Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Persidangan 2


__ADS_3

Persidangan hari ini di agenda kan dengan mendengarkan keterangan saksi serta korban.


Aruna tampak tersenyum penuh misteri saat melihat Kayla.Ingin rasanya ia mencekik wanita itu dengan tangannya sendiri. Tapi apalah daya kedua tangannya terborgol.


Kayla yang merasa ditatap oleh Aruna kembali menatap gadis itu dengan tatapan tak kalah tajamnya.Dia bukanlah Kayla yang dulu lagi yang mau mengalah dengan Aruna dan selalu menunduk saat Aruna menindasnya.Meski mereka sahabat tak jarang Aruna diam diam meniikungnya lalu berpura pura menjadi penyelamat Kayla.Mereka bersahabat hanya saat keduanya masih anak anak.Tapi setelah beranjak remaja Aruna mulai membenci Kayla.


Kembali ke persidangan jaksa mulai meminta Erik sang ketua bodyguard untuk duduk di kursi pesakitan sebagai saksi untuk menjawab beberapa pertanyaan dari jaksa.


Selama dua jam persidangan yang berlangsung alot itu akhirnya selesai dan akan di agenda kan dua Minggu lagi mendengarkan pembelaan dari tersangka.


Saat persidangan selesai semuanya bubar tiba tiba saja tangan Aruna di cekal oleh seseorang.


"Kayla...",lirih seorang wanita paruh baya tengah mencekal tangannya.


Kayla mengehentikan langkahnya dan menoleh kebelakang."Tante Ayu",gumam Kayla.


"Ya...ini Tante Key...ini tantemu",gumam Tante Ayu.


"Apa kabar Tan?",tanya Kayla basa basi.


"Baik Key... bagaimana denganmu?",tanya Tante ayu dengan tatapan menyelidik.


"Aku baik Tante malah sangat baik",ucap Kayla.


"Baik...setelah memenjarakan putriku",sindir Tante Ayu membuat Kayla mendelik tajam.


"Tan...


"Itu semua pantas dia dapatkan setelah ala yang telah dia lakukan pada istri saya saat itu.Putrimu berusaha merencanakan pembunuhan terhadap Kayla",sela Devan menghampiri sang istri.


"Ini semua juga karena kau yang tidak membalas cinta putriku dan lebih memilih wanita ini",sinis Tante Ayu menatap Kayla dengan menyunggingkan senyumannya.


Kayla tak percaya dengan apa yang ia lihat dengan sikap Tante Ayu yang dulu menyayanginya.Kini hanya hanya ada kebencian dari sorot matanya.


"Kita tidak tau kemana hati kita berlabuh dan itu yang saya rasakan.Saya mencintai Kayla jauh sebelum saya berterima putrimu itu",balas Devan.

__ADS_1


"Heh...Kayla cabut tuntutanmu terhadap Aruna atau saya akan membuatmu menyesal dengan telah apa yang kamu lakukan pada Aruna",desis Tante Ayu membuat Kayla melotot tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Tante Ayu.


"Stop... jangan mengancam istriku wanita tak tau diri.Harusnya kau berterima kasih padaku tidak melakukan hal yang sama yang juga dilakukan putrimu padaku saat itu",teriak Devan yang tak terima sang istri di ancam dihadapannya.


"Aku akan menghancurkan kalian jika sedikit saja menyentuh istriku dengan tangan kotor kalian itu", geram Devan dengan tatapan tajam membuat nyali Tante Ayu menciut.


Tapi wanita itu berusaha untuk tenang dan seolah olah tidak terpengaruh oleh ancaman Devan."Aku bisa meminta suamiku untuk menghancurkanmu anak muda",ucap Tante Ayu pongah.


Devan yang mendengar tertawa keras mengundang perhatian orang orang yang masih ada di ruang sidang itu."Suamimu Bayu Kusuma bukan?dan kau tau apa pekerjaan suamimu itu?",tanya Devan menghentikan tawanya.


"Suamiku seorang CEO asal kau tau",ucap Tante ayu dengan sombong..


"Oh ya...asal kau tau suamimu bekerja pada ku sebagai eksekutif manager di Wijaya Group",bisik Devan tepat telinga Tante Ayu.


