Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Dilamar


__ADS_3

Devan tau saat ini Kayla gugup setengah mati karena ucapan nenek barusan,Devan menggegam erat tangan gadisnya untuk menenangkan hatinya yang bergejolak.Mungkin pertanyaan ini terlalu sensitif untuk Kayla yang baru beberapa hari mengenal dirinya apalagi ia baru memerperkenalkan Kayla sebagai kekasihnya tapi sang Nenek tampaknya terlalu cepat untuk ia segera menikahi gadisnya ini.


Memang tak mudah bagi Kayla untuk menjawab pertanyaan itu apalagi dia gadis yatim piatu yang tak punya siapa siapa lagi.Dia hanya punya kerabat jauh yaitu Papa dari Aruna yang hubungannya juga tidak baik saat Papa Aruna merebut hak dari Papanya saat beberapa hari setelah Neneknya meninggal.Padahal yang berhak atas harta itu adalah Papa Kayla yang notabenenya anak kandung dari Neneknya.Sedangkan Papa Aruna hanyalah anak angkat dari adik Neneknya.Semenjak itu Kayla dan keluarganya hidup dalam kesederhanaan sampai kecelakaan itu terjadi membuat kebahagiaan Kayla terenggut dalam sekejap mata.


"Nek...aku dan Kayla baru menjalin hubungan,apa ini tidak terlalu cepat?",tanya Devan hati hati agar Nenek tidak tersinggung.


"Lebih cepat lebih baik Dev,dalam agama kita tidak ada kata pacaran",sanggah Nenek menatap kedua pasangan yang ada didepannya.


"Nek...aku hanyalah gadis biasa dan gak sederajat dengan kalian yang notabenenya orang terpandang di kota ini, apakah Nenek tidak malu bercucu menantukan aku yang hanya gadis yatim piatu",lirih Kayla dengan mata berkaca-kaca.


Devan menatap Kayla menggelengkan kepalanya seolah menegaskan jangan berbicara seperti itu.


"Sayang kam-


Devan menghentikan ucapannya saat Nenek angkat bicara.


"Nak...keluarga kami tidak pernah memandang seseorang dari status ataupun kedudukannya yang penting itu ini",ujar Nenek menunjuk dada sebelah kiri Kayla.


Kayla menatap Nenek penuh haru ternyata dirinya diterima ditengah tengah keluarga konglomerat ini yang hanya gadis biasa.


"Hati yang baik dan akhlak serta Budi pekerti yang baik itu lah nilai nomor satu dalam keluarga ini dan Nenek lihat kamu gadis seperti itu kalau tidak mana mungkin cucuku yang dingin dan datar ini tergila gila padamu",sambung Nenek lagi yang terlihat bahagia.


Sebenarnya Nenek sudah menyelidiki tentang Kayla bahkan tentang masa lalu Kayla yang membuatnya ikut bersedih atas hal yang menimpa keluarga Kayla.Ia berjanji akan menyayangi gadis itu setulus hatinya layaknya cucunya sendiri.


"Nek...jangan paksa Kayla kalau ia belum siap Nek",mohon Devan dengan tidak enak hati.


Nenek menatap Kayla dengan lembut serta mengelus rambutnya pelan.

__ADS_1


"Nak...Nenek tau ini terlalu cepat tapi yang baik itu sebaiknya disegerakan,pacaran tidak ada dalam agama kita apalagi nanti tidak ada kemungkinan kalian melakukan hal yang yang melebihi dari pegangan tangan,iya kan?",tanya Nenek lembut.


"I-iya Nek",jawab Kayla gugup


"Jadi....?"


Kayla memejamkan mata dan menghembuskan nafas pelan untuk menjawab pertanyaan Nenek.Ia membuka kedua matanya menatap Devan untuk menyalakan jawabannya.Tampak Devan mengangguk kecil memberi keyakinan pada Kayla.Kayla beralih menatap Nenek yang sedang menunggu jawaban darinya.


"Ya...Nek a..ku bersedia",jawab Kayla terbata dan langsung dipeluk oleh Nenek.


Devan tersenyum bahagia mendengar jawaban sang kekasih.Akhirnya gadisnya sebentar lagi akan menjadi miliknya selamanya.Impianya selama ini mencintai Kayla sepenuh hati akhirnya berbuah manis.


Devan menatap Kayla penuh cinta dan mengenggam erat jemari gadisnya.


"Kamu yakin sayang?",tanya Devan dengan mata berbinar.


"Makasih sayang...harusnya Mas yang melamarmu lebih dahulu tapi Nenek yang melamarmu untuk Mas",ujar Devan dengan suara serak menahan tangisnya,ya tangisan bahagia.


