Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Rencana pertunangan


__ADS_3

Jadilah hari itu Kayla dan Devan berziarah ke makam orangtuanya.Memasuki area pemakaman yang tampak sedikit ramai oleh perziarah Kayla membawa Devan menuju makam yang terletak dibawah pohon mahoni yang tumbuh subur.Makamnya yang cukup terawat walau tidak mewah ala ala makam keluarga artis tanah air.


Kayla membaca salam dan berjongkok diikuti oleh Devan lalu menaburkan bunga dan membaca alfatihah untuk kedua orangtuanya.Kayla mengenalkan Devan kepada orangtuanya sebagai calon suaminya.Kayla mengusap air matanya dihari bahagianya nanti ia tidak didampingi oleh keluarganya.


Devan mengusap lembut bahu Kayla untuk memberi ketenangan pada kekasihnya.Ia tau ini tak mudah bagi Kayla,nasibnya dan Kayla hampir sama namun bedanya ia masih memiliki Nenek satu satunya keluarga yang selalu ada untuknya dan Lyra.


Setelah cukup lama mereka memutuskan kembali pulang.Pernikahan Lyra tinggal menghitung hari.Meski Devan telah memakai jasa WO tapi ia merasa punya tanggung jawab untuk mempersiapkan pernikahan adik satu satunya itu.


Sepanjang perjalanan pulang hanya keheningan yang menemani mereka.Devan tampak fokus menyetir sedangkan Kayla menatap lurus jalanan dengan pikiran menerawang membayangkan betapa bahagianya kelurga kecilnya meski hidup sederhana tapi penuh dengan cinta.


"Sayang aku mau ke hotel dulu buat ngecek persiapan pernikahan Lyra,kamu mau ikut?",tanya Devan saat mobil berhenti di lampu merah.


Kayla berpikir sesaat lalu tersebut tersenyum tipis."Emang boleh Mas?",tanya Kayla


"Ya boleh dong sayang,siapa yang ngelarang kamu,hum?",Devan mencubit gemas pipi Kayla.


"Gak...takutnya nantinya kamu terganggu sama aku",jawab Kayla lagi.


"Malah kamu terus ngeganggu aku sayang,setiap hari dan setiap saat malah",ujar Devan menggoda Kayla.


"Kapan Mas?",jawab Kayla polos.


"Sayang semenjak aku ketemu kamu dan sejak saat itu kamu ganggu pikiran aku untuk terus memikirkanmu",jawab Devan jujur.


Kayla menyembunyikan senyumannya dengan menatap kearah jendela agar Devan tak melihat pipinya yang sudah merona.Entah kenapa setiap Devan mengungkapkan isi hatinya membuat jantungnya tidak sehat.


"Kenapa merona,hum?malu ya?",goda Devan menyibak rambut Kayla yang menutupi wajahnya.


"Mas,ih",kesal Kayla mencubit perut Devan gemas yang terus menggodanya habis habisan.


"Aw...sakit sayang",rajuk Devan dengan suara pelan.


"Biarin...siapa suruh usilin aku terus",ketus Kayla menahan senyumannya.Ia begitu bahagia bisa dicintai dengan tulus oleh pria sesempurna Devan.Meski manusia sebenarnya tidak sempurna tapi bagi Kayla Devan paket komplit yang sempurna.Memiliki paras yang tampan,baik,dan tentunya seorang Presdir yang memiliki kekayaan tiada batas.


Tak lama mobil mereka tiba disebuah Hotel termewah di kota itu.Devan dan Kayla memasuki lobi hotel yang sudah didesain indah untuk pernikahan Lyra.


Kayla begitu sangat kagum melihat dekorasi yang dipilih oleh Lyra dan Benny.Benar benar mewah dan indah.Kayla berkeliling ruangan tempat yang akan dijadikan akad nikah sekaligus resepsi pernikahan Lyra dan Benny.Sedangkan Devan tampak mengobrol dengan pihak WO untuk membahas persiapan yang akan tinggal beberapa hari lagi itu.


Sepasang mata tampak tersenyum sinis melihat Kayla.Dari tadi ia terus memperhatikan Kayla dari awal Kayla dan Devan memasuki lobi hotel.


"Hmmm...",seorang gadis memdehem kecil dibelakang Kayla.


Kayla membalikkan badannya dan tersenyum kecil menatap gadis yang ada didepannya.


"Aruna...kamu disini?",tanya Kayla sedikit terkejut.Ya Aruna merupakan sahabat dari pemilik WO untuk pernikahan Lyra dan Benny.

__ADS_1


"Iya...maaf aku gak jadi kerja ditempatmu Papaku meminta aku tinggal bersamanya",jawab Aruna sedikit angkuh.


"Oh...gak apa apa",jawab Kayla dengan senyum yang dipaksakan.


"Oh ya...kata Papa kamu akan menikah,benar begitu?",tanya Aruna.


"Hmmm... insyaallah iya Run",jawab Kayla menatap Devan yang berdiri memunggunginya.Ia merasa ada yang berbeda dengan Aruna sekarang.Tampak ada kebencian ditatapan matanya.


