
Kayla segera menyambar ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya.Kayla membiarkan begitu saja ponselnya berdering dan kembali melanjutkan feeting baju Lyra.
"Kok gak diangkat Mbak?", tanya Lyra menekan rasa curiganya.
"Biarkan saja lagian saya tidak mungkin meninggalkan pekerjaan saya begitu saja sebelum selesai",jawab Kayla tenang menyembunyikan keresahan dan kegugupannya.
"Oh...",jawab Lyra menganggukkan pelan kepalanya dan tersenyum tipis.Entah kenapa dia sedikit curiga dengan penelfon yang bernama Devan di ponsel Kayla.
"Kira kira kapan ya Mbak bajunya selesai?",tanya Kayla mengalihkan kecanggungan Kayla.
"Paling lama seminggu lagi udah finishing Ra",jawab Kayla tersenyum kecil saat sedang menyimpan Kembalii gaun Lyra.
"Ya sudah kalau gitu kita pamit ya Mbak",pamit Lyra menghampiri Benny yang sibuk dengan ponselnya.
Lyra dan Benny keluar dari tempat jahit Kayla dan berencana langsung pulang karena hari sudah hampir gelap.Saat diparkiran Lyra melihat sebuah mobil yang ia kenali diseberang jalan.Benny membukakan pintu untuknya saat iya ingin memastikan siapa yang berada didalam mobil itu.Lyra mau tak mau masuk kedalam mobil karena Benny sudah lelah seharian ini menemaninya untuk membeli perlengkapannya sebelum mereka menikah.
Mobil yang ditumpangi Lyra dan Benny membelah jalanan kota.Lyra sibuk dengan pikirannya tentang apa yang ia lihat beberapa saat yang lalu.
"Yank...",ujar Lyra memecah keheningan mobil.
"Hmmm....ada apa?",jawab Benny menoleh dan mengelus lembut rambut Lyra.
"Aku...tadi lihat mobil Kak Devan diseberang jalan dekat tempat jahitnya Mbak Kayla",ujar Lyra.
"Masa sih Beib?",jawab Benny mengerutkan keningnya bingung dan seolah tak percaya karena bukan seorang Devan yang suka parkir sembarang tempat.
"Iya...yank gak mungkin aku salah karena cuma Kak Devan di kota ini pakai plat nomor antik dengan nomor polisi K 41 LA",ujar Lyra lagi.
"Tapi...tunggu dulu",ujar Lyra lagi seolah memikirkan sesuatu.
"Kenapa Beib,hm?",ujar Benny menatap sang kekasih yang tampak memikirkan sesuatu.
"Plat nomor mobilnya Kak Devan...kalau disambung jadi KAILA kan?",ujar Lyra.
"Oh my God",pekik Lyra menutup membekap mulutnya saat Benny menatapnya.Kenapa ia selama ini tidak peka dengan plat nomor mobil Kakaknya itu.
"Sayang...jangan teriak teriak",tegur Benny lembut.
"Yank...jangan jangan KAILA itu orang yang sama dengan Kayla yang pemilik tempat jahit itu yank,tadi pas ponselnya Mbak Kayla berdering aku gak sengaja melihat nama Devan dilayar ponselnya ditambah lagi tadi aku melihat mobil Kak Devan tak jauh dari rukonya Mbak Kayla,menurutmu gimana yank?",tanya Lyra
Benny terdiam sesaat mendengar ucapan Lyra.Ternyata gadis itu yang dimaksud Devan pikir Benny.
"Ck...kenapa gue gak sadarnya?,bukannya tadi dia bilang kalau gadis itu punya tempat jahit",monolog Benny dalam hati.
"Yank...,kok melamun sih?",tanya Lyra menggoyangkan lengan Benny.
"Ah...apa Beib",jawab Benny gelagapan karena terkejut.
"Tau...ah,kamu aku ajak ngobrol malah melamun",ujar Lyra mengerutkan bibirnya.
"Maaf...sayang aku salah aku hanya kaget tadi pas kamu ngomong kek gitu",bujuk Benny.
__ADS_1
"Hmmm...", jawab Lyra dengan deheman karena ia masih kesal dengan Benny yang mengabaikannya saat ia ngomong tadi.
"Yank jangan diem dong",bujuk Benny lagi dengan pupil eyesnya.
"Ya...iya,tapi lain kali kamu jangan kek gitu lagi",jawab Lyra dan diangguki cepat oleh Benny.
***
Sementara didalam sebuah mobil seorang pria tampan sedang menelfon Namaun telfonnya tidak diangkat oleh orang yang ia hubungi.Siapa lagi kalau bukan Devan,entah panggilan keberapa namun belum juga di angkat oleh Kayla membuatnya sedikit kesal.Mau marah dia sadar diri kalau ia dan Kayla tidak ada hubungan apa apa.Tapi dia benar benar kesal karena telfonnya tidak diangkat.
Devan masih diseberang jalan ruko tempat Kayla mengais rezeki.Dia memang sengaja memarkirkan mobilnya di sana karena tadi ia melihat mobil Benny terparkir didepan tempat jahit Kayla.
Sementara Kayla tampak sibuk mengukur baju pelanggan yang tiba tiba datang saat kepergian Lyra dan Benny tadi sahingga ia mengabaikan telfon dari Devan.Lagian Kayla sengaja mensilent kan ponselnya.
Kring kring kring
Telfon diruang kerja Kayla berbunyi keras,Kayla yang masih sibuk dengan pelanggan meminta Fani untuk mengangkat telfon.