"Jangan mengada ngada kau anak muda",geram Tante Ayu tak terima kalau suaminya bekerja pada suami Kayla.


Kayla yang melihat perdebatan itu hanya diam dan tak mau ikut campur.Begitu juga Nenek dan Lyra yang tak jauh dari mereka berdiri tampak menyunggingkan senyumannya.


"Terserah padamu wanita tua...aku sudah mengatakan yang sebenarnya",jawab Devan datar.


Karena kesal wanita paruh baya itu berlalu pergi meninggalkan Kayla dan Devan dengan menghentakkan kakinya dan mengerutu tak jelas.


"Aku baik baik saja Mas cuma sedikit pusing saja",jawab Kayla berusaha tersenyum meski rasa pusing dikepalanya mendominasi.


"Kita pulang ya...",ajak Deva dan diangguki oleh Kayla.


Nenek dan Lyra juga mengekor dari belakang mengikuti Kayla dan Devan.


Saat didalam didalam mobil Lyra tampak menggerutu tak jelas."Ih...ingin rasanya aku tampar muka wanita tua itu tadi,gedeg aku lihatnya Kak",gerutu Lyra menggertakkan giginya.


"Kau ini tak pernah berubahnya Ra,masih aja bar bar",oceh Nenek menggelengkan kepalanya.


"Kamu juga Mbak harusnya tadi kamu tampar tadi wanita tua tak tau diri itu.Masih untung waktu itu aku dan Kak Dev-


Devan melototi adiknya dari spion mobil agar tidak keceplosan mengatakan kalaulah mereka sempat menganiaya Aruna sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

__ADS_1


"Lyra...kamu bisa diam gak sih?pusing kepala Kakak mendengarkanmu menggerutu tak jelas dari tadi",omel Devan membuat Lyra seketika diam.


"Sudah Mas...jangan marahi Lyra",Ucap Kayla menengahi perdebatan dua orang kakak adik itu jika tidak sampai rumah mereka akan terus berdebat dan tak mau mengalah.


"Sayang kamu jangan terlalu memanjakan Lyra,dia bisa ngelunjak nanti",ujar Devan.


"Kakak sirik aja deh",kesal Lyra.


"Siapa yang sirik",balas Devan.


"Sayang...udah ih fokus bawa mobilnya"ucap Kayla mengusap lengan Devan.


"Iya sayangku",jawab Devan yang begitu bahagia saat Kayla memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Huek...dasar bucin",cibir Lyra.


"Ra... diam",tegur Nenek yang mulai pusing dengan kedua cucunya yang tak pernah akur.


Devan tampak mengulum senyum melihat sang adik ditegur Nenek.


Tak lama mobil mereka kembali tiba dikediaman Wijaya.Setelah mobil terparkir Lyra segera turun dengan wajah kesalnya dan menghempas keras pintu mobil.Begitu juga dengan Nenek wanita paruh baya itu yang tak luntur kecantikannya ikut turun mengikuti sang cucu.


Kini tinggal Kayla dan Devan di dalam mobil.Devan membantu sang istri membuka sabuk pengaman lalu turun dari mobil lalu berjalan memutari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk sang istri.Dengan pelan pelan Devan membantu sang istri turun.


Memang semenjak Kayla hamil Devan makin posesif pada Kayla tak jarang ia sering membopong tubuh sang istri karena takut Kayla kelelahan.Tak salah memang Fero dan Lyra menyebutkannya bucin.


Kini mereka sudah memasuki rumah dan memasuki kamarnya.Devan berencana akan memindahkan kamarnya kelantai dasar agar Kayla tak kelelahan turun naik tangga.


"Sayang Mas sudah melaporkan Om Feri ke pihak kepolisian karena bukti sudah lengkap dan dia tak akan mengelak lagi dari hukum",ucap Devan saat mereka sudah sampai di kamar.


"Aku ikut saja Mas",jawab Kayla yang tengah mengganti pakaiannya di ruang ganti.


"Pergi kamu dari sini...".


Kayla dan Devan saling pandang mendengar keributan yang terjadi dilantai dasar.

__ADS_1


"Ada apa ya Mas?",tanya Kayla.


...****************...


__ADS_2