Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Mengikhlaskan


__ADS_3

"Sayang gak usah bawa semuanya nanti kita akan beli lagi,bawa saja beberapa helai nanti kalau kita menginap disini tak perlu membawa pakaian lagi",bujuk Devan pada sang istri yang berniat membawa semua pakaiannya.Karena mereka akan tinggal dirumahnya pribadi yang sudah Devan siapkan jauh jauh hari.


"Tapi...


"Sssttt...dirumah baru kita aku sudah menyiapkan semua pakaian untukmu sayang kalau kamu nanti merasa kurang kamu bisa membelinya lagi",ujar Devan memberi pengertian pada sang istri.


"Ya sudah terserah kamu lah Mas...",jawab Kayla yang pasrah karena percuma membantah ucapan sang suami kalau pada akhirnya dia akan kalah.Sepertinya pandapat kalau perempuan itu selalu benar itu salah karena saat ini Devan lah yang selalu benar dan Kayla selalu salah.


"Ya sudah yuk turun!apa masih terasa sakit?",tanya Devan saat melihat jalan Kayla yang terasa aneh menurutnya.


"Menurutmu Mas?",tanya Kayla ketus saat suaminya bertanya akan hal itu membuatnya kesal dan segara meninggalkan Devan yang terpaku dengan jawaban Kayla.


"Hadeh...salah lagi",gumam Devan lalu berjalan menyusul sang istri yang sudah akan memasuki lift.


Devan segera meraih pergelangan tangan Kayla dan menarik Kayla hingga menubruk dada bidangnya.


"Mas...lepas!nanti ada yang lihat kan malu",lirih Kayla yang berusaha melepaskan dekapan Devan.


"Gak akan ada yang berani melihat kita sayang",ujar Devan yang menarik Kayla kedalam lift dan langsung mencium lembut bibir Kayla yang sudah menjadi candu olehnya.


Kayla hanya pasrah saat Devan semakin memperdalam ciumannya dan membalasnya walau masih kaku.Devan melepaskan tautannya saat Kayla sudah kekurangan pasokan oksigen.Mereka menghirup udara sebanyak banyaknya.Lalu Devan mengusap bibir Kayla yang basah oleh salivanya.


"Maaf...Mas gak bisa kendalikan diri Mas saat kamu dalam keadaan ngambek sayang,karena kalau kamu ngambek akan semakin terlihat menggemaskan",jawab Devan dengan suara serak menahan gejolak hasratnya.Tidak mungkin dia menerkam Kayla saat ini karena mereka akan pergi menuju rumah baru mereka.


Ting


Pintu lift terbuka Devan menyeret koper milik Kayla dengan tangan kirinya dan tangan sebelah kanannya memeluk Kayla dengan posesifnya.Mereka menghampiri Nenek dan yang lain yang sedang berkumpul diruang keluarga.


Nenek yang melihat Devan menyeret koper tersenyum tipis."Jadi hari ini pindahnya Nak?apa gak nunggu besok saja?",tanya Nenek menghampiri sang cucu menantu dan memeluknya.


"Gak Nek...besok kita akan langsung terbang ke Bali buat hannymoon",jawab Devan membuat Kayla tersipu malu mendengar kata hannymoon.


"Ooo...ya sudah...kalian hati hati ya semoga cepat jadi",bisik Nenek menggoda Kayla yang sudah merona.


"Kak...aku nitip oleh olehnya ya",ujar Lyra.


"No...bukanya kamu baru balik dari hannymoon Lyra dan Kakak yakin kamu sudah membeli apa saja yang kamu mau",ketus Devan dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Membeli oleh oleh tidak akan membuat Lo miskin Dev", ketus Benny membela sang istri.


"Dan Lyra bukan tanggung jawab ku lagi kalau kau lupa Ben,percuma kau mengumpulkan kekayaanmu kalau kau pelit pada adikku",ujar Devan tak kalah ketus.


"Dan Lo sendiri pelit sama adik Lo sendiri",jawab Benny.


"Mas...jadi pergi gak sih?",tanya Kayla yang mulai pusing dengan kelakuan suaminya kalau sudah berdebat tidak akan mau mengalah.


"Maaf sayang",jawab Devan tersenyum hangat pada sang istri yang tampak marah.


"Ck...bucin",ledek Benny.


"Kayak kau tidak saja Ben",ketus Devan yang kembali dalam mode datarnya.


"Rik...kamu kapan balik ke Kalimantan?",tanya Devan mengabaikan Benny yang terus mengumpatnya.


