
Drt Drt Drt
Erik is calling...
Devan yang tengah sibuk menandatangi berkas dikejutkan dengan panggilan dari Erik orang kepercayaannya menjaga Kayla dari jauh.
["Ada apa Erik?"].
[...]
["Apa...???"],teriak Devan yang begitu terkejut mendengar laporan dari seberang.
[...]
["Segera kirimkan alamat rumah sakitnya,sekarang...!],teriak Devan bagaikan kesetanan lalu mematikan panggilan itu secara sepihak.
Ray sang asisten dari Benny yang ditunjuk untuk menggantikan Benny selama cuti pernikahannya terkejut melihat ekspresi dari Tuannya.
"Ray batalkan semua meeting kita hari ini dan handel semua urusan kantor",ujar Devan yang segera berlalu dari hadapan asistennya itu.
"Baik Tuan",jawab Ray menatap kepergian Devan yang tampak kacau.Ia tau pasti ada sesuatu buruk yang telah terjadi sehingga Tuannya itu begitu sangat kacau.
Devan benar benar kacau saat mendengar sang kekasih mengalami kecelakaan.Ternyata kegelisahannya semenjak malam begini jadinya.
Devan berlari tergesa-gesa menuju parkiran mobilnya dengan raut wajah yang begitu dingin dan datar dan hati yang gelisah bercampur takut.Takut jika kekasihnya itu tidak terselamatkan.
Devan meraih ponselnya lalu menghubungi salah satu kepercayaannya.
"[Lacak cctv di TKP dan periksa saksi yang melihat kejadian,saya butuh informasinya satu jam kedepan?].
klik
Tanpa basa basi Devan langsung mematikan. sambungan telfonnya dan menambah kecepatan mobilnya menuju rumah sakit yang telah dikirim oleh orang yang sudah membawa Kayla ke rumah sakit.
Bodoh
Bodoh
Devan mengumpati dirinya sendiri yang tak bisa menjaga keamanan kekasihnya.Meski dia sudah menugaskan beberapa orang untuk menjaganya tapi ia tetap kecolongan.
Tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa ia sadari.Devan segera memarkirkan mobilnya sembarang tempat lalu memberikan kuncinya kepada satpam yang ada di sana lalu berlari menuju ruangan yang sudah diberitahu oleh orang orangnya.
Devan berhenti didepan ruang operasi,disana sudah berdiri dua orang laki laki berpakaian serba hitam yang menolong Kayla beberapa menit yang lalu.
"Maafkan kelalaian kami Tuan",ujar salah satu dari mereka dengan kepala yang tertunduk.
__ADS_1
"Bagaiamana keadaannya?",tanya Devan dengan raut datar dan tajam tanpa menjawab pernyataan orang kepercayaannya.
"Nona mengalami benturan yang sangat keras dibagian bahu sebelah kanan Tuan",jawab salah satu dari mereka.
"Bagaimana kronologisnya?apa kalian melihat kejadian itu?",tanya Devan dengan suara yang menakutkan bagi keduanya.
"Tadi kami mengikuti mobil Nona dari belakang dan saat mobil yang ditumpanginya berhenti lalu Nona turun tiba tiba saja sebuah mobil datang denah kecepatan tinggi kearah Nona tanpa bisa kami mencegahnya Tuan dan terjadi kecelakaan itu",jelasnya.
"Oh ya Tuan ini tas milik Nona mungkin ada petunjuk dari sana kenapa Nona mengunjungi kafe itu",salah satu dari mereka menyerahkan. tas milik Kayla.
Devan meraih tas Kayla lalu memeriksanya tak ada sesuatu didalamnya yang penting hanya dompet dan ponsel.Devan mengambil ponsel Kayla lalu mengecek semua panggilan dan pesan yang Kayla terima sebelum kecelakaan.
Darah Devan mendidih saat mengetahui kalau ada panggilan masuk dari orang yang bernama "Aruna".Devan mengetatkan rahangnya amarah menguasai hatinya.
"Ternyata kau masih mau bermain main denganku perempuan ular",desis Devan mengepalkan kedua tangannya sehingga buku jarinya memutih.
Kedua orang yang bertugas menjaga Kayla tampak ketakutan melihat raut wajah Tuannya yang begitu menakutkan.
"Temukan gadis ini dan bawa kehadapanku!",Devan mengirimkan foto Aruna kepada kedua orang yang ada dihadapannya.
"Ba-baik Tuan",jawab keduanya serempak lalu segera berlalu dari hadapan Devan yang masih dipenuhi amarah.
Devan menyandarkan punggungnya ke dinding rumah sakit lalu menyugar rambutnya kebelakang.Lampu ruang operasi masih menyala membuat Devan makin dilanda rasa cemas dan ketakutan.
"Kenapa baru saja aku merasa bahagia lalu engkau berikan musibah ini pada kami ya Allah",lirih Devan yang sudah mengontrol emosinya.
Tak lama lampu operasi telah mati dan seorang dokter tampak keluar dari ruangan itu.Devan segare menyongsong sang dokter.
"Dokter bagaimana keadaan kekasih saya,Dok?",tanya Devan yang tampak sudah frustasi dan wajah penuh kekwatiran.
"Tuan Devan...Nona Muda mengalami patah tulang di lengan sebelah kanan.Dia juga mengalami syok yang cukup berat sehingga Nona Muda akan sadar dalam waktu cukup lama",terang sang Dokter dengan senyuman tipis.
"Apa tidak ada luka yang membahayakan nya kan Dokter",tanya Devan lagi.
