Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Jadilah istriku dunia akhirat


__ADS_3

Devan segera berlari keluar kamar untuk melihat keributan yang terjadi dilantai dasar setelah meminta sang istri untuk diam di kamar.


"Dasar tidak tau malu..."


Lyra berteriak kencang membuat Devan makin bergegas menuruni tangga untuk melihat apa yang terjadi.Saat sampai Devan terkejut saat melihat sang adik tengah memaki maki seorang wanita seusia Kayla.


"Ada apa Ra?",tanya Devan tiba tiba membuat semua orang menatapnya.


Kayla yang kesal hanya diam tak menjawab pertanyaan Devan tak lama Benny tampak turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa.Lalu mengahampiri Lyra yang tengah bersidekap di dada dengan wajah merah padam menahan amarahnya.


"Ra siapa wanita ini?",tanya Devan datar saat melihat sang adik menatap wanita yang juga tampak emosi itu denga wajah kesalnya.


"Kak Verla ngapain Kakak ke sini membuat keributan",tanya Benny tiba tiba sementara wanita itu hanya mendelik saat Benny bertanya padanya.


"Lo kenal dia Ben?",tanya Devan menunjuk wanita dengan make up full itu dengan tangannya.


"Dia... dia...


"Aku Kakaknya Velly,aku datang ke sini mau minta pertanggungjawaban atas meninggalnya adik aku gara gara wanita sialan ini",tunjuk Verla dengan penuh amarah pada Lyra.


"Kau...


"Jika adikmu masih hidup mungkin dia dipenjara saat ini.Adikmu meninggal karena ulahnya sendiri.Jangan pernah untuk mengancamku karena aku bukan wanita lemah",jawab Lyra lantang dengan tatapan tajam membuat Verla bergidik negeri.


"Ra...


"Biar aku yang urus Kak",potong Lyra membuat Devan menggeleng pelan dan duduk di sebelah Erik yang dari tadi diam menikmati tontonan itu.


"Biarkan saja Kak,kamu seperti tidak mengenal adik kita saja",bisik Erik.


"Hmmm",jawab Devan berdehem pelan karena apa yang dikatakan Erik memang benar adanya.Adiknya memang tidak takut apapun selagi ia benar.


"Sekarang apa maumu? pertanggungjawaban seperti apa yang kau mau?",teriak Lyra.

__ADS_1


"Aku mau kamu mengakui di kantor polisi jika adikku meninggal karena rencanamu dan jauhi Benny dan Vanya",jawab Verla membuat Lyra tertawa keras dengan permintaan konyol wanita dihadapannya.


"Dengarnya adikmu meninggal kerena ulahnya yang ingin mencelakaiku kau bisa cek cctv jalan kalau kau tak percaya dan untuk masalah Mas Benny dan Vanya aku tak peduli karena kami sudah bercerai dan aku juga tak berniat menjadi ibu sambung dari anak yang ibunya sudah berusaha melenyapkanku",jawab Lyra penuh penekanan.Membuat semua orang terkejut dengan keputusan Lyra.Begitu juga Benny yang tampak menegang mendengar apa yang baru saja dikatakan Lyra.Dunianya seakan berhenti berputar niatnya untuk kembali rujuk pupus dengan ucapan wanita yang beberapa minggu yang lalu ia talak.


"Kau dengar Benny apa yang dikatakan wanita yang paling kau cintai ini?",sinis Verla menatap laki-laki yang di cintai oleh almarhumah sanga adik.


"Ra...


"Stop Mas... kemarin kemarin mungkin aku bersikap baik padamu itu tak lebih karena aku menghargaimu karena sahabat dari Kakakku",ucap Lyra.


"Aku akan layangkan gugatan cerai ke pengadilan hari ini juga.Kak tolong telfon Pak Regan untuk urus perceraianku",ucap Lyra berlalu menuju kamarnya meninggalkan semua terdiam dengan ucapannya.


Verla tanpa permisi pergi begitu saja dari rumah mewah Devan setelah membuat kekacauan.Dia memang sudah merencanakan ini setelah Benny mengatakan kalau ia akan kembali rujuk pada Lyra dan menjadikannya ibu sambung Vanya.Verla tak rela Benny bahagia setelah apa yang terjadi pada adiknya yang harus meregang nyawa karena ingin hidup bersama Benny.


Sementara itu setelah kepergian Verla Devan meminta Benny untuk menghargai keputusan adiknya itu.


