Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Lyra kecelakaan


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi oleh Kayla dan Devan tiba dipelataran rumah sakit dan diiringi oleh mobil yang ditumpangi Nenek.


Setelah mendengar cucunya kecelakaan Nenek juga ikut menemani Kayla dan Devan.


Setelah turun dari mobil mereka bergegas melewati lorong rumah sakit menuju UGD.


"Kay...jangan lari lari!ingat kamu sedang hamil sayang",tegur Nenek saat Kayla berlari kecil mengikuti langkah lebar Devan.


Devan yang tidak sadar Kayla berlari kecil menghentikan langkahnya."Sayang...pelan aja jalannya,ok!",ucap Devan lembut.


"Jangan salahkan aku Mas,kamu jalannya yang kecepatan jadi aku terpaksa berlari kecil",jawab Kayla dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang maksud Mas kamu mending jalan bareng Nenek aja sayang.Mas buru buru mau lihat keadaan Lyra",ucap Devan.


"Jadi...kamu gak mau jalan bareng aku? kamu malu punya istri kayak aku",isak Kayla yang sudah meneteskan air matanya.


"Sayang...Ya Allah kamu kok malah nangis sih,hum?",tanya Devan.


"Dev...istri kamu lagi hamil dia sangat sensitif.Jadi perbanyak stok kesabaran kamu dan jangan membuat cucuku bersedih",Nenek menasehati Devan yang mulai kepancing emosi karena tiba tiba saja Kayla bertingkah menyebalkan disaat darurat.


"Mas minta maaf ya sayang.Kamu gak salah kok,yuk kamu ikut Mas",Devan menggengam jemari Kayla dan melanjutkan langkah mereka menuju UGD.


Setibanya di UGD tampak Ray sedang duduk di bangku tunggu.Devan segera menghampiri Ray setelah memastikan Kayla duduk lebih dahulu bersama Nenek.


"Ray...Benny mana?",tanya Devan dengan raut kuawatir.


"Pak Benny diruang ICU Pak,memastikan tersangka selamat atau tidak",ucap Ray.


"Maksud kamu?"


"Nona Lyra korban pembunuhan berencana dari ibu anaknya Pak Benny Bos,dan sekarang wanita itu sedang kritis diruang ICU",jawab Ray apa adanya.

__ADS_1


"Kamu tau kronologisnya Ray? bagaimana ini bisa terjadi bukankah sudah ada bodyguard yang selalu melindungi Lyra",tanya Devan yang mulai emosi.Inilah salah satu alasan Devan menyuruh Benny menceraikan Lyra.Dia tak ingin kejadian seperti ini terjadi karena wanita itu menginginkan Benny seutuhnya.


"Semua terjadi begitu cepat Bos saat Nona Lyra keluar dari mobil tiba tiba saja dari arah berlawanan mobil wanita itu melaju kencang untung saat itu ada orang yang menarik Nona Lyra tapi sayangnya Nona Lyra terjatuh dan kepalanya terbentur aspal bos sedangkan wanita itu menabrak pohon hingga kritis saat ini",Ray menjelaskan kejadian itu dengan detail setelah menyelidiki kecelakaan itu.


Devan menatap kosong kearah pintu UGD yang belum juga terbuka.Adik perempuan satu satunya yang ia sayangi tengah ditangani boleh tim dokter didalam.


"Inilah yang Nenek takutkan Dev...itulah alasan Nenek meminta kamu melindungi Lyra dengan bodyguard.Karena wanita itu sudah berulang kali mencoba mencelakai Lyra tapi kali ini orang kita kecolongan",ucap Nenek.


"Sayang...kamu disini sama Nenek dulu ya! Mas mau menemui Benny dulu di ruang ICU",ucap Devan mengecup puncak kepala Kayla.


"Iya Mas...


Devan melangkah meninggalkan UGD menuju ruang ICU.Ingin sekali ia melenyapkan orang yang sudah berani mengganggu keluarganya.


Kalau tidak ingat istrinya yang sedang hamil dan pamali melakukan hal buruk sudah ia perintahkan orang orangnya untuk melenyapkan wanita itu.Harusnya ia memantau wanita itu lebih ketat lagi.


Setibanya di depan ruang ICU Devan melihat Benny sedang berbincang dengan para bodyguard dan orang orang kepercayaannya.


Pria itu tampak sangat kacau dan begitu emosi.Raut wajahnya begitu kuawatir entah kuawatir dengan wanita itu atau dengan keadaan Lyra.


"Dev...Lo kapan datang.Maaf gue gak bisa pegang janji gue",lirih Benny mengusap kasar wajahnya.


"Lo udah lapor polisi,kan?",tanya Devan menyelidik.


"Ya...",Benny mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa Lo kacau kek gini?gue aja Kakaknya saja tidak sekacau lo meski gue sangat hancur saat ini karena keadaan Lyra belum juga bisa diketahui",gumam Devan lirih.


"Dev...Lyra segalanya buat gue.Tanpa dia gue gak tau seperti apa hidup gue",ucap Benny serak.


"Kenapa Lo ceraikan dia?apa karena permintaan gue?",tanya Devan.

__ADS_1


Benny tertawa sumbang lalu mengusap sudut matanya yang berair."Gue ceraikan dia karena permintaan dia Dev...karena dia tidak bahagia sama gue.Bagi gue kebahagiaan dia ada kebahagian gue juga...


"Dan Lo sendiri tidak bahagia dan hancur kayak gini", potong Devan.


"Gak Dev...siapa bilang gue gak bahagia.Melihatnya tersenyum gue udah bahagia Dev.Bukankah cinta tidak harus memiliki?",ucap Benny.


"Kalian jaga ruang ini!", perintah Benny pada dua orang bodyguard yang dari tadi ada bersamanya.Dia akan memastikan keadaan Lyra.


"Baik bos...",jawab mereka serempak.


Benny mengajak Devan dari sana untuk kembali ke UGD.


"Gue udah minta orang kepercayaan gue buat urus orang orang yang terlibat dalam kecelakaan ini",ucap Benny.


"Gak perlu...orang orang gue akan mengurusnya",bantah Devan datar dan dingin.


"Gue mohon Dev...untuk kali ini izinkan gue yang menyelesaikannya.Anggap ini bentuk permintaan maaf gue yang sudah menyakiti Lyra", mohon Benny.


"Jangan bilang Lo mau melindungi wanita itu",desis Devan menatap tajam Benny.


"Itu tidak mungkin Dev....orang yang menyakiti wanita gue akan merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan oleh wanita gue",ucap Benny mantap.


"Kalau gue meminta Lo melenyapkan wanita itu apa Lo mau?",ucap Devan berapi api.


"Kita lihat keadaan Lyra lebih dulu.Nasib ****** itu ditentukan dengan keadaan Lyra dan gue ingin Lyra lah yang menentukan nasibnya",ucap Benny tersenyum evil..


"Gue pegang kata kata lo,oh ya Lyra bukanlah wanita Lo lagi asal Lo tau",ketus Devan yang menatap lurus lorong rumah sakit.


"Sampai kapanpun Lyra adalah wanita gue kecuali dia sudah ada pengganti gue",cicit Benny yang merasakan ada sesuatu yang ngilu di ulu hatinya saat mengucapkan itu.Entah kenapa dia tidak rela jika Lyra mencari penggantinya.


Ketika mereka sampai di UGD terlihat Nenek dan Kayla tengah duduk tampak gelisah.Saat melihat kedatangan Devan Nenek segera menghampirinya.

__ADS_1


"Dev...Lyra Dev...",isak Nenek.


...****************...


__ADS_2