Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Sikap aneh Devan


__ADS_3

Kayla menunduk malu saat ia kepergok oleh adik Devan,rasanya sama bagaikan kepergok mencuri bahkan lebih malu dari itu.Sedangkan Devan hanya bersikap biasa dan datar.


Lyra menatap kearah Devan sambil bersidekap didada.Sebenarnya ia sangat senang kalau sang Kakak sudah memiliki kekasih,tapi ia sedikit kesal karena Devan tidak memberitahu dirinya.


Bukan Devan tak mau memberitahu tapi masalah privasinya dia tidak mau orang lain ikut campur.Apalagi adiknya yang super rempong.


"Kak...kalian ada hubungan apa?",tanya Lyra dengan tatapan penuh tanya.


"Hmmm...dia calon kekasih Kakak",jawab Devan tanpa dosa dan menatap Kayla penuh arti.Kayla menagangkat kepalanya dan membelalakkan kedua matanya saat mendengar jawaban dari Devan.Jantungnya berdegup kencang dengan wajah merah padam menahan malu.


"Apa...?",pekik Lyra dengan senyum yang mengembang dan memeluk Benny karena ia sangat bahagia karena sang Kakak yang super dingin ini akhirnya bisa jatuh cinta juga.


Benny menatap Devan dengan senyuman samar dia yang tau sebenarnya kalau Devan dan Kayla belum punya hubungan apa apa.Pengakuan Devan barusan membuat Benny terkejut.Ia menatap sekilas Kayla yang menundukkan kepalanya menahan rasa malu.


Benny menarik Lyra dari hadapan Devan dan Kayla.Benny memberikan ruang untuk mereka berdua membahas ucapan Devan tadi.Lyra memberengut kesal karena Benny menariknya begitu saja saat ia akan menghampiri Kayla.


Sementara itu Kayla masih setia menundukkan kepalanya menahan gejolak didadanya.Mukanya memerah bagaikan kepiting rebus.Ucapan Devan tadi ambigu baginya.


Devan masih menatap Kayla yang ada dihadapannya sikap Kayla seperti ini membuatnya gemas.


"Permisi...ini pesanannya Mas,Mbak",ucap waiter dengan ramah dan diangguki oleh Devan lalu manata satu persatu makanan di atas meja.


"Silahkan di nikmati",ujar waiter itu seraya undur diri dan pergi.


"Hmmm...",Devan memdehem membuat Kayla menatapnya.Pandangan mereka bertemu dan saling mengunci.Devan menatap Kayla penuh sayang karena ucapannya tadi bukan main-main.


Kayla memutus tatapan mereka dan mengambil makanannya.Tingkah Kayla tak luput dari tatapan Devan,pria itu terus menatap Kayla seolah makanan dihadapannya tidak menarik baginya.


"Apa Mas Devan tidak makan?",tanya Kayla terbata tanpa menatap Devan.Pengakuan Devan tadi membuat Kayla merasa kurang nyaman.


"Melihatmu makan sudah membuatku kenyang",jawab Devan dengan masih menatap Kayla.


Kayla yang akan menyuap makanannya tiba tiba berhenti saat mendengar ucapan Devan tadi.Dia tersenyum samar ucapan Devan membuat jantungnya makin berdebar.


"Mana bisa begitu?",jawab Kayla lirih.

__ADS_1


"Tentu saja,kenapa tidak?",timpal Devan lagi tersenyum smirk.


"Mas Devan bisa aja menggombalnya",ujar Kayla kikuk.


"Siapa yang menggombal,saya serius Kayla Maharani",ujar. Devan menyebut nama belakang Kayla.


Deg


"Dari mana Mas Devan tau nama belakangku?",batin Kayla.


"Oh ya ucapan saya tadi serius",ujar Devan saat menyuap makanan kemulutnya.


"Ucapan?yang mana?",tanya Kayla polos dan mengernyitkan kedua alisnya.


"Kamu calon kekasihku",ujar Devan menatap dalam Kayla yang juga tampan terkejut.


Kayla hanya terdiam dan melanjutkan makannya tanpa menjawab ucapan Devan.Bagaimana mungkin seorang Devan menyukainya ditambah lagi perkenalan mereka yang masih singkat.Kayla mencoba mengabaikan pernyataan Devan meski hatinya tidak sejalan dengan otaknya.


Kayla memang diam diam mengagumi Devan apalagi perhatian Devan akhir akhir ini membuat hatinya terketuk dan berdebar.Tapi dia sadar diri mana mungkin pria yang sempurna dihadapannya sekarang ini menaruh hati padanya.Dia takut untuk berharap lebih,takut Devan mempermainkan perasaannya.