Benny juga memutuskan untuk pergi jauh dan meminta kepada Devan untuk dipindahkan ke kantor cabang lainnya.Dan Devan memutuskan kalau Bennylah yang akan ke Kalimantan menggantikan Erik.Meski ia masih membutuhkan Benny diperusahaan pusat tapi ia tau ini semua tak mudah bagi Benny.Mungkin dengan menjauh itu akan lebih baik untuk keduanya.


Devan kembali ke kamar menghampiri sang istri yang ia tinggal begitu saja.Saat ia membuka pintu kamar tampak Kayla tengah fokus pada laptop dipangkuannya.


"Ini lagi cek pemasukan butik Mas",jawab Kayla menatap Devan sekilas lalu kembali fokus pada laptopnya.


"Ooo...kamu mau kembali kerja di butikmu itu setiap hari?",tanya Devan tiba tiba yang juga kasihan dengan sang istri berdiam dirumahnya setiap hari tanpa melakukan pekerjaan apapun.


"Memang boleh Mas?",tanya Kayla dengan mata berbinar mengalihkan pandangannya pada sang suami.


"Hmmm gimana ya?",ucap Devan pura-pura berpikir.


"Kalau gak boleh gak apa apa Mas",ucap Kayla sendu.


"Hei...kapan Mas ngomong gak boleh?",tanya Devan yang cemas tiba tiba sang istri terlihat sendu.


"Lalu... artinya?",tanya Kayla sedikit tersenyum menyadari ucapan sang suami.

__ADS_1


"Ya...kamu boleh ke butik tapi ada syaratnya",ucap Devan.


"Apa Mas?",tanya Kayla antusias tak sabar ingin bertemu langsung dengan para karyawannya.


"Kamu gak boleh capek capek dan kerjaan kamu cuma ngurus pembukuan butik",tegas Devan.


"Baiklah Mas...terima kasih",Kayla langsung berhamburan memeluk Devan.


"Sama sama sayang.Tolong jaga dia baik baik ya sayang",ucap Devan mengelus perut sang istri yang sudah terlihat membuncit.


"Tentu Mas...dia tak hanya anakmu tapi juga anakku,anak kita lebih tepatnya",jawab Kayla.


"Oh ya kamu sudah minum obat?",tanya Devan mengelus rambut sang istri penuh cinta.


"Sudah dong Mas",jawab Kayla mengelus perutnya.


"Oh ya...Anak Daddy jangan nakal ya didalam sana!kasihan Mommy nanti kesakitan sayang",ucap Devan membungkukkan badan lalu berbicara tepat di depan perut buncit sang istri mengajak sang anak bicara.


Kayla tersenyum bahagia dengan kelakuan sang suami.Dia begitu bahagia mempunyai suami seperti Devan yang begitu mencintainya dan memanjakannya.Dia diperlakukan layaknya seorang ratu oleh sang suami.Dulu dia diperlakukan sebagai pembantu oleh keluarganya sendiri tapi kini Tuhan menggantikannya dengan ia dijadikan ratu oleh pria yang sudah menghalalkannya.


"Terima kasih Mas",ucap Kayla membuat Devan yang tengah membacakan sudah Yusuf didepan perut sang istri secara pelan mendongak menatap sang istri.Ya Devan walau bukan muslim sejati tapi dia sudah menghafal surah Yusuf jauh jauh hari sebelum ia menikah dengan Kayla sebagai persiapan jika nantinya sang istri hamil maka dia setiap hari akan membacakan ayat Al-Qur'an tersebut.


"Untuk hal apa sayang",tanya Devan menyudahi bacaannya.


"Karena sudah mencintaiku dan menerimaku apa adanya sebagai istrimu Mas,aku bahagia sekali karena kamu suami terbaik yang dikirim Allah untukku",ucap Kayla tulus.


"Sayang...kamu adalah bidadari yang sudah Allah siapkan untuk Mas.Mas sudah berjanji dihadapan Allah saat Mas mengkabulmu dihari pernikahan kita.Itu berarti Mas menerima semua apa yang ada padamu.Dan Mas akan bertanggungjawab denganmu baik itu secara lahir maupun batin.Serta Mas sudah berjanji pada diri Mas sendiri tidak akan ada air mata yang mengalir dipipimu kecuali air mata kebahagiaan",jawab Devan tersenyum hangat dan tulus.


"Aku mencintaimu karena Allah Mas",lirih Kayla lalu membuka sang suami erat.


"Mas juga sayang mencintaimu karena Allah",jawab Devan membalas pelukan sang istri tak kalah eratnya..


"Jadilah istri Mas di dunia dan di akhirat kelak sayang",lirih Devan tepat ditelinga sang istri dan diangguki oleh Kayla.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2