Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Bertemu Aruna


__ADS_3

"Kamu yakin menemui perempuan ular itu sayang",Devan menghampiri Kayla yang sedang menata makanan diatas meja makan.


"Namanya Aruna Mas...bukan perempuan ular",sanggah Kayla terkekeh geli mendengar ucapan Devan yang menyebut Aruna dengan perempuan ular.


"No... bagiku dia tak lebih seperti ular yang tidak tau diri sudah baik kamu tidak merampas harta Papanya yang sebenarnya hak kamu tapi apa balasannya dia nikung kamu dari belakang mau miliki aku",ucap Devan yang mengomel panjang.Dan sepanjang kehidupannya ini kata terpanjang yang ia ucapkan yaitu semenjak menikah dengan Kayla.


"Tapi bukannya aku ya Mas yang mengambil kamu dari dia...kan dia yang lebih dulu mencintai kamu",sindir Kayla membuat Devan menatap Kayla intens.


"Sayang dengar ya aku gak pernah gubris dia dari dulu yang aku cinta dari dulu cuma kamu jadi kamu gak mengambil aku dari dia",ucap Devan meraih tangan Kayla dan mengecupnya penuh kasih sayang.


"Iya deh iya...suami aku ini kan cintanya cuma sama aku",ledek Kayla mencubit hidung mancung Devan gemas.


"Udah ngakuin ini kalau Mas ini suami kamu",goda Devan dan memeluk erat tubuh sang isteri.


"Lah...kan kamu memang suami aku Mas",ucap Kayla.


"Iya sayang Mas ini suami kamu satu satunya dan selamanya akan tetap seperti itu sampai maut memisahkan kita",balas Devan mengecup pucuk kepala Kayla.


"Sarapan yuk Mas...aku udah lapar banget",ujar Kayla berusaha melepaskan pelukan Devan.


"Kalau Mas sarapan kamu, boleh?",bisik Devan menggoda sang istri.


"Mas...kamu ya gak ada capeknya.Kita kan mau ke kantor polisi mau ngasih keterangan sama jenguk Aruna.


"Jadi kamu lebih mentingin perempuan ular itu dari pada Mas suami kamu",rajuk Devan tak terima Kayla lebih mementingkan orang lain dari pada dia yang notabenenya suami Kayla sendiri.


"Bukan gitu Mas...kan kamu yang bilang aku diminta pihak kepolisian untuk memberi keterangan untuk melengkapi bukti hari ini",ucap Kayla membujuk sang suami yang sudah merajuk.Ternyata laki laki dingin dan datar seperti Devan bisa juga merajuk pikir Kayla menggelengkan kepalanya pelan.


Devan tetap dalam mode merajuknya diam dan tak menggubris perkataan Kayla.


"Mas...udah dong merajuknya.Iya deh iya nanti kamu aku layani sepuas kamu tapi setelah kita pulang dari kantor polisi bagaimana?",ucap Kayla tersenyum nakal.


Devan yang mendapatkan angin segar langsung menyudahi sesi merajuknya.Matanya langsung berbinar saat mendengar ucapan sang istri."Janji ya sayang...kamu akan melayani Mas",ucap Devan tersenyum lebar.


"Iya janji...kapan aku bohong sama kamu Mas",jawab Kayla yang sedang mengambilkan sarapan untuk Devan.


"Mas makin sayang deh sama kamu",ucap Devan membuat Kayla menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan sang suami.

__ADS_1


"Ya sudah kamu sarapan dulu Mas setelah ini kita langsung ke kantor polisi",ucap Kayla yang juga mengambil sarapan untuknya sendri.


Mereka sarapan dengan lahap tanpa mengeluarkan sepatah kata pun karena mereka memang tak suka berbicara saat makan.


Setelah sarapan dan perdebatan yang alot antara Devan dan Kayla karena Devan yang menginginkan sang istri pada waktu yang tak tepat.Devan tidak akan tahan setelah melihat sang istri berdandan cantik.Karena menurutnya Kayla sangat cantik dan menggairahkan kalau ia berdandan.


Memang begitulah laki laki kalau sudah merasakan yang namanya surga dunia pasti dia akan ketagihan apalagi memiliki pasangan halal bebas melakukannya kapanpun dan di manapun.


Setelah menempuh perjalanan satu jam mereka tiba di kantor polisi.Devan dan Kayla langsung menemui sang pengacara Pak Regan Hutabarat selaku pengacara keluarga Devan untuk menngani kasus sang menimpa sang istri.Pak Regan memang tiba lebih awal dari Devan untuk membicarakan kasus ini dengan pihak kepolisian kalau sang korban siap memberikan keterangan.


"Maaf Pak Regan kami sedikit terlambat",ujar Devan yang merasa sedikit tidak enak hati.Karena Devan memang orangnya selau onetime bila berjanji.


"Tidak apa apa Tuan Devan saya nya saja yang lebih awal datang",balas Pak Regan terkekeh kecil.


Tak lama komandan dari pihak kepolisian menghampiri mereka."Tuan Devan suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan anda",ucap komandan polisi yang bernama Rudi Fernando itu.


"Saya juga begitu Pak Rudi",balas Devan sopan.


"Jadi ini korban sekaligus Nyonya Wijaya",ujar Pak Rudi melirik Kayla yang berdiri disamping Devan.