Mereka makan dalam diam hanya dentingan sendok yang terdengar hingga makan malam dalam keheningan itu berakhir.Dan Devan menagantarkan Kayla pulang.


Kayla hanya diam membiarkan Devan melanjutkan ucapannya.


Devan menatap Kayla dan mulai melanjutkan ucapannya.


"Kamu ingat...waktu itu pria yang menolongmu saat kamu dikejar anjing,?pria itu adalah aku Kay.Pria yang selalu menunggumu pulang sekolah dan mengantarkanmu pulang.Saat hari kelulusanmu aku menunggumu di gerbang sekolah.Ternyata salah satu temanmu mengatakan kamu pindah rumah.Saat itu aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu Key...tapi aku kehilanganmu jajakmu.Sampai suatu hari aku melihatmu disebuah toko textile dan maaf kalau aku mencari tentang kehidupanmu",ujar Devan menjelaskan semuanya padanya Kayla.


Kayla sangat syok,ternyata laki laki yang dulu pernah ia sukai sekarang berada dihadapannya.Dia menatap Devan dengan mata berkaca dan menahan gejolak di dadanya.


"Kay...aku sungguh sungguh menyukaimu",ujar Devan dengan tulus.


"Mas...",Kayla menghembuskan nafas panjang dan membalas tatapan Devan.


"Aku tidak memaksamu menjawab sekarang Kay yang penting kamu sudah tau isi hatiku",ucap Devan.

__ADS_1


"Mas...ak-aku...juga...sama",jawab Kayla terbata bata.


Devan tersenyum lebar saat mendengar jawaban Kayla,ternyata usahanya mendekati Kayla beberapa hari ini tidak sia sia.Devan menggenggam erat tangan Kayla dan menatap penuh cinta.Ingin ia memeluk gadisnya tapi tidak akan ia lakukan sebelum gadisnya ini halal untuk ia sentuh sepenuhnya.Hanya sekedar pegangan tangan tidak lebih dari itu.Bukankah pria sejati akan melindungi gadisnya bukan merusaknya.


Kayla membalas senyuman Devan dan tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipinya.Membuat Devan benar benar makin jatuh cinta pada gadis yang selama ini ia cintai.Cinta yang ia jaga selama ini karena ia yakin Kayla adalah jodohnya.


"Kamu mau mampir Mas?",tanya Kayla menekan degupan jantung nya.


"Sudah malam Kay...lain kali ya",jawab Devan dan diangguki Kayla.


Kayla membuka pintu mobil dan segera keluar dan melemparkan senyum tipis kearah Devan dan dibalas Devan dengan senyuman merekah.


"Sudah sana masuk rumah", ujar Devan menyuruh Kayla masuk lebih dahulu sebelum ia pergi meninggalkan rumah Kayla.


Setelah Kayla benar benar masuk rumah Devan segera kembali pulang kerumahnya utama karena adiknya beberapa hari lagi akan menikah jadi Nenek memintanya untuk tinggal dirumahnya.


***


Devan memasuki rumahnya dengan wajah berseri seri dengan senyuman yang tidak luntur membuat para maid heran dengan sikap tak biasa Tuan Muda mereka.


Sikap Devan tak luput dari pandangan sang Nenek yang duduk diruang tamu.Ia juga heran kenapa cucunya yang biasanya dingin dan datar tiba tiba berubah seratus delapan puluh derajat.


"Apakah gunung es sudah mencair,Ra?",tanya Nenek pada Lyra yang juga melihat tingkah sang Kakak.


"Sepertinya kutub Utara sudah mencair Nek",sambung Lyra lagi.


Sedangkan yang dibicarakan melewati begitu saja kedua wanita berbeda generasi itu yang sedang membicarakanya.Devan tidak melihat keberadaan kedua wanita yang selalu ia prioritaskan itu.


"Apakah dia memenangkan lotre,Ra?",tanya Nenek dengan kening berkerut.


"Sepertinya lebih dari itu Nek",jawab Lyra yang sudah tau kenapa Kakaknya bertingkah tidak seperti biasanya.


"Maksudmu?",tanya Nenek lagi.Dia tidak mengerti dengan jawaban ambigu cucu perempuannya.


"Nanti Nenek akan tau sendiri,bukan urusanku menjelaskannya kepada Nenek",jawab Lyra.

__ADS_1


"Hah...kau ini sama saja dengan Kakakmu yang seperti kutub utara itu",kesal Nenek dengan bibir mengerucut.


"Nek...sejak kapan Nenek jadi kepo dengan urusan cucumu yang paling tampan itu?",tanya Lyra.


__ADS_2