
Pagi ini Kayla sedang sibuk di dapur menata sarapan yang telah di masak oleh para maid.Walau semua orang melarangnya untuk masak paling tidak Kayla membantu untuk menata sarapan diatas meja makan.
Saat sedang asik menata piring tiba tiba saja Kayla mengernyitkan keningnya melihat sang adik ipar yang baru saja turun dari kamarnya dilantai atas dengan senyum senyum tak jelas.
Kayla makin bingung saat sang ipar bersenandung ria berjalan kearahnya.Wanita yang beberapa hari yang lalu resmi menjadi janda kembang itu seperti orang memenangkan lotre.
"Ra...kamu baik baik aja kan?",tanya Kayla meletakkan punggung tangannya di kening Lyra.
"Astaghfirullah Mbak...bikin aku kaget saja tau gak",pekik Lyra berjingkat kaget.
"Ya kamu nya senyum senyum tak jelas gitu",ucap Kayla menggeleng pelan.
"Hehehe...lagi senang aja Mbak",jawab Lyra cengngesan.
"Hmm ada apa,hum?",tanya Kayla memicingkan matanya menatap Lyra penuh selidik.
"Apaan sih Mbak...gak ada apa apa kok,cuma lagi senang aja hari ini",kilah Lyra.
"Dari mana kamu tadi malam,hum?",tanya Kayla melipat tangannya di dada dan menatap Lyra tajam.
"Mbak...jangan natap aku kayak gitu dong,udah kayak Kak Devan aja kalau lagi bertanya",ucap Lyra.
"Jawab Ra...",ucap Kayla sedikit keras.
"Ada apa sayang kok pagi pagi kamu udah teriak teriak",tanya Devan tiba tiba.
"Mbak nanti aku cerita,ok",bisik Lyra lalu menarik kursi dan duduk didepan meja makan.
"Oh...gak ada apa Mas,nih adik kamu lagi usilin aku tadi",kilah Kayla melirik sekilas pada Lyra.
"Ra...jangan usilin Mbakmu", tegur Devan pada Lyra.
"Ya...Kak",jawab Lyra dengan bibir mengerucutkan sebal karena sang Kakak ipar menuduhnya sudah mengusilinya.
Tak lama kemudian Nenek dan Erik bergabung untuk sarapan pagi.Entah kenapa pagi ini Erik tampak berbeda bagi Kayla.Sama halnya dengan Lyra pria itu tampak tersenyum bahagia.Baru kali ini Kayla melihat pria yang dingin dan datarnya sebelas dua belas dengan sang suami tersenyum.
Kayla menatap intens kedua pasangan yang menurutnya berbeda dari biasanya itu.
"Sayang... sarapannya dimakan", tegur Devan saat melihat sang istri malah memperhatikan Lyra.
"I-Iya Mas...",jawab Kayla kikuk.
Semua makan dengan khidmat hanya Kayla yang tidak bernafsu makan karena bawaan kehamilannya.
"Sayang kok sarapannya gak dihabisin?",tanya Devan saat melirik kearah piring sang istri yang masih penuh dengan makanan.
__ADS_1
"Udah kenyang Mas",kilah Kayla menyilang kan sendok dan garpunya diatas piring.
Devan menghembuskan nafasnya pelan menatap sang istri.Ia tau sang istri tengah berbohong karena tidak bernafsu makan.
"Mau makan apa, hum?",tanya Devan menggegam lembut jemari sang istri.
"Lagi gak mau apa apa Mas,aku udah kenyang kok", jawab Kayla.
Devan menggeleng pelan melihat kelakuan sang istri lalu melanjutkan sarapannya.
"Ra...hari ini gak usah ikut kerumah sakit ya...Kakak ada seminar di luar",ucap Erik tiba tiba.
"Hmmm Iya Kak",jawab Lyra tersenyum canggung.
"Seminar di mana Rik?",tanya Devan menyudahi sarapannya.
"Di hotel xxx Kak,kemungkinan selesai sore",jawab Erik yang ikut menyudahi sarapannya.
"Lah barengan aja kita Rik.Kebetulan aku juga meeting di hotel yang sama pagi ini",ujar Devan.
"Baiklah Kak...aku tunggu di mobil",jawab Erik beranjak dari duduknya dan melirik sekilas pada Lyra.
"Ya...",jawab Devan menggangguk pelan.
Setelah berpamitan dengan sang istri Devan mengahampiri Erik di mobil.Kedua pria yang memiliki sifat yang sama itu kompak berangkat bareng.Kayla yang melihatnya sendikit curiga.Tak biasa Devan mau menebeng jika pergi ke kerja.
