Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Hamil


__ADS_3

Kayla berusaha menyadarkan Devan dengan menepuk pelan pipi sang suami namun tak ada pergerakan sama sekali dari Devan membuat Kayla bergegas meminta pertolongan.


Kayla segara membuka pintu dan berteriak minta tolong dan dalam hitungan detik beberapa karyawan menghampirinya termasuk Benny yang bergegas berlari kearah Kayla yang sudah berurai air mata.


"Key...ada apa?",tanya Benny yang melihat Kayla begitu panik.


"Mas Benny tolong Mas Devan pingsan di kamar mandi",Kayla menunjuk arah kamar mandi dan segera Benny dan beberapa karyawan laki laki ikut mengikuti Benny untuk membantu bos mereka.


Benny terkejut saat melihat Devan tidak sadarkan diri dengan wajah yang sangat pucat.Segera Benny dan dua orang karyawan menggotong tubuh Devan untuk dibawa ke rumah sakit.


Kayla mengikuti dari belakang dengan wajah yang sangat kuawatir dengan sang suami.


Setibanya di loby Benny menyuruh Kayla untuk masuk lebih dahulu kedalam mobil baru setelah itu Benny meletakan Devan yang masih belum sadarkan diri kedalam mobil.Benny meletakan kepala Devan diatas paha sang istri lalu kemudian ia segera menjalankan mobil menuju rumah sakit.


Sebelumnya Benny sudah meminta Ray untuk menghandle meeting yang sebentar lagi dimulai karena kondisi Devan yang masih belum sadarkan diri dan dirinya yang harus memastikan sang sahabat baik baik saja.


Setibanya di rumah sakit Devan langsung dibawa keruang UGD untuk diperiksa.Sedangkan Kayla dan Benny tengah menunggu dari luar sembari menghubungi keluarga yang lain.Kayla begitu sangat cemas dengan keadaan Devan yang tiba tiba saja muntah muntah.


Tak lama kemudian pintu ruangan UGD terbuka tampak seorang dokter paruh baya keluar.


"Dok...bagaimana keadaan suami saya",Kayla langsung menanyai Dokter dengan wajah yang begitu panik.


"Suami Nyonya baik baik saja dia hanya dehidrasi karena kekurangan cairan dan sebentar lagi juga akan sadar",jawab Dokter tersenyum tipis.


"Tapi dia dari selesai makan muntah muntah terus Dok.Apakah makanan yang dia makan penyebabnya?",tanya Kayla.


"Tidak Nyonya sebaiknya anda lah memeriksakan diri ke Dokter Obygin karena melihat gejala yang dialami suami anda dia mengalami kehamilan simpatik.Kalau begitu saya permisi dulu anda berdua sudah boleh membesuknya",ucap Dokter berlalu pergi meninggalkan Benny dan Kayla yang masih bingung dengan ucapan Dokter. Apa benar dia saat ini hamil mengapa begitu cepat padahal dia belum telat datang bulan. Sedangkan Benny tersenyum samar mendengar ucapan Dokter.


Benny menyuruh Kayla untuk masuk lebih dahulu sementara dirinya memilih untuk kembali ke kantor karena pekerjaannya telah menumpuk.


Kayla menatap sang suami yang terbaring diatas tempat tidur yang belum juga sadar serta mukanya masih terlihat pucat.Kayla meraba perut datarnya."Apakah benar kalau aku sudah hamil?",batin Kayla yang begitu berdebar memikirkan kalau apa yang dikatakan Dokter tadi ternyata benar.


Karena belum ada tanda tanda Devan akan sadar Kayla memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke Dokter kandungan.

__ADS_1


Untung saat itu poli kandungan dalam keadaan tidak begitu ramai jadi dia tidak perlu antri lebih dahulu.


Kayla langsung masuk ke dalam ruangan Dokter dan di sambut ramah seorang Dokter yang masih muda seumuran dengannya.


"Selamat siang Nyonya silahkan duduk! ada yang bisa dibantu?",sapa Dokter itu ramah.


Kayla duduk dihadapan Dokter itu tersenyum ramah."Saya mau periksa Dokter tapi saat belum telat sih",ucap Kayla ragu ragu.


Dokter itu mengulum senyumnya."Itu mungkin saja terjadi Nyonya karena kehamilan akan terjadi disaat awal berhubungan badan.Kalau Nyonya penasaran mari kita USG.Mari berbaring Nyonya",ucap Dokter itu yang sudah berdiri didekat brankar.


Kayla dengan ragu ragu dan jantung berdebar berbaring diatas brankar.Lalu Dokter itu menyingkap sedikit bajunya dan mengolesi gel diperut rata Kayla.Lalu Dokter kandungan melakukan USG pada Kayla.


Dokter itu tersenyum lebar saat melihat layar monitor."Lihatlah Nyonya selamat anda memang sedang hamil dan usia kandungannya baru 4 minggu"ucap Dokter itu menunjuk titik kecil dilayar monitor.


