Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Tentang kebenaran


__ADS_3

Di ruangan yang minim cahaya seorang perempuan tampak lusuh dengan rambut acak acakan.Kedua kaki dan tangannya terikat oleh tali walau berapa kali pun ia memberontak untuk melepaskan tali itu namun usahanya sia sia.


Dia benar benar sudah lelah bahkan untuk berteriak lagi tak sanggup karena dari kemarin dia tidak minum dan makan.Bukannya dia tidak diberi makan namun dia tidak mau memakan makanan yang diberikan padanya.


Pasrah hanya itu yang dia lakukan saat ini dan entah siapa yang sudah berani menculiknya.Dia terus mengutuk dalam dalam hati atas apa yang menimpanya.Harusnya ia saat ini sedang merayakan kemenangannya yang telah berhasil mencelakai Kayla.Tapi malah nasibnya yang berada disini saat ini.


Pintu ruangan itu terbuka menampilkan seorang pria tampan berahang tegas dan bengis menatap nyalang perempuan yang tengah terikat disebuah kursi yang tampak begitu menyedihkan.Dan disampingnya berdiri seorang wanita yang tak kalah seramnya menatap perempuan itu.


Perempuan yang terikat itu menyadari siapa yang masuk langsung menatap dengan mata berbinar dan jantung yang berdebar.


"Dev...apakah itu kamu yang datang menyelamatkanku?,aku tau kamu pasti datang,iya kan?",tanya perempuan itu beruntun dengan mata berbinar.


Sedangkan sang pria berjalan mendekat secara perlahan menyunggingkan senyuman evilnya.


"Dev...mereka menyekapku disini tanpa memberiku makan",adunya pada pria yang masih menatapnya tajam seperti akan membunuh namun dia mengabaikan tatapan itu dan terus merengek.


"Kau tau kenapa kau bisa disekap disini?",tanya Devan datar dan dingin suaranya begitu menakutkan sedangkan wanita yang berdiri didepan pintu ikut menyunggingkan senyuman saat melihat perempuan itu ketakutan.


"Dev... a-aku...


"Dasar perempuan ular yang tak tau malu",umpat Devan.


"Dev...jadi kamu?.


"Kenapa?kau pikir aku yang datang menyelamatkanmu disini?",Devan menatap tajam perempuan itu.


"Ra...apa kamu mau bersenang senang adikku?",tanya Devan pada adiknya Lyra gadis yang beberapa jam yang lalu telah menjadi wanita seutuhnya itu mengangguk dan tersenyum penuh misteri pada perempuan yang tampak begitu pucat pasi.


"Hai...Aruna apa kabar?sudah lama kita tidak bertemu,bukan?",Lyra menghampiri Aruna yang makin ketakutan melihat Lyra yang tampak emosi.Lyra bukanlah tandingannya dia masih ingat beberapa tahun yang lalu saat ia ketahuan menjebak Devan wanita itu begitu bar bar menamparnya.Ya hanya tamparan yang membuat Aruna bergidik ngeri membayangkan nya kembali.


"K-kau...mau apa kau?",tanya Aruna disisa keberaniannya menatap Lyra.


"Aku?hanya ingin memberimu pelajaran karena sudah menyakiti calon Kakak ipar ku perempuan yang malang",jawab Lyra datar namun penuh emosi.


"Jangan ikut campur dalam urusan keluarga kami anak kecil",Entah keberanian dari mana oleh Aruna yang tadinya ketakutan kini menatap nyalang Lyra tentang dianggapnya ikut campur.


"Hei...kau lupa siapa dirimu?ternyata anak dan ayah sama busuknya hanya untuk mendapatkan apapun rela menjadi kriminal",Lyra memandang remeh Aruna yang sudah tampak emosi karena Ayahnya ikut disinggung.


"Jangan bawa bawa Ayahku anak kecil",geram Aruna dengan emosi yang meledak ledak.


