Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Bertemu calon mertua


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Fani dan Fero telah sampai disebuah halaman rumah mewah milik keluarga Fero.Gadis itu begitu takjub saat melihat kemewahan rumah milik Fero.


Fero tersenyum tipis melihat kekasihnya yang tampak mengagumi bangunan rumah milik orangtuanya.


"Wah...ternyata Mas Fero memiliki kekayaan sebelas dua belas dengan Pak Devan",batin Fani begitu berbinar melihat bangunan itu dari luar.


"Ayo...turun",Fero sudah membukakan pintu mobil untuk Fani.


"Mas...kapan kamu turun dari mobil?",tanya Fani kebingungan.


"Makanya jangan banyak melamun",jawab Fero.


Fani segera keluar dari mobil,tampak beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka.Fero berjalan beriringan memasuki rumah orangtuanya yang sudah lama tak ia kunjungi karena dia sudah memiliki rumah pribadi.


"Apakah Daddy dan Mommy berada dirumah,Cris?",tanya Fero kepada kepala pelayan.


"Mereka sedang menunggu kedatangan anda diruang keluarga Tuan",jawab kepala pelayan yang bernama Cristian.


Fero membawa Fani untuk menemui kedua orangtuanya.Pria dingin itu tampak begitu bahagia meski sikapnya datar.


Fani yang dari tadi hanya mengikuti kemana Fero membawanya tiba tiba saja merasa gugup karena akan bertemu dengan calon mertuanya.Gadis itu meremas kedua jemarinya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Sampailah mereka dihadapan pasangan paru baya yang masih tampak awet muda menatap Fani penuh selidik.


Fero yang menyadari gadisnya tengah gugup segera tersenyum tipis dan mengkode orang tuanya.


"Mom,Dad... kenalkan ini Fani calon istriku sekaligus calon menantu kalian",ucap Fero kepada kedua orangtuanya.


Mommy Fero yang bernama Arini menghampiri sang putra mahkota dan langsung menarik telinga pria dingin itu.


"Kemana saja kamu selama ini,hm?lupa kalau kamu punya Mommy dan Daddymu disni?",ucap Mommy Arini yang gemas dengan kelakuan sang putra yang jarang pulang menemuinya.

__ADS_1


Fani yang melihat adegan itu meringis pelan.Ada rasa takut yang hinggap dalam dirinya saat melihat Mommy Fero yang sangat galak.


Sedangkan Daddy Fero tengah memperhatikan Fani dengan seksama.Pria paruh baya itu tampak tersenyum tipis.


"Awh...Mom tolong lepaskan! ini sangat sakit telingaku bisa putus.Lihat calon menantumu ketakutan melihat kelakuanmu Mom",ringis Fero melihat ke arah Fani yang sudah tampak tegang.


Mommy Arini segera melepas jewerannya lada telinga sang putra dan melihat kearah Fani dengan tersenyum lebar."Kamu dapat dari mana gadis secantik ini,Fer?",tanya Mommy dengan absurdnya membuat Fero yang sedang mengusap telinganya yang panas akibat jeweran sang Mommy menepuk jidatnya pelan.Ia lupa kalau sang Mommy sangat absurd kalau bicara.


Fani tersenyum tipis lalu mencium punggung tangan Mommy Arini."Saya Fani Tante",ucap Fani mengenalkan dirinya dengan sopan.


"Mommy...kamu panggil saya Mommy sama seperti Fero",ucap Mommy Arini meralat panggilan Fani untuk dirinya.


"Ya...Mom-my",balas Fani dengan gugup.


"Mari duduk dan ini Daddy-nya Fero",tunjuk Mommy Arini pada pria yang sangat datar sama persis dengan Fero.Lalu Fani mencium punggung tangan Daddy.


"Mom...apakah aku tidak dipersilahkan duduk?",tanya Fero yang kesal karena dirinya diabaikan.


"Nak...berapa usiamu?",tanya Mommy Arini memandangi wajah cantik Fani.


"25 tahun Tante,eh...Mommy",jawab Fani.


"Owh...Mommy kira kamu masih 20 tahun,wajahmu sangat imut",ucap Mommy menoel dagu Fani.


"Oh ya...gimana cara menaklukan manusia dingin seperti putraku?",tanya Mommy membuat Fani membulatkan kedua matanya.Dia bingung harus menjawab apa karena merasa tak melakukan apapun untuk menarik perhatian Fero bahkan Fero sendiri yang berusaha mendekatinya.


"Mom...aku lah yang berusaha mencairkan hatinya karena putramu ini yang sudah jatuh cinta padanya lebih dahulu",jawab Fero membantu Fani menjelaskan pada sang Mommy.


"Mommy tak bertanya padamu Fer",kesal Mommy menatap sang putra dengan tajam.


"Apa yang dikatakan Mas Fero benar Mommy",jawab Fani malu malu.

__ADS_1


"Kau persis seperti Daddymu,Fer.Benarkan Dad?",membuat Daddy Aliando Alexander yang dari tadi hanya diam menoleh pada sang istri lalu tersenyum kecil seraya mengangguk membenarkan ucapan sang istri.


Mereka berbincang ringan dengan Mommy Arini yang mendominasi perbincangan mereka dengan membicarakan kelebihan sang putra serta kebiasaannya pada calon menantu mereka.


Fani tersenyum lega karena apa yang ia pikirkan tentang keluarga Fero tak sesuai dengan ketakutannya.Bahkan keluarga Fero menerimanya dengan tangan terbuka.Apalgo saat Fero mengatakan kalau dirinya sahabat dari Kayla istri Devan membuat Mommy Arini semakin yakin kalau Fani gadis baik baik.


***


Kayla tengah fokus membaca panduan buku hamil saat Devan tiba tiba saja duduk disampingnya dengan wajah yang sangat kusut.Kayla yang melihat sang suami mengernyitkan keningnya.


"Mas...ada apa?",tanya Kayla menutup buku bacaannya lalu meletakan diatas meja.


"Sayang...Mas capek banget",ucap Devan merebahkan kepalanya diatas pangkuan sang istri.Ya setelah pulang dari restoran Devan kembali ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani.


Kata terseyum manis lalu memijit kepala sang suami denah lembut."Jangan di porsir Mas",ucap Kayla.


"Ya sayang...Oh ya Mas butuh tanda tangan kamu untuk mengakuisisi perusahaan kamu dengan perusahaan Mas",balas Devan yang sedang menikmati pijatan sang istri di kepalanya.


"Ya Mas...kau percayakab ke kamu perusahaan aku karena aku tak mengerti bagaimana cara mengelola perusahaan Mas",jawab Kayla.


"Terima kasih atas kepercayaannya sayang",tutur Devan mencium perut buncit sang istri dengan kasih sayang.


"Ya Mas",jawab Kayla.


"Assalamu'alaikum anak Daddy.Jangan buat Mommy kesusahan ya sayang",ucap Devan didepan perut sang istri.


"Waalaikum salam Daddy aku gak menyusahkan Mommy kok Daddy", jawab Kayla menirukan suara anak kecil.


Mereka tertawa bersama menikmati kebersamaan sebagai penuh cinta.Sebentar lagi akan lengkap sudah rumah tangga mereka dengan kehadiran sang buah hati.


Cinta tidak menuntut kesempurnaan tapi pasanganlah yang membuat segala kekurangan itu menjadi sempurna.Layaknya kapal tanpa nahkoda.Rumah tangga itu akan adem jika nahkodanya mampu mengendalikan kapal dengan baik.Bagitu juga dalam rumah tangga peran seorang suami kunci utuhnya rumah tangga.Karena jika sang suami tak lagi menghargai sang istri rumah tangga itu perlahan akan goyah.

__ADS_1


Jadi kunci rumah tangga adalah bagaimana sang suami memperlakukan sang istri.Karena kewarasan seorang istri tergantung suaminya.


__ADS_2