"Mungkin minggu depan Kak,ada yang mau aku selesaikan dulu di sini",jawab Erik yang dari tadi menyimak perdebatan antara Devan dan Benny.


"Ku harap kau cepat menyusulku Bro",ujar Devan menepuk pelan bahu sang adik.


"Doa kan saja Kak",jawab Erik tersenyum kaku.


"Apa kau sudah mempunyai calon?",tanya Devan penuh selidik.


"Kau kepo sekali Kak padahal kau dulu tidak seperti ini",jawab Erik menyunggingkan senyumannya.


"Tentu...kau adikku kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga Rik",jawab Devan.


"Kebahagiaanku sudah tak ada lagi Kak",jawab Erik dengan ambigu.


Devan mengangguk kecil dan melemparkan senyum pada Erik."Lupakan dia Rik,cari kebahagiaanmu",bisik Devan dan tersenyum tipis.


Erik hanya tersenyum samar dan menatap Lyra sekilas lalu mengangguk kecil.


"Udah aku coba Kak,tapi...", Erik menaikan bahu menandakan kalau ia tak mampu.


"Kalian membicarakan apa sih kok bisik bisik segala",tanya Benny.

__ADS_1


"Kepo...",jawab Devan dan Erik kompak.


"Ck kalian kompak sekali",ujar Benny berdecak kesal.


Nenek yang mengerti apa yang dibicarakan oleh kedua cucunya hanya menghembuskan nafas kasar.Semoga cucunya segera didekatkan dengan jodohnya.


Lyra yang memperhatikan Nenek dari tadi menatap kedua Kakaknya seperti menyembunyikan sesuatu darinya.Dia harus tau apa yang tidak ia ketahui selama ini dan dia akan menyelidikinya sendiri.


"Ayo sayang...kita berangkat bukankah kita juga harus siap-siap untuk berangkat ke Bali besok?",ujar Devan menarik tangan sang istri saat ia melihat gelagat Lyra yang akan bertanya sesuatu.


Setelah berpamitan Devan dan Kayla berangkat menuju rumah baru mereka.Walau rumah itu sudah dibeli Devan sejak lama namun Devan jarang menempatinya kerena Devan memang memperuntukkan rumah itu untuk sang istrinya kelak.


Sepeninggal Devan dan Kayla suasana rumah tampak hening dan canggung.Erik memilih menyibukkan diri dengan ponselnya dan sementara pengantin baru sedang mengobrol ringan mengenai rumah tangga mereka sedangkan Nenek menatap Erik dengan tatapan penuh arti.


Nenek meninggalkan ruang keluarga meninggalkan cucu cucunya yang sibuk dengan urusan mereka masing masing.


Melihat sang Nenek pergi Erik menghembuskan nafas kasar.Ia tau dari tadi Nenek terus menatapnya tapi ia pura pura sibuk dengan ponselnya.Dia tau Nenek tidak akan bisa ia bohongi meski masalah ini hanya dia dan Devan yang tau.


Erik melirik sekilas sang adik yang tertawa lepas bercengkrama dengan sang suami.Dia tersenyum tipis melihat kemesraan adik yang selalu ia jaga itu.


"Kau sangat bahagia Ra,Kakak juga ikut bahagia",monolog Erik tersenyum tipis dan melangkah pergi menuju kamarnya.


Sedangkan disebuah rumah mewah sepasang suami istri sedang menikmati kemesraan mereka didalam kamar.Kayla yang sedang bersandar didada bidang sang suami.


"Mas...Erik suka ya sama Lyra",tanya Kayla yang sedang mengelus dada sang suami.


Devan yang sedang menikmati sentuhan sang istri tersentak kaget.


"Sayang kamu kok ngomong kek gitu,gak mungkinlah meski Erik hanya Adil angkat Mas mana mungkin dia suka sama Lyra", kilah Devan yang terlihat kaget.


"Ya...aku gak sengaja lihat Erik menatap Lyra itu kayak beda gitu Mas...",jawab Kayla yang masih ingin tahu.


"Sayang...kamu jangan kek gitu lagi ya apalagi didepan Benny,nanti yang ada mereka salah paham, mengerti!",ucap Devan.


"Ya Mas...semoga aja kecurigaan aku gak benar ya Mas?",ujar Kayla tersenyum tipis.


"Tentu tidak sayang",jawab Devan.

__ADS_1


"Sudah yuk mending kita tidur siang kamu pasti kelelahan kan?",Devan langsung memeluk sang istri dan mendekap hangat tubuh Kayla yang sudah menjadi candu untuknya.


...****************...


__ADS_2