"Ups...sorry...kamu belum taunya kenapa ayahmu jadi pemimpin di perusahaan Holitron?",ujar Lyra enteng.


"Apa maksudmu? perusahaan itu milik ayahku dan akulah pawaris satu satunya.Jadi jangan bermain main denganku Lyra karena sebentar lagi pasti suruhan ayahku datang menyelamatkanku",teriak Aruna.


"Kak...kau lihat... sepertinya dia belum tahu kebenarannya",adu Lyra pada Devan yang dari tadi menatap tajam Aruna.

__ADS_1


"Kebenaran apa yang kau maksud,hah?",teriak Aruna lagi.


"Apakah kau mau membantu memberitahunya Kak? sepertinya itu bukan ranahku",Lyra sedikit mengundurkan diri ingin melihat keterkejutan Aruna dengan apa yang akan dia dengar sebelum ia memberi perempuan itu pelajaran.


"Hmmm...",Devan berdehem kecil lalu menatap Aruna penuh amarah.


"Dev...


"Apakah kau sudah siap mendengarnya Aruna?",tanya Devan.


"Apa yang mau kamu katakan,Dev",jawab Aruna.


"Kau ingin tau tentang ayahmu atau perusahaan yang dipimpin oleh ayahmu?",tanya Devan lagi.


"Tentang ayahku,apa yang kau ketahui?",tanya Aruna datar.


"Baiklah...Kau tau Nenek Laras,Oma Widya,Om Danu Setiawan atau Tante Ningsih Maharani?,tanya Devan.


Aruna mematung saat nama nama itu disebutkan oleh Devan.Mereka ada kelurganya.


"Kau tau apa hubungan Oma Widya dengan Ayahmu Feri Irawan?",tanya Devan lagi.


"Hehehe...jelas aku tau Oma Widya adalah ibu dari ayahku sekaligus Omaku",jawab Aruna tersenyum angkuh dan diangguki oleh Devan.


"Lalu Oma Widya dan Nenek Laras?",tanya Devan lagi.


"Apakah kau tau kalau Holitron adalah milik Nenek Laras serta Ayahmu adalah anak angkat dari Oma Widya?",tanya Devan beruntun membuat Aruna membulatkan kedua matanya.


"Apa maksudmu Devan...?",teriak Aruna.


"Kalau kau pintar harusnya kau tau bukan,kalau pewaris sesungguhnya bukan kau tapi...


"Tidak...tidak mungkin...",teriak Aruna.


"Kenapa tidak mungkin,hum?tanya Devan datar.


"Jangan bercanda Devan ceritamu bohong belaka,kalau begitu kenapa ayahku yang menjadi pemilik Holitron dan sebentar lagi akulah yang akan jadi pewarisnya",jawab Aruna.


"Hahaha...kau ingin tau satu kebenaran lagi,mungkin setelah kau mendengarnya kau tidak akan menduganya",ujar Devan tersenyum evil.


"Kebohongan apa lagi,hah?",teriak Aruna.


"Tentang ayahmu yang melenyapkan kedua otangtua Kayla demi menguasai harta warisannya dan Kayla tau itu",bisik Devan membuat Aruna menegang seketika.


"Apa...?".

__ADS_1


"Sekarang kau melakukan hal yang sama dengan ayahmu hanya demi cinta yang semu",ujar Lyra.


"Hahaha...itu pantas dia dapatkan karena pengkhianat haruslah mati",desis Aruna geram dan tertawa penuh kemenangan.


Plak plak


"Kau...perempuan berhati iblis Aruna...terbuat dari apa hatimu hah?,harusnya setelah kau mendengar kebenarannya kau akan menyesali kelakuanmu",ujar Kayla mencengkram keras rahang Aruna setelah menamparnya.


"Iya...kenapa?",tantang Aruna meski sudah meringis kesakitan saat Lyra mencengkram lebih kuat rahangnya.