Semakin tinggi tingkat kecurigaan Kayla pada adik suaminya ini.Dia mencium aroma aroma orang jatuh cinta.Entahlah semenjak hamil Indra penciuman sedikit tajam.
"Hmmm...mobilnya udah hilang dari penglihatan kok masih aja berdiri disitu",sindir Kayla saat sang adik ipar masih berdiri di teras rumah.
"Mbak...kamu bikin aku kaget tau gak",sungut Lyra lalu berlalu begitu saja.
Kayla segera menahan lengan Lyra.",Eits...kamu hutang penjelasan sama Mbak",ucap Kayla.
"Hehehe...masih ingat saja Mbak",jawab Lyra cengengesan.
"Ayo cerita!",ujar Kayla.
"Gak disini Mbak.Ke kamar aku yuk!",ajak Lyra menarik sang kakak ipar ke kamarnya.
Setiba di kamar Lyra menceritakan semua yang terjadi kenapa dia tersenyum senang pagi ini.Dengan raut begitu bahagia dia apa yang ia rasakan pada iparnya itu.
"Begitulah Mbak cerita",ucap Lyra dengan tatapan penuh kebahagiaan.
"Ha?...Jadi kamu dan Erik?-
__ADS_1
"Ya Mbak...kami resmi jadian tadi malam.Tapi Mbak jangan bilang sama Kak Devan dulu ya.Dia pasti ngelarang karena masa Iddah ku belum berakhir",ucap Lyra memohon pada Kayla dengan menangkupkan kedua tangannya didada.
"Tapi...menurut Mbak kalian harus tinggal terpisah mulai sekarang.Mengingat kalian bisa saja khilaf karena hubungan kalian udah bukan adik kakak lagi",ujar Kayla memberi saran.
"Tapi Kak-
"Ra... sekarang kamu bukan gadis lagi kamu itu sekarang janda.Alangkah eloknya jika Erik tinggal di apartemen atau di rumah Kak Devan",ucap Kayla memberi pengertian pada sang adik ipar.
"Ya Kak...",jawab Lyra dengan lesu karena tidak akan bisa melihat wajah sang kekasih kapanpun ia mau.
"Ra...ini semua demi kebaikan kamu sebaiknya hubungan kalian disembunyikan dulu dari orang luar karena masa Iddah kamu belum berakhir.Harusnya kalian tunggu masa Iddah kamu habis dulu baru jadian Ra",omel Kayla yang gemas dengan adik iparnya ini.
"Ya...Kak aku tau",jawab Lyra sendu.
Di waktu yang sama didalam mobil Erik dan Devan saling diam.Keduanya asyik dalam pikiran masing masing.Tiba tiba saja Devan bertanya membuat Erik terlonjak kaget.
"Dari mana kalian tadi malam?",tanya Devan di the points.
Deg
Erik menelan salivanya.Lidahnya keluh untuk menjawab pertanyaan Devan."Hmmm...makan malam Kak",jawab Erik kaku.
"Mulai hari ini kamu tinggal di apartemen",ucap Devan tegas.
"Kak...
"Aku hubungan kalian bukan lagi adik dan kakak.Jadi untuk menghindari fitnah kamu tinggal di apartemen dulu sebelum masa Iddah Lyra selesai",ujar Devan menatap tajam Erik.
"I-Iya Kak...
"Satu lagi selama masa Iddah Lyra dia akan tetap dirumah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.Bukan Kakak tak percaya sama kamu tapi untuk menghindari fitnah.Kamu mengerti",ujar Devan dengan tegas.
"Mengerti Kak...",jawab Erik tersenyum kaku.
Devan mengangguk pelan lalu mengulum senyum tipis.
"Bagaimana rasanya memendam cinta pada seseorang malah lebih parahnya lagi orang yang dicintai dipersunting orang lain",ledek Devan menatap Erik intens.
"Entahlah lah Kak...susah jika di ucapkan dengan kata kata.Dan untuk orang yang kita cintai dipersunting bidang lain itu rasanya dunia ini rasanya hancur bahkan saat melihat senyuman kebahagian Lyra bersama Benny diawal pernikahan membuat gue benar benar hancur bahkan aku udah berjanji pada diriku sendiri tak akan menikah jika tidak dengan Lyra",jawab Erik sendu tapi tetap fokus menyetir mobilnya.
"Ya...kita bernasib sama mencintai seseorang dalam diam dan beruntungnya aku bisa mendapatkan cintanya",ujar Devan membayangkan wajah cantik sang istri.
"Tapi... sekarang aku juga sudah mendapatkannya Kak",jawab Erik.
"Ya...kita yang bernasib sama pada akhirnya dipertemukan dengan orang yang kita cinta",jawab Devan terkekeh pelan.
__ADS_1
...****************...
Lagi bahagia nih ye babang Erik 😀