"Semoga lancar ya",Aruna mengibaskan. rambutnya dan berlalu pergi dari hadapan Aruna.Matanya menatap Devan yang berdiri tak jauh darinya.Ingin ia menghampiri pria yang masih ia cintai itu,namun ia belum siap akan amarah dari Devan.Ia tau kalau Devan adalah calon suami dari Kayla sahabat sekaligus sepupunya itu.


Kayla menatap punggung Aruna yang mulai menjauh.Meski mereka dulu tumbuh bersama dan menjadi sahabat entah kenapa ada sesuatu yang berbeda saat ini pada Aruna.Tatapan matanya tidak seperti biasanya dan sikapnya lebih arogan dan terlihat sombong.


Devan menghampiri Kayla yang tampak melamun olehnya.


"Ada apa,hum?",tanya Devan menyadarkan Kayla dari lamunannya.


"Gak Mas...",kilah Kayla lalu tersenyum lebar.


"Yakin sayang",Devan menyipitkan matanya mencari kebenaran dari mata Kayla.


"Iya...Mas,tadi aku ketemu sepupu aku dan dia sudah pergi",ucap Kayla tak sepenuhnya berbohong.


"Oh...",Devan ber oh ria mendengar penjelasan Kayla.


"Sudah selesai Mas?",tanya Kayla.


Tak jauh dari parkiran seorang gadis terus memperhatikan keduanya sampai mobil milik Devan pergi dari parkiran hotel.


"Aku...tidak akan membiarkanmu bahagia Kayla",batin Aruna lalu tertawa jahat dan segera pergi meninggalkan lobi hotel menuju kediaman Papanya.


***


"Assalamu'alaikum",ucap Devan dan Kayla bersamaan saat memasuki rumah utama milik Devan.


"Waalaikum salam",jawab seorang wanita paruh payah lalu merentangkan kedua tangannya memeluk Kayla hangat.


Devan yang melihat pemandangan tersebut tersenyum bahagia melihat kedua wanita berbeda generasi itu saling menyayangi.


"Bagaimana kabarnya Nek?",tanya Kayla yang melerai pelukannya.


"Alhamdulillah baik dan sehat Nak",jawab Nenek tersenyum tipis lalu membawa Kayla duduk di sofa ruang tamu.


"Syukurlah Nek",ujar Kayla.


"Kalian dari mana?",Nenek menatap Kayla dan Devan bergantian.

__ADS_1


"Dari makamnya orang tua Kayla lalu kehotel melihat persiapan pernikahan Lyra Nek",jawab Devan.


"Bagaiamana pernikahan kalian dilakukan dihari yang sama dengan pernikahan Lyra ", saranNenek menatap Kayla dan Devan.


"Kita belum mau terburu buru Nek,lagian Nenek belum melamar Kayla secara resmi dan juga Kayla pasti punya konsep pernikahan impiannya Nek",jawab Devan menatap Nenek dan Kayla dengan lembut.


"Gak perlu lamaran resmi Mas,aku gak punya siapa siapa lagi",jawab Kayla sendu.


"Gimana dihari pernikahan Lyra kalian umumkan pertunangan kalian",usul Nenek antusias.


"Menurutku itu ide yang bagus Nek.Iya kan sayang?",tanya Devan pada Kayla.


Kayla menggangguk kecil lalu tersenyum manis pada Devan.


"Yes...",ucap Devan penuh semangat.


Nenek dan Kayla tersenyum bahagia melihat Devan yang sangat bahagia.Baru kali ini ia melihat sang cucu yang biasanya dingin dan datar begitu bahagia dan tersenyum lebar.


"Nak... berjanjilah akan selalu membuat cucu Nenek terus tersenyum seperti ini",ucap Nenek mengelus lembut rambut Kayla.


"Insyaallah Nek",jawab Kayla tertunduk malu.Nenek dan Devan yang melihatnya tersenyum tipis.


"Nek...astaga ada apa ini",teriak Lyra antusias lalu mendudukkan bongkongnya disofa sebelah Devan.


"Jangan teriak teriak Lyra",ujar Devan.


"Ups...Maaf Kak",jawab Lyra.


"Hai...anak nakal dari mana kamu,hum?,tiga hari lagi kamu itu akan menikah tapi masih saja keluyuran.Harusnya kamu itu berdiam diri dirumah",omel Nenek panjang lebar.


Kayla dan Devam saling pandang lalu tersenyum mendengar omelan Nenek pada Lyra.


"Nek...aku kan dari salon",sungut Lyra dengan bibir yang di kerucutkan ke depan.


"Hei...kamu bisa minta tolong Kakakmu untuk mendatangkan orang salon kerumah",ujar Nenek yang tak habis pikir dengan cucunya ini.Karena ia tau salon hanya alasan saja karena Lyra diam diam menemui calon suaminya.


"Iya Nek..",jawab Lyra dengan kepala tertunduk.


"Lyra besok baju pengantinmu akan Mbak kirim kesini ya.Gak usah kamu yang ambil benar kata Nenek kamu itu harus dipingit dulu biar gak terjadi sesuatu nantinya",sambung Kayla.


"Iya...Mbak, makasih ya",ucap Lyra tulus.


"Sama sama Lyra",jawab Kayla.


Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan tawa dan senyum bahagia.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2