
Jantung Fani berdegup kencang saat seorang pria menatapnya dengan mempesona.Fani membeku saat pria itu berjalan perlahan kearahnya.
Kayla menatap tak percaya pada pria yang tengah tersenyum pada sahabatnya.Baru saja ia membicarakan pria itu.Kini orang yang ia bicarakan berada di tokonya.
"Hmmm",Kayla berdehem pelan saat dua sosok dihadapannya saling pandang.Membuat kedua orang itu tersentak kaget.
Fani tertunduk malu saat ia kepergok langsung oleh Kayla.
"Oh...ada Nyonya Wijaya",ucap Fero tersenyum canggung menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Mas Fero ada keperluan apa ya?",tanya Kayla menatap Fero penuh curiga.
"Aku hanya memberikan ponsel Fani yang ketinggalan tadi dimobil",ucap Fero memberikan ponsel yang dari tadi di genggamnya pada Fani.
Fani menerima ponselnya dengan gugup membuat Kayla menggelengkan kepalanya dan mengulum senyum.
Sedangkan Fero dengan santainya tanpa dosa mengedipkan sebelah matanya pada Fani yang terlihat malu malu karena kepergok Kayla.
"Mau duduk dulu Mas Fero",ucap Kayla basa basi.
"Tidak usah Kay...ini mau meeting sama suami kamu",ucap Fero yang tak mengalihkan pandangannya dari Fani yang masih malu malu.
Fero segera berlalu meninggalkan kedua perempuan cantik dihadapannya dengan bersiul kecil.
Kayla menatap sahabatnya dengan senyum menggoda."Kalian udah jadian?",tebak Kaylae menggoda Fani.
"Apaan sih Key...aku gak ada hubungan apa apa dengannya",bantah Fani.
"Tapi ada yang kamu sembunyikan dari aku...kamu udah diantar sama dia pergi kerja atau...jangan bilang selama gak ada aku kamu diantar jemput sama dia",skak Kayla membuat Fani melotot kaget karena tebakan Kayla benar adanya.
"Key...a-aku...
"Jadi benar?",potong Kayla antusias.
"I-iya...",jawab Fani kikuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Udah gak usah malu aku dukung kok kalau kalian jadian malah baguskan kamu dapat CEO tajir", ucap Kayla.
"Hehehe aku gak matre ya Key ...aku gak mandang cowok dari hartanya tapi hati dan agamanya",jawab Fani.
__ADS_1
"Jadi benar nih udah jadian",goda Kayla.
"Ya...belum sih Key",jawab Fani.
"Oh ya bagaimana apa hari ini ada pelanggan yang akan mengambil jahitannya",tanya Kayla mengalihkan pembicaraan.
"Gak ada sih Key...tapi kamu gak boleh ikut jahit",Fani memperingati Kayla yang hendak masuk ruang produksi.
"Iya iya bawel...kamu sama Mas Devan sama aja tau gak suka ngelarang larang aku",kesal Kayla dengan muka masam.
"Iya gimana lagi dong...dari pada aku dimarahin tuh sama Pak Bos",jawab Fani tersenyum kecil.
"Jangan bilang kamu dan Mas Devan kerja sama",tuduh Kayla.
"Ah kamu kalau ngomong suka benar deh Key",ucap Fani terkekeh kecil.
"Jadi benar?"
"Ya itu semua juga demi kebaikan kamu Kayla sayang",gemas Fani mencubit pipi caby Kayla.
Pagi itu Kayla hanya menonton para karyawan menjahit pakaian meski tangannya gatal untuk ikut menjahit.Walau ada sebuah gaun yang akan dipayet tapi ia dilarang Fani untuk mengerjakannya.
Karena bosan Kayla kembali keruangannya untuk mengeceknya laporan keuangan bulan ini.
Sedangkan ditempat lain Lyra tengah duduk bersebelahan dengan Benny di gazebo dekat kolam renang.
"Ra...kamu yakin dengan keputusan kamu ini", tanya Benny menatap Lyra dalam.
"Maaf Mas...kalau keputusan aku membuat kamu kecewa",jawab Lyra tertunduk.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau.Mas lepas kamu Ra",ucap Benny serak dengan mata berkaca-kaca.
"Mas...",lirih Lyra.
