Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kekecewaan Kayla


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju tempat yang dijanjikan oleh temannya Lyra lebih banyak melamun untung kali ini ia memakai sopir kalau tidak mungkin dia sudah mengalami kecelakaan.


Lyra merasa Kakaknya Erik mulai menjaga jarak darinya.Ini adalah hal yang sangat asing bagi Lyra karena dulunya dia begitu dekat dengan Erik dibanding Devan.


Apalagi ditambah dia begitu nyaman dengan Erik sampai akhirnya dia menyadari kalau rasa nyaman itu lebih dari nyamannya seorang adik pada Kakaknya.


Namun sayang ia menyadari itu saat Erik sudah memutuskan sudah pergi jauh ke pulau Borneo.Meninggalkannya dengan rasa yang tak terbalaskan dan rasa rindu yang mendalam hingga ia memutuskan benar benar belajar mencintai Benny pria yang selalu ada untuknya.


Namun saat Erik kembali pria itu semakin dingin dan asing baginya hingga Erik menguak perasaannya sendiri waktu itu membuat Lyra semakin bersalah.


Tapi pria yang dulunya humoris dan supel itu kini telah berubah menjadi pria dingin dan datar bahkan kini terkesan menghindarinya.


Tentang perasaannya pada Erik dia begitu gamang yang ada saat ini ia takut kehilangan sosok pria yang dulu selalu ada untuknya.Biarlah kalau ia mau egois dia ingin Erik selalu ada disampingnya walau dia sudah menikah sekalipun.Sedangkan orang yang telah menghalalkannya tega membohonginya.


Tak lama mobil yang ditumpangi Lyra telah sampai disebuah kafe.Ia segera menemui temannya yang sudah menunggunya.


Lyra segera masuk dan menghampiri seorang wanita yang tengah menyeruput capuccino kesukaannya.


"Maaf Rani aku sedikit telat",ujar Lyra pada sosok wanita cantik berkaca mata yang ahli dalam bidang IT.


"Gak apa apa Ra...santai aja.Silahkan duduk!",ujar Rani tersenyum tipis.


"Makasih Ran...",balas Lyra yang langsung duduk dihadapan wanita cantik itu.


"Oh ya langsung aja aku ada janji sama Dosen buat revisi tesis aku.Nih semua yang ingin kamu ketahui ada dalam ini",ujar Rani memberika amplop cokelat.


"Makasih Ran buat bantuannya nanti aku transfer uang jajan buat kamu sebagai ucapan terima kasih aku",ucap Lyra mengambil amplop yang diberikan Rani dengan jantung yang berdegup kencang.


"Mending kamu buka itu amplop dirumah aja atau didalam mobil soalnya aku mau ke kampus nih ",ucap Rani yang takut teman baiknya kenapa napa karena info yang ia dapat akan melukai Lyra.


"Oh ya sudah...mau aku antar ke kampus",tawar Lyra yang juga ikut baranjak dari duduknya.


"Gak usah Ra...aku bawa motor sendiri kok.Aku harap kamu jangan terbawa emosi ya ! selesaikan dengan kepala dingin",ujar Rani memberi sedikit nasehat pada Lyra


"Ya...makasih sekali lagi ya Ran",ucap Lyra saat mereka berjalan menuju parkiran setelah Lyra membayar pesanan Rani.

__ADS_1


"Kayak sama siapa aja kamu Ra...kamu teman baik aku jadi jangan sungkan jika butuh bantuanku",ucap Rani yang sudah duduk manis diatas motornya dan langsung pergi setelah pamit pada Lyra.


Lyra segera masuk kedalam mobilnya dan dengan tangan gemetar ia membuka amplop cokelat yang diberikan Rani tadi padanya.


Lyra menahan sesak di dadanya saat membaca isi dari amplop cokelat tersebut.Semua yang disembunyikan oleh Benny ada didalam amplop itu.Lyra mengambil flashdisk yang juga ada didalam amplop itu dan langsung menghubungkan dengan laptop yang ia selalu bawa ke kantor.


Didalam video berdurasi tiga puluh menit itu berisikan tentang Benny yang dengan seorang anak kecil yang tidak asing bagi Lyra.Jelas dari video itu sang anak memanggilnya Daddy dan wanita disebelahnya yang meminta Benny untuk menikahinya demi sang anak yang ingin memiliki keluarga utuh.


Lyra menutup pelan laptopnya dan tanpa diundang air matanya jatuh perlahan.Hatinya hancur sudah serta rumah tangganya yang dulunya ia pikir akan indah tapi keindahan dan kebahagiaan itu hanya semu.


Lyra menekan dada sebelah kirinya saat rasa sesak itu datang.Hatinya begitu hancur oleh orang yang ia cintai sepenuh hati.


"Tega kamu Mas...setelah aku nyerahin hati aku ke kamu sepenuhnya",gumam Lyra pelan.


