
Feri Irawan berusaha menenangkan gemuruh jantungnya saat berhadapan dengan Kayla dan Devan lalu berdehem kecil guna menetralkan raut keterkejutannya.
"Hmmm...",Feri menatap Kayla dengan raut wajah yang sedikit mulai tenang.
"Hai...Om apa kabar?",sapa Kayla dengan senyum yang dipaksakan.
Devan menatap seksama ketegangan yang terjadi dihadapannya.Entah kenapa ia merasa Kayla sedikit tegang berhadapan dengan Feri.Ada amarah yang tertahan dari raut matanya saat ia menatap Feri.
"Baik...ada keperluan apa kamu datang kerumah saya?",tanya Feri jumawa.
"Ck...",Kayla berdecak kecil menatap Feri dengan sinis.Ia lupa tujuannya kemari untuk meminta restu pada Feri saat melihat sikap Feri yang sangat arogan.Ia pikir Feri akan menjaga sikapnya dihadapan Devan,ternyata tidak malah dengan jumawa ia mengakui rumah milik orangtua Kayla sebagai rumahnya.
"Apa begini cara anda menyambut tamu tanpa mempersilahkan tamu anda masuk lebih dahulu?",ucap Devan datar dan menatap tajam Feri yang sangat sombong menurutnya.
"Oh...maaf,mari masuk Tuan Devan",ucap Feri dengan nada bicara yang dibuat buat.
Devan menggandeng tangan Kayla memasuki kediaman Feri yang lumayan mewah menurutnya dan disusul oleh Feri dibelakang dengan hati bertanya tanya dari mana Kayla mengenal pengusaha sukses seperti Devan.
Feri mempersilahkan Kayla dan Devan untuk duduk dan memanggil para maid untuk membawakan minuman.
Kayla menatap isi rumah yang sudah banyak berubah,begitu banyak kenangan dirumah ini saat ia masih kecil.Lalu Kayla dan Devan duduk dihadapan Feri diruang tamu rumah Feri.
"Hmmm...maaf ada apa kalian kesini terutama kamu?",tunjuknya pada Kayla.
Kayla menatap tajam Feri yang menurutnya begitu sombong."Aku-
"Kami kesini hanya memberitahukan kalau kami akan menikah",potong Devan yang masih dengan raut datar dan tenang.
"Apa...?"
"Kenapa?",sinis Devan mengangkat sebelah alisnya dan menatap Feri yang terkejut dengan ucapannya.
"Ternyata seleramu begini?",hina Feri yang memindai penampilan Kayla.
"Apa ada yang salah?,dia gadis yang cantik,baik dan tentunya aku mencintainya",jawab Devan dengan dada bergemuruh mendengar ucapan Feri yang merendahkan Kayla.
"Dan satu lagi...dia tidak licik dalam mendapatkan cintaku",tambah Devan menatap Feri dengan murka dan menggenggam erat jemari gadisnya untuk memberi keyakinan ada dia disini untuknya.
Feri merasa tertohok dengan ucapan terakhir Devan.Dia teringat dengan putrinya yang berusaha menjebak Devan beberapa tahun yang lalu dan membuat pria yang ada didepannya ini murka.
__ADS_1
"Jangan sekali sekali kau menghinanya Feri Irawan dia adalah gadisku dan sebentar lagi akan menjadi Nyonya Wijaya",ucap Devan dengan suara tegas dan langsung membuat Feri bergidik ngeri.
"Kalau begitu apa tujuan kalian kesini hanya untuk memberitahuku atau mendapatkan restuku karena hanya aku keluarga satu satunya yang gadismu miliki?",tanya Feri yang berusaha tenang.
"Heh...",Devan tersenyum miring mendengar ucapan Feri yang terlalu percaya diri menurutnya.
"Om Aku-
"Sayang biar aku yang bicara disini",potong Devan menatap gadisnya lembut dan diangguki Kayla yang terlihat tegang.
"Kelihatannya kau beruntung mendapatkan keponakanku ini Devan Wijaya",Feri tersenyum licik berjuta rencana sudah ada dalam otaknya.Biarlah Devan tidak jadi menjadi menantunya tapi Devan akan menjadi suami Kayla yang berarti akan menjadi menantunya juga pikirnya.
"Tentu....dia gadis yang begitu cantik dan memiliki akhlak yang baik juga tentunya",Devan menjawab mantap dan menatap Kayla dengan penuh cinta membuat Kayla merona seketika.
"Aku akan memberikan restuku asal kau memberi mahar yang cukup untuk Kayla",Feri dengan lantang mengucapkan syarat yang ia rencanakan dari tadi untuk memoroti
harta Devan.
Kayla menatap Feri dengan dada bergemuruh mendengar ucapan Feri.Ingin ia menampar laki laki yang tak tau malu ini dan melemparnya kedasar lautan biar dimakan ikan hiu sekalian pikirnya.Dia pikir dia siapa yang berani mengajukan syarat.Kayla menggeleng pelan dan menatap Feri tajam.
"Aku akan memberikan Kayla mahar yang takkan ternilai harganya,saham mungkin",jawab Devan enteng.