"Ra...Maafin Mas yang sudah membohongi kamu selama ini.Jujur Mas sangat mencintai kamu untuk masalah anak Mas hanya bertanggungjawab saja tidak lebih",ucap Benny jujur karena dia memang sangat mencintai Kayla.
"Mas...aku tau aku berlebihan tapi aku terlanjur kecewa sama kamu Mas",ucap Lyra.
"Mas tau... kesalahan Mas sangat fatal tapi sungguh itu bukan keinginan Mas Ra",ucap Benny menahan laju air matanya.Berpisah dengan orang yang ia cintai sangat menyakitkan bagi Benny.
__ADS_1
"Mas...aku gak mau egois anak kamu membutuhkan kamu yang selalu ada untuknya.Dia hanya anak kecil yang menginginkan ayahnya selalu ada untuknya",ucap Lyra.
"Ya...Vanya memang menginginkan Mas selalu ada untuknya tapi untuk menikah dengan Velly Mas belum mencintainya atau lebih tepatnya tidak mencintainya karena cinta Mas hanya untukmu Ra",jawab Benny tersenyum samar.
"Ya...aku tau Mas.Tapi aku-
"Mas akan melepasmu Ra jika itu keinginan kamu.Lyra Anastasya Wijaya aku talak kamu dengan talak satu dan mulai sekarang kamu bukan istriku lagi",ucap Benny dengan satu tarikan membuat jantung Lyra berdegup kencang dan terasa diremas.
Air mata lolos begitu saja dipipi mulusnya membuat hati Benny teriris pilu melihat wanita yang ia cintai meneteskan air mata karena ulahnya yaitu sebuah kata talak.
"Mas...",tangis Lyra pecah saat Benny beranjak dari duduknya meninggalkannya dengan deraian air mata.Hatinya sakit dan kosong saat kata keramat itu diucapkan oleh suaminya.
Entah kenapa rasa kehilangan itu lebih mendominasi dari pada rasa kecewanya pada Benny.Ada rasa tidak rela saat Benny meninggalkannya.
Nenek yang menyaksikan kejadian itu langsung menghampiri sang cucu dan memeluknya.Lyra menangis tergugu dipelukkan Nenek.
"Nek...sakit",lirih Lyra pilu.
"Nenek tau Nak...tidak seharusnya kalian seperti ini.Masih bisa kita cari cara lain selain bercerai",ucap Nenek mengelus punggung Lyra lembut.
"A-aku gak mau egois Nek...anak itu lebih butuh Mas Benny",isak Lyra menangis sesugukan.
"Sayang...kamu tau jodoh itu sudah ada yang atur.Jika kamu masih berjodoh dengan Benny Allah akan mempertemukan kalian lagi dengan caraNya",ujar Nenek menenangkan sang cucu.
Sedangkan Benny didalam kamar segera memasukkan barang barangnya ke dalam koper.Setelah semuanya selesai Benny menatap sekeliling kamar yang dipenuhi banyak kenangan manis dengan mantan istri.
Tak pernah ia bayangkan kalau nasib rumah tangganya akan hancur karena kesalahan satu malamnya.Gadis yang ia cintai dari sejak pertama kali melihatnya harus terluka oleh kelakuannya.Setidaknya dia tidak kehilangan sang sahabat.
Dia percaya jika berjodoh tidak akan kemana karena hati kecilnya yakin dia akan kembali berjodoh dengan Lyra.
Benny menarik koper miliknya menuju ruang keluarga yang sudah ditunggu oleh Nenek dan Erik.
Benny pamit dan meminta maaf atas kesalahannya pada keluarga Wijaya terutama Lyra.Setelah pamit Benny segera pergi menuju apartemen miliknya.Dia berjanji akan. menyelesaikan masalahnya dengan Velly.Karena dia tidak berniat menikahinya,cintanya hanya untuk Lyra.
***
Sementara itu Devan uring uringan tak tau kenapa dia ingin sekali bertemu sang istri tapi pekerjaannya sangat menumpuk dikarenakan Benny sang asisten membuta cuti satu hari untuk menyelesaikan masalah rumah tangganya.
Bisa saja ia menyuruh Kayla datang ke kantor tapi Kayla sama halnya dengannya.Jadilah ia bekerja dengan hati yang sangat kacau menahan rindu pada sang istri.
__ADS_1
Tak lama pintu ruangannya diketuk membuatnya melongo saat melihat siapa yang datang.
...****************...