Gadis Idaman Sang Presdir

Gadis Idaman Sang Presdir
Kecewa


__ADS_3

Semua orang pasti ingin bahagia dan hidup sempurna dengan pasangannya.Dicintai dan


disayangi sepenuh hati dengan tulus.Serta memiliki keluarga yang utuh dan mertua yang begitu menyayangi.


Semua itu sudah Kayla miliki mempunyai suami yang mencintai dengan tulus,mertua yang begitu menyayanginya tapi tidak dengan satu hal yaitu keluarga yang utuh.


Semua tahap demi tahap yang ia lalui tidaklah mudah.Harus kehilangan kedua orangtua diusia yang masih kecil dan hidup dengan keluarga toxic hingga akhirnya memutuskan hidup mandiri.


Setelah ia mendapatkan kebahagiaan kini ia kembali dihadapkan dengan situasi yang begitu membuatnya terluka kembali oleh orang yang sama.


Dia bukanlah orang pendendam namun dia tidak berdaya saat luka itu kembali hadir.Bertahun lamanya ia menutupi semua yang terjadi dan membalut luka itu sendirian.


Sepanjang perjalanan Kayla lebih banyak melamun dan diam.Devan memilih untuk membiarkan sang istri dengan pikirannya sendiri.Tak mudah baginya menerima semua kenyataan yang ada.Butuh waktu untuk memaafkan orang orang yang telah melukai hati wanitanya itu.


Devan sudah berjanji hari ini adalah hari terakhir istrinya itu menangis.Setelah ini hanya akan ada tawa dan kebahagiaan dari wajah sang istri.


Setelah menempuh tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai dikediaman keluraga Wijaya.


Kayla dan Devan memasuki rumah mewah itu dengan hati yang mulai tenang.Kayla pun sudah berusaha untuk kembali tersenyum.


"Kok rumah sepi Bi?",tanya Kayla pada salah satu maid.


"Semua lagi ada diruang keluarga Nona",jawab maid yang bernama Siti.


"Semua?...ada acara apa Bi?",tanya Devan bingung karena tak biasanya semua berkumpul tanpa memberi tahu dirinya.


"Oh...itu bukan ranah Bibi yang menjelaskannya Tuan,silahkan masuk dulu Tuan",ucap Bibi mempersilahkan Devan dan Kayla masuk.


Dari kejauhan terdengar teriakan Lyra dengan tangisan yang memilukan.Devan dan Kayla segera mempercepat langkah mereka menuju ruang keluarga.


"Tega kamu bohongi aku Mas?",teriak Lyra menunjuk nunjuk Benny yang duduk terdiam.


"Ada apa ini Ra?kenapa kamu tidak sopan pada suamimu?",tanya Devan tiba tiba membuat Lyra dan yang lainnya membulatkan matanya karena terkejut dengan kedatangan Devan..


"Kak...De-vvan...",gumam Lyra.


"Ra...ada apa?",tanya Devan mengahampiri sang adik yang sudah sangat kacau dan mata yang bengkak karena lama menangis.


"Kak...",Lyra langsung menghambur memeluk Devan dan menangis sesugukan.

__ADS_1


Sedangkan Kayla memilih pergi ke kamar Devan karena dia tidak ingin ikut campur dan mau tau masalah yang dihadapi keluarga suaminya.Dia hanya menantu dan dia juga tau batasannya.


"Ben...Lo bisa jelaskan kenapa tiba tiba adik gue maki maki Lo?",tanya Devan yang masih memeluk sang adik.


"Dev...maaf...gue-


"Gue apa Ben? ngomong yang benar?",ucap Devan datar.Ia tau ada yang tidak beres dengan rumah tangga sang adik.


"Kak...Mas Benny ternyata udah khianati aku dari dulu,dia udah punya anak dari wanita lain",jawab Lyra terbata bata.Ia tau tak seharusnya ia mengatakan aib suaminya pada keluarganya tapi ia sudah terlanjur kecewa.


"Ra...Mas gak pernah khianati kamu semua itu diluar kendali Mas sayang.Malam itu Mas mabuk dan terjadi hal yang tak diinginkan itu hingga dengan kesalahan satu malam itu membuat Velly hamil",ucap Benny menjelaskan yang terjadi.


"Ra...Kakak tau ini masalah rumah tanggamu dan untuk itu Kakak kali ini tidak ikut campur.Silahkan selesaikan dengan kepala dingin dan dewasa lah menyikapi masalah ini",ucap Devan bijak.Jujur ia kecewa dengan sang sahabat tapi dari penjelasannya tadi semua bukan keinginannya.


"Dan Lo Ben... jelaskan ke adik gue sejelas jelasnya jangan ada yang ditutup tutupi.Jujur gue kecewa sama Lo tapi gue gak akan campur adukkan pekerjaan dengan masalah kalian.Gue udah pernah bilang kan ke Lo jangan sakiti adik gue tapi kali ini Lo keterlaluan",ujar Devan dingin dan datar..