Sedangkan Feri tersenyum senang mendengar jawaban dari Devan.Sebentar lagi dia akan memiliki saham di Wijaya Group.Mahar dari Kayla akan ia ambil untuk dirinya sendiri.
"Lebih dari itu,ditambah uang sebesar 2miliyar rupiah",ucap Feri lagi.
"Tentu,tapi uang itu akan aku transfer langsung pada rekening Kayla",jawab Devan menatap Kayla yang begitu syok dengan ucapannnya.
"Mas...kamu-
"Sissst...apapun untukmu sayang bahkan setelah kita menikah nanti milikiku akan menjadi milikmu",Devan meletakan telunjuk didepan bibir Kayla.
"Mana bisa begitu Devan,kau harus memberikan saat lamaran nanti secara cash",Feri membantah ucapan Devan.
"Hahaha...jangan kau pikir aku tidak tau isi kepalamu Feri Irawan.Kau sengaja mengajukan syarat untuk menguasai mahar yang kuberikan pada Kayla untukmu pribadi bukan?",skak Devan membuat Feri pucat pasi karena Devan mengetahui rencananya.
"Jika kau tak mau memberiku uang itu maka jangan kau harap restu akan kau kantongi anak muda.Oh...ya jangan lupa aku walinya disini",ucap Feri dengan bangganya.
"Hahaha...",Devan tertawa nyaring dan diikuti senyuman miring dari Kayla.
__ADS_1
"Ada atau tidaknya restu darimu aku kan tetap menikahi Kayla dan untuk wali kau tidak bisa jadi walinya disini.Apa kau lupa siapa dirimu dikeluarga ini?,kau hanya anak angkat dari Oma Widya dan tentunya kau tak ada hubungan darah dengan Kayla",murka Devan dengan darah yang mulai mendidih mendengar perkataan Feri.
Feri mematung mendengar ucapan dari Devan.Rahasianya selama ini telah diketahui oleh orang.Bahwasanya dia hanya anak angkat yang dibesarkan oleh Oma Widya yang merupakan adik kandung dari Nenek Kayla.
"Oh... itu-
"Kenapa Om?",tanya Kayla dingin.
"Om kaget kalau Mas Devan tau rahasia Om selama ini bahkan aku juga sudah tau Om",teriak Kayla.
"Kenapa Om tega melakukan semua ini?, demi harta Om tega memanipulasi semua agar menjadi milik Om.Jangan lupa Om hanya pengelola disini akulah ahli warisnya karena semua surat surat masih atas nama Nenek",ucap Kayla dengan dada yang naik turun menahan emosinya.
Jedar
Feri benar benar terkejut mendengar semua penjelasan Kayla.Bagaimana Kayla tau semuanya kalau harta ini milik Kayla.Sudah berbagai cara Feri lakukan agar semua menjadi miliknya termasuk mengusir Dani ayah Kayla dari rumah karena surat wasiat palsu yang telah ia sabotase.Dan menyuap pengacara keluarga untuk memindahkan semua harta menjadi miliknya namun usahanya sia sia.
"Kau...",desis Feri menahan amarahnya.
"Aku pikir Om sudah berubah karena apa yang menimpa keluarga Om.Om tau Aruna sudah mendapatkan karma atas kelakuannya dimasa lalu karena sudah menjebak Mas Devan.Dia hampir dilecehkan oleh Ayah sambungnya sendiri dan mirisnya Tante Ayu malah percaya suaminya dari pada Aruna anak kandungnya dan dia diusir dari rumah.Bukankah Om dulu juga berusaha melecehkan Mamaku?,tapi untungnya Papaku sangat mempercayai Mama yang tidak bersalah seperti yang Om tuduhkan.Ingat Om hidup itu tabur tuai apa yang kita tanam itulah yang akan kita petik",ujar Kayla dengan suara serak.
"Apa?,Aruna...",Lirih Feri,dia terkejut mendengar ucapan Kayla tentang putri tunggalnya.Apa yang dia lakukan dimasa lalu harus dibayar dengan putrinya yang juga merasakan apa yang dirasakan Kirani dulu.
"Ayo Mas...kita pergi dari sini,tanpa restu darinya kita akan tetap menikah",Kayla beranjak dari duduknya dan menarik Devan pergi meninggalkan Feri yang terlihat syok.
***
"Maaf ya Mas atas ucapan Om Feri tadi dan untuk mahar tak perlu sebanyak yang Mas sebutkan tadi",Kayla membuka suara saat mereka sudah di dalam mobil.
Devan yang tengah fokus menyetir menatap Kayla dan mengusap pelan rambutnya.
"Masalah mahar tadi Mas serius Kay",jawab Devan tersenyum tipis.
"Tapi gak perlu saham juga kan?",sungut Kayla yang tak mau nantinya dirinya dianggap matre oleh keluarga Devan.
"Akan aku pikirkan",jawab Devan yang mulai gemas dengan tingkah Kayla.
Kayka menghembuskan nafas panjang gak menyangka kalau dirinya sebentar lagi akan menikah dengan pria yang sangat mencintainya.
...****************...
__ADS_1