Kayla menitikkan air matanya ternyata harapan sang suami menjadi kenyataan.Dia sangat bahagia karena telah diberi kepercayaan secepat ini.Lengkap sudah kebahagiaannya saat ini.


"Jadi...saya sebentar lagi akan jadi ibu Dok?",tanya Kayla menitikkan air matanya karena begitu bahagia.


"Iya Nyonya...usia kandungan anda masih rentan keguguran jadi jangan melakukan pekerjaan yang berat berat dulu.Saya juga akan memberikan resep vitamin dan penguat kandungan",ucap Dokter memberikan resep obat penguat kandungan dan hasil USG pada Kayla.Dokter juga menjelaskan tentang kehamilan simpatik yang dialami sang suami saat Dokter tadi menanyakannya apakah mengalami mual.


Setibanya didepan ruang rawat Devan Kayla samar samar mendengar suara Devan berbicara pada Neneknya.Terdengar Devan begitu emosi menyebut namanya.


Kayla mengatur detak jantungnya lalu masuk keruangan Devan.


Ceklek


Devan beserta yang lainnya menatap kearah Kayla.Suaminya itu tampak bermuka datar melihat kearahnya.


"Mbak dari mana?Kak Devan dari tadi nyariin Mbak?",tanya Lyra sementara itu yang ditanya tak menggubris melainkan manatap sang suami yang tiba tiba saja bersikap datar padanya.


"Mas...


"Suami sakit bukannya dijagain tapi malah pergi", sindir Devan.

__ADS_1


"Dev...jangan bersikap seperti itu pada cucu menantu Nenek",Devan yang ditegur membuang muka.


"Nak...kamu dari mana?",tanya Nenek menatap cucu menantu dengan mata teduh.


Kayla merasa bersalah meninggalkan suaminya ia masih meremas amplop berisikan hasil USG kehamilannya."Mas...maaf tadi aku pergi tidak pamit tapi kamu harus lihat ini!",Kayla menyodorkan amplop itu pada suaminya.


Devan menatap amplop putih itu dan dengan pelan ia meraihnya dari tangan Kayla.Nenek dan Lyra saling pandang melihat amplop yang diberikan Kayla pada Devan.


"Buka Mas!", ucap Kayla.


Devan membuka amplop itu perlahan setelah melihat hasilnya matanya berkaca kaca lalu menatap Kayla dengan senyum tipis.Lalu meminta Kayla mendekat kearahnya.Kayla langsung berjalan kearah Devan.Ia langsung memeluknya erat.


"Maafkan Mas sayang yang udah marah marah sama kamu tanpa bertanya lebih dahulu",Isak Devan.


Nenek yang melihat cucunya tiba tiba menangis langsung mengambil kertas yang dipegang Devan."Alhamdulillah akhirnya aku akan memiliki cicit",pekik Nenek membuat Lyra tersenyum lebar lalu ikut memeluk Kayla.


"Mas akan jadi ayah sayang",lirih Devan yang begitu sangat bahagia.


"Iya Mas...kita akan menjadi orangtua.Maaf tadi aku langsung pergi periksa saat Dokter menjelaskan kalau kamu mengalami kehamilan simpatik",Kayla menjelaskan kenapa ia pergi meninggalkan Devan yang belum sadar.


"Maksudnya...?",Devan tampak bingung saat Kayla mengatakan ia mengalami kehamilan simpatik.


"Iya kamu muntah muntah di kantor tadi Mas hingga kamu pingsan.Kayaknya anak kita akan menyiksa kamu deh tiap pagi karena mual.Jadi muntah yang kamu alami itu karena kehamilan aku ini",ucap Kayla memegang perutnya yang masih rata.Devan mencium kening sang istri penuh kasih sayang.


"Selamat ya Key...jaga cicit Nenek baik baik dan jangan kelelahan karena masih rentan untuk keguguran", ucap Nenek memeluk sang cucu menantu erat.


"Selamat juga ya Kak,Mbak...akhirnya sebentar lagi aku punya ponakan.


"Makasih Nek, Lyra",jawab Kayla tersenyum bahagia.


"Mulai hari ini kamu gak boleh lagi kerja sayang...aku gak mau anak kita kenapa napa",ucap Devan mengusap perut Kayla dan menciumnya.Kayla begitu bahagia karena kehamilannya.


"Iya Mas...",jawab Kayla patuh.Karena ia berencana untuk sementara tokonya itu ia serahkan pengelolaannya lada Fani.

__ADS_1


"Dasar posesif tadi aja Mbak Kayla gak ada mengamuk gak jelas",ledek Lyra mencibir kearah Devan.Sementara yang disindir mengacuhkannya dan lebih memilih mengusap usap perut Kayla mencurahkan kasih sayangnya pada sang anak.


...****************...


__ADS_2