliki toh cinta bukannya tak harus memiliki.


"Kamu ingat Wina yang satu fakultas denganmu dulu?dia berusaha mengusik Kakak iparmu dan Kakak gak mau terjadi hal buruk dalam rumah tangga Kakak dengan rencana rencana konyolnya nantinya",ujar Devan.


"Apa hubungannya Kak?",tanya Erik bingung.


"Hubungannya dia bekerja di salah satu rumah sakit yang Kakak pimpinan dan Kakak tak bisa memindahkannya dengan mudah karena Ayahnya memiliki saham di rumah sakit kita",jawab Devan.


"Tenang saja kamu masih jadi CEO di perusahaan kita di Kalimantan,Fino akan jadi Direktur di sana sekaligus jadi kaki tanganmu",ujar Devan.


"Baiklah Kak...oh ya bagaimana keadaan adikku",tanya Erik.


"Lyra sudah mulai pulih Rik...hanya rawat jalan saja dengan beberapa kali cek up lagi untuk memastikan kalau operasi di kepala itu tidak akan mempengaruhi di kemudian hari.


"Kenapa?apa kamu cemburu?",tanya Devan dengan tatapan menyelidik.


"Hahaha...jangan bercanda Kak...Lyra istri Benny saat ini tak ada alasan untukku untuk cemburu meski dulu aku pernah menyukainya",jawab Erik tertawa sumbang.


"Kalau seandainya Lyra saat ini bukan lagi istri Benny apa yang akan kamu lakukan?",tanya Devan lagi yang masih menatap tajam sang adik angkat yang sudah ia anggap sebagai adik kandung.


Erik terkekeh pelan lalu menghentikan tawanya dan menatap Devan dengan lembut dia sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam Devan."Apa yang bisa aku lakukan Kak kalau disini hanya aku sendiri yang mencintai sedangkan adikmu mencintai suaminya.Oh ya apakah mereka sudah bercerai?",tanya Erik di ujung kalimatnya.


Devan mengangguk pelan lalu menghembuskan nafasnya kasar."Ya...tapi mereka belum mengajukan gugatan ke pengadilan karena tak lama setelah Benny menceraikan Lyra adikmu itu kecelakaan",ujar Devan sendu.


"Dia juga adikmu Kak",jawab Erik terkekeh pelan.


"Ya...kau benar tapi sedari kecil dia dekat denganmu dibandingkan aku",jawab Devan menyunggingkan senyumannya.


"Kalau begitu aku istirahat dulu Kak.Lusa aku balik ke Kalimantan untuk pamit pada bawahanku dan mengumumkan Fino sebagai penggantiku di sana",ucap Erik beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ya...kamu benar aku juga akan menyiapkan berkas untuk pengalihan CEO kepadamu",jawab Devan tersenyum lebar.


Kedua pria tampan itu ke luar dari ruangan kerja milik Devan.Saat mendekati tangga mereka mencium aroma masakan dari dapur dan Devan tau itu aroma masakan sang istri.


Lalu ia memutuskan untuk ke dapur sedangkan Erik menuju kamarnya untuk beristirahat.


Saat ia sampai di dapur para maid tampak panik senang kedatangan Tuannya.Devan hanya bersikap santai melewati para maid yang berbaris rapi menuju kitchen.


"Sayang apa yang kamu lakukan,hum?Mas memintamu beristirahat bukan memasak sayang.Mas gak mau kamu capek dan terjadi sesuatu pada anak kita",ucap Devan yang mulai posesif.


"Mas...aku cuma masak dan itu tidak membuatku capek lagian dibantu Bibi juga kok",jawab Kayla membela diri.


"Janji ya gak boleh capek!,kalau begitu Bibi bisa meninggalkan kita berdua di sini?saya yang akan membantu Nyonya Kayla ini memasak",ucap Devan dan diangguki oleh kepala maid dan segera berlalu pergi meninggalkan dapur.


Kayla yang tau akal bulus Devan hanya memutar bola matanya dengan jengah."Mas baiknya kamu duduk aja dimeja makan kalau begini aku masaknya gak akan selesai selesai Mas",ucap Kayla saat Devan memeluknya dari belakang.


"Mas hanya ingin memelukmu sayang",ucap Devan meletakan wajahnya di ceruk leher sang istri.


"Mas...ih...",rengek Kayla yang mulai tak nyaman dengan kelakuan Devan.


"Kenapa sayang...ayo masak aja...Mas gak ganggu kamu kok",jawab Devan tanpa dosa.


"Apanya gak ganggu Mas?",kesal Kayla.


"Oh ya gimana kita coba disini sayang pasti lebih menantang",bisik Devan mesra.


Kayla yang tau maksud sang suami mencubit pelan tangan sang suami."Jangan Ngada ngada kamu Mas",ketus Kayla.


"Wah harum sekali pasti sangat lezat",oceh seseorang tiba tiba dipintu dapur.


Deg


"Kakak apa yang kalian lakukan?",teriak Lyra heboh.


...****************...

__ADS_1


Hari ini up dua kali ya😁😁


__ADS_2