
Disebuah kamar mewah terdengar kehebohan dan entah apa yang membuat seorang Devan Anggara Wijaya menjadi manusia yang mendadak manja yang bukanlah sifat nya selama ini yang mandiri,datar dan dingin.
Entah mengapa ada saja benda yang ia cari tidak bisa ia temukan dan ajaibnya Kayla lah yang selalu bisa menemukannya.Seperti saat ini ia tengah mencari ponselnya yang tak kunjung ia temukan hingga ia meobrak abrik seprai yang sudah tertata rapi.Sekarang seprai itu sudah bak kapal pecah yang tak berbentuk lagi.
"Astaghfirullah Mas...ada apa ini kenapa seprainya kamu rusak lagi Mas?",pekik Kayla yang berkacak pinggang.
"Ponselku tidak ketemu sayang",rengek Devan tanpa berdosa yang masih mengacak tempat tidur.
"Bukankah kamu tadi membawanya ke kamar mandi Mas?",tanya Kayla yang pusing melihat kelakuan suaminya yang tiba tiba saja pikun tidak mungkinkan diusia muda ini suaminya sudah mendapat penyakit yang dialami oleh para lansia itu.
"Oh My God...",Devan menepuk jidatnya dan segera berlari ke kamar mandi dan benar saja ponselnya terletak cantik diatas westafel kamar mandi.
"Bagaimana Mas?apa ketemu?",tanya Kayla saat Devan keluar dari kamar mandi.
"Hehehe kau memang hebat istriku selalu tau dimana barang barang yang tidak Mas ketahui berada",ujar Devan cengngesan.
"Hufff...itulah penyakit barumu saat kita sudah menikah Mas",kesal Kayla menatap tempat tidur yang tadinya rapi sudah tak berbentuk lagi.
"Hehehe...",Devan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sekarang kamu tanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan Mas,aku udah capek merapikannya ini malah kami rusak lagi.Sekarang kamu rapikan lagi",ujar Kayla.
"Sayang kita bisa terlambat pergi jika aku merapikan ini dulu",elak Devan.
"Rapikan atau kita tidak jadi pergi,lagian pergi dengan pesawat pribadi juga mana ada terlambat",sentak Kayla yang langsung diangguki Devan.Mana mau dia bulan madu mereka batal begitu saja.
Andai para karyawannya tau kalau ia dibentak oleh sang istri hilang sudah pamornya sebagai CEO yang kejam dan dingin.Dengan berat hati Devan merapikan kembali meski tak serapi yang tadi.Kayla menggeleng saat melihat suaminya mengerjakan pekerjaannya dengan hati yang dongkol.
"Bagaimana susahkan?makanya besok besok kalau barang itu gak ketemu tuh tanya Mas jangan grass grusu gak jelas",omel Kayla yang bukannya membuat Devan kesal malah semakin cinta karena baginya istri cerewet itu karena dia mencintai suaminya.Baginya lebih baik Kayla cerewet dari pada dingin dan datar sepertinya.Apa jadinya rumah tangganya kalau Kayla juga datar dan dingin persis sepertinya.
"Biar dilanjutkan bibi nanti sayang",ujar Devan menatap sang istri yang masih mode kesal.
"Gak ya Mas...kita yang memakai tempat tidur kok malah suruh orang lain membersihkannya",ucap Kayla yang mengambil alih merapikan kasur mereka.
"Mereka bukan orang lain sayang...mereka itu Mas gaji untuk bekerja dan salah satunya ya ini",ujar Devan tak mau kalah.
"Terserah kamu tapi aku gak mau kalau kamar kita ada orang lain yang memasukinya meski pelayan sekalipun",ujar Kayla yang makin kesal dengan suaminya.Dan hal inilah yang membuat Devan makin mencintai sang istri karena dai tidak akan mau menyuruh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan yang masih bisa ia lakukan.
__ADS_1
"Iya sayang...Mas minta maaf ya",ujar Devan yang mengalah dari pada istrinya itu terus mengomel.
"Hmmm",ujar Kayla berdehem kecil.
"Sayang...jangan diam kek gitu dong kan nanti cantiknya hilang terus kalau cantiknya hilang-
"Mas cari pengganti aku kan?",potong Kayla menatap tajam Devan.
Ngek
"Loh kok malah kamu ngomong kek gitu sih sayang...Masnya kan cintanya sama kamu mana mungkin Mas ninggalin kamu",rayu Devan agar istrinya itu tidak lagi marah.
"Bohong kamu Mas mana ada orang yang masih cinta kalau udah jelek",ketus Kayla membuat Devan bungkam seketika.
Jadilah pagi itu Kayla terus mengomeli Devan sampai akhirnya mereka tiba di landasan pacu pribadi milik Devan.Entah kenapa tiba tiba Kayla terus bergelayut manja dilengan kokohnya.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya",sapa salah satu pramugari yang mencuri curi pandang kepada Devan dan membuat Kayla semakin mengeratkan dekapannya pada lengan Devan. Sedangkan Devan terlihat cuek dan datar.
"Dasar perempuan genit,gatal",umpat Kayla yang didengar oleh Devan.
Devan yang menyadari kalau istrinya tengah cemburu tersenyum tipis hingga Kayla tak menyadari kalau sang suami tersenyum melihat tingkahnya.
"Sayang...jangan marah lagi ya...Mas minta maaf besok besok Mas akan tanya kamu kalau Mas gak menemukan barang yang Mas cari",bujuk Devan menatap sang istri intens.