"Sampai saat ini hanya itu yang masih kami periksa Tuan.Tuhan memang sayang pada kekasih anda,melihat kecelakaan yang dijelaskan orang suruhan anda Nona muda akan terluka cukup parah tapi semuanya kembali pada yang diatas,Nona tidak mengalami luka yang parah",jelas sang Dokter membuat Devan menghembuskan nafas lega.
"Apa saya boleh mengunjunginya Dokter?",ujar Devan.
"Tentu...Nona Muda akan segera dipindahkan keruang rawat inap",jawab sang dokter.
"Berikan ruangan yang terbaik dirumah sakit ini",perintah Devan yang kembali pada raut datarnya.
"Sesuai perintah anda Tuan",jawab sang dokter lalu segara berlalu menyiapkan pemindahan pasien.
Di ruangan yang cukup mewah Devan memegang tangan sang kekasih yang belum juga menunjukkan kalau ia akan sadar.Ruangan VVIP yang dipesan Devan merupakan ruangan yang sangat mewah dengan segala fasilitas didalamnya.Ruangan ini lebih layak disebut hotel bukan ruangan rumah sakit.Hanya kalangan berjouis yang mampu menyewa ruangannya ini.Ruangan ini memiliki keamanan yang cukup tinggi sengaja Devan pesan demi keamanan sang kekasih sebelum tersangka tertangkap.
__ADS_1
"Sayang bangunlah...Mas tidak sanggup melihatmu seperti ini.Bukankah dua Minggu lagi kita kan menikah.Dan kamu sudah berjanji akan menuggu Mas didepan penghulu?",lirih Devan mengecup punggung tangan Kayla lembut menyalurkan rasa kasih sayangnya.
Devan menatap Kayla sendu dan penuh kesedihan.Tadi pagi dia masih melihat senyum manis sang kekasih sebelum ia berangkat ke kantor.
"Sayang...my sweety nya Mas...bangun sayang.Mas janji akan memberikan hukuman berat pada orang yang sudah membuatmu seperti ini",ujar Devan yang tak mampu menahan laju air matanya melihat sang kekasih belum juga sadarkan diri.
Tak lama pintu ruangan terbuka menampakkan dua orang wanita berbeda generasi memasuki ruangan inap Kayla.
"Kak...apa yang terjadi sama Mbak Kayla?",Lyra langsung menghampiri brangkar milik Kayla dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu yang sabar ya Nak",Nenek mengusap pelan bahu sang cucu.Ia sudah tau sebesar apa cinta sang cucu kepada Kayla saat beberapa waktu yang lalu Benny menceritakan semuanya.
Devan hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Kayla yang masih nyaman dengan tidurnya.Dia tidak mau melewatkan detik detik Kayla sadar dari masa kritisnya.
Nenek menghembuskan nafas panjang melihat keadaan sang calon cucu menantunya yang terbaring lemah diatas tempat tidur dengan lengan kanan yang dipenuhi perban.
"Perempuan itu kembali menghancurkan semuanya Nek",ujar Devan datar membuat Nenek dan Lyra kaget.
"Apa kamu sudah menemukannya Dev?",tanya Nenek tak kalah dingin mengetahui siapa dalang dari musibah yang menimpa calon cucu menantu kesayangannya.
"Aku mengutus Tejo dan Bara untuk membawanya kehadapanku Nek",jawab Devan yang masih menatap Kayla.
"Perempuan itu...",desis Lyra dengan tatapan ingin membunuh.Ia begitu menyayangi Kayla yang sebentar lagi akan menjadi Kakak iparnya.
Tak lama telfon Devan bergetar menampilkan siapa yang menelfonnya.
["Bagaimana...?"],tanya Devan yang masih menatap Kayla.
[...]
["Bagus...ikat dia sebelum kekasih saya sadar saya belum akan menemuinya.Jadi...pastikan perempuan itu jangan sampai lolos"],ujar Devan dipenuhi amarah,rahangnya kembali mengetatkan ingin rasanya ia melenyapkan perempuan ular yang begitu terobsesi dengannya itu.
"Ternyata Ayah dan Anak sama saja",gumam Devan dengan tangan terkepal.
"Perempuan yang benar benar biang masalah,tidak cukup dulu dia mau menjebak Kakakku tapi sekarang malah berbuat kriminal",desis Lyra dengan tatapan tajam.
"Dev...jangan kotori tanganmu untuk perempuan ular seperti dia.Serahkan semuanya pada pihak berwajib dan pastikan ia mendapatkan hukuman yang berat",ujar Nenek menasehati cucunya agar jangan sampai berbuat kriminal.
"Tapi Nek...",rengek Lyra.
"Lyra...Devan...kalau kalian membalaskan dendam dengan cara yang sama tidak menutup kemungkinan kalian akan jadi tersangka juga.Ingat Dev...biarkan Perempuan itu hidup untuk melihat kamu dan Kayla bahagia dengan memasukannya ke jeruji besi",ujar Nenek lagi mengusap bahu Devan lembut.
"Baiklah Nek...sebelum itu aku akan menemuinya dulu bersama Lyra",jawab Devan.
"Baiklah Kak...aku yang akan memberinya pelajaran karena berani menyakiti salah satu keluarga Wijaya",ujar Lyra dengan semangat berkobar.Sedangkan Nenek hanya menggeleng pelan melihat kedua cucunya yang begitu menyayangi Kayla.
__ADS_1
Ayo Lyra hajar perempuan ular seperti Aruna 😁😁
...****************...