Sopir yang setia duduk dibelakang kemudi menatap iba pada Lyra.Dia ikut merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Lyra dari Isak tangis sang majikan.


"Pak...kita pulang sekarang!",ucap Lyra dengan suara serak.


"Baik Nona Lyra",ucap sang sopir dan langsung menjalankan mobil menuju kediaman Wijaya.


Sementara itu Kayla tengah berada dibalkon kamar menerima telfon dari Fani asisten kepercayaannya di toko.Fani mengabarkan kalau ada pelanggan yang minta dibuatkan dress pesta.Dan menginginkan Kayla langsung yang menjahit.


Kayla memang sudah diminta sang suami untuk tidak menjahit lagi karena fokus pada program kehamilannya.Meski mereka tidak melakukan program kehamilan dari dokter tapi Devan takutnya saat ini sang istri telah tengah mengandung meski Kayla belum telat.


Kayla memijit pangkal hidungnya pelan saat Fani menyudahi percakapan mereka.Dia tidak mau mengecewakan pelanggannya tapi permintaan Devan agar Kayla tidak ikut menjahit lagi membuatnya frustasi.


Devan yang baru saja selesai mandi menatap bingung sang isteri tengah melamun dibalkon kamar.


Devan mendekati sang istri setelah ia selesai berpakaian lengkap.


"Ada apa sayang...kok istri Mas melamun?apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?",tanya Devan merangkul pinggang langsing sang istri.


Kayla tersentak kaget saat Devan merengkuh pinggangnya."Mas...tadi Fani telfon...ada pelanggan yang pesan dress tapi ia minta aku langsung yang jahit",ucap Kayla pelan.


Devan menangkup muka Kayla dan tersenyum tipis."Sayang...Mas gak maksud melarang kamu tapi Mas takut saat ini kamu udah isi dan Mas gak mau terjadi sesuatu pada kamu dan calon anak kita kalau kamu masih saja menjahit",ucap Devan mencoba memberi pengertian pada Kayla.

__ADS_1


"Oh ya...Mas mau ngomong sesuatu sama kamu dan ini penting Mas harap kamu tidak kaget",sambung Devan lagi.


"Apa Mas?",tanya Kayla penasaran.


"Kita duduk dulu yuk!",ajak Devan membawa sang istri duduk di kursi yang ada dibalkon kamar.


"Ada apa sih Mas kayaknya serius banget?",tanya Kayla yang menatap sang suami yang tengah berpikir keras.


"Tentang kecelakaan kamu sebelum kita menikah",gumam Devan menatap sang istri intens.


"Kenapa Mas?kamu udah nemuin siapa pelaku tabrak larinya?",tanya Kayla.


"Iya...dan pelakunya adalah... sepupu kamu...Aruna",jawab Devan pelan melihat reaksi sang istri yang tampak terdiam dan mata berkaca-kaca.


"Sayang...kamu baik baik aja kan?",tanya Devan mengguncang pelan bahu Kayla yang tampak diam.


"Mas...ka kamu yakin?gak mungkin Mas",lirih Kayla yang sudah meneteskan air matanya.


Devan langsung merengkuh tubuh sang istri kedalam pelukannya saat tangisan Kayla pecah dan mengusap punggung sang istri untuk menenangkan Kayla.


"Sayang...Mas akan jelasin semuanya ke kamu tapi kamu harus berhenti nangis dulu.Air mata kamu terlalu berharga untuk mantan sahabat kamu itu",ucap Devan merenggangkan pelukannya dan menghapus jejak air mata di pipi mulus sang istri.


Setelah Kayla tenang Devan menceritakan semua tentang Aruna mulai dari masal lalu Aruna yang dari dulu sudah menyukai dirinya sampai Aruna yang kini telah dipenjara.


Jika tidak mengingat pihak kepolisian membutuhkan keterangan Kayla sebagai bahan tambahan bukti Devan tidak mau memberi tahu kebenaran tentang Kayla yang sudah merencanakan kecelakaan Kayla.


Kayla benar benar terpukul dengan kenyataan Aruna yang mencoba melenyapkannya.Sahabat sekaligus sepupu yang sangat ia cintai tega mencelakai dirinya.


"Mas minta maaf kalau dipenjaranya Aruna membuat kamu sedih tapi jika kamu minta perempuan ular itu dibebaskan Mas tidak akan mengabulkannya",tegas Devan yang tau jika hati sang istri sangat lembut.


"Aku mau bertemu dengannya Mas,boleh kan?",tanya Kayla sesugukan.


"Tentu sayang",jawab Devan tersenyum tipis.


Kayla benar benar terkejut dengan semua ucapan Devan.Jika kecewa tentu saja ia kecewa dengan Aruna sahabat sekaligus sepupu yang sangat iya sayangi.Tapi semua kekecewaan itu akan ia sampaikan nanti pada sang tersangka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2