"Benar Pak...saya Kayla",jawab Kayla menangkup kedua tangannya didepan dada pertanda dia tidak ingin berjabat tangan dengan yang bukan muhrimnya.Meski ia belum memakai hijab Kayla berusaha untuk menaati perintah agama.


Ditatap tajam oleh Devan membuat Pak Rudi tidak enak hati karena tanpa dasar ia memuji istri orang.


"Oh ya mari Pak Devan ke ruangan saya",ajak Pak Rudi dan diangguki oleh Pak Regan serta Devan.


"Maaf Pak Rudi saya boleh bertemu Aruna terlebih dahulu",tanya Kayla.


"Oh tentu... Nyonya Wijaya nanti bawahan saya akan menunjukkan sel tahanan saudari Aruna",jawab Pak Rudi canggung.


Kayla dan Devan didampingi oleh seorang polwan menuju sel tahanan dimana Aruna berada.


Setelah menunggu lima menit seorang perempuan didampingi seorang polwan mengahampiri Kayla dan Devan.


"Kay..Kayla...",lirih Aruna mengehentikan langkahnya menuju meja tunggu.


Kayla yang mendengar namanya disebut langsung menatap kearah suara.

__ADS_1


"Aru..na",gumam Kayla menatap sahabatnya itu dingin dan datar.


Aruna perlahan melangkah menuju Kayla dan Devan slalu duduk dihadapan mereka berdua.Lama mereka saling diam dalam pikiran masing-masing.


"Gimana keadaan kamu setelah berusaha melenyapkan aku Run?apa kamu puas?sayangnya Tuhan masih menyayangiku dan masih memberikan aku kesempatan untuk hidup",ucapan Kayla dingin.


"Harusnya dari dulu kamu itu mati Kayla,kamu cuma jadi penghalang aku untuk bahagia",geram Aruna menatap nyalang pada Kayla.


Devan yang mendengar ucapan Kayla mengeraskan rahangnya.Dia tidak rela mendengar kata mati untuk sang istri.


"Diam kamu perempuan ular...aku kan pastikan kamu akan mendekam lebih lama didalam penjara",desis Devan menahan amarahnya.


"Oh...aku lupa kalau kalian sudah menikah ya", ejek Aruna menatap sinis pada Kayla.


"Kamu harusnya berpikir lebih panjang hidup itu tabur tuai apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai.Jika kamu menanam kebencian maka kebencian pula yang kamu dapat jadi jangan pernah kamu menyalahkan aku sebagai alasan kamu tidak bahagia",ucap Kayla dengan ekspresi yang tak terbaca serta penuh penekanan dan dingin.


"Huh...tau apa kamu dengan hidupku Kayla semua kamu rampas dari aku...kasih sayang Nenek,harta warisan Nenek dan yang terakhir orang yang aku cintai yaitu Devan",teriak Aruna dengan menggebu-gebu.


"Tentang kasih sayang Nenek wajar dia menyayangiku karena aku cucu kandungnya dan untuk warisan jawabannya sama dan terakhir untuk Mas Devan dari awal aku tidak tau dia mencintaiku dan aku juga tidak tau kalau kamu juga mencintainya karena kamu tidak pernah bercerita padaku,lalu salahku dimana Aruna?",tanya Kayla menatap tajam Aruna membuat Devan maupun Aruna terkejut dengan ekspresi yang tak biasa dari Kayla.


"Aku kecewa sama kamu Runa...aku bahkan tidak mendendam sekalipun meski aku tau Papa kamu yang sudah melenyapkan kedua orang tuaku.Malah aku tetap menyayangimu sebagai saudara dan sahabatku.Lalu ini balasanmu?",sambung Kayla dengan emosi yang tertahan membuat Devan mengelus punggung Kayla untuk memberikan ketenangan.


Sedangkan Arun terdiam membeku mendengar ucapan Kayla.


"Kalau seperti ini sifatmu pantas saja kamu selalu merasa tidak bahagia.Karena hati dan pikiran kamu itu udah kotor",ucap Kayla lantang dan beranjak pergi dari hadapan Aruna.


Dia begitu kecewa dan sakit dengan pengkhianatan Aruna.Tidak cukupkah selama ini dia tetap diam agar Aruna tetap bahagia tanpa harus melihat Papanya dipenjara?kurang baik apa Kayla pada Aruna.


Devan segera mengejar Kayla setelah menatap tajam Aruna.


"Sayang...tunggu dulu!",ujar Devan yang langsung memeluk erat sang istri yang begitu terpukul dengan kanyataan yang ada.


"Mas...apa aku jahat dengan memenjarakan Aruna?",tanya Kayla datar dan tak ada lagi air mata ataupun kesedihan.


"Gak...sayang kamu tidak jahat dialah yang jahat.Keputusan kamu untuk memenjarakan dia sudah tepat",ujar Devan melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Kayla.


Setelah Kayla tenang Devan mengajak Kayla menuju ruang interogasi di mana Pak Regan sudah menunggu mereka.

__ADS_1


Selama satu jam menjawab pertanyaan demi pertanyaan kini mereka kembali menuju rumah namun bukan rumah mereka melainkan rumah utama keluarga Wijaya.


...****************...


__ADS_2