["Hallo...disini Rumah Jahit Kayla,ada yang bisa dibantu?"],sapa Fani ramah.
["..."]
["Ada...ini dengan siapa,ya?"],tanya Fani.
["..."]
["Oh...iya sebentar saya panggilkan dulu Mas],jawab Fani lagi dengan senyum manis mengukir bibirnya.
Tanpa mematikan telfon Fani memangil Kayla yang sedang sibuk dengan pelanggan
"Siapa Fan?",tanya Kayla yang menyelesaikan pembicaraannya dengan pelanggan.
"Devan...", jawab Fani
"Ha...?",jawab Kayla bingung dari mana Devan tau nomor telfon tempat jahitnya.
"Udah nih...jawab aja,aku mau siap siap pulang",ujar Fani memberikan gagang telfon kepada Kayla.
["Hallo...Mas?"],sapa Kayla lembut.
["..."]
["Oh...maaf kebetulan ponselku mode silent Mas,jadi gak tau kalau Mas Devan tadi telfon], ujar Kayla menjelaskan kepada Devan.
["..."]
["Apa...?"], teriak Kayla dan langsung menutup telfonnya dan berlari keluar ruko.
Kayla melihat dari jauh tampak sebuah Mobil mewah yang sangat ia kenali tengah terparkir dibawah pohon mahoni.Kayla melambaikan tangannya kearah mobil tersebut.
Sementara Devan kesal karena telfonnya ditutup tiba tiba oleh Kayla.Namun kekesalannya hilang saat melihat Kayla berdiri didepan rukonya dan melambaikan tangan kearahnya.Ia menyalakan mesin mobilnya menuju ruko Kayla.
__ADS_1
Devan keluar dari mobilnya dan tersenyum kecil pada Kayla.Dan dibalas dengan senyuman oleh Kayla.
"Kok...gak langsung kesini aja tadi Mas?",tanya Kayla saat Devan berada tepat didepannya.
"Hmmm...kayaknya tadi ramai",kilah Devan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh...ada apa ya Mas?",tanya Kayla.
"Aku mau ngajak kamu makan malam,itu kalau kamu mau",jawab Devan dengan hati hati karena sebenarnya ia takut ditolak oleh Kayla.
"Kalau begitu aku ambil tas dulu ya Mas",ujar Kayla balik badan dan langsung masuk kembali kedalam rukonya.
Devan menghembuskan nafas panjang karena ajakannya tidak ditolak oleh Kayla.Hatinya begitu sangat bahagia saat ini karena bisa mengajak sang pujaan makan malam bersama.
Tak lama Kayla keluar menenteng tasnya dengan rambut yang sudah dikucirkan kuda membuatnya tampak makin cantik.Devan benar benar takjub melihat Kayla yang hanya dengan polesan natural.
"Yuk Mas...",ajak Kayla berjalan mendahului Devan kearah parkir.
Devan langsung mengekori Kayla dibelakangnya dan dengan cepat membukakan pintu untuk Kayla.
Keduanya langsung menuju tempat makan yang sudah Devan booking.
***
Devan dan Kayla turun dari mobil dan langsung masuk ke sebuah restoran mewah yang sudah Devan pilih.
Devan menggenggam jemari kecil Kayla saat akan masuk ke dalam restoran.Kayla hanya sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Devam,dia tidak menolak dengan mempermalukan Devan didepan orang banyak.Hanya pegangan tangan saja tidak lebih dari itu pikirnya.
Devan sengaja menggenggam tangan Kayla saat ada beberapa laki laki yang melirik Kayla penuh minat.Tentu saja membuat Devan kesal dan cemburu.Meski Kayla belum jadi kekasihnya tapi ia tidak akan rela jika Kayla ditatap sedemikian oleh laki laki lain.
Sementara disebuah meja pasangan kekasih tengah menikmati makan malamnya.Sang gadis tampak kaget saat melihat orang yang ia kenali menggandeng seorang gadis cantik.
Dia terus memperhatikan kedua orang tersebut meski gadis yang ia gandeng terhalang badan tegap orang tersebut.
"Yank...bukannya itu Kak Devan?",tanya Lyra pada Benny yang tengah menyuap makanannya.Dan menoleh kearah yang ditunjuk Lyra.
"Wah...ternyata sudah pedekate aja tuh orang",batin Benny tersenyum smirk.
"Benar...itu Kakakmu",jawab Benny santai dan kembali melanjutkan makannya.
"Yuk... ikutin",ujar Lyra menarik pergelangan tangan Benny.Nafsu makannya hilang saat melihat sang Kakak yang tengah menggandeng seorang gadis.
"Biarin aja sayang...",jawab Benny malas dan sibuk dengan makannya.
"Ya sudah kalau begitu aku aja yang kesana",ujar Lyra kesal dan segera meninggalkan Benny.
Benny kaget langsung mengejar Lyra dengan meninggalkan pecahan beberapa uang ratusan diatas meja.
Sementara itu Devan tengah menunggu pesanannya disebuah ruang VIP yang ia pesan.Dia tampak mengobrol ringan dengan Kayla yang mulai nyaman dengannya.
Tiba tiba saja pintu ruangan itu terbuka membuat Devan terkejut saat melihat sang adik sudah berdiri bersama calon suaminya.
__ADS_1
Kayla juga menoleh kearah pintu dan sama dengan Devan ia juga terkejut saat melihat Lyra sudah ada dihadapannya.Kayla benar benar merasa terciduk dan malu.
"Mbak Kayla sama Kak Devan...?