"Gak apa apa Mas, bukannya memang seharusnya orangtua yang melamar seorang gadis untuk anaknya dan apa yang dilakukan Nenek memang sudah tepat",Kayla menatap Devan dengan hati yang bahagia akhirnya walau ini terlalu cepat tapi ia yakin Devan pria yang baik dan bertanggung jawab.


"Lusa kami akan melamarmu secara resmi",ujar Nenek dan diangguki oleh Devan.


"Tapi Nek...aku tak memiliki siapa siapa hanya kerabat jauh dan aku akan menghubungi mereka hari ini",Kayla sedikit merasa sedih dihari bahagianya orangtuanya tidak lagi disampingnya.Tak ada Ayah yang akan menyerahkannya saat ijab kabul dan tak ada ibu yang akan mengurus semua persiapan pernikahannya.


"Aku akan menemanimu menemui Om mu itu",Devan angkat bicara bagaimanapun juga dia harus meminta Kayla langsung pada Om nya sebagai pria yang akan melamar serta menikahinya.


"Tapi-

__ADS_1


"Apa yang dikatakan Devan benar sayang,dia nanti akan meminta langsung kamu dari Om mu itu dan melamarmu langsung sebelum lamaran resmi dari kami",Nenek memotong ucapan Kayla yang berusaha protes dengan usulan Devan.


Devan mengangguk dengan cepat saat Kayla menatapnya.Devan benar benar bahagia saat ini akhirnya perjalanannya mencari keberadaan Kayla gadis yang selama ini mengisi hatinya akhirnya tidak sia sia bahkan sebentar lagi gadis itu akan ia miliki dan tak akan ia lepas selama hidupnya.Karena hatinya telah terpatri untuk Kayla seorang dari dahulu sampai akhir,sampai maut yang memisahkan keduanya itulah tekad Devan dari dahulu.Akhirnya segala doa dan kegigihannya telah diijabah oleh Allah ternyata Kayla lah jodoh yang Allah siapkan untuknya.


Rasanya ini mimpi bagi Devan sebenarnya belum terlintas untuk Devan melamar gadis yang ada di depannya ini dengan waktu yang singkat ini karena Devan ingin Kayla mengejar impiannya dulu baru ini akan melamarnya.Tapi karena desakan Nenek dan dalam agama tidak ada kata pacaran dan ketakutan Nenek mereka tidak bisa menjaga diri bila sedang berduaan membuatnya dengan mantap akan menikahi gadis impiannya ini.Dan untuk impian Kayla ia akan tidak akan membatasi kariernya bahkan ia sendiri yang akan membantu Kayla mewujudkan impian gadisnya.


***


Terik matahari yang begitu sangat menyengat tak dipedulikan oleh Kayla dan Devan melangkahkan kakinya melewati jalanan setelah menuju rumah kediaman keluarga Kayla.Demi menyunting gadis impiannya Devan rela harus berjalan sepanjang satu kilometer meter karena jalan menuju rumah Om Kayla dalam perbaikan jadi mobil dilarangnya masuk kecuali motor.


Setibanya mereka di depan rumah berpagar tinggi langsung disambut oleh security yang bertugas menjaga rumah mewah yang dulu pernah menjadi rumah masa kecilnya bersama Mama dan Papanya.Security langsung mananyakan tujuan mereka datang dan dipersilahkan masuk untuk menunggu karena sang tuan rumah sedang dalam perjalanan pulang dari bekerja.


Kayla menatap sekeliling rumah yang dulunya miliknya kini sudah berpindah tangan karena kelicikan yang paman yang tega menyabotase surat wasiat yang ditulis Neneknya.Rumah yang dulunya banyak ditumbuhi berbagai macam bunga kesukaan Nenek sudah banyak berubah,bunga bunga itu tidak nampak lagi digantikan dengan rumputan buatan untuk memperindah taman yang ada didepan rumah.Kayla menghembuskan nafas panjang saat Devan menatapnya penuh tanda tanya.Kayla menggeleng kecil saat Devan menatapnya intens.


Tak lama seorang laki laki paruh baya turun dari motor yang diboncengi supirnya karena mobil tak bisa masuk ke rumah pamannya.


Laki laki itu terkejut melihat dua yang didepannya yang sangat ia kenali.Dia tampak pucat pasi saat menatap Devan dan Kayla bersamaan.


"Apa kabar Om?",sapa Kayla hanya basa basi karena hatinya masih sakit dengan pengusiran laki laki ini beberapa tahun yang lalu.


"Jadi dia Om kamu sayang?",tanya Devan yang sudah mengeraskan rahangnya dari tadi saat melihat laki-laki paru baya didepannya.Devan menatap tajam laki laki yang pernah menjadi relasinya dulu.


"Iya...dia Om ku namanya Feri Irawan",Kayla mengenalkan Feri pada Devan yang dari tadi sudah menatap tajam pada Feri.


"Pria bangsat",umpat Devan dalam hati.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2