"Kau pikir perempuan sepertimu layak untuk keluarga Wijaya?,kau jauh dari kriteria kami Aruna,bahkan Kakakku saja tidak tertarik padamu",geram Lyra menatap nyalang Aruna lalu melepaskan cengkeramannya dirahang Aruna.


Devan tersenyum evil saat Lyra menampar Aruna.Dia sengaja membawa Lyra untuk melampiaskan emosinya karena dia tidak akan bisa menyakiti perempuan dengan tangannya sendiri.


"Dev...aku mencintaimu sebelum Kayla datang,aku bersikap seperti ini karena kau selalu mengabaikanku dan menolakku berkali-kali",ujar Aruna dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Kau tau tidak...aku mencintai Kayla jauh sebelum bertemu kau Aruna",ujar Devan lantang.


"Hah...perempuan seperti itu tipemu Dev...bahkan aku jauh lebih cantik dibandingkan dia",teriak Aruna.


Plak...bugh


Lyra menampar Aruna dan menendang kakinya yang terikat tali.Dia benar benar geram mendengar kata kata Aruna yang begitu menghina Kayla.


"Bagiku dialah perempuan yang paling cantik,Aruna",jawab Devan.


"Oh ya...aku telah melaporkanmu atas percobaan pembunuhan atas Kayla serta ayahmu sebentar lagi juga akan menyusulmu karena perbuatannya dimasa lalu",ujar Devan.


"Apakah perempuan itu sudah mati?,harusnya sudah ya,tidak apa apa aku dipenjara yang penting perempuan itu sudah lenyap",ujar Aruna tersenyum jahat.


"Hahaha...kau salah perempuan ular...dia baik baik saja bahkan sudah sangat baik saat aku tinggalkan tadi",jawab Devan membuta Aruna terkejut.


"Kau kaget Aruna?rencana kau gagal bahkan kau berakhir dipenjara?",ujar Lyra yang bersidekap didada.


"Tidak...lepaskan aku Dev...aku tidak akan membiarkan dia hidup bahagia denganmu.cuma aku calon istrimu Dev...",teriak Aruna memilukan.


SedangkanDevan dan Lyra sudah beranjak pergi meninggalkan Aruna yang histeris mendengar semua kenyataanya seiring dengan pintu ruangan itu yang kembali tertutup .Perempuan itu menangis pilu meratapi nasibnya.Sebentar lagi dia akan membusuk dipenjara dan menghabiskan sisa umurnya disana.


Hanya karena cinta yang buta membuatnya kehilangan segalanya termasuk sepupu sekaligus sahabat yang menyayanginya dengan tulus.Cinta membuatnya menjadi orang jahat yang dengan tega melenyapkan perempuan yang tidak tau apa apa tentang perasaannya.Harusnya dia belajar ikhlas karena tidak hanya ada satu laki laki di dunia ini kalau dia mau membuka hati pada laki laki lain.


Kini nasi telah menjadi bubur menangis darahpun percuma karena tidak akan mengembalikan keadaan.Ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.Apa yang dilakukan ayahnya dulu kini diapun ikut melakukan hal yang sama.Penyesalan hanya datang diakhir membuat para pelaku hanya bisa pasrah.


Aruna begitu terpukul saat mendengar kenyataan tentang ayahnya yang juga kejam.Pantas saja ia bisa nekat berusaha melenyapkan Kayla kalau ayahnya juga pernah melakukan hal yang sama bahkan demi harta dan jabatan.


Menyesal tiada gunanya lagi karena tidak akan bisa mengembalikan keadaan.Bagaimana kalau Kayla tau kalau dirinyalah pelaku yang sudah berusaha menghilangkan nyawanya.Dia begitu malu untuk bertemu Kayla.

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu kembali terbuka dengan masuknya para pihak kepolisian yang akan membawanya ke penjara.Dia hanya pasrah saat digiring oleh dua orang polisi wanita.


...****************...


__ADS_2