Kayla yang ditatap sang suami seperti itu sudah kayak kerbau yang dicucuk hidungnya.Tiba tiba saja ia mengangguk dan tersenyum lebar saat sang suami mengecup pelan keningnya.
Kita tinggalkan dulu sang pengantin baru yang mau berbulan madu ke Bali ya.Kita lihat nanti apa Devan kuat saat melihat turis turis yang begitu seksi.Jadilah hari itu pesawat mereka terbang menuju surga dunia yang akan mereka kunjungi nanti setelah sampai di Bali.
Kita beralih kepada Erik yang saat ini sedang berdiam diri di kamarnya.Pemuda 27 tahun itu sedang fokus pada laptopnya karena sedang melakukan meeting daring dengan salah satu kliennya.
Erik merupakan pemuda yang begitu gila kerja hari harinya ia lalui dengan bekerja dan bekerja.Sampai sampai ia lupa dengan pasangan hidup yang belum ia temukan.Bukan tidak ia temukan ya tapi ia kalah sebelum berperang.Kalian tau kenapa?kalau kalian sependapat dengan Kayla dan jawabannya itu benar.
Flashback beberapa tahun yang lalu.
Erik sedari kecil sudah dekat dengan Lyra meski mereka bukan saudara kandung namun Erik sudah mengganggap ya sebagai adik kandungnya sendiri.Bahkan Lyra lebih dekat dengan Erik dibanding Devan sang Kakak itu karena Devan selalu bersikap datar dan dingin sedangkan Erik selalu bersikap hangat layaknya seorang Kakak.
Semakin mereka bersama dan tumbuh bersama membuat Erik yang dulunya hanya menggangap Lyra adik tiba tiba saja ada rasa berbeda saat Lyra didekati oleh pria lain selain Devan.Hatinya panas saat melihat Lyra digoda dan diganggu oleh pria lain dihadapannya.
__ADS_1
Setelah Erik menyadarinya kalau ia sudah jatuh cinta pada Lyra namun dia tidak berani mengungkapkan isi hatinya karena ia merasa tidak pantas untuk Lyra yang hanya anak dari asisten kepercayaan kedua orangtua Lyra.
Erik terus memendam perasaannya biarlah asalkan ia selalu melihat Lyra tersenyum dan bahagia itu sudah membuatnya bahagia.Apalagi saat ini Lyra masih baru lulus dari sekolah menengah atasnya.
Tapi alasannya memendam perasaan merupakan kesalahan besar tiba tiba saja Benny sahabat dari Devan datang dan mendekati Lyra.Semenjak itu hubungannya dengan Lyra mulai merenggang.Lyra lebih sering pergi ke kampus diantar oleh Benny dari pada berangkat bareng dengannya padahal mereka satu kampus.
Setiap hari Erik melihat adik angkatnya itu semakin dekat dengan Benny. Melihat Lyra bahagia dengan Benny membuat Erik mundur secara teratur.Mungkin sudah nasibnya kalau cintanya itu tidak bersambut.
Dan puncaknya hari itu saat Erik memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Lyra.Dia sudah menyiapkan dinner romantis dan sebuah cincin untuk menembak Lyra namun hatinya patah saat ia ke kantin melihat dua sosok orang yang ia kenali tengah dikerumuni oleh para mahasiswa.Ya Benny tampak sedang berlutut dihadapan Lyra memegang sebuah bunga menunggu jawaban dari perasaannya.Erik sudah berharap kalau Lyra menolak Benny namu dugaannya salah Lyra menyambut perasaan Benny membuat dunia Erik setika hancur begitu juga hatinya patah dan berkeping sebelum ia nyatakan.
Jadilah hari itu Erik pergi kesebuah Bar untuk menenangkan hatinya yang hancur.Ia yang baru mencoba minuman alkohol dengan dua teguk saja sudah membuatnya mabuk dan meracau tidak jelas menyebut nama Lyra.
Pemilik Bar yang merupakan teman Devan melihat Erik yang sudah tak sadarkan diri dan terus meracau tidak jelas menelfon Devan untuk menjemput sang adik yang tengah mabuk berat.
"Dimana dia?",tanya Devan pada Aris temannya yang juga pemilik Bar.
"Ada dilantai atas,Lo ikut gue",ajak Aris membawa Devan menuju tempat Erik berada.
Devan yang melihat keadaan Erik yang kacau langsing mendekatinya.Erik sudah tertidur disofa dengan mulut terus meracau menyebut nama Lyra.
"Gue cinta sama Lo Ra,tapi kenapa Lo gak lihat gue...apa gue kurang tampan dari pada Benny sialan itu",umpat Erik terbata bata.
Devan menggeleng mendengar ocehan yang keluar dari mulut Erik.Ternyata Erik menyukai adiknya tapi tidak pernah mengungkapkan perasaanya.
Jadilah hari itu Devan mengantar Erik pulang dalam keadaan mabuk disambut sang Nenek yang prihatin melihat sang cucu yang begitu terluka.
flash of
Erik menyudahi meetingnya saat melihat pintu kamar terbuka menampakkan Lyra yang sedang tersenyum padanya.
"Mau apa kamu kesini Ra,nanti suami Lo ngamuk kalau Lo dekat dekat sama gue",ujar Erik datar dan fokus pada laptopnya.
"Kak...
"Keluar Ra...gue gak mau cari masalah sama suami Lo yang cemburuan itu", bentak Erik.
"Kakak jahat...",Lyra berlari meninggalkan kamar Erik dengan air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
...****************...