"Maaf Dev...


"Harusnya Lo jujur dari awal dan bertanggung jawab sepenuhnya pada wanita itu.Apa Lo gak kasihan dengan anak Lo yang tidak punya keluarga utuh?",ujar Devan dengan kalimat penuh kekecewaan.


"Gue sangat mencintai adik Lo Dev bahkan sampai saat ini",ucap Benny sungguh sungguh.


"Mas sungguh sungguh cinta sama kamu Lyra",ucap Benny.


"Ra... tenangkan hati kamu gak kayak gini menyelesaikan masalah",ujar Devan.


"Kak Dev Lyra pengen menenangkan diri dulu ke Kalimantan ikut Kak Erik besok",ucap Lyra melerai pelukannya membuat Devan dan Benny menatap Erik tajam.


Erik yang dari tadi diam dan tak bersuara tampak terkejut dengan ucapan Lyra.


"Ra...lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah,kamu tenangin hati dan pikiran kamu dulu baru bicara baik baik apapun keputusan kamu",ucap Erik menasehati Lyra karena ia tak ingin membawa istri orang bersamanya dalam keadaan kacau seperti ini.


"Mas gak izinkan kamu pergi dengan dia Ra...kalian tidak muhrim",bantah Benny menahan api cemburunya.


"Ra...dengar Nenek sayang...setiap rumah tangga itu punya masalahnya masing masing.Setiap cinta yang tulus itu akan diuji dengan hal hal yang tidak kita duga.Dewasalah Nak!selesaikan masalah kalian apapun keputusan kamu nanti kami tidak akan melarangnya",ujar Nenek lembut.


Lyra menatap Erik dengan tatapan tak terbaca dia ingin saat ini Erik memberikan uluran tangan dan memeluknya tapi dia kini seorang istri.Dia dan Erik bukan saudara kandung orang bisa salah paham kalau mereka berpelukan.


Sedangkan Erik yang menyadari tatapan Lyra memilih seolah-olah tidak tau.Dia sangat terluka melihat orang yang ia cintai menangis pilu tapi apa daya dia tak berhak menyentuh istri orang.

__ADS_1


"Sekarang kamu ke kamar dan kamu Ben tenangkan pikiran kamu.Cari jalan yang terbaik bukankah anakmu meminta keluarga yang utuh itu juga harus kamu pertimbangankan juga",ucap Nenek menengahi masalah rumah tangga sang cucu.


"Lo bisa tidur di kamar tamu dulu Ben atau Lo bisa pergi ke apartemen Lo dulu buat berpikir jalan yang terbaik.Bukan maksud gue misahkan Lo tidur dengan adik gue tapi ini demi kebaikan kalian.Lo tau Lyra kalau ngamuk kek gini kayak apa?",ujar Devan.


"Thanks Dev ...Lo gak benci sama gue",ujar Benny tertunduk malu.


"Jujur gue kecewa banget sama Lo tapi gue


gak bisa lakuin apa apa karena pernikahan ini kemauan adik gue jadi dia juga yang akan menyelesaikan masalah yang timbul",ucap Devan menepuk pelan pundak Benny dan sehat berlalu pergi meninggalkan Benny dan diikuti oleh Erik dan Nenek yang menatap kecewa pada Benny lalu pergi ke kamar mereka masing masing.


Tinggallah Benny yang duduk sendirian dengan penyesalan yang tidak berguna lagi sekarang.Semuanya sudah terjadi apapun nanti keputusan Lyra akan ia terima dengan lapang hati.


Benny melangkah meninggalkan kediaman Wijaya menuju apartemennya.Saat ini ia butuh ketenangan untuk berpikir jernih dan memikirkan langkah apa yang akan ia ambil.Jujur ia belum siap kehilangan Lyra,cintanya pada Lyra begitu besar.


***


Kayla menatap Devan yang sangat kusut begitu banyak masalah yang datang secara berturut-turut.


Kayla melangkah pelan kearah sang suami yang duduk dipinggir tempat tidur lalu duduk diatas pangkuannya.


"Mas... capek?",tanya Kayla memijit pelan pelipis sang suami.


"Hmmm",jawab Devan tanpa mengeluarkan kata kata.


"Kalau gitu mandi dulu gih sana aku akan siapkan makan siang dulu",ujar Kayla beranjak dari duduknya.


"Mas mau makan kamu aja",ucap Devan menahan tubuh sang istri lalu mengendus leher sang istri penuh hasrat.


"Mas...kamu belum makan siang loh",jawab Kayla.


"Ingat janji kamu tadi pagi sebelum kita ke kantor polisi",ucap Devan yang menghisap leher sang istri meninggalkan jejak kepemilikan disana.


Gluk


"Mati aku...",gumam Kayla pelan saat tangan Devan sudah bermain ditubuhnya.


Siang itu mereka kembali melakukan ritual ibadah halalnya.Membuat isi kamar penuh dengan erangan dan *******.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2