Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Dobel date


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit Kayla lebih memilih bersantai di dalam kamar sedangkan Devan harus kembali ke kantor karena ada ada meeting dengan klien dari luar negeri.


Kayla malas untuk keluar kamar karena setelah kajadian kemarin membuatnya malas untuk bertemu sang adik ipar.Nenek juga tidak dirumah karena pergi arisan.Jadilah dia duduk santai dibalkon kamar sambil membaca novel online melalui ponselnya.


Tak lama ponselnya berdering menampilkan nama sang sahabat disana.Wanita tersenyum lebar dan langsung mengangkat panggilan telfon dari Fani.


[Assalamu'alaikum Fan]


[...]


[Nih lagi nyantai dikamar,ada masalah di butik?]


[...]


[Makan diluar yuk!bosan nih dikamar terus dari tadi]


[...]


[Mas Devan lagi di kantor meeting]


[...]


[Ok deh...gue ganti baju dulu dan izin sama Mas Devan,bye Fan]


Tut...


Kayla menghubungi Devan namun panggilannya tidak dijawab.Wanita itu tak kehilangan akal.Segera dia menelfon Rey tapi tetap sama.


" Mas Devan pasti lagi meeting.Gimana cara izinnya ya",gumam Kayla memikirkan cara meminta izin pada sang suami.


"Chatt aja deh...nanti pasti dia baca",gumam Kayla lagi lalu megirim chatt pada Devan


My suami❤️


Mas aku pergi keluar ya bareng Fani makan siang di restoran xxx.


Send...


Kayla segera mengganti pakaiannya dengan dress longgar yang menutupi perut buncitnya.Ia tampil cantik dengan hanya make up naturalnya.Dia jauh kelihatan lebih muda dari usianya.Jika tidak sedang hamil mungkin orang orang akan mengira dia masih remaja SMA.


Setelah mematut diri sejenak di depan kaca wanita itu melangkah keluar kamar.Namun langkahnya terhenti saat ponselnya berdering.Kayla mengeluarkan ponselnya dari tas sandangnya.Dia tersenyum ternyata pesan dari sang suami.

__ADS_1


My suami❤️


Hati hati ya sayang...nanti Mas nyusul setelah selesai meeting 😘😘😘😘😘.


Kayla tak membalas pesan sang suami takut mengganggu Devan yang sedang meeting.Saat melewati ruang keluarga Kayla melihat Lyra sedang menonton televisi.Ingin menegur tapi takut akan dijuteki kembali oleh Lyra dan akan membuat moodnya kembali berantakan.


"Ra...Mbak keluar sebentar ya.Mau nitip?tanya Kayla dengan hati hati.Takut sang adik ipar tak menyahuti pertanyaannya.


Lyra menoleh kearah Kayla yang sudah tampak rapi."Gak...Mbak,hati hati dijalan ya",ucap Lyra yang terlihat canggung.


"Oh...ya sudah kamu hati hati dirumah ya,Mbak pamit dulu",ucap Kayla tersenyum tipis dan berlalu pergi.


"Mbak...maaf",lirih Lyra membuat Kayla menghentikan langkahnya dan balik badan menoleh ke arah Lyra.


"Ya Ra...Mbak juga minta maaf sudah terlalu ikut campur urusan pribadi kamu",,jawab Kayla tersenyum lebar.Ada rasa senang dihatinya saat hubungannya dengan sang ipar kembali membaik.


"Ya Mbak...mau aku antar?",tanya Lyra.


"Gak usah Ra...Mbak di jemput sama Fani kamu kan masih dalam masa hukuman dari nenek.Jangan membuat Nenek makin murka sama kamu",ucap Kayla menolak halus tawaran Lyra.


"Ya Mbak...",jawab Lyra.


Tak lama terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah mewah milik Devan.


Kayla segera berjalan keluar karena ia tahu itu adalah mobil Fani.Dan benar itu memang mobil milik Fani.Kayla segera mengahampiri mobil Fani dan langsung masuk saat Fani membukakab pintu dari dalam.


"Mau makan siang dimana kita Key",tanya Fani saat menyalakan mobilnya.


"Di restoran xxx",jawab Kayla.


Fani menjalankan mobilnya dan fokus untuk menyetir.Gadis yang nasibnya hampir sama dengan Kayla itu memang tipe gadis pekerja keras.


"Fan...gimana hubungan kamu sama Mas Fero?",tanya Kayla yang menatap sahabatnya itu sedang fokus menyetir.


"Key...itu juga yang mau aku bahas sama kamu sekarang.Dia kemarin malam memang mengatakan perasaannya padaku, tapi-


"Tapi apa Fan?kamu ragu takut kembali di manfaatkan dan dipermainkan",tanya Kayla melihat keraguan Dimata sahabatnya itu.Fani memang pernah menjalani hubungan dengan seseorang tapi dia hanya dimanfaatkan saja.


"Ya Key...jujur aku nyaman sama dia cuma aku dan dia jauh beda Key",jawab Fani yang tetap fokus pada jalanan.


"Fan...aku lihat Mas Fero orangnya baik dan gak neko-neko.Fan...lihat pria itu dari sifat dan tutur bicaranya dan cara dia memperlakukan kita didepan orang banyak.Aku lihat saat kalian bersama Mas Fero cukup melindungi kamu dan menghargai kamu.Dan untuk masalah perbedaan itu bonus untuk kamu",ucap Kayla.

__ADS_1


"Hmmm...aku akan pikirkan", jawab Fani tersenyum tipis.


"Ya ku harap kamu tidak mengecewakan Mas Fero",ucap Kayla.


"Ih...kok kamu secara tidak langsung memaksa aku terima Mas Fero sih Key",jawab Fani kesal.


"Ya ..kurang apa coba dia Fan.Baik, perhatian,tajir,mapan dan yang pasti tampan",goda Kayla menarik turunkan keduanya alisnya.


"Apaan sih Key...aku bukan cewek matre asal kamu tau",kesal Fani saat sang sahabat terus menggodanya.


Tak lama mereka sampai di restoran yang mereka tuju.Kedua wanita itu berjalan beriringan masuk menuju salah satu meja.Banyak pasang mata laki-laki yang melirik kearah mereka namun mereka tak peduli dengan tatapan penuh minat laki laki mata keranjang itu.


Setelah duduk kedua itu didatangi oleh waiters restoran itu.Keduanya memesan makanan yang mereka sukai.


"Key...ini yang paling males jika kau restoran,tatapan para pria yang ada di restoran seakaan ingin menerkamku",bisik Fani melirik sekitar mereka yang masih ada saja laki laki menatap kearah mereka.


"Santai aja Fan...resiko orang cantik emang begitu",jawab Kayla acuh.


"Andai ada Pak Devan disini aku yakin mereka semua udah dipelototi dari dari olehnya",ucap Fani.


"Ya...kamu benar suamiku itu posesifnya sudah akut",jawab Kayla membayangkan sifat sang suami yang memang sangat posesif padanya.


"Tolong kondisikan mata kalian dari wanita kami",Devan tiba tiba saja datang memelototi para laki-laki yang dari tadi menatap Kayla dan Fani.Para laki laki itu langsung memalingkan wajahnya dari kedua wanita cantik itu.


Kayla dan Fani menoleh pada sumber suara dan benar saja orang yang baru saja mereka bicarakan datang.Fani melotot tak percaya jika Devan datang bersama Fero.


Kedua pria tampan itu mengahampiri wanitanya dengan wajah kesal.Kayla hanya menggeleng pelan melihat kelakuan sang suami.


"Kenapa tidak pesan ruang VIP saja sayang,aku tidak suka mereka menatapmu",ucap Devan yang langsung duduk disamping Kayla begitu juga Fero yang duduk disamping Fani.


"Lo benar Dev...ingin rasanya aku mencongkel mata mereka dan kau jadikan bakso giling",kesal Fero yang tak rela calon kekasihnya dilirik laki laki lain.


Kedua wanita itu menepuk jidatnya bersamaan.Mereka harus terjebak dengan pria yang begitu posesif.


"Mas...ini tempat umum dan mereka punya mata jadi-


"Kita pindah ke ruang VIP",ucap Devan yang langsung berdiri dan mengamit tangan sang istri untuk menemui waiters agar disiapkan ruangan VIP.


Dan disinilah mereka saat ini diruangan VIP.Keduanya terpaksa dobel date karena hanya satu ruang VIP yang kosong.


Fani yang berencana ingin curhat batal karena kedatangan kedua pria posesif ini.Kayla hanya tersenyum melihat sang sahabat merenggut kesal.Ia tau saat ini Fani pasti tengah